Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20 orang Belanda juga suka keong sawah
Mengantar kepergian pria paruh baya itu ,Yasir menoleh ke arah remaja kurus yang sedang membersihkan piring bekas makanannya, ia cukup senang melihat betapa rajinnya remaja yang sedang membersihkan sisa sisa makanan.
" ngomong ngomong tadi kamu mau kemana ?"
" ohh iya kang , saya sengaja datang untuk memberitahu bahwa akan ada kerja bakti membuka jalan di dekat sawah pak Slamet guru " remaja itu berkata dengan cepat dan jelas, ada rasa canggung dan malu di wajahnya.
" ohh , kapan ?"
" hari minggu kang , "
" baik ,aku akan datang, terus apa ada yang lain ?"
" sudah itu kang , " remaja kurus itu berbalik dan berpamitan dengan Yasir yang sedang berdiri Diam itu.
" tunggu...!" Yasir menghentikan remaja kurus yang akan pergi itu.
" ada apa kang ?"
" mau tidak kamu bekerja untukku, lima puluh sen satu kali pekerjaan, tapi kalau kamu tidak sibuk , aku butuh untuk mengangkut kayu di hutan ladang jati punyaku ,tapi tenang saja , aku juga akan temani , hanya ada sepuluh kayu.."
" mau kang, kebetulan aku nganggur , kapan kang ?"
" besok pagi ..!"
" baik kang , kalau begitu saya pamit dulu assalamualaikum.." Imran sangat senang mendapatkan pekerjaan yang di tawarkan oleh jagoan desanya itu ,ia memiliki pikiran untuk mengikuti terus kemana langkah kaki sang jagoan desa , dan ia selangkah lebih maju dari pikirannya .
" tunggu, mau kemana buru buru, nih " Yasir menahan tawa dan memberikan dua koin sen senilai sepuluh angka , " untukmu , berikan pada nenekmu , juga untuk beli makanan, terimakasih telah membantu aku mengangkut barang " katanya dengan nada acuh tak acuh.
" ini saya sepuluh koin saja kang , ini kebanyakan.."
" sudah ambil saja ..repot amat ..!"
Yasir melambaikan tangannya, dan masuk ke dalam rumah , sedangkan pemuda kurus Imran langsung pergi meninggalkan halaman.
Suasana siang kembali sepi , angin sepoi sepoi terasa sejuk ,udara segar begitu menyehatkan badan dan pikiran , membuat siapa saja yang merasakannya akan begitu bersemangat.
Di dalam rumah, semua barang sudah terkumpul, Yasir melihat betapa semangatnya kedua gadis muda yang melihat barang barang yang ada di hadapan mereka .
" sudah jangan di lihat , nanti sore di buka , sekarang siapkan panci besar dan kita semua akan berjualan, mumpung masih siang.." kata Yasir tertawa lirih .
" iya mas , barangnya sudah siap , dan kita bertiga bisa berjualan , aku penasaran bagaimana warga membeli sayur keong sawah yang enak ini " Lestari begitu bersemangat, dengan cepat dan cekatan mempersiapkan segala hal yang perlu di jual .
" mereka sudah ketagihan , dan kita bisa dengan cepat segera membangun rumah yang kita semua impikan " ujar Yasir mengangkat panci besar berisi sayur keong sawah, lalu membawanya dengan satu tangan .
Setelah itu meletakan di pikulan tali , persis seperti orang mau membawa rumput, begitu seimbang dan kokoh.
" jangan lupa kunci rumah, di dalam banyak barang yang berharga " ingat Yasir ke arah gadis muda yang sudah menutup pintu rumah .
" tentu mas !"
Tanpa menunggu waktu sore, ketiganya turun perlahan, jalanan masih sedikit basah dan lembek , Yasir dengan hati hati,membawa pikulan berisi beban panci besar dan juga mangkuk kayu yang bilamana ada orang tidak membawa wadah bisa menggunakannya untuk sementara waktu.
Sampai di bawah , Yasir berencana untuk membawa dagangan ke lapangan desa yang ada di tengah tengah desa, ia yakin bahwa di sana lebih banyak orang dan juga ia biasanya melihat ada orang putih ( Belanda ) berkeliaran dengan kuda atau mobil militer.
