NovelToon NovelToon
Office Girl Pribadi CEO

Office Girl Pribadi CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Romansa Fantasi / CEO / Kehidupan di Kantor / Office Romance / Chicklit
Popularitas:78.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alensvy

Aulia, gadis sederhana yang baru saja bekerja sebagai office girl di kantor megah milik CEO ternama yang dikenal kaku dan sulit didekati, tiba-tiba menjadi pesuruh pribadinya hanya karena kopi buatan Aulia.

Hayalannya menjadi karyawan yang baik dan tenang hancur seketika akibat bosnya yang tukang suruh-suruh hal yang tidak-tidak semakin membuatnya jengkel.

Sifatnya yang ceria dan kelewat batas menjadi bulan-bulanan bosnya. Akankah ia mampu bertahan demi uang yang berlimpah? Atau...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alensvy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyebelin tapi Baik

...****************...

Setelah makan sup ayam, Aulia merasa tubuhnya sedikit lebih hangat. Tapi tetap saja, ia masih merasa lemas.

"Saya pulang sekarang," katanya, berdiri dengan susah payah.

Aldiano menatapnya sebentar sebelum berkata, "Aku antar."

Aulia tertegun. "Hah? Tidak usah, saya bisa pulang sendiri."

Aldiano sudah mengambil kunci mobilnya. "Jangan banyak bicara. Jalan."

Aulia mendesis pelan, tapi terlalu malas untuk berdebat. Lagipula, kalau ia bisa pulang tanpa perlu naik angkutan umum yang penuh sesak, kenapa tidak?

Di dalam mobil, Aulia awalnya duduk dengan tegak, tapi semakin lama, rasa kantuk mulai menyerangnya.

Matanya mulai mengantuk, kepalanya mulai terkulai… dan tanpa sadar, ia tertidur.

Aldiano yang sedang menyetir melirik ke sebelahnya. Gadis itu sudah tertidur dengan kepala miring ke jendela, napasnya teratur.

Ia menghela napas pelan.

Saat sampai di depan kos Aulia, Aldiano memarkir mobilnya dan menatap gadis itu lagi. Aulia masih tertidur pulas, wajahnya terlihat lelah.

Setelah ragu beberapa detik, ia akhirnya melepas jaketnya dan dengan hati-hati menyelimutkan jaket itu ke tubuh Aulia.

Lalu, ia duduk diam di kursi pengemudi, menunggu Aulia bangun.

Beberapa menit kemudian, Aulia menggeliat kecil sebelum akhirnya membuka matanya.

Saat melihat Aldiano duduk di sebelahnya dengan ekspresi datar, ia langsung tersentak kaget.

"Astaga! Saya ketiduran?!"

Aldiano meliriknya. "Sudah bangun?"

Aulia baru sadar kalau ia diselimuti jaket. Ia menatap jaket itu, lalu menatap Aldiano dengan curiga.

"Ini jaket bapak?" tanyanya.

"Tidak mungkin jaket kamu."

Aulia mendengus pelan dan melepas jaket itu. "Terima kasih, bos baik hati."

Ia hendak keluar dari mobil, tapi tiba-tiba Aldiano menyodorkan sesuatu padanya.

Aulia menatap benda itu. "Ini… obat?"

"Minum sebelum tidur," kata Aldiano santai.

Aulia mengerjap beberapa kali, lalu menatap bosnya dengan ekspresi penuh godaan.

"Jangan-jangan bapak suka sama saya ya?" tanyanya iseng.

Aldiano menatapnya tanpa ekspresi, lalu… PLAK!

Ia menjitak kepala Aulia.

"Jangan mimpi," katanya datar.

Aulia meringis sambil mengelus kepalanya. "Jahat! Saya ini lagi sakit, tahu!"

"Tahu. Makanya jangan banyak omong, cepat masuk dan istirahat."

Aulia mendengus, tapi diam-diam ia tersenyum kecil.

Setelah turun dari mobil, ia melambai malas. "Terima kasih, Bos Nyebelin!"

Aldiano hanya berdecak, lalu menutup jendela mobilnya.

Saat mobil itu pergi, Aulia menatap obat di tangannya dan tersenyum tipis.

Bos nyebelin ini… kadang bisa baik juga, ya?

...****************...

Keesokan paginya, Aulia bangun dengan kepala yang masih berat. Tubuhnya masih agak lemas, tapi setidaknya lebih baik daripada kemarin.

Ia melirik ke meja kecil di samping kasurnya, di mana obat yang dibelikan Aldiano masih tergeletak di sana. Hmm… lumayan perhatian juga si bos nyebelin itu.

Setelah malas-malasan selama beberapa menit, akhirnya ia bangkit dari tempat tidur. Hari ini dia harus masuk kerja, kalau tidak, bisa-bisa Aldiano menelpon lagi dengan ancaman absurdnya.

Saat sampai di kantor, Aulia langsung menuju pantry untuk membuat kopi Aldiano. Ia sedang menguap ketika tiba-tiba suara berat menyapanya dari belakang.

