NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Kamu Yakin Tidak Akan Tergoda?

Laras benar-benar dibuat terkejut dengan kebersamaan Bima dan Citra. Bagaimana mungkin kakak dan mantan kakak iparnya bisa bersama dalam satu mobil? Padahal mereka dulu hampir jarang berjumpa apalagi saling bicara.

"Mas Bima kenapa bisa sama Mbak Citra?" Kembali Laras bertanya penasaran.

"Kamu ingat dulu pernah punya keinginan apa kalau Mas mendapatkan pasangan hidup nanti?" Bima melirik dari spion, mencoba membuka ingatan Laras yang menginginkannya bisa mendapatkan pendamping hidup seperti Citra.

Laras melirik pada Citra, mencoba menelaah kata-kata kakaknya tadi.

"Maksudnya Mbak Citra mau jadi pasangan Mas Bima?" tanyanya tak percaya.

"Kamu setuju tidak?" Bima menyahuti.

Nafas Citra tertahan dengan jantung berdebar menanti respon dari Laras.

"Serius, Mas? Mas sama Mbak Citra?" Laras makin excited menanggapinya.

"Setuju, tidak?" Bima tersenyum melihat ekspresi bahagia Laras.

"Setuju banget, dong! Aakkhh, senang banget Mbak Citra jadi kakak iparku lagi." Laras langsung memeluk Citra dari belakang meskipun sedikit terhalang jok.

Citra tersipu malu. Rasanya lega mengetahui Laras tak marah mengetahui dirinya bersama Bima. Bahkan Laras justru merestui dirinya berhubungan dengan Bima.

"Ya ampun, kenapa aku senang gini?" Citra mengerjapkan mata, mencoba mengendalikan diri. Dengan dia merasa senang, sama saja dengan menyetujui permintaan Bima untuk menjadi pendamping pria itu.

"Eh, tapi, Mbak Citra 'kan mantan istri Mas Bayu, Mas. Memang nggak apa-apa kalau Mbak Citra jadi istri Mas Bima nanti?" tanya Laras khawatir.

"Memangnya siapa yang berani melarang? Mas sama Bayu tidak terikat hubungan darah. Lagi pula Citra sudah cukup lama bercerai dengan Bayu, Bayu sendiri sudah menikah lagi, kan?" Bima menegaskan jika mereka dalam posisi aman jika memutuskan untuk menikah.

"Syukurlah kalau begitu," sahut Laras, "Duh, aku nggak sabar pingin tahu reaksi mama sama Mas Bayu kalau dengar Mbak Citra sama Mas Bima," sambungnya.

Citra melebarkan bola matanya mendengar ucapan Laras. Jika bisa, dia justru berharap keluarga mantan suaminya itu tidak ada yang tahu kebersamaannya dengan Bima. Dia khawatir dituduh yang macam-macam oleh Arini.

Citra menoleh pada Bima, berharap pria itu bisa menahan Laras agar tidak membocorkan pada Arini ataupun Bayu.

"Sebaiknya kamu rahasiakan ini dari mama dan kakakmu itu. Calon kakak iparmu ini tidak nyaman kalau mereka tahu sekarang. Jadi, sebaiknya simpan saja rahasia ini, biar jadi kejutan untuk mereka." Bima seperti paham akan kegelisahan Citra dan meminta adiknya agar bisa bekerja sama.

"Oke, deh! Pasti Mbak Citra malas direcokin mama, ya?" Laras paham dengan sikap Citra. "Ya udah, yang penting Mbak Citra sama Mas Bima bahagia. Jangan sampai kayak Mas Bayu dulu, deh!" Laras setuju dan berharap hubungan Citra dan Bima akan langgeng.

"Ngomong-ngomong, Mas Bima sudah berapa lama pacaran sama Mbak Citra? Kok Mas Bima nggak cerita sama aku, sih?" Laras mulai kepo dengan kisah percintaan Bima dan Citra yang ia duga sudah lama terjalin.

"Belum lama," sahut Bima.

"Nggak apa-apa belum lama pacaran asalkan langgeng setelah menikah nanti. Daripada bertahun-tahun pacaran malah pernikahannya seumur jagung." Laras menyinggung rumah tangga Citra dan Bayu yang tak bertahan lama.

