NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:802
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IBU???

"Bang Fadli?" Luna menoleh kearah suara letusan dan dia melihat Fadli tengah mengokang pistol yang memuntah kan satu peluru kearah Alina, Laluna menyesal atas keteledorannya dan tak mengira si licik Alina membidiknya dari belakang, sungguh Alina mengharapkan kematiannya, untung ada Fadli meski harus melukai tapi tak menghilangkan nyawa orang, kali ini Luna terselamatkan.

Alina menjerit kesakitan sambil memegangi tangannya yang tertembus peluru, sial sekali bagi pasangan Alina dan Gibran, karena Fadli dan Laluna mereka berdua harus terluka dan itu membuat dendam mereka makin menyala.

Si Gibran mengomel tak ada yang faham hanya suara yiyi Yaya Yeye entah kalimat apa yang keluar dari mulutnya, lelaki tampan yang ternyata tuna wicara itu membalut luka di lengan kekasihnya dengan kaus kakinya yang dia pakai dan menggendongnya ke mobil.

"sekarang kalian pergi, dan kamu Salwa sudah berkali kali bikin onar berkali kali kami maafkan, tapi tidak dengan kali ini, semua fasilitas yang kami berikan pada keluarga mu akan aku tarik tak ada lagi bantuan dana atau apapun itu, pergi kamu dari hadapanku!" teriak Fadli murka.

"aduh sayang maafkan aku, aku nggak sengaja semua karena pelakor itu, dia yang memulai permusuhan ini!" ucapnya sambil menuding Laluna yang tak tahu apa apa, sungguh ciri ciri NPD selalu mencari kambing hitam untuk membenarkan perilakunya.

" plakk" selama hidup belum pernah Fadli main pukul pada seorang wanita, tapi geramnya sudah memuncak di ubun ubun, dengan sekuat tenaga Fadli menampar Salwa sampai cewek plastik itu menoleh kesamping dengan muka dan leher seakan mau putus.

"kamu menamparnya ku Fadli, mana kelembutan mu selama ini, bahkan kamu menyentuh pun tak pernah kini malah main tangan ,oo aku tahu ini pasti gara gara cewek kampungan itu ,dasar miskin dan tak punya etika, kamu telah mengajari kekasihku dengan kekerasan, dasar jalang". Teriak Salwa masih menyalahkan Luna.

Fadli sekali lagi sudah akan menampar mulut Salwa yang lancang tapi Luna melarangnya, "sudah bang, biarkan dia pergi kasihan itu sahabatnya sudah nungguin dari tadi!" ucap Luna sambil menyentuh tangan Fadli untuk calm down, jangan lagi ada kekerasan pada Salwa.

"Pergi kalian dari sini, pergi ,dan kamu Salwa sekali lagi kita tak ada hubungan apapun, jangan panggil aku dengan sebutan itu, jijik aku mendengarnya, sekali lagi kau panggil sayang padaku ku robek bibir plastikmu itu!" geram sekali Fadli pada wanita sok cantik yang tak punya muka ini.

Salwa malu bukan kepalang di sebut muka plastik, selama ini Fadli tak pernah berucap se kasar ini, dan tetap saja Salwa menyalahkan Laluna penyebabnya, padahal sebenarnya Fadli sudah muak dengan wanita plastik ini tapi masih di tahan demi hubungan keluarga.

Fadli mendekati mobil Gibran, Alina tertidur dipangkuan lelaki itu entah tidur entah pingsan, "dan kamu kalau tidak terima untuk hari ini silahkan lapor ke bapakmu, aku akan lawan siapapun yang menyakiti Laluna". teriak Fadli pada Gibran, lelaki tuna wicara itu masih arogan dia hanya mencibir ke arah Fadli, ingin sekali Fadli merobek mulut jeleknya itu.

Gibran segera cabut membawa kembali dua wanita yang ternyata sahabat karib itu, kabur dengan cara mengemudi yang jelek sekali melaju suka suka hati ke kanan dan ke kiri seperti raja jalanan!.

"Bang dia itu bisu, masa iya dia bisa dengar Abang gertak tadi?" tanya Luna.

"bisa lah dia make alat bantu dengar, dia itu sebenarnya nya anak orang paling kaya di dunia hitam, anak seorang mafia kejam!" jawab Fadli ada rasa sedikit kwartir.

