Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 4
"Kalian tidak perlu menyiapkan apapun! Mami sudah siapkan segalanya termasuk pakaian kalian sudah rapi di dalam koper. Kalian nanti tinggal pergi dan nikmati masa-masa honeymoon di sana!" ucap Mami Violet saya mereka sarapan.
"Mami seriusan sampe nyiapin segalanya untuk kami? Astaga, mami tumben perhatian sekali sama anaknya ya?" kekeh Xavier membuat ibunya berdecak.
"pokoknya kalian tinggal duduk manis dan nikmati waktu bersama. Jangan fikirkan apapun dan yang lain-lain. Arkha juga akan sangat aman berada bersama mami. Karena saya ini Arkha juga menjadi anak bungsu Mami, iya kan Arkha?" jawab Mami. Arkha mengangguk sambil mengacungkan jempolnya tanda setuju.
"Terima kasih Mami, sudah mau menyayangi Kami," ucap Aruna terharu dengan kebaikan keluarga Hananta selama ini.
"Sudah, jangan melow begitu! Kesana harus menjalankan misi membuat cucu untuk mami. Kalau bisa nanti yang banyak!" jawab Mami Violet yang diacungi jempol oleh Xavier penuh semangat.
Apalagi semalam dia juga tak bisa tidur saat memeluk guling hidup untuk pertama kalinya. Tapi dia juga tak berani macam-macam kepada sang istri. Karena takut Aruna akan mengamuk.
Mereka pergi ke bandara di antar oleh keluarga Hananta. Ucapan Mami Violet tidak bokong, dia benar-benar sudah menyiapkan segalanya untuk mereka. Dan mereka memang hanya tinggal duduk manis di pesawat. Menikmati perjalanan dan di sana juga tinggal menikmati honeymoon. Semua jadwal dan yang lainnya sudah di siapkan oleh Mami Violet dua Minggu ke depan.
Mereka tiba di sebuah villa yang di sewa khusus oleh Mami Violet. Beberapa orang menyambut mereka dan membawakan koper. Mereka duduk di kursi sambil memandangi pemandangan di belakang Vila. Menikmati makan dan minuman yang di sajikan.
"Ini mami beneran nyiapin semuanya?" kaget Aruna.
"Benar, karena dia memang sangat excited menyiapkan segalanya. Makanya kita jangan membuat mami kecewa, keinginan dia hanya kita segera memberikan cucu," jawab Xavier.
"Astaga! Kalau urusan anak kan kita tak bisa menentukan bisa cepat punya anak atau tidak," jawab Aruna.
"Setidaknya kita sudah berusaha dulu sayang," jawab Xavier.
"Kok malah jadi merinding ya?" celetuk Aruna membuat Xavier tertawa terbahak.
"Kita jalan-jalan di sebelah sana, sayang sebelum makan malam dan istirahat. Karena setelah makan malam semua pelayan akan pulang. Sehingga kita si villa ini hanya sendirian. Apa kamu ingin sesuatu? Agar di siapkan dari sekarang," tanya Xavier.
"Tidak, aku hanya merasa badan pegal saja mungkin karena terlalu lama duduk," jawab Aruna.
Xavier mengulurkan tangannya kepada sang istri dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya. Akhirnya Aruna menyambut uluran tangan Xavier dari pada membuat suaminya itu tantrum di negara orang.
Mereka berjalan-jalan di belakang villa sambil menikmati udara sore yang begitu menyegarkan. Pemandangan langit yang indah terlihat dengan jelas di sana. Aruna memejamkan matanya, membiarkan angin mengusap wajahnya dengan lembut. Dia merasakan ketenangan setelah sekian lama bertarung dan selalu bergelut dengan masalah semenjak kecil. Xavier memeluk Aruna dari belakang dan membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.
"Apa kamu tahu? Sebenarnya ini adalah liburan pertamaku yang jauh. Dulu saat masih kecil aku paling di ajak liburan ke kebun binatang saja dan ke mall. Itu pun hanya bersama dengan Ibu, karena pria itu tak mengizinkan aku pergi kemana-mana. Setelahnya, saat usia tujuh tahun Aku hanya terkurung di rumah. Dan keluar hanya untuk sekola," kekeh Aruna membuat Xavier semakin mengeratkan pelukannya.
Xavier tahu jika hidup Aruna sedari kecil sangatlah tak mudah. Makanya dia tak memaksa hati dan perasaan Aruna untuk cepat membalas perasaannya, yang terpenting bagi Xavier saat ini. Dia bisa selalu ada bersama dengan dia dan menjaganya. Dia akan menjadi pelindung Aruna dan Arkha setelah ini. Dia tak akan membiarkan siapapun menyakiti mereka. Walau Xavier tahu jika Aruna lebih dari mampu untuk menjaga dirinya dan Arkha. Tapi dia ingin menjadi bagian dari hidup Aruna setelahnya.
"Aku akan selalu ada untukmu mulai sekarang, aku sangat mencintaimu Runa. Berilah aku kesempatan untuk membuktikannya padamu. Jangan tutup dirimu dulu sebelum aku membuktikannya," bisik Xavier.
Aruna hanya memejamkan matanya merasakan setiap getaran yang saat ini dia rasakan ketika berdekatan seperti ini dengan Xavier. Malam menjelang, mereka menikmati makan malam mewah di sana. Aruna benar-benar di buat tak habis fikir oleh Mami Violet yang bisa dengan cepat menyiapkan segalanya begini di negri orang. Uang yang di keluarkan mertuanya ini pasti tak sedikit. Tak masalah juga sebenarnya karena mereka mamang lebih dari mampu, apalagi anaknya hanya satu Xavier.
"Kita ke kamar, sayang!" ajak Xavier yang di angguki oleh Aruna.
Mereka masuk ke dalam kamar utama, begitu masuk mereka di kagetkan dengan kelopak bunga mawar merah yang bertebaran di atas tempat tidur.
"Astaga! Apa-apaan mami ini?" kekeh Xavier pura-pura kaget padahal dalam hatinya bahagia sekali. Semoga saja malam ini mereka bisa merasakan malam pertama yang sempat tertunda.
"Aku mandi duluan, sayang," Xavier berjalan menuju lemari pakaian, semua pakaian yang di bawa oleh mereka sudah tertata dengan rapi di sana. Aruna mengangguk dan akhirnya duduk di tepi ranjang menunggu Xavier selesai mandi.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Xavier saat keluar dari dalam kamar mandi melihat istrinya berdiri mematung di depan lemari pakaian.
"Lihatlah, kenapa semua pakaian aku begini semua? piyama tidur aku mana?" tanya Aruna menunjuk ke arah lemarinya.
Piyama tidur berganti dengan gaun tidur dari sutra. Sedangkan pakaian casual yang selalu dia gunakan berganti dengan gaun-gaun pendek. Xavier menahan tawa sekaligus memijit pangkal hidungnya.
"Ini semua kelakuan Mami," ucap Xavier pelan.
"Terus aku pakei baju tidur aapa?" kesal Aruna.
"Gunakan yang ada saja sayang. Toh kan kamu gunakan juga di dalam kamar. Nggak akan di pake di luar kan?" jawab Xavier malah memilihkan baju tidur untuk istrinya.
"Tapi ..." Aruna mau menolak tapi Xavier memberikan baju dengan warna pilihannya. Jatuh di warna merah. Aruna akhirnya pasrah dan masuk ke dalam kamar mandi membawa gaun tidur pilihan suaminya.
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