karya pertama ini sedikit tidak layak untuk di baca, takutnya kalian baca malah jadi pening kepala 😅
"kamu itu hanya istri keduaku, jadi jangan banyak bertingkah"
perasaanku hancur seketika mendengar ucapan suami ku sendiri.
mengapa takdir seolah ingin mempermainkan ku.
apa istri pertama nya tau bahwa suaminya telah menikah lagi, bagaimana perasaan nya kalau tau suaminya telah menikah dengan ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mimpi
"sebenernya kami kesini ingin menjemput Laras untuk tinggal bersama kami" jelas cinta sambil menatap Laras.
Oma menatap tidak suka pada cinta.
"Laras akan tetap di sini bersama oma''
Danu hanya diam saja, karena dia pun tidak setuju dengan keinginan istrinya itu, tapi apa boleh buat yang bisa dia lakukan hanya mengikuti permainan istri nya itu.
''aku berjanji Oma akan menjaga maduku dengan baik" muka memelas cinta tidak akan pernah bisa meluluhkan hati Oma.
Oma menatap Danu" lebih baik kalian pergi"
di tatap seperti itu oleh omanya Danu mengerti bahwa Oma tidak ingin di ganggu.
"Oma aku mohon" cinta masih saja berusaha membujuk omanya.
"aku pamit permisi pulang" Danu berdiri meninggalkan istri nya.
Oma menatap tajam tepat di mata cinta, membuat bulu kuduk cinta berdiri.
"Oma aku permisi pulang,mas tunggu aku" dengan langkah cepat nya cinta sedikit berlari.
"dasar perempuan ular" kata oma tidak suka dan masih menatap cinta yang sedang berjalan meninggalkan kediamannya.
"Oma ada urusan kamu di rumah jangan pergi kemanapun, kabari Oma jika terjadi apa-apa''
"iya Oma" Oma keluar meninggalkan Laras yang masih duduk di tempatnya.
baru saja ketemu mas Danu sebentar membuat nya senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
"non kenapa" tanya bibi memperhatikan majikannya sambil membereskan gelas yang ada di meja.
"eh bibi, aku kekamar dulu ya Bi" ucap Laras terburu-buru pergi karena malu ketauan sedang senyum-senyum tidak jelas.
ko aku malah seneng gini ya, bukannya nangis liat mas Danu lebih memilih istri pertamanya dari pada aku?
ah sudah biarkan yang penting aku bisa meluk mas Danu.
semantara di ruangan Danu omanya tengah santai duduk di sofa.
"Oma"
"jadi bagaimana Danu?"
Danu duduk di samping omanya.
"satu lagi oma''
"kamu ini ngurusin ular kaya gitu aja gak bisa" ucap oma dengan nada marahnya.
"Oma ada ide untuk membuktikan bahwa janin yang di kandung cinta bukan anakku"
"memangnya orang suruhan mu gak dapet bukti?"
"bukti foto ada, tapi aku butuh tes DNA untuk menceraikan nya, dan untuk mendapatkan itu resikonya cukup tinggi"
"apa resikonya, keguguran''
Oma terlihat sedang berpikir.
"apa ada cara lain ?" tanya Oma kembali.
"mungkin kalau kekasihnya mengakui itu anaknya, tapi mustahil. jelas mereka menginginkan harta Gono gini Lewat anak itu" jelas Danu pada omanya.
"buat lah dia mabuk dan mengakui tentang kehamilan dan ajukan perceraian siapa tau pengadilan mau menerima"
"oke Oma akan ku coba"
.
.
.
...5 bulan kemudian...
aku melihat bayangan ku di cermin, perut ku besar tubuh ku gemuk sekali apalagi pipiku yang sudah mengembung bagaikan bapau, sekarang usia kehamilan ku memasuki 29 Minggu.
"baik-baik di perut bunda ya sayang"
senyumku mengembang saat aku merasakan perut ku di tendang oleh malaikat kecilku.
"mari kita tidur ya sayang" aku mengusap perut ku dan merebahkan badan ku di atas kasur.
aku merasakan seseorang yang sedang memeluk ku dari belakang.
"siapa sih ganggu aja" protes ku.
aku membalikan badan untuk melihat siapa yang sedang memeluk ku.
aku melihat mas Danu sedang tersenyum ke arahku.
"oh mas Danu" aku memejamkan mataku kembali.
"sebentar-sebentar" batinku.
"mimpi bukan yah"
tidak lama aku merasakan kecupan di kening ku.
aku membuka mataku kembali.
"ko mimpinya kaya nyata yah" aku meraba pipi mas Danu.
aku merasakan bibir mas Danu yang menempel di bibirku, aku membuka bibirku membiarkan lidah mas Danu masuk ke mulutku.
spontan aku mendorong dada mas Danu sehingga pagutan kami terlepas.
"kamu gemukan yah" mas Danu memegang pipiku dengan kedua tangannya.
"ini beneran mas Danu" sungguh aku bingung apakah ini nyata atau hanya mimpi.
"iya sayang ini mas"
aku memeluk mas Danu sangat erat, saking senangnya tangis bahagiaku turun begitu saja.
"mas sangat merindukanmu" mas Danu memeluk ku dan membelai rambut ku perlahan.
"aku juga rindu"
mas Danu mengangkat daguku untuk menatapnya.
"ini sudah malam lebih baik kita tidur"
aku mengangguk kan kepalaku.
penantian ku selama ini terbayar sudah dengan hadirnya mas Danu malam ini.