NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Si Gadis Cupu

Cinta Pertama Si Gadis Cupu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:54.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

"Dia cinta pertamaku, dan aku ingin berjuang untuk mendapatkannya"

Irena, gadis berkacamata yang sebelumnya bahkan tidak mempunya teman pria, namun tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang pria tampan bernama Andreas. Pertama kali merasakan jatuh cinta, membuat dia antusias untuk bisa mendapatkan hati pria itu. Meski tidak jarang perjuangannya sama sekali tidak dihargai oleh Andreas. Bahkan pria itu seolah tidak menganggap kehadirannya.

"Sebaiknya kau berhenti berjuang dengan perasaanmu itu, karena aku tidak akan pernah membalas perasaanmu, semuanya hanya sia-sia"

Berbagai macam penolakan Irena bisa pahami, dia tidak menyerah begitu saja. Namun, ketika Andreas sendiri yang mengatakan jika dia tidak akan pernah mencintainya, karena ada perempuan lain yang dicintainya. Maka saat itu semua harapan runtuh tanpa jejak, semua perjuangan sia-sia. Dan Irena mulai mundur, mengasingkan diri dan mencoba melupakan cinta pertamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Bisa Menutupi Perasaannya

Andreas meninju dinding di depannya, setelah melihat Irena pergi begitu saja. Amarah tidak terbendung dalam dirinya, namun dia juga tidak bisa mengekang irena terlalu keras, karena benar, jika dia bukanlah siapa-siapa bagi gadis itu.

Dia pergi keluar Gedung, menghisap sebatang rokok untuk menghilangkan rasa frustasi dalam dirinya sendiri. Kepulan asap mengudara sebelum menghilang, baunya tercium dari jarak beberapa meter. Wajahnya menunjukan frustasi.

"Kak Bayu jangan asal bicara"

Suara itu terdengar rendah, namun jelas. Andreas yang berdiri di balik pohon di Taman itu, sedikit menoleh dan melihat Bayu dan Irena yang duduk berdampingan di sebuah bangku Taman. Seketika dadanya kembali bergemuruh, belum selesai meredakan amarah yang tadi, kini kembali memuncak melihat dua orang itu bersama.

"Mana mungkin aku asal bicara, aku mengenal Andreas sudah bertahun-tahun, dan aku tahu sekali bagaimana dia. Saat ini dia hanya belum menyadari saja perasaannya padamu"

"Tapi Kak Andreas sendiri yang dulu menolak aku dan membuat aku menyerah. Sekarang aku sudah ingin melupakan perasaanku padanya, Kak. Aku ingin lepas dari perasaan yang menyiksa ini"

"Memangnya kau bisa lepas dari perasaanmu itu? Buktinya setelah beberapa tahun, kau bahkan masih menyimpan perasaanmu dengan rapat"

Andreas terdiam mendengar percakapan diantara Bayu dan Irena. Mengerti kemana arah pembicaraan itu.

"Aku sudah tidak cinta dia lagi, Kak. Itu hanya sisa perasaan yang tidak akan bisa lenyap. Namun bukan cinta lagi Kak, aku tidak ingin berharap lagi padanya"

Pandangan Andreas berubah, harapan yang ada dalam dirinya seketika lenyap. Sempat berpikir untuk bisa memperbaiki hubungannya dengan Irena. Namun, ucapan gadis itu membuatnya berbalik pergi.

"Lagi pula aku tidak bisa mencintai dua wanita dalam satu waktu"

Namun, apa Andreas yakin jika yang dia rasakan pada Natasha saat ini adalah cinta? Hatinya masih bertanya-tanya tentang itu.

Di bangku Taman itu, Bayu melihat jelas tertekan yang di rasakan oleh Irena. Meski bibirnya berkata seperti itu, tapi lihatlah bagaimana tatapan matanya tidak bisa berbohong.

"Kau bisa membohongi orang lain tentang perasaanmu itu. Tapi tidak dengan aku, karena aku adalah orang yang tidak mudah di bohongi Irena"

Irena menoleh dan tersenyum masam pada Bayu. Orang seperti Bayu mana mungkin mudah di bohongi, sementara dia saja lebih sering membohongi para wanita diluaran sana.

"Memangnya begitu terlihat jelas ya, Kak?"

