"Dia cinta pertamaku, dan aku ingin berjuang untuk mendapatkannya"
Irena, gadis berkacamata yang sebelumnya bahkan tidak mempunya teman pria, namun tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang pria tampan bernama Andreas. Pertama kali merasakan jatuh cinta, membuat dia antusias untuk bisa mendapatkan hati pria itu. Meski tidak jarang perjuangannya sama sekali tidak dihargai oleh Andreas. Bahkan pria itu seolah tidak menganggap kehadirannya.
"Sebaiknya kau berhenti berjuang dengan perasaanmu itu, karena aku tidak akan pernah membalas perasaanmu, semuanya hanya sia-sia"
Berbagai macam penolakan Irena bisa pahami, dia tidak menyerah begitu saja. Namun, ketika Andreas sendiri yang mengatakan jika dia tidak akan pernah mencintainya, karena ada perempuan lain yang dicintainya. Maka saat itu semua harapan runtuh tanpa jejak, semua perjuangan sia-sia. Dan Irena mulai mundur, mengasingkan diri dan mencoba melupakan cinta pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Bisa Menutupi Perasaannya
Andreas meninju dinding di depannya, setelah melihat Irena pergi begitu saja. Amarah tidak terbendung dalam dirinya, namun dia juga tidak bisa mengekang irena terlalu keras, karena benar, jika dia bukanlah siapa-siapa bagi gadis itu.
Dia pergi keluar Gedung, menghisap sebatang rokok untuk menghilangkan rasa frustasi dalam dirinya sendiri. Kepulan asap mengudara sebelum menghilang, baunya tercium dari jarak beberapa meter. Wajahnya menunjukan frustasi.
"Kak Bayu jangan asal bicara"
Suara itu terdengar rendah, namun jelas. Andreas yang berdiri di balik pohon di Taman itu, sedikit menoleh dan melihat Bayu dan Irena yang duduk berdampingan di sebuah bangku Taman. Seketika dadanya kembali bergemuruh, belum selesai meredakan amarah yang tadi, kini kembali memuncak melihat dua orang itu bersama.
"Mana mungkin aku asal bicara, aku mengenal Andreas sudah bertahun-tahun, dan aku tahu sekali bagaimana dia. Saat ini dia hanya belum menyadari saja perasaannya padamu"
"Tapi Kak Andreas sendiri yang dulu menolak aku dan membuat aku menyerah. Sekarang aku sudah ingin melupakan perasaanku padanya, Kak. Aku ingin lepas dari perasaan yang menyiksa ini"
"Memangnya kau bisa lepas dari perasaanmu itu? Buktinya setelah beberapa tahun, kau bahkan masih menyimpan perasaanmu dengan rapat"
Andreas terdiam mendengar percakapan diantara Bayu dan Irena. Mengerti kemana arah pembicaraan itu.
"Aku sudah tidak cinta dia lagi, Kak. Itu hanya sisa perasaan yang tidak akan bisa lenyap. Namun bukan cinta lagi Kak, aku tidak ingin berharap lagi padanya"
Pandangan Andreas berubah, harapan yang ada dalam dirinya seketika lenyap. Sempat berpikir untuk bisa memperbaiki hubungannya dengan Irena. Namun, ucapan gadis itu membuatnya berbalik pergi.
"Lagi pula aku tidak bisa mencintai dua wanita dalam satu waktu"
Namun, apa Andreas yakin jika yang dia rasakan pada Natasha saat ini adalah cinta? Hatinya masih bertanya-tanya tentang itu.
Di bangku Taman itu, Bayu melihat jelas tertekan yang di rasakan oleh Irena. Meski bibirnya berkata seperti itu, tapi lihatlah bagaimana tatapan matanya tidak bisa berbohong.
"Kau bisa membohongi orang lain tentang perasaanmu itu. Tapi tidak dengan aku, karena aku adalah orang yang tidak mudah di bohongi Irena"
Irena menoleh dan tersenyum masam pada Bayu. Orang seperti Bayu mana mungkin mudah di bohongi, sementara dia saja lebih sering membohongi para wanita diluaran sana.
"Memangnya begitu terlihat jelas ya, Kak?"
Bayu mengangguk, dia mengusap kepala Irena seperti pada anak kecil. "Kau terlalu bodoh dalam berbohong. Semua orang mungkin akan melihat jelas jika kau masih mencintainya"
Irena menunduk, kedua tangan saling bertaut, menunjukan kegugupan dan cemas. "Kak, sebenarnya sudah tiga tahun ini aku berusaha melupakan perasaan ini. Tapi karena yang aku punya hanya ketulusan, hingga aku salah telah memberikan ketulusan ini pada pria yang tidak menginginkan kehadiranku"
"Bukan tidak menginginkan kehadiranmu, tapi dia belum sadar saja jika hatinya sudah berpaling ke lain hati"
*
Setelah hari itu, Andreas masih memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Amarahnya yang tidak terbendung hanya karena melihat Irena berpegangan tangan dengan Bayu. Lalu, mendengar ucapan Irena bersama Bayu di Taman, hatinya juga seolah marah dan tidak rela jika Irena melupakan perasaannya begitu saja.
Natasha datang ke Apartemennya setelah beberapa hari Andreas sama sekali tidak memberinya kabar. Bahkan pesan dan teleponnya tidak di respon olehnya.
"Kamu itu kenapa sih? Sejak bertemu dengan gadis itu di pernikahan temanmu, sekarang kamu berubah. Apa yang salah dariku?"