"Kamu sudah sembuh?"

Aulia hampir menjatuhkan gelas. Ia menoleh dan mendapati Teddy berdiri di belakangnya dengan ekspresi penasaran.

"Oh, Mas Sekretaris. Ya, sudah lebih baik," jawabnya santai sambil mengambil gula.

Teddy melipat tangan di dada. "Aldiano yang membelikan obat untukmu, ya?"

Aulia berhenti sejenak, lalu menatap Teddy dengan curiga. "Kok tahu?"

Teddy menyeringai kecil. "Tebakan saja. Dia terlihat lebih pendiam dari biasanya kemarin."

Aulia berkedip. "Bukannya dia selalu pendiam?"

Teddy terkekeh. "Ya, tapi kemarin lebih parah."

Aulia mendengus. "Yah, kalau bos nyebelin itu perhatian sama saya, pasti ada maunya."

Teddy tertawa kecil. "Mungkin saja."

Setelah membuat kopi, Aulia berjalan ke ruangan Aldiano dengan langkah santai. Ia mengetuk pintu sebelum masuk.

"Selamat pagi, Bos Nyebelin. Kopi sudah datang!" katanya riang.

Aldiano yang sedang membaca dokumen hanya melirik sekilas. "Jangan berisik."

Aulia memutar mata. "Padahal saya sudah sehat, tapi bos tetap nyebelin seperti biasa, ya?"

Aldiano mengambil cangkir kopi dan menyeruputnya. Tapi kali ini, ia tidak langsung meletakkannya kembali. Ia menatap cangkir itu sebentar, lalu menatap Aulia.

"Ada yang beda," gumamnya.

Aulia menegakkan punggung. "Hah? Maksudnya?"

Aldiano mengernyit sedikit, seolah berpikir. "Biasanya rasanya lebih pekat. Hari ini sedikit lebih manis."

Aulia memutar bola mata. "Oh, mungkin karena bapak minumnya sambil lihat saya." Jawabnya santai.

Gantian Aldiano diam sejenak sambil memutar bola matanya dengan malas.

"Kamu makan apa tadi pagi?"

Aulia mengerutkan dahi. "Hah? Nasi goreng, kenapa?"

Aldiano menyipitkan mata, seolah sedang menganalisis sesuatu.

Aulia mengernyit. "Eh, jangan-jangan... rasa kopi saya berubah karena makanan yang saya makan?"

Aldiano tidak menjawab, hanya menatap kopinya dengan ekspresi berpikir dalam.

Aulia langsung menepuk dahinya. Astaga, jangan bilang bos psikopat ini mau mulai eksperimen aneh lagi!

.

.

.

Next👉🏻

1
Erviana Erastus
gpp hancur kan cm digosipin aza benaran juga gpp aulia kan bismu tajir 🤣
aagnes
Luar biasa
Alen's Vy: Makasih yaa kak dukungannya,, aye ayee josss/Determined//Whimper/
total 1 replies
Tyaz Wahyu
knpa sll ke polisi sih,pst dpt hukuman ringan n denda yg bs dibayR sm l*nt* itu AL²
Tyaz Wahyu
la kan bisa liat ktpnya si cewek itu boss
Tyaz Wahyu
katanya kaya raya kenapa pintunya msh ditutup pakai kunci biasa y ,g pakai tombol yg dibawah mejax si coolkas ni
Anizar S Pelawi
Luar biasa
Alen's Vy: Makasih dukungannya kak/Kiss/
total 1 replies
Mama Gezkara
ceritanya sederhana tapi bagus kak othoorr... aku sukaaa...
Alen's Vy: Terima Kasih banyak kak, atas dukungannya/Determined//Kiss/
total 1 replies
🥀🇹🇼🍁
lah lakok ending nya 😭
Alen's Vy: HEHEHEHE👹🙏🏻🙏🏻😔
total 1 replies
Alen's Vy
Terima Kasih sudah mampir dan atas dukungannya💕 Mari baca karyaku yang lain, judulnya Ibu Pengganti Anak Sponsor Ku..
Semangat
Thor tega banget lu😭😭
Alen's Vy: Wkwk kebiasaan🤣
total 1 replies
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Desmeri epy Epy
lanjut
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Desmeri epy Epy
lanjut thor dobel up dong thor
Alen's Vy: Okeeyy 🤣
total 1 replies
Desmeri epy Epy
lanjut thor
🥀🇹🇼🍁
semangat KK Thor up sampai tamat ya
Alen's Vy: Iyaa💕 tungguin terus ya, makasihh🤩
total 1 replies
Maya Lara Faderik
entah lah
Desmeri epy Epy
lanjut thor dobel up dong thor
Alen's Vy: Besok yakk🤣😅
total 1 replies
Desmeri epy Epy
lanjut thor
🥀🇹🇼🍁
menarik
Alen's Vy: Makasih dukungannya😭💕
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!