Bayu mengangguk, dia mengusap kepala Irena seperti pada anak kecil. "Kau terlalu bodoh dalam berbohong. Semua orang mungkin akan melihat jelas jika kau masih mencintainya"

Irena menunduk, kedua tangan saling bertaut, menunjukan kegugupan dan cemas. "Kak, sebenarnya sudah tiga tahun ini aku berusaha melupakan perasaan ini. Tapi karena yang aku punya hanya ketulusan, hingga aku salah telah memberikan ketulusan ini pada pria yang tidak menginginkan kehadiranku"

"Bukan tidak menginginkan kehadiranmu, tapi dia belum sadar saja jika hatinya sudah berpaling ke lain hati"

*

Setelah hari itu, Andreas masih memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Amarahnya yang tidak terbendung hanya karena melihat Irena berpegangan tangan dengan Bayu. Lalu, mendengar ucapan Irena bersama Bayu di Taman, hatinya juga seolah marah dan tidak rela jika Irena melupakan perasaannya begitu saja.

Natasha datang ke Apartemennya setelah beberapa hari Andreas sama sekali tidak memberinya kabar. Bahkan pesan dan teleponnya tidak di respon olehnya.

"Kamu itu kenapa sih? Sejak bertemu dengan gadis itu di pernikahan temanmu, sekarang kamu berubah. Apa yang salah dariku?"

Andreas memijat pelipisnya, menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. "Diamlah, saat ini aku sedang tidak ingin berdebat denganmu"

Natasha duduk disampingnya, menarik tangan Andreas untuk lelaki itu fokus dengan pembicaraan mereka saat ini. Tatapan Natasha terlihat sangat tajam dan kesal.

"Andreas, apa selama ini kamu berani berpaling dariku? Aku berjuang hampir mati, hilang ingatan, dan ketika aku mengingatmu kembali, aku masih mencintaimu. Tapi sekarang kau bahkan ingin berpaling dariku? Kenapa tega sekali"

Matanya mulai berkaca-kaca, meneteskan cairan bening di pipinya. Andreas hanya menghembuskan napas kasar melihat Natasha yang menangis seperti itu. Sebenarnya dia juga menunggu kembalinya perempuan ini bertahun-tahun, dan setelah dia kembali dalam keadaan baik-baik saja, kenapa hatinya mulai goyah. Merasa jika bukan ini yang dia inginkan.

"Nat, aku minta tolong sama kamu, biarkan aku sendiri dulu untuk saat ini. Masih banyak hal yang mengganggu pikiranku. Kamu tolong mengerti ya, biarkan aku sendiri dulu"

"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu menghindar dariku"

Andreas memejamkan matanya, mulai tidak bisa dengan sikap Natasha yang tidak seperti biasanya. Karena Natasha yang dulu akan selalu memberikan ruang untuknya merenungkan pikirannya yang sedang kacau, dia selalu mengerti dirinya.

"Kenapa kau jadi seperti ini? Dulu kau tidak seperti ini, kau selalu mengerti keadaan aku, dan memberikan ruang untukku berpikir"

Natasha melepaskan pegangan tangannya pada lengan Andreas saat suara laki-laki itu mulai meninggi. Melihat Andreas bicara dengan nada tinggi dan tatapan yang dingin seperti itu, membuatnya takut.

"Em, ma-maaf Andreas. Aku hanya takut kamu benar-benar akan berpaling"

"Pergilah, aku benar-benar butuh waktu sendiri"

Tidak ingin membuat Andreas semakin marah, Natasha akhirnya memilih segera pergi. Tangannya terkepal erat karena rasa takut melihat kemarahan Andreas.

Andreas kembali menyandarkan kepalanya di sofa, memejamkan mata untuk menenangkan pikirannya sendiri. Sial, dia bingung dengan perasaannya sendiri.

*

Irena kemali menjalani aktivitasnya seperti biasa. Sepulang kerja sore ini dia pergi mampir ke sebuah kedai di pinggir jalan, hanya karena ingin makan mie goreng di kedai itu yang dulu sering dia beli saat masih kuliah dengan Yumna.

"Ah, sekarang Yumna sibuk dengan suaminya. Aku jadi tidak ada teman lagi, tapi semoga saja pernikahan Yuman akan selalu bahagia"

Memakan satu porsi mie goreng itu sendirian di kedai ini. Cukup menikmati karena dia sudah ingin memakan makanan ini sejak pulang kerja tadi.

"Hai"

Suapan terakhir itu tidak sampai ke mulutnya saat seseorang menyapa. Garpu kembali jatuh ke atas piring, Irena menatap orang di depannya dengan terkejut.

"Em, ada apa ya Nona?"

"Boleh aku bicara denganmu sebentar?"

Irena melirik ke kanan dan kirinya, merasa jika bicara disini maka masih banyak orang. Sementara sepertinya pembicaraan ini akan cukup serius.

"Kita bicara di tempat lain saja, disini banyak orang"

"Baiklah, kamu yang tentukan tempatnya"

Irena menunjuk sebuah Cafe yang tidak jauh dari sana, itu Cafe tempat dia bekerja paruh waktu saat masih kuliah. Mereka pergi dengan membawa mobil masing-masing menuju Cafe itu.

