NovelToon NovelToon
AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Annida Rahman

Antonsen Carl pria berusia 28 tahun, pria sukses dengan segala kemewahan yang dia miliki, akan menikah dalam beberapa minggu lagi

"Berengsek! sialan!! menjijikkan "




Airca Salnont wanita berusia 24 tahun yang baru saja pulang dari paris, dia pulang setelah menyelesaikan pendidikan S2 untuk mencapai cita- cita nya


" kenapa nomornya tidak bisa dihubungi, apa aku pulang sendiri saja?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Antonsen duduk di ruangan nya sambil memikirkan tentang Airca dan dirinya tadi malam

"Kenapa aku selalu berdebar saat wanita itu menyentuhku?" Antonsen sungguh merana dengan hatinya, dia belum pernah merasakan rasa seperti itu

Dia mengusap wajahnya dengan kedua tangan dan berpindah duduk dari di sofa ke kursi kebesarannya

Antonsen mulai sibuk dengan laptopnya dan saat dia mulai mengetik, dia kembali ingat tentang Airca

"Kenapa aku sekarang ingin melihatnya?" Antonsen mengacak rambutnya frusatasi,

"Aku bahkan tidak bisa fokus bekerja "

Saat Antonsen masih dengan ke frustasi annya, Nick mengetuk pintu

"Masuk" Nick masuk dan melihat wajah Tuannya yang tidak terlihat baik

"Ada apa?" tanya Antonsen saat melihat Nick hanya diam menatapnya, Nick tersadar dan mendekati meja Antonsen

"Nanti siang Anda akan bertemu dengan Mr Leo"

"Undur saja"

"Tapi kita sudah menjadwalkan pertemuan ini dari lama Tuan"

"Jangan risau, Leo itu temanku dari SMA, biar aku yang mengatakannya "

"Baiklah kalau begitu Tuan"

Antonsen mengangguk dan Nick yang melihat itu keluar dari ruangan tersebut

Antonsen mengambil ponselnya dari atas meja dan menelpon seseorang

"Hallo"

"Oh hy Antonsen, ada apa?"

"Aku mau mengundurkan jadwal pertemuan kita"

"Kenapa?"

"Tidak ada, aku hanya ingin makan siang dengan istriku"

"Oh ayolah Antonsen, Angel pasti akan mengerti " Antonsen menghembuskan nafasnya kesal mendengar itu

"Dia bukan istriku"

"Bukan? Jadi siapa? Apakah model sexy Julia yang pernah menjadi model dari perusahaan mu?"

"Berhentilah mengatakan hal yang tidak berguna! istriku bukan Angel atau Julia, dia hanya pengajar di Universitas Dorwant"

"Ok maafkan aku, kamu jangan marah, dia terdengar seperti wanita yang pintar, aku ingin bertemu dengannya "

"Aku menelpon hanya untuk mengatakan tentang pertemuan kita, kenapa kamu malah meminta bertemu istriku, ya sudah aku matikan, aku masih banyak pekerjaan "

Tutt....

Leo menatap kesal ponselnya setelah Antonsen memutuskan telpon seenaknya

"Aku juga sibuk bukan kamu saja!" Leo berteriak didepan ponselnya

Sedangkan Antonsen kembali menelpon seseorang

"Hallo"

"Kenapa kamu meneleponku? Aku lagi mengajar" Kata Airca sambil keluar dari ruangan kelas.

"Memangnya salah aku menelpon ? Kamu jangan sok sibuk" Airca menghembuskan nafasnya pelan mendengar jawaban Antonsen

"Baiklah Antonsen, ada apa kamu meneleponku?"

"Itu lebih baik, makan siang bersamaku"

"Apa makan siang? Aku minta maaf sepertinya tidak bisa, Aku sudah dua minggu libur kerja, jadi begitu banyak hal yang harus aku lakukan "

"Hal Apa yang lebih penting dari makan siang denganku?!"

"Antonsen please" kata Airca dengan lemah, Antonsen selalu saja semaunya

"Aku tunggu kamu di restoran Fressjoy"

Tut...tut..

Airca memukul kesal ponselnya, Antonsen sungguh pemaksa, Airca sadar dan kembali masuk ke kelasnya.

**

Airca keluar dari kelas dan berjalan menuju keruangan para pengajar, dan saat dia berjalan di lorong, salah satu mahasiswa menghentikannya

"Tunggu Ms Airca" Airca berbalik dan melihat seorang mahasiswi mendekat

"Ini Ms Airca" mahasiswi itu memberikan sekotak kue pada Airca, Airca menatap bingung dengan itu

"Buat saya?"

"Iya, seseorang menitipkannya pada saya, dan meminta memberikannya pada Anda"

"Siapa?"