Karena sudah tahun 1939 , peralatan tempur sudah mulai menggunakan mobil berat , walaupun bekas perang dunia pertama di tahun 1918 , tapi kualitas dan kondisi kendaraan yang sudah banyak beredar itu sangat layak pakai dan bagus untuk di gunakan.
Dan benar saja, sampai di lapangan desa , beberapa orang putih ( Belanda) sedang mengamati anak anak mereka bermain .
Yasir tanpa merasa takut mendirikan lapak di tepi lapangan , beberapa warga desa yang mengenalnya, mendekat dan menanyakan apa yang di jualnya , melihat sayur keong sawah yang sama dengan kemarin ,dengan antusias para warga berbondong bondong kembali ke rumah dan tak lama kemudian datang dengan membawa beberapa mangkuk kayu dan panci kecil.
" jang Yasir, kemarin itu sangat enak keongnya, harganya murah dan rasanya seperti makan daging ayam " kata salah satu wanita yang sebelumnya pernah membeli sayur keong sawah.
" ya syukur kalau bibi suka..!"
Hanya dalam waktu dua puluh menit , sayur keong sawah tersisa beberapa butir saja , namun airnya masih begitu banyak, dan Yasir teringat dengan kepala kampung yang telah membantunya dalam beberapa hal sebelumnya.
Ia berencana untuk terlebih dahulu memberikan sayur keong sawah yang tersisa cukup untuk tiga mangkuk kayu kepada pak Hasyim , namun saat ia akan membersihkan dagangannya , seorang kulit putih datang .
Perawakannya yang tinggi ,membuat Yasir harus mendongakan wajahnya untuk melihat ke arah wajah orang putih tersebut.
" kamu orang sedang apa di sini... ?" Tanya orang putih dengan kalimat yang baku .
" Matanya apa tidak lihat aku sedang berjualan, malah nanya ," gerutu Yasir mengumpat dalam hati " ohh ini tuan saya sedang jualan .." kata Yasir ramah .
" ohh jualan apa , sepertinya sangat enak , aku lihat orang banyak datang, laris juga ..!".
.
" ya syukurlah , apa tuan mau coba atau membeli ?"
" baik , tapi apakah beracun .. ?" Mata biru orang putih itu tampak ragu ragu , " bagaimana bila saya keracunan?"
" kalau memang tuan keracunan berarti alergi, lihat saja tadi penduduk banyak yang beli, kalau tuan coba mungkin bisa ketagihan "
" oke, aku coba satu saja " Tanpa canggung, orang Belanda itu memasukan tangannya ke arah panci dan mengambil satu keong sawah yang masih ada cangkangnya, lalu memasukan langsung ke mulutnya.
Yasir menatap dengan penuh keterkejutan" tuan kalau makannya bukan begitu , dagingnya ada di dalam, "
" uhuk... kamu orang kenapa tidak beritahu sejak tadi , bikin aku malu saja ..!" Hardiknya marah.
" oke, bagaimana rasanya..?"
" kamu orang apa beri daging ayam di dalamnya , kenapa rasanya bukan daging keong ..?"
" tidak itu daging keong beneran , lihat tekstur hitam yang mengenyangkan, percaya tidak !"
" baiklah, saya beli semua daging keong rasa ayam, berapa ?"
" tiga gulden lima sen , itu harga termurah untuk tuan kaya !"
" bagus ferfect, terimakasih pujiannya " orang belanda itu menerima satu mangkuk kayu penuh , dan Yasir memberikan bonus , air sayur keong sawah untuk orang Belanda yang ada di depannya.
" tuan tampan, air ini jangan di buang , panaskan lagi dan beri satu kilo daging ayam yang masih mentah , lalu masak , maka tuan tampan bisa merasakan namanya daging ayam sayur dewa "
" sesuai anjuran, baik tidak masalah.." orang Belanda itu tampak gembira , dengan sigap mengeluarkan kartu nama dari balik sakunya.
" perkenalkan nama saya , Walter Von Heiden, perwira militer kota Tasikmalaya...!"
" ya , saya hanya rakyat biasa, Yasir ...!"
" hahahaha kamu sungguh bagus dalam cakap, kapan kamu Yasir jualan lagi ..?"
" kalau ada stok pasti jualan...!"