Bersambung

1
Angga Gati
luar biasa ceritanya
sukses utk selalu berkarya kak🥰🥰🥰🥰🥰
Kar Genjreng
ahirnya TAMAT terimakasih Kak Author sebenarnya terahir ini sibuk jadi baru baca nya maaf ya Kak Author biasanya cuma baca sendiri begitu berahir ada temannya 😁👍,,itu Malvin kenapa kejam haduhhh mabok bacanya
Erna Riyanto
Akhirnya happy ending cerita Andreas...Bara,,Davin,,,Andreas,,,sdh selesai.mksih Thor...ditunggu cerita tiga teman Davin yg lainnya
Nita.P: ceritanya marvin udah rilis, judul Penjara Pernikahan Tuan Marvin. habis ini baru nyusul Bayu dan Byan.
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya happy ending, terima kasih kakak Author, ceritanya bagus, keren dan menghibur semoga kakak Author selalu sehat, selalu semangat dan selalu sukses dalam berkarya, aamiin...🙏❤️💪💪💪
Nita.P: makasih.. jangan lupa mampir di cerita Marvin juga ya
total 1 replies
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
hemm,,,tamat andreas,,blum ikhlas sih sebenernya di tmatin,,,🤭😍
Kar Genjreng
biar kamu gerik bng
Uba Muhammad Al-varo
benar kata Andreas.......Irena, kalau lelaki yang sudah bersuami itu selingkuh dan menghalalkan segala cara demi nafsu syahwatnya yaitu lelaki bodoh juga lelaki sialan, kalau diibaratkan kotoran yang menjijikan melebihi kotoran yang dikeluarkan binatang 👿👿👿
Kar Genjreng
siap komandan akan kesana bila sudah siap dan ada waktu Ok tenang cuma Malvin itu group mana apa sahabat mereka berempat kah belum di jawab dari kemarin
Nita.P: iya, dia masuk di grup five boy crazzy😭
total 1 replies
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
Kar Genjreng
bukankah yang di group boy itu hanya 4 ya ,,Davin,,barra,,bayu,,, Andreas ,,,ko ada Malvin,
Nita.P: Marvin kan yang baru pulang dari luar negeri. ada loh di cerita Davin udah aku sematkan
total 1 replies
Kar Genjreng
👍 sudah mampir' tapi baru baca dikit tapi lebih miris ya ,,😭😭
Uba Muhammad Al-varo
wahai para suami di seluruh Indonesia, semoga kalian semua nya bisa lebih mencintai, menghormati, menyayangi,memuliakan istri mu, lihatlah perjuangan istri mu dari mengandung, melahirkan, merawat dll anak2mu jangan sampai kau suami menyesal di kehidupan setelah kematian mu,ingat ajab akhirat lebih pedih,maaf🙏🙏🙏
congrats Irena, Andreas
Nita.P: mampir di cerita Marvin jangan lupa hey kalian😭
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
coba kalau semua suami seperti Andreas gimana beratnya perjuangan istrinya melahirkan anak suami nya, nggak ada iya suami yang berselingkuh dan menyakiti istrinya lahir dan batin 🤔🤔🤔
Kar Genjreng
😂 Andreas gembeng,,,banget Irena kalau lahiran jangan teriak sakit,,,masalahnya ketika bikin. teriaknya enak enak lagi lagi
begitu melahirkan bilang sakit terus dan terus ahhh malu donggg ,,,
Kar Genjreng
ga ada katanya ngilang tu coba cek dan R chek Thor
Kar Genjreng
ga ada pemberitahuan maka itu tidak tau diriku sayannggg
Uba Muhammad Al-varo
semoga proses kelahirannya Irena dan debay nya diberikan kelancaran, kemudahan dan keselamatan.....🙏💪💪💪💪💪
Kar Genjreng
semangat Irena nah lahiran Normal lebih menyenangkan dari pada cecar Karni kalau normal sakitnya hanya sekitar satu mingguan saja tetapi kalau operasi bisa lama katanya ,,,👍 semoga sukses leburan nya dan selalu berdoa agar di mudahkan
Kar Genjreng
betul sekali Andreas kesederhanaan yang di miliki oleh keluarga istri mu sangat menyenangkan bahkan kadang bikin iri karena kesederhanaan nya membuat betah kebaikan nya bikin selalu ingin pulang
Kar Genjreng
naysila sekarang nginap ya di hotel prodeo
seumur hidup mah itu apa Lo tanam sekarang saat Lo memetik buahnya ,,, dulu
namanya kejahatan yang Lo petik juga sesuatu yang menyakitkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!