"Maaf Ms Airca, saya tidak kenal, tapi dia seorang wanita"

"Apa kamu memperhatikan wanita itu bagaimana ciri-cirinya?"

Mahasiswi itu tampak berpikir dan menatap Airca

"Dia memakai kacamata hitam, syal di kepalanya dan tingginya mungkin 170 cm"

"Baiklah terima kasih ya"

"Sama-sama, kalau begitu saya permisi Ms Airca"

Mahasiswi itu pergi dari sana, Airca menatap ragu pada kotak kue itu dan membukanya, di sana ada kue dengan stroberi yang banyak di atas nya, itu adalah kesukaannya, lalu Airca melihat kertas kecil dan mengambilnya

"Makanlah, dari Jane"

Airca tersenyum melihat itu, ternyata kue itu dari Jane, dia tersenyum dan membawa kue itu

Dia masuk ke ruangan pengajar dan tersenyum melihat Luna yang sedang duduk di meja nya

"Hai" Luna menatap Airca dan tersenyum

"Apa itu?"

"Kue stroberi, kamu mau?"

"Sepertinya tidak, aku tidak suka makanan manis, bagaimana kalau kita makan siang bersama?"

"Maaf ya, aku sudah ada janji dengan suamiku"

"Tidak masalah, aku akan pergi sendiri saja" Airca menatap Sam dan Mona yang berdiri dari kursi mereka

"Mr Sam!" Sam menoleh pada Airca

"Ada apa?"

"Apakah Mr Sam mau makan siang?"

"Iya"

"Bisa ajak Luna, karena aku akan makan siang dengan suamiku " Luna menyenggol tangan Airca yang mengatakan hal bodoh itu

"Tidak, aku tidak masalah" Luna menatap Sam yang juga menatapnya, sedangkan Mona menatap kesal kearah nya

"Sudah Mr Sam kita pergi saja sekarang " ajak Mona

"Kita akan makan bersama Ms Luna" Luna hanya terdiam ditempat, Airca menarik Luna dan mendorongnya mendekati Sam

"Pergilah " Luna menatap Sam dengan canggung, Sam tersenyum kecil pada Luna

"Astaga dia tersenyum padaku ?"

**

Sam, Luna, dan Mona sudah sampai restoran kecil, Luna duduk lebih dulu, dan disusul Mona didepannya, Luna tahu pasti Sam memilih duduk disampingnya Mona, tapi tanpa diduga Sam duduk disampingnya, Luna menjadi gugup karena itu, sedangkan Mona menatap tajam kearah Luna

**

Airca sudah sampai di restoran Fressjoy dan masuk kedalam restoran sambil tangannya menyenteng sekotak kue, dia melihat Antonsen yang sedang memainkan ponselnya dan berjalan mendekat

Airca duduk didepan Antonsen sambil meletakan kue yang dia bawa keatas meja, Antonsen mengalihkan matanya dari ponsel dan menatap Airca

"Kue siapa itu?" tunjuk Antonsen pada kue yang dibawa Airca

"Dari temanku"

"Pria atau wanita?" selidik Antonsen

"Dari Jane"

"Aku tidak tahu"

"Memang aku tidak pernah cerita"

"Dari sekarang kamu harus cerita siapa saja temanmu"

Airca menatap Antonsen merasa aneh dengan sikapnya

"Hanya Jane saja" Antonsen menyipitkan matanya tidak percaya, Airca menyadari tatapan itu padanya

"Baiklah, aku juga berteman dengan salah satu pengajar di Universitas, namanya Luna, dan dua di Paris"

"Siapa nama dua temanmu yang di Paris?"

"Kenapa kamu ingin tahu?"

"Cepat katakan, hanya mengatakan nama saja sangat sulit" Airca menggaruk keningnya yang tidak gatal merasa kesal dengan pertanyaan Antonsen

"Bukannya dia yang mempersulit semua ini dengan bertanya tentang temanku"

"Allin dan Audi"

"Perempuan atau laki-laki?" Airca menatap kesal Antonsen, kenapa dia malah bertanya laki-laki atau perempuan, sudah jelas dari namanya itu perempuan

"Prempuan " kata Airca tidak ingin memperpanjang masalah

Antonsen mengangguk mengerti dan memanggil pelayan, Airca membuka kotak kue di atas meja dan memotongnya, dan saat kue itu hampir masuk ke mulutnya

"Nanti saja makannya, setelah makan siang" Airca meletakan kembali kue tersebut dengan sedikit tidak rela, dia sungguh ingin memakannya

Airca mencoba bersabar dan duduk dengan tenang, dia menatap Antonsen yang sibuk dengan ponselnya, dia baru sadar, kenapa Antonsen mengajaknya makan siang bersama

"Antonsen?" Antonsen menatap Airca yang memanggilnya

"Ada apa?"