Andreas memijat pelipisnya, menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. "Diamlah, saat ini aku sedang tidak ingin berdebat denganmu"
Natasha duduk disampingnya, menarik tangan Andreas untuk lelaki itu fokus dengan pembicaraan mereka saat ini. Tatapan Natasha terlihat sangat tajam dan kesal.
"Andreas, apa selama ini kamu berani berpaling dariku? Aku berjuang hampir mati, hilang ingatan, dan ketika aku mengingatmu kembali, aku masih mencintaimu. Tapi sekarang kau bahkan ingin berpaling dariku? Kenapa tega sekali"
Matanya mulai berkaca-kaca, meneteskan cairan bening di pipinya. Andreas hanya menghembuskan napas kasar melihat Natasha yang menangis seperti itu. Sebenarnya dia juga menunggu kembalinya perempuan ini bertahun-tahun, dan setelah dia kembali dalam keadaan baik-baik saja, kenapa hatinya mulai goyah. Merasa jika bukan ini yang dia inginkan.
"Nat, aku minta tolong sama kamu, biarkan aku sendiri dulu untuk saat ini. Masih banyak hal yang mengganggu pikiranku. Kamu tolong mengerti ya, biarkan aku sendiri dulu"
"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu menghindar dariku"
Andreas memejamkan matanya, mulai tidak bisa dengan sikap Natasha yang tidak seperti biasanya. Karena Natasha yang dulu akan selalu memberikan ruang untuknya merenungkan pikirannya yang sedang kacau, dia selalu mengerti dirinya.
"Kenapa kau jadi seperti ini? Dulu kau tidak seperti ini, kau selalu mengerti keadaan aku, dan memberikan ruang untukku berpikir"
Natasha melepaskan pegangan tangannya pada lengan Andreas saat suara laki-laki itu mulai meninggi. Melihat Andreas bicara dengan nada tinggi dan tatapan yang dingin seperti itu, membuatnya takut.
"Em, ma-maaf Andreas. Aku hanya takut kamu benar-benar akan berpaling"
"Pergilah, aku benar-benar butuh waktu sendiri"
Tidak ingin membuat Andreas semakin marah, Natasha akhirnya memilih segera pergi. Tangannya terkepal erat karena rasa takut melihat kemarahan Andreas.
Andreas kembali menyandarkan kepalanya di sofa, memejamkan mata untuk menenangkan pikirannya sendiri. Sial, dia bingung dengan perasaannya sendiri.
*
Irena kemali menjalani aktivitasnya seperti biasa. Sepulang kerja sore ini dia pergi mampir ke sebuah kedai di pinggir jalan, hanya karena ingin makan mie goreng di kedai itu yang dulu sering dia beli saat masih kuliah dengan Yumna.
"Ah, sekarang Yumna sibuk dengan suaminya. Aku jadi tidak ada teman lagi, tapi semoga saja pernikahan Yuman akan selalu bahagia"
Memakan satu porsi mie goreng itu sendirian di kedai ini. Cukup menikmati karena dia sudah ingin memakan makanan ini sejak pulang kerja tadi.
"Hai"
Suapan terakhir itu tidak sampai ke mulutnya saat seseorang menyapa. Garpu kembali jatuh ke atas piring, Irena menatap orang di depannya dengan terkejut.
"Em, ada apa ya Nona?"
"Boleh aku bicara denganmu sebentar?"
Irena melirik ke kanan dan kirinya, merasa jika bicara disini maka masih banyak orang. Sementara sepertinya pembicaraan ini akan cukup serius.
"Kita bicara di tempat lain saja, disini banyak orang"
"Baiklah, kamu yang tentukan tempatnya"
Irena menunjuk sebuah Cafe yang tidak jauh dari sana, itu Cafe tempat dia bekerja paruh waktu saat masih kuliah. Mereka pergi dengan membawa mobil masing-masing menuju Cafe itu.
Bersambung
kan papa Andreas seorang diri pasti Irena
menerima dengan senang hati wanita tulus biasanya mau melakukan hal baik
tujuan nya baik pasti akan selalu di sayang
banyak orang,,,ga sabar papa Andreas gendong cucu menjaga nya dan teriak Irena anak mu nagis minta susu ,,, bagaimana bahagia nya papa Andreas ,,,ibu ayah di kelilingi banyak orang baik'
akan kelain hati ❤️🌹🌹😂😂sweet banget si bikin n baper unyu unyu
seolah mengakui bahwa Ak lah ibu nya ,,,
ibu yang seperti apa ,,, tidak seperti keluarga calon mertua putramu hidupnya sederhana tidak punya harta berlimpah hanya cukup buat makan dan hidup sehari-hari tetapi sangat menyayangi putra dan putrinya hingga putramu selalu merebes matanya ketika melihat calon mertuanya menasehati anak anak nya dengan lemah lembut ,,,
ak sudah mak 😂jadi ngalah deh buat yang masih jomblo 😁
untung ga pingsan,,, aduh itulah para tuan tua sultan kalau sudah BUCIN mana ad yang bisa menggangu nya bisa senyap sekejap
sare,,,Tuhan tidak tidur,,sudah kehilangan pekerjaan mana menanggung adek atau orang tua atau cicilan dan di tambah tidak bisa bekerja di kantor manapun di beklis
pada mimpi' apa semalam lihat Yumna istri Bos Gavin mantan suaminya kan jahat sekarang nasibnya di hotel prodeo,,,👍😁