NovelToon NovelToon
Titisan Darah Biru

Titisan Darah Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Dendam Kesumat / Ilmu Kanuragan
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mahesa Sura yang telah menunggu puluhan tahun untuk membalas dendam, dengan cepat mengayunkan pedang nya ke leher Kebo Panoleh. Dendam kesumat puluhan tahun yang ia simpan puluhan tahun akhirnya terselesaikan dengan terpenggalnya kepala Kebo Panoleh, kepala gerombolan perampok yang sangat meresahkan wilayah Keling.


Sebagai pendekar yang dibesarkan oleh beberapa dedengkot golongan hitam, Mahesa Sura menguasai kemampuan beladiri tinggi. Karena hal itu pula, perangai Mahesa Sura benar-benar buas dan sadis. Ia tak segan-segan menghabisi musuh yang ia anggap membahayakan keselamatan orang banyak.


Berbekal sepucuk nawala dan secarik kain merah bersulam benang emas, Mahesa Sura berpetualang mencari keberadaan orang tuanya ditemani oleh Tunggak yang setia mengikutinya. Berbagai permasalahan menghadang langkah Mahesa Sura, termasuk masalah cinta Rara Larasati putri dari Bhre Lodaya.


Bagaimana kisah Mahesa Sura menemukan keberadaan orang tuanya sekaligus membalas dendamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat Orang Sesat Tak Terkalahkan

Empat lelaki tua itu menatap bocah yang badannya penuh luka dan memar itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sekilas saja, terlihat bocah ini terlihat sungguh sangat menyedihkan.

"Bocah busuk, darimana asal mu? Mengapa kau bisa sampai kemari hah?!

Jawab jujur, kalau tidak aku akan menguliti tubuh mu untuk kujadikan makanan serigala serigala peliharaan ku", ancam seorang laki-laki tua bertubuh kurus dengan janggut hitam panjang yang hanya mengenakan kain cawat kusam dan baju tanpa lengan dengan warna serupa.

"Eh jangan galak galak sama anak kecil, Serigala Tua...

Ku lihat dia masih muda, pasti dagingnya empuk dan masih perjaka. Kalau begitu kita harus merebusnya hidup-hidup untuk dijadikan obat awet muda. Bukankah itu lebih baik? Hihihi.. ", sahut seorang wanita tua dengan rambut putih tak pernah disisir yang membuatnya nampak menakutkan. Apalagi ditambah dengan bibirnya yang hitam dan tatapan matanya yang seolah-olah ingin memakan orang hidup hidup, membuat bocah kecil Mahesa Sura ini bergidik ngeri.

"Kalian tua bangka bisa-bisanya menakut-nakuti anak-anak. Apa kalian ini anggota wewe gombel hah?! Menjengkelkan..!!

Bocah, jangan dengarkan omongan dua orang sinting itu. Kau ikut aku saja. Ku terima kau sebagai murid. Bagaimana hah?! " , seorang lelaki tua berbadan gempal dengan kepala botak dan kumis seperti kumis tipis dan janggut pendek penuh uban, ikut nimbrung pembicaraan itu.

"Tidak bisa begitu! Aku yang bicara duluan dengan nya, kenapa kau yang malah punya murid. Aku tidak akan membiarkan nya begitu saja", sergah lelaki tua kurus yang bicara paling awal.

" Tidak bisakah kalian mengalah pada perempuan heh bajingan tua bangka?!

Aku saja yang jadi gurunya. Bocah itu akan ku ajari ilmu racun ku biar dia menjadi setan racun selanjutnya hihihihi ", tukas wanita tua itu tak mau kalah.

Adu mulut antara mereka bertiga semakin memanas yang jika tidak dicegah maka pasti akan menjadi pertarungan antara mereka. Maka dari itu, si lelaki tua beralis putih yang sedari tadi hanya diam langsung bicara.

"Apa belum cukup kalian bertiga ribut seperti ini hah?!! "

Mendengar suara itu, keributan antara tiga orang tua itu langsung berhenti seketika. Ini karena ketiga nya sangat menghargai orang tua itu.

"Kakang Basuki, berilah aku keadilan. Si Serigala Tua dan Tangan Besi ingin merebut calon murid ku", perempuan tua itu merajuk lagi, berharap lelaki tua berwajah seram itu ini berpihak kepada nya.

" Tutup mulut mu, Rengganis.. !!

Apa kau pikir aku tak bisa melihat niat mu hah? Kau ingin mewariskan ilmu racun mu itu sambil mencekoki pikiran bocah ini untuk balas dendam pada orang-orang dari Kalingga bukan? Aku tidak setolol yang kau pikirkan.

Sekarang begini saja, biar bocah ini yang tentukan pilihan pada siapa ia akan berguru", mendengar omongan lelaki tua yang disebut dengan nama Basuki itu, tiga orang yang tadi berebut untuk mendapatkan bocah itu langsung unjuk kebolehan.

"Bocah, aku Ki Serigala Awu, Pendekar Cakar Besi. Kalau kau jadi murid ku, aku akan mengajarkan Ilmu Cakar Serigala Besi ku pada mu. Kau bisa membunuh musuh mu dengan cakar mu dengan sekali serangan, mencabik-cabik mereka jadi potongan kecil kecil.

Selain itu aku juga akan menurunkan Ajian Indra Dewa yang akan membuat mu bisa merasakan bahaya dari jarak jauh. Bagaimana heh? Kau mau jadi murid ku kan? ", ujar si lelaki bercawat kusam itu segera.

" Jangan dengarkan omongan nya, Bocah..