"Kenapa kamu mengajakku makan siang?"

"Tidak ada, aku hanya butuh teman makan siang"

"Kan ada Nick"

"Dia sangat sibuk bekerja"

"Lalu kamu?"

"Kenapa dengan aku?"

"Tidak bekerja ?"

"Untuk apa? Aku direkturnya " Airca mencibikkan bibirnya kesal mendengar itu, kenapa Antonsen suka sekali berbicara yang membuat orang lain kesal

Tak lama makanan mereka sampai, Airca langsung memakan makannya, dia marasa lapar, Antonsen hanya menatap sebentar Airca yang sedang makan sebelum dia juga makan makannya

"Bagaimana dengan pekerjaanmu?" Antonsen bertanya pada Airca, Airca menghetikan kegiatan makannya

"Kenapa dia banyak bertanya hari ini"

"Baik"

"Hanya baik?"

"Iya" Airca menyelesaikan lebih dulu makannya dan menggeser kotak kue mendekatinya

"Apa masih belum kenyang? Nanti saja makannya"

"Aku hanya akan makan sedikit saja" Airca mengambil sepotong kue dan memakannya, Antonsen juga sudah selesai dengan makannya, Airca memberikan sepotong kue pada Antonsen tapi pria itu menggeleng

"Tidak"

"Ini enak"

"ku bisa beli sendiri kalau aku mau" Airca kembali mencibikkan bibirnya kesal, Antonsen kembali bersikap menyebalkan

"Ya sudah" Airca kembali makan, dia makan beberapa potong kue, Antonsen melihat bibir Airca yang terdapat krim dan mengangkat tangannya untuk membersihkannya, tapi Airca yang melihat itu menghindar

"Mau apa kamu?"

Antonsen tidak perduli dengan pertanyaan Airca

"Mendekatlah "

"Untuk apa?

"Mendekat saja" Airca mencondongkan dirinya pada Antonsen, Antonsen mengusap bibir Airca membersihkannya dari krim, seketika Airca tersentak dan menjauhkan dirinya

"Apa yang kamu lakukan?"

"Membersihkan bibirmu dari krim" jawab Antonsen santai, Airca menatap gugup Antonsen dan kembali memakan kuenya.

Airca dan Antonsen hanya diam saja dimeja restoran tanpa ada yang bicara, Airca menyentuh keningnya, dia tiba-tiba merasa pusing, kepalanya terasa berat, dan juga dadanya terasa sesak sekali, dia menatap jam ditangannya dan berdiri

"Aku akan pergi lebih dulu" kata Airca sambil memegang erat kursi yang tadi dia duduki

"Aku akan mengantarmu " Antonsen juga berdiri dari kursinya

"Tidak perlu....." seketika Antonsen kaget saat Airca tiba-tiba terjatuh kelantai

" Airca!"

Antonsen mendekat dan mengangkat kepala Airca kepangkuan nya

" Airca, Airca!" teriak Antonsen panik sambil menyentuh wajah istri nya, jantung Antonsen berdetak dengan cepat saat wanita itu tidak sadarkan diri, dia dengan cepat membawa Airca kerumah sakit.

1
Vin G
*not bad
Vin G
creek nya terlalu lemah dan cegeng
Vin G
kunci cadangan
Endang Anwar Rahmawati
suka dengan ceritanya
Rosikh Nurhayati
ngakak bgt sih nick
Rosikh Nurhayati
ciieee ciiieee
Rosikh Nurhayati
ciieee mulai pelukan
Rosikh Nurhayati
wkwk duuuh bang anton
Rosikh Nurhayati
adiknya lucuuuu
ratih
keren
Yernanita Tanjung
cerita novelnya mirip dgn benih sang pewaris wkwkwk😂😂 terkadang heran sma penulis kenapa Bisa sama yak ? terkadang nama toko juga sama,atau beda nma tokoh dgn alur yg hampir mirip... itu yg buat saya terkadang sulit membedakan,cerita ap Yg barusan saya baca.. judul berbeda tapi alur yg sama😂
Aisyah Hayati
bisa jadi, er. 😆
lina Lailyinayati Lina
lugas
Vivi
mulutnya disumpal sapu tangan, gimana dia gigit?
TyRa NuRuL HiDaYah S
tongseng tongseng uwu uwu....

autor hebat,,,


cup...
cup..
cup...

hihihi
Purnama Dewi
jiaaahhhhhhhhhhh goreng terooossss.. dasar plangton😂🤣😂🤣
Purnama Dewi
wes angel angel
Eunike Eunike
anthonsen seneng bgt rasanya klo pnya suami yg over bgtu rasanya gmna gtu...
Nana effendy
adik yg berbakti😂
Nana effendy
tuman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!