NovelToon NovelToon
Aku Memang Pernah Selingkuh

Aku Memang Pernah Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Cerai / Pelakor / Penyesalan Suami / Healing
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Arinta adalah seorang pria, suami, juga ayah yang telah melakukan perselingkuhan dengan teman sekantornya bernama Melinda dari istri sah nya, Alena setelah menjalani bahtera rumah tangga hampir tujuh tahun pernikahan hanya karena kekhilafan.

Ketika semua rahasianya terbongkar oleh sang istri, semuanya dianggap terlambat, Alena seolah menutup ruang untuknya kembali sekalipun ia berusaha memperbaiki.

Sesakit itukah yang dirasakan oleh Alena? Harapannya untuk bersama Alena pupus ketika wanita itu mantap untuk bercerai dan sepertinya ia mulai dekat dengan seorang pengusaha kaya raya bernama Aditya.

Arinta harus melepaskan Alena meski ia masih mencintai sang istri dan tampak menyesal, tapi kehidupan terus harus berjalan....

Bagaimana cara Arinta memulai kembali semuanya dari awal sementara penghakiman atas dirinya akan terus melekat entah sampai kapan....

"Apakah aku tak pantas dengan kesempatan kedua...?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 : Skandal yang tak bisa ditutupi

Alena beserta Putri tiba di sekolah TK Nusa Indah Bandung yang jaraknya bisa ditempuh hanya dalam waktu 20 menit dari rumah orangtuanya.

Mereka segera pergi menemui kepala sekolah itu dan mendaftarkan Alea masuk ke sekolahan itu.

Semua dokumen lengkap, tak ada masalah, semua berkat Andini yang bantu mengurusi kepindahan sekolah Alea dari Jakarta ke Bandung karena saat itu ia sibuk dengan urusan perceraiannya.

"Baik Bu, semua data sudah lengkap. Tinggal biaya uang masuk dan gedung saja, total semua 4 juta dan Alea sudah bisa mulai masuk senin depan," ujar si kepala sekolah memberi penjelasan dan menyimpan dokumen milik Alea ke dalam laci meja kerjanya.

Alena terdiam setelah mendengar nominal uang yang harus ia setorkan ternyata cukup banyak. Ia melirik ke arah Putri lalu menatap kembali wanita di depannya.

"Kalau saya bayar setengahnya dulu, apa bisa?" Tanyanya berharap.

"Oh, ya gak masalah Bu, bisa kok," jawab si kepala sekolah sambil tersenyum ramah. "Kalau memang dianggap berat, Ibunya juga bisa mencicil tiap bulan sebesar 500rb rupiah," ujarnya dengan alternatif lain.

Alena langsung bernapas lega, senyumnya mengembang kembali. Ia membuka tas hitam yang dibawa dan mengeluarkan sebuah amplop yang di dalamnya berisi uang.

"Saya baru bisa menyerahkan setengahnya saja. Nanti sisanya akan segera saya lunasi di akhir bulan," ucap Alena sambil menyerahkan amplop tersebut kepada si kepala sekolah.

"Baiklah, kalau begitu, saya buatkan administrasi nya dulu ya, Bu. Tunggu sebentar." Wanita itu kemudian berdiri dan berjalan keluar ruangan sambil membawa amplop tersebut.

Putri sempat menoleh ke belakang untuk memastikan wanita itu sudah keluar ruangan. Lalu ia berbalik menatap Alena, dan mendekatkan diri kepadanya.

"Teh, kalau uangnya memang kurang, kenapa enggak minta saja sama Mas Arinta?" Ujarnya mengusulkan.

"Aku gak mau melibatkan dia dalam hal ini. Selagi aku bisa akan aku lakukan sendiri tanpa bantuannya," balas Alena yang tampaknya sedikit tersinggung dengan saran dari Putri.

"Aduh, bukan itu maksudnya, Teh..., tapi itu 'kan masih haknya Alea, jangan semua beban jadi Teteh yang ambil seorang diri." Putri mencoba berbicara halus. Dia tau kalau kakak sepupunya itu sedang sangat sensitif kalau membahas masalah Arinta.

"Pokoknya aku gak butuh bantuannya! Aku dan Alea tidak akan bergantung sama dia!" Ucap Alena dengan keras. Putri pun hanya bisa menghela napas, tampak pasrah.

Tak lama pintu ruangan itu terbuka dan si kepala sekolah datang sambil membawa kertas. Ia duduk kembali di bangkunya, sedikit melempar senyum lalu memberikan kuitansi, bukti pembayaran yang sudah dilakukan Alena.

"Ini tanda pembayarannya ya, Bu," ujarnya memperlihatkan kuitansi tersebut. "Silahkan ditandatangani dulu." Ia memberikan sebuah pulpen kepada Alena.

Alena mengambil secarik kertas itu dan melakukan tandatangan di atasnya. Lalu menyerahkan pulpen itu kembali kepada sang pemilik.

"Berarti ini sudah selesai ya, Bu Alena. Tinggal sisa pembayarannya di akhir bulan," ujar wanita itu sekali lagi sebagai penegasan.

"Kalau begitu, kami pulang dulu. Terimakasih atas bantuannya," ucap Alena yang langsung berdiri dari bangku lalu menyalami si kepala sekolah dengan sopan.

"Ya, silahkan Bu Alena." Wanita itu menyambut dengan ramah uluran tangan Alena dan Alea.

Keduanya berjalan keluar meninggalkan ruangan tersebut.

.

.

Sementara itu Arinta yang sedang mencoba untuk menikmati sarapannya dengan tenang merasa sedikit terganggu.

Gadis-gadis yang duduk di pojok itu terus berbicara dan berbisik-bisik sambil sesekali melihat ke arah dirinya. Entah mengapa ya, Arinta jadi merasa mereka sedang membicarakan dirinya.

Dasar gadis-gadis labil!

Arinta hanya bisa menggerutu dalam hati. Dia tetap melanjutkan makannya dan berusaha tampak seperti tidak terpengaruh.

Namun, usahanya langsung buyar ketika salah seorang gadis di antara mereka berlima itu berdiri dari sana lalu ia berjalan menuju ke arah Arinta.

Dia gak mungkin bakal kemari..., kan...?

Arinta ragu tapi fakta mengkhianati batin. Gadis itu benar-benar berjalan ke arah tempatnya. Sampai akhirnya gadis itu membungkuk sedikit.

"Hai, boleh duduk di sini sebentar?" Aroma parfum yang lembut mengejar dari tubuh gadis itu.

"Ada perlu apa, ya?" Tanya Arinta berusaha bersikap netral.

"Sebelumnya kenalkan, namaku Adinda, mahasiswi fakultas psikologis." Tanpa permisi gadis berparas cukup manis itu langsung duduk, kemudian ia mengulurkan tangannya ke arah Arinta sambil tersenyum lebar.

"Lalu?" Arinta hanya mengernyit sedikit, tak membalas uluran tangan si gadis.

"Hmm, begini..., saya ingin melakukan wawancara untuk tugas akhir saya, apa bisa?" Gadis yang bernama Adinda itu terlihat sedikit canggung karena sikap dingin Arinta sambil mengutarakan niatnya.

"Wawancara tentang apa?" Arinta masih memperlihatkan sikap yang datar.

"Tentang alasan dibalik selingkuhnya seorang suami," jawab Adinda dengan tatapan yang intens. Tidak ada sorot penghakiman di sana tapi murni rasa ingin tau.

Untuk sesaat Arinta tidak bisa berkata apa-apa, waktu seolah berhenti beberapa detik sebelum akhirnya ia dapat kembali mengendalikan diri.

Apa maksud dari gadis ini? Kenapa dia menanyakan hal seperti itu kepadaku?

Pikiran Arinta spontan tak tenang, namun secara permukaan dia berhasil memasang wajah datarnya kembali.

"Kenapa kamu menanyakan hal itu kepada saya? Memangnya enggak ada orang lain di sini yang bisa kami tanya?" Ucap Arinta yang terdengar tajam dan agak sinis.

Tapi gadis itu tidak gentar, dia malah masih sempat menyeringai tipis. Sudut bibirnya sedikit terangkat.

Dia tak banyak bicara tapi memperlihatkan sebuah ponsel yang memang sedang digenggamnya kepada Arinta.

"Itu anda 'kan," ujarnya sambil menunjukkan sebuah video.

Video itu. Wajah Arinta langsung memucat ketika menyadari itu adalah video dirinya dengan Melinda yang sempat tersebar luas itu. Tangannya kemudian bergerak secara reflek, hendak merebut ponsel di tangan gadis itu. Tapi Adinda dengan cepat bereaksi, menarik ponsel itu terlebih dahulu.

"Kamu...! Hapus video itu!" Arinta menatapnya dengan geram.

"Sebelum anda bersedia jadi bahan penelitian untuk tugas akhir ku," balas Adinda dengan berani. Dia sama sekali tidak mengindahkan sorot mata tajam dari Arinta.

Arinta tidak berpikir panjang dan langsung mengiyakan permintaan gadis itu dengan mudah.

"Baiklah, baiklah, tapi video tolong hapus!" Ucap Arinta yang lebih peduli sama keberadaan video mesum itu dibanding apapun.

"Kalau begitu saya butuh kontak anda." Andini menatap Arinta dengan tangan yang sudah bersiap akan mengetikkan sesuatu di layar ponselnya, menunggu Arinta menjawab.

Arinta pun tak punya pilihan selain memberikan nomor kontaknya kepada Andini.

"Oke, terimakasih." Ia tampak puas dan tersenyum simpul.

Setelah mendapatkan nomor kontak Arinta, gadis itu pun bangkit dari posisi duduknya dan berjalan kembali ke tempatnya dengan senyuman lebar seperti baru saja mendapat kemenangan besar.

Arinta yang melihat gadis-gadis itu bersorak riang hanya bisa memijat keningnya sambil berusaha mencerna semua kejadian absurd pagi ini.

Aku sama sekali tidak mengerti apa yang baru saja terjadi..., ujarnya dengan perasaan lelah.

Di sisi lain, Alena yang sedang berada dalam perjalanan pulang baru saja menyadari kalau Aditya membalas pesannya.

Waalaikumsalam, maaf baru di balas.

Mau tanya apa ya??

Entah kenapa Alena tersenyum saat mendapat balasan singkat itu dari Aditya, membuat Putri yang sedang menyetir menatapnya heran.

Teteh lagi senyumin apa yah?

Rasa heran dan penasaran muncul dalam benar Putri. Pikirannya berkeliaran hingga akhirnya dia curiga.

Wah..., apa Teteh sudah dapat pengganti Arinta???

.

.

Bersambung....

1
falea sezi
author nya pro ke arinta tentang perselingkuhan ya kok kayak pro arinta hadehh peran Alena di buat jelek padhl uda di selingkuh in
Panda: kalau mengharapkan kisah wanita sangat baik tersakiti seolah olah dia suci ga pernah salah ini bukan novel yang tepat kak 🙏
total 2 replies
falea sezi
ini jg gatel amat ama duda hadeh duda tukang selingkuh aja di gamon in suami. gt buang ke sampah g usa di pungut
Cookies
alena klo msh egois bs di tinggal alea, ank ny lbh nyaman ma bpk ny
Panda: memang ada sifat keras berubah butuh waktu tinggal tunggu Aditya bersikap
total 1 replies
Isma Nayla
kok kesannya alena egois banget pantas sj klu mantan suaminya selingkuh.
rubah sifatmu lena jng sampai calon suamimu jg merasa tertekan oleh sifatmu
falea sezi: selingkuh itu laki nya aja doyan selangor woy
total 4 replies
Sunaryati
Dasar putri emang iri dan kau Alena rubah sikap keras kepala .
Panda: introspeksi buar Alena juga 👍
total 1 replies
Sunaryati
Semoga walao kau lebih muda kamu bisa melunakkan hati dan mencairkan sikap keras kepalanya. Sepertinya Putri iri.
Soraya
kurang suka sama karakter Alena
Panda: maapkeun 🙏🙏
total 1 replies
Soraya
buat bukti minta CCTV dr tokonya aja biar Arinta gak bisa ngelak
Soraya
mampir thor
Panda: terima kasih kakak sudah mampir
total 1 replies
Sunaryati
Jika ada yang serius untuk menjalin hubungan dengan kamu alangkah baiknya dekatkan dulu dengan putrimu
Sunaryati
Kamu juga salah paham Alina
Sunaryati
Putri tidak tahu yang sebenarnya terjadi tapi sudah berani ambil kesimpulan , kamu akan menyesal jika tahu kebenarannya
Panda: betul Putri emosi duluan
total 1 replies
Sunaryati
Mungkin putri tertarik dengan Arinya, apapun masalahnya jika selingkuh jadi solusinya, pelakunya tetep salah. Pasangan itu jika ada hal yang kurang berkenan dari pasangan sebaiknya dibicarakan, bukan mencari pelarian dengan selingkuh, seperti yang dilakukan Atinta
Panda: dia tersinggung sama Alena kak

padahal wajar Alena lagi emosional

kayak ga terima gitu putri nya
total 1 replies
Sunaryati
Menarik
Sunaryati
Kesalahan fatal yang merubah segalanya, bercerai, jauh dari anak dan jadi pengangguran
Panda: iya karena kasus skandal nya terekspos
total 1 replies
Sunaryati
Lebih cepat lebih baik Alena, keburu Arinya berubah pikiran karena sekarang jadi pengangguran
Sunaryati
Nah vidio tak senonoh kamu bersama selingkuhan kamu masih viral
falea sezi
punya anak gt uda tak. gampar bocah kok nyusain bilang aja bapakmu nguber lampir
Panda: sabaaar bun
total 1 replies
Sunaryati
Cara kamu seperti itu salah Alena, walau kamu benci pada Arinta, tapi juga berhak atas putrinya. Dia masih kecil jika kau keras Alea bertemu dengan ayahnya kau sendiri yang rugi, putrimu bisa membencimu. Kesalahan Arinta memang vatal, tapi Alea belum tahu. Biarkan mereka tetep berhubungan jelaskan jika sudah dewasa .
Panda: terima kasih sudah mampir 🙏

iya Alena hanya sedang emosional dia dan sedikit labil, semoga gak lama lama dia kayak gitu
total 1 replies
Anonymous
BOCIL GOBLOK DIEM LU .. BEBAN AMAT
Panda: tepok cayang ajaaa jangan dipites 😏

makasih kak sudah mampir 👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!