"Kamu tahu, apa yang diinginkan Laras ketika saya datang di acara resepsi pernikahan kamu dulu? Dia ingin saya mendapatkan istri seperti kamu." Bima menceritakan penyebab Laras mendukung mereka pada Citra.

Citra terkesiap, tak menyangka kalau Laras mengharapkan wanita sepertinya untuk menjadi pendamping Bima.

"Eh, sekarang malah dapatnya Mbak Citra-nya. Hahaha ... Tapi, nggak apa-apa, sih. Aku setuju banget." Laras menimpali ucapan Bima tadi.

"Eh, tapi, kenapa Mbak Citra blokir nomer aku? Aku nggak bisa hubungin Mbak Citra lagi, lho!" protes Laras, karena Citra memang memblokir nomer semua keluarga Bayu.

"Ummm, itu karena HP mbak kereset ulang." Citra beralasan. Malu jika Laras mengetahui dirinya memang memblokir nomer Laras dan keluarga Laras lainnya. "Nanti Mbak save lagi nomer kamu.* Citra segera mengambil ponselnya dan menyimpan lagi nomer Laras.

***

Bima terpaksa menunda rencana bertemu Kevin untuk mengantar adiknya lebih dulu pulang ke rumah.

Setengah jam kemudian mobil Bima sampai di depan rumah orang tuanya yang ditempati Arini beserta anak dan menantunya.

Citra memalingkan wajah, tak mau menatap rumah yang dulu pernah menjadi tempat tinggalnya bersama Bayu ketika menjadi pasangan suami istri. Banyak kenangan di sana dan ia sudah berjanji tidak ingin menginjakkan kaki lagi di rumah itu.

"Makasih, Mas." Sebelum turun dari mobil, Laras tak lupa mengucapkan terima kasih karena telah diantar sang kakak pulang ke rumah. "Mbak, lain waktu kini ketemu dan ngobrol lagi, ya!?" Laras senang bertemu kembali dengan Citra. Dia lebih akrab dengan Citra dibanding istri Bayu yang sekarang.

"Umm, iya." Citra masih malu-malu kepergok mantan adik ipar yang akan menjadi calon adik iparnya kembali.

"Aku duluan ya, Mas, Mbak. Bye ... Assalamualaikum ..." pamit Laras seraya turun dari mobil.

"Waalaikumsalam ..." jawab Bima dan Citra bersamaan.

Bima menoleh pada Citra dan bertanya, "Yakin tidak ingin mampir dulu?" ucapannya bernada meledek.

Citra mendelik tajam mendengar Bima iseng meledeknya. Bahkan pria itu terlihat tertawa karena berhasil membuat dirinya kesal. Namun, Citra tertegun melihat Bima tertawa. Ketampanan wajah pria itu terlihat jelas. Sungguh, ia tak menyangka akan bisa sedekat ini dengan Bima. Dulu, jangankan melihatnya tertawa dan bercanda, bicara saja sangat jarang dilakukan Bima terhadapnya.

"Kenapa menatap seperti itu?" Bima mendapati Citra yang memandangnya dengan terpaku.

"Aaakkhh, nggak apa-apa." Salah tingkah karena ketahuan tertegun menatap Bima, Citra langsung memalingkan wajah, menutupi rona merah di pipinya.

Bima mengulum senyuman melihat Citra yang sedang menyembunyikan wajah malunya. Dia lalu melanjutkan perjalanan menuju tempat Kevin, seperti rencana awalnya.

***

Saat menjejakkan kaki setelah turun dari mobil, pandangan mata Citra memperhatikan rumah besar di hadapannya. Rumah itu milik Kevin. Selepas Maghrib mereka baru tiba di rumah itu.

"Sahabatku itu CEO dari perusahaan garmen yang banyak menerima permintaan ekspor dari luar negeri. Tidak heran rumahnya sebesar ini." Melihat Citra memperhatikan rumah Kevin, Bima menjelaskan jika Kevin adalah pengusaha sukses yang mempunyai usaha di bidang industri garmen.

Citra kembali merasa malu karena ketahuan Bima sedang terpukau dengan rumah besar milik teman Bima itu. Bisa saja Bima beranggapan dirinya tergiur akan harta dan menyamakan dirinya dengan wanita matre lainnya.

"Ayo, masuk!" Bima mengajak Citra masuk ke rumah Kevin.

Pintu rumah Kevin langsung terbuka ketika Bima sampai di depan pintu. Sepertinya ART sudah tahu rencana kedatangan mereka sehingga mereka sudah bersiap menyambut mereka.

"Kevin sudah di rumah?" tanya Bima pada ART di rumah Kevin.

"Ada, Pak. Silakan!" ART mempersilakan Bima dan Citra masuk.

"Ayo, masuk!" Tangan Bima melingkar di punggung Citra dan menuntun Citra masuk ke ruangan tamu rumah Kevin.

Citra ingin menolak ketika Bima seperti merangkulnya. Tapi, dia tidak enak, apalagi saat ini mereka berada di rumah kerabat Bima. Sepertinya Bima merasa sudah sangat yakin dia akan menjadi istri dari pria itu.

Citra berdebar saat duduk bersebelahan dengan Bima di sofa. Sebenarnya netranya tertarik memperhatikan isi dari ruangan tamu Kevin yang terlihat mewah dan elegan dengan furniture yang pastinya berharga mahal. Tapi, dia lebih sibuk menenangkan jantungnya yang berdebar karena sentuhan fisik Bima tadi.

"Akhirnya kau berhasil membawa pujaanmu itu kemari, Bim?" Dari arah tangga suara Kevin terdengar.

Citra menoleh asal suara tadi. Tampak seorang pria dan seorang wanita cantik berjalan menuruni anak tangga saling bergandengan tangan.

"Hai, Bim!" Wanita yang tak lain adalah istri Kevin menyapa Bima.

"Hai, Cil. Kamu sudah ada di Jakarta?" Bima menyapa tanpa bangkit dari duduk, dia sudah terbiasa datang ke rumah itu, jadi tak bersikap formal.

Sedangkan Citra langsung bangkit, seperti biasanya ketika tuan rumah tiba menyambut tamunya. Membuat Bima yang awalnya bergeming ikut bangkit.

"Cecil mana mungkin betah jauh dariku, Bim!" Kevin mendekap erat Cecil dan memberi kecupan di pipi istrinya itu. Seperti sengaja melakukan interaksi int!m di hadapan Bima dan Citra.

Citra mengalihkan pandangan karena interaksi Kevin dan Cecil membuatnya sangat tidak nyaman.

"Hai, kamu pasti Citra, ya?" Kini Cecil menyapa Citra dan mengulurkan tangan, ingin mengajak berjabatan tangan.

"Iya, Mbak. Saya Citra." Citra menyambut perkenalan Cecil.

"Ternyata oke juga pilihanmu ini, Bim. Pantas saja kau langsung jatuh cinta sejak pertama berjumpa. Untung saja kau tidak sampai menjadi orang ketiga dalam rumah tangga adikmu, Bim," sindir Kevin yang mengakui kecantikan Citra.

Kening Citra kini terkerut. Tak menyangka Bima banyak bercerita tentangnya pada Kevin.

"Oh ya, aku Kevin. Aku sahabat Bima Hampir tak ada rahasia di antara kami." Kevin menjelaskan kedekatannya dengan Bima pada Citra.

"Nggak ada rahasia? Artinya dia tahu semua yang dilakukan Mas Bima ke aku? Ya Tuhan ..." Citra membatin. Betapa malunya dia, ternyata dua orang di hadapannya tahu tentang kisahnya dengan Bayu juga dengan Bima.

"Silakan duduk, Citra!" Sementara Cecil mempersilakan Citra duduk kembali.

"Kamu tahu, Citra? Kamu satu-satunya wanita yang pernah dikenalkan Bima pada kami. Artinya, kamu sangat spesial untuk Bima. Apa kamu yakin akan mencintai Bima sebagai suami kamu?"

Baru saja Citra mendaratkan tubuhnya di sofa, sudah ditod0ng pertanyaan dari Kevin.

Citra bingung harus menjawab apa? Sebab, menjadi istri Bima bukan keinginannya, tapi keinginan Bima. Sekarang justru dirinya yang diintrogasi.

"Kamu dulu istri Bayu. Apa kamu yakin, tidak akan tergoda dengan mantanmu lagi kalau kamu menjadi istri Bima nanti?" Belum sempat Citra membalas, Kevin sudah memberi pertanyaan baru yang sangat tak enak didengar di telinga Citra.