Aku Nini Rengganis, Dewi Segala Racun. Jika kau bersedia menjadi murid ku, aku akan menurunkan semua ilmu racun ku kepada mu. Selain Ajian Tapak Wisa, aku juga akan memberimu pusaka Kotang Antakusuma yang membuat mu bisa terbang tanpa sayap. Dengan itu semua, kau akan menjadi pendekar tak terkalahkan ", sahut perempuan tua yang mengaku sebagai Nini Rengganis itu penuh semangat.

" Untuk apa bisa terbang kalau tubuh mu serapuh kayu kering, bocah?!

Lebih baik kau belajar ilmu ku. Tinju Gempur Bumi ku mampu menghancurkan batu dengan sekali pukul. Di tambah lagi aku punya Ajian Lembu Sekilan yang akan membuat tubuh mu kebal dari serangan tangan kosong ataupun ilmu kanuragan. Itu semua akan kau dapatkan saat kau menjadi murid ku, Kebo Kenanga, Si Tinju Maut. Bagaimana bocah? Kau tertarik? ", sergah lelaki tua bertubuh gempal itu sembari sedikit tersenyum.

" Kalau kakek ini bagaimana? "

Ucapan bocah Mahesa Sura ini sontak membuat Serigala Awu, Nini Rengganis dan Kebo Kenanga menoleh bersamaan ke arah lelaki tua beralis putih itu.

"Aku?! Eh aku Ki Kidang Basuki Si Iblis Berjari Perak. Aku cuma orang tua yang tak mau repot mengurus murid. Kau pilih saja diantara mereka yang mau mengajari mu ilmu kanuragan. Aku tidak tertarik untuk mengangkat murid", ujar lelaki tua itu acuh tak acuh.

"Sesepuh semuanya, aku mau menjadi murid kalian bertiga, mewarisi ilmu kalian agar tetap lestari di dunia ini.

Tetapi aku minta satu syarat untuk itu semua", ucap bocah Mahesa Sura segera.

" Apa itu..??! ", tanya Serigala Awu, Nini Rengganis dan Kebo Kenanga bersamaan.

" Aku mau kakek tua ini juga menerima ku sebagai murid nya. Jika tidak, jangan harap aku mau jadi murid kalian bertiga "

Mendengar jawaban bocah Mahesa Sura ini, keempat orang tua itu saling pandang. Pemikiran bocah kecil ini benar-benar diluar bayangan mereka. Meskipun sejujurnya mereka tidak tahu apa yang telah dialami bocah kecil berusia sekitar 10 tahun ini sebelum ia sampai di tempat tinggalnya.

Nini Rengganis menarik mereka bertiga untuk sedikit menjauh dari bocah kecil Mahesa Sura. Sepertinya ia tidak ingin omongan nya di dengar oleh bocah kecil itu.

"Kakang Basuki, kita tidak boleh kehilangan kesempatan untuk memiliki murid. Aku sadar umur ku sudah tidak lama lagi. Satu-satunya penyesalan terbesar dalam hidup ku hanya tak ingin ilmu yang ku miliki akan terkubur bersama ku.

Karena itu aku minta Kakang menyetujui permintaan bocah itu. Aku mohon Kakang ", bisik Nini Rengganis dengan penuh harap. Dua lelaki tua di sebelah nya juga menatap Ki Kidang Basuki penuh harap agar lelaki tua itu bersedia.

Ki Kidang Basuki menghela nafas berat. Selama hampir 10 tahun lebih mereka memang mengasingkan diri dari hiruk-pikuk dunia persilatan di Lembah Embun Upas agar tetap bisa aman di sisa hidupnya. Banyak orang yang ingin mereka mati karena banyaknya tindakan buruk mereka di masa lalu. Lembah Embun Upas di kaki selatan Gunung Kampud memang memberikan perlindungan kepada mereka karena lembah ini sangat berbahaya, penuh dengan tumbuhan beracun dan hewan berbisa yang membuat tak seorangpun yang ingin memasukinya.

Ki Kidang Basuki menatap ketiga orang tua itu sekali lagi seolah ingin meyakinkan hatinya sendiri sebelum membuat keputusan.

"Baiklah, aku bersedia.. "

Wajah Nini Rengganis, Serigala Awu dan Kebo Kenanga langsung sumringah puas mendengar jawaban orang tua itu. Mereka kembali menatap ke arah bocah kecil Mahesa Sura yang masih berlutut di tanah. Kali ini Kebo Kenanga yang bicara.

"Bocah, Kakang Basuki sudah bersedia untuk menerima mu sebagai murid. Maka mulai hari ini kau resmi menjadi murid Empat Orang Sesat Tak Terkalahkan. Kau akan kami didik sehingga menjadi pendekar hebat yang pernah ada".

" Terimakasih Guru sekalian.. ", si bocah kecil Mahesa Sura segera bersujud kepada keempat orang tua itu. Keempat orang tua itu segera mengangguk ringan.

Maka mulai hari itu, si bocah kecil Mahesa Sura pun di didik oleh Nini Rengganis, Serigala Awu, Kebo Kenanga dan Ki Kidang Basuki dengan didikan aneh-aneh mereka.

Pagi ia disuruh Kebo Kenanga mengangkat kayu-kayu besar yang bukan ukuran tubuhnya, sore ia mesti menguatkan jari jemari tangannya di dalam pasir panas bersama Serigala Awu. Sedangkan setelah matahari terbenam si bocah kecil Mahesa Sura harus ikut Nini Rengganis berburu hewan berbisa. