Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Tio disudutkan
"Bukankah sudah jelas, kamu berusaha menyudutku." Ucapan Tio, karena dia tahu, Marzuki Pau berusaha mendorong dirinya, ke jurang neraka.
"Apakah kamu bodoh? Aku ini sedang membelamu!" Bantahan Marzuki Pau, karena dia tidak menyangka, Tio berani bicara begitu kepadanya, padahal selama tiga tahun ini, dia terus melindungi Tio dalam masalah, yang dia hadapi.
"Bukankah aku sudah jujur padamu, bahwa aku sering pukul pantat anak gadis, dan aku sedang belajar untuk menahan diri, dan kamu bilang akan membimbing ku." Balasan Tio, setiap langkah dia deketin Marzuki Pau berada, hingga jarak antara mereka semakin dekat.
Hal inilah membuat Marzuki Pau, semakin ketakutan dibuatnya, apalagi setelah tahu, betapa kuatnya Tio itu. "Jangan mendekat! Aku mohon jangan mendekat!" Teriakan Marzuki Pau, hingga langkahnya mundur kebelakang, dan membuat dirinya jatuh terduduk.
"Mengagumkan... Berarti kamu tahu, betapa kuatnya diriku, kapan kamu melihatnya?" Ujar Tio, karena dia menyadarinya, bahwa Marzuki Pau sudah tahu, betapa kuatnya dirinya.
......................
Hanya saja pertanyaannya, kapan dia melihatnya? Itulah pikiran Tio selama ini, padahal dirinya berusaha membunyikan kekuatannya begitu baik, dan tidak berniat bikin ulah di Negara orang.
Tetap saja, sebagai status manusia biasa, tidak bisa mengelak atas kematiannya, di tambah lagi harus hidup di dunia, dengan penuh Monster Sihir dan Dungeon ada dimana-mana.
Untuk bertahan hidup saja, setiap langkah harus waspada, dan terkadang harus berlindung dari orang-orang serakah dan licik kepadanya.
Hal inilah mau tidak mau, menunjukkan kehebatannya.
......................
"Berhentilah menyalahkan Bos mu, akulah yang kamu hadapi!" Ucapan Chuzuru, untuk maju melangkah, untuk melindungi Marzuki Pau, karena dia tidak suka, ada orang sok hebat di sini.
"Kamu benar... Masalah ku ada padamu, kamu ingin selesai kan, dengan cara apa?" Tanya Tio, karena dia baru saja menyadari, untuk selesaikan masalah dirinya, harus menghadapi wanita di depannya, karena saat ini, dia tidak bisa kabur, dari masalahnya.
"Apakah kalian bisa jadi saksi? Bahwa dirinya sering pukul pantat anak gadis, setiap kali jumpa! Katakan itu kepada pihak berwajib, agar dia di penjara cukup lama." Teriakan Chuzuru, dan dia sangat yakin, lelaki di depannya, tidak akan pernah lolos dari hukuman di Negaranya.
......................
Kalian tahu sendiri, betapa tegasnya peraturan di sana, aku pun juga merasa heran, handphone yang di tinggal di restoran saja, dikasih tahu oleh pelayan resto di sana. "Handphone anda jangan lupa dibawa." Itulah ucapan pelayan resto.
Membuat moral di Negeri Sakura ini, begitu tinggi, terkadang untuk membuang sampah saja, ada aturannya.
Andai Negaraku seperti itu, betapa damainya hidupku.
......................
"Nona muda... Jangan melangkah lebih jauh dari ini, apakah kamu sengaja bikin aku marah?!" Marahnya Tio, bahkan dirinya harus melotot dengan tajam.
Kenapa begitu? Karena kesalahannya hanya satu, kok bisa menjadi masalah besar, bahkan kemungkinan dia sulit kembali ke Negaranya.
Mau tidak mau, dia harus tunjukkan status dia sebenarnya, yang sebenarnya dia tidak ingin dia lakukan itu, ini bikin dia jengkel.
"Padahal aku sudah mengakui kesalahanku, kenapa harus begini?!" Batin Tio, yang tidak percaya, bahwa perkembangan kesalahan padanya, semakin berat.
"Kenapa mesti kamu marah? Padahal kamu yang berbuat! Dan seharusnya kamu bertanggung jawab!" Teriakan Chuzuru, yang tidak mau kalah dari Tio.
"Aku akan bertanggung jawab, tapi bukan begini cara main mu! Bilang saja kamu tidak suka padaku, sehingga sengaja memberatkan hukuman ku!" Teriakan marah Tio kepada Chuzuru, menurut baginya wanita di depannya sedikit gila.
Apa-apaan nih?! Aku sungguh tidak terima!" Batin Tio, yang begitu emosi.
Membuat Anas melihat kejadian itu, segera melumpuhkan Tio secepatnya. "Beraninya berteriak Nona muda seperti itu! Apakah kamu ingin cari mati?!" Ucapannya, setelah berhasil bikin Tio, tersungkur ke tanah, dengan kekuatannya, dan segera mengunci gerakannya.
"Apa urusanmu?! Kamu itu orang luar brengsek! Jangan terlalu ikut campur, atau kamu sanggup menerima akibatnya, atas keputusan mu ini! Sebaiknya segera lepaskan aku!" Teriakan Tio, karena dia merasa orang ini terlalu ikut campur.
"Sebaiknya kamu diam!" Dengan kasarnya, Anas menekan kepala Tio, hingga wajah Tio terbentur ke tanah. "Nona muda... Sebaiknya hubungi pihak berwajib segera, orang ini tidak bisa di ajak negosiasi, aku takut orang ini, melakukan tindakan berbahaya terhadap orang-orang sekitarnya." Gagasan Anas, karena dia sedikit khawatir terhadap orang ini.
"Kamu benar Bang Anas, kamu tahan dia, jangan biarkan dia lolos." Balasan Chuzuru, dan dia sependapat gagasan Anas.
......................
Tanpa buang-buang waktu, Chuzuru hubungi pihak berwajib, setelah terhubung, dia langsung bikin laporan, tentang apa yang terjadi di sini.
Setelah terima laporan tersebut, pihak kepolisian, segera bergegas ke tempat perkara. "Dasar orang tolol, kenapa dia cari-cari masalah dengan Keluarga Samurai?" Ucapan Pihak berwajib, dengan atribut lengkap di seragamnya.
"Sudahlah... Kita selesaikan ini dan segera pulang, anak istri ku, menunggu di rumah." Ucapan Ketua Polisi, yang begitu santai, lagipula masalahnya nggak terlalu besar.
"Siap Pak!" Ucapan anak buah Ketua polisi, yang begitu serentak.
Setelah sampai di lokasi, orang-orang pada kumpul satu tempat, sehingga para anggota polisi, menyingkirkan orang-orang tersebut, untuk berikan jalan buat mereka. "Tolong menyingkir, orang yang tidak ada sangkut pautnya, segera menjauh." Perintah salah satu anggota Polisi yang sangat tegas.
Setelah mendengar perintah itu, orang-orang sedang kumpul, segera berikan jalan untuk pihak berwajib.
"Mana orang yang telah melecehkan anda, Nona Handoyo." Tanya Ketua Polisi yang tegas, bahkan dia tahu, siapa orang di hadapannya, belum lagi Kaisar pun menghormati keberadaannya.
"Ketua Pak Peron, anda sudah datang, cepat tangkap dia, karena dia sering melecehkan wanita dimana-mana." Jawaban Chuzuru, setelah tahu pihak berwajib sudah datang, tanpa buang-buang waktu, menyuruh pihak berwajib segera amankan Tio secepatnya, karena Tio sudah keterlaluan, dan menjadi sok hebat di sini.
"Oh benarkah... Padahal laporan aku terima, anda barusan saja, berkata dilecehkan orang yang tidak tahu diri, tapi sekarang kamu mengatakan hampir semua wanita dilecehkan, apakah kamu tidak tahu? Hukuman mu, akan sangat berat, kalau bikin laporan tidak benar, Nona Chuzuru." Ujar Ketua Polisi Peron.
Karena dia sangat takut, masalah ini malah bikin runyam, sehingga Polisi seperti dia, tidak bisa membela Chuzuru sepenuhnya.
Disebabkan Hukuman sangat berat, kalau dirinya melindungi orang yang salah, bisa-bisa dirinya pula di penjara, itu kan nggak lucu.
"Ketua Peron, Aku sungguh nggak berbohong, banyak saksi di sini, kalau kamu tidak percaya, tanyakan saja pada mereka, pasti jawabannya sependapat dengan ku." Tanggapan Chuzuru, untuk mencoba menyakinkan pihak berwajib, karena dia tahu, meskipun dirinya berasal dari keturunan hebat, kalau dia melakukan kesalahan, dia akan disingkirkan dari pihak Keluarga.