Citra membeliak tak menyangka akan diberi pertanyaan yang membuat dirinya tersinggung karena dirinya dituduh akan berselingkuh. Padahal, dirinya saja sudah tak ingin berurusan lagi dengan mereka.

"Hei, pertanyaan macam apa itu!?" Bima memprotes karena ia yakin Citra tak nyaman dengan pertanyaan Kevin.

"Aku hanya ingin memastikan kalau wanita yang akan kau nikahi nanti benar-benar tipe setia, Bim!" Kevin membela diri.

"Tapi, tidak perlu tanyakan hal itu, Vin! Aku yakin Citra wanita baik!" Sementara Bima membela Citra. "Kamu tidak perlu menjawab pertanyaan itu, Citra!" ujar Bima mencoba menenangkan Citra yang pasti merasa kesal dengan pertanyaan Kevin tadi.

❤️❤️❤️

Selamat tahun baru readers tersayang. Semoga tahun depan makin semangat menulisnya dan readers makin semangat membacanya

1
ρυтяσ✨
Q g kebayang loh... pasti Citra dag dig dug setiap maz'Bima tlf🤭🤭🤭di chat bukan'y balas mala justru panggilan yang dia tekan...karna seseorang yang ditakdirkan bercerai dengan pasangan'y itu pasti ada jodoh yang lebih baik lagi dari sebelum'y..aamiin 🤲🤲🤲semoga mereka emang jodoh ya
ρυтяσ✨
ya kaliii maz'Bima may menerima penikana Cit🤭🤭pasti nanti mala sekalian di anterin
ρυтяσ✨
pepet terus ya maz'Bima... jangan kasih kendor🤭🤭🤭
ρυтяσ✨
emang lelaki kalo sudah ada rasa mah gitu ya... berasa kek sudah ada hubungan gitu g mau di tolak apa yang di perintahkan🤣🤣🤭
ρυтяσ✨
😍😍😍mau Cit... maz'Bima lelaki dewasa yang g suka basa-basi,dia langsung tunjukan kalo tertarik pada mu
ρυтяσ✨
ciyeeeee gercep ya maz'Bima sat set🤗🤗🤗
ρυтяσ✨
weeeh Kevin... awas nanti kau sendiri malah kepincut sama Citra bisa jadi saingan kalian
ρυтяσ✨
gpp lah Cit... maz'Bima pasti'y lebih baik dari Bayu🤭🤭dia kan bedah kantong sama Bayu jadi pasti g sama kan sifat'y
ρυтяσ✨
🤣🤣🤣aish.... bibi ucapan mu membuat maz'Bima jadi tersedak toh
ρυтяσ✨
waaaah beneran ada rasa yang tak pernah duga ini mah....didukung penuh sama boss u itu Cit🤭🤭
ρυтяσ✨
kalo mertua ikut campur ya pasti RT g bisa berjalan dengan baik, apa lagi suami lebih condong ke ibu'y
sryharty
apa hak kamu baaaay
woooooy kamu itu udah mantaaan yaah
mantan buang pada tempatnya
tempat nya tong sampah
Dest Cookies
arini orgnya julid banget..pikirannya jelek mulu..
semoga bima sama citra tdk terpengaruh...
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
Bima itu laki2 dewasa apalagi gak ada ikatan darah dengan Arini.dia bebas memilih siapapun untuk jadi pendampingnya,kok Arini yang repot kalang kabut kebakaran jenggot😂
sepicik itu pikiran Arini terhadap Citra?
Esther Lestari
Bayu dan Arini sama2 takut kalau Bima menikah dengan Citra.
Ayo Bima lindungi Citra dari niat jahat Arini
sryharty
kebakaran jenggot ga tuh mereka Bayu dan Arini
sryharty
good Laras
kamu emang the best
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
kenapa Bayu harus cemburu melihat Citra bersama Bima..masih cinta ya sama Citra😁
Esther Lestari
mau ngapain Bayu keluar ruangan juga....awas kalau mau mendekati Citra
Dest Cookies
makin seru nih kisahnya.. ayo citra tunjukan pd bayu dan arini bhw kamu.. sangat bahagia sama bima..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!