"ooo biasanya bisu itu kawannya budek". Jawab Laluna yang tak mikir tentang mafia dan sejenisnya tapi malah mikir hubungan antara bisu dan budek.

Fadli hanya geleng kepala dan segera mengajak nya untuk berlalu, karena ada dua mobil kini Luna bersama Fadli dan Hasan bersama Najwa, rencananya mau makan bersama ,

"Habis makan malam kita nonton ya, ini malam Minggu , apa kamu punya acara?" tanya Fadli.

"Sebenarnya kami sudah makan tapi jika hanya menemani kalian makan kami nggak keberatan ". Jawab Luna, dan Luna yakin Najwa pun akan mau bergabung bersama.

Akhirnya mereka berempat menuju sebuah restoran mewah di lantai dasar sebuah hotel bintang lima, Najwa dan Luna yang memang sudah kenyang makan nasi Padang meski ada hidangan semewah apapun mereka tak tergiur, hanya menemani para lelaki makan malam dengan segelas jus alpukat dan se slice cheesecake.

Ketika sedang menikmati segelas jus mata jeli Laluna kembali melihat sesuatu, lalu berbisik ke arah Najwa.

"Itu bukannya gundik suami mu Mbak?" bisik Luna,dan Najwa melihat dengan jelas si Ratna di gandeng seorang om om berperut buncit dengan kepala botak, Najwa terperangah.

"ada apa wa?" tanya Hasan yang selalu memanggil Najwa dengan panggilan nama kecilnya, Wawa.

"Itu San, kamu lihat yang duduk di sebelah seorang gadis bersama seorang om om tua? Itu gundiknya si Kemal". Bisik Najwa, dan bisikan itu terdengar di telinga Fadli, Fadli ikut menoleh.

"Masa iya selain jadi suster dia juga jualan Nunuk?" gumam Luna sembarangan asal bunyi.

"Nunuk apaan Luna?" tanya Fadli penasaran Luna malu menutup mulutnya karena bicara sembarangan Hasan yang memang ada campuran darah jawanya malah ngakak sampai keselek daging, Hasan terbatuk batuk hingga Najwa memberinya segelas air, sungguh tidak elegan Hasan merasa kampungan sekali makan sampai tersedak dan table manner nya tidak dipakai sama sekali.

"Iya ih, kalian ini, nunuk sih apaan?" tanya Najwa juga ikut penasaran, dan Hasan dengan mulut yang tak di saringnya malah berucap dengan keras.

"Nunuk itu sama dengan fefek atau Miss v". jawaban Hasan membuat Najwa melongo tak ekspek sama sekali dengan jawaban itu sementara Fadli tersenyum di tahan, antara geli dan malu, "jadi itu namanya nunuk?" seloroh Fadli malah di ulang.

"Ih Abang malah di ulang ulang, malu aku ngucapin nya tadi, eh tapi ini harus di dokumentasikan lho, buat bukti coba bang Hasan yang duduknya langsung berhadapan dengan mereka, Abang yang ambil vidio nya". Pinta Luna, Hasan memandang Fadli seakan minta izin, dan Fadli faham lalu mengangguk.

Dan setelah makan malam rencananya mereka akan nonton, sekarang bukan lagi nonton Drakor tetapi nonton film barat berjudul Greenland 2, migration yang menceritakan tentang manusia yang bertahan hidup setelah bumi di hantam komet, ternyata film kesukaan Fadli ini film film action berbau kiamat!.

Mereka berempat menuju gedung bioskop, duduk di kursi barisan kedua, dengan formasi para cewek di tengah dan cowok di pinggir sisi kanan dan kiri, Fadli di sebelah Luna dan Hasan di sebelah kiri Najwa.

Makanan kecil sudah di siapkan, dan air minum mineral pun juga sudah siap keempatnya duduk dengan anteng tanpa bicara sepatah katapun menanti tayangan yang akan segera di mulai, tapi konsentrasi Luna terpecah ketika mendengar percakapan penonton di depannya, percakapan yang seronok menurut Luna menjijikkan percakapan orang dewasa, dua insan itu saling berciuman saling meremas dan seperti nya sangat gemas pada pasangan nya, dan suara itu ...ya suara itu Luna sangat mengenal dengan jelas, IBU???

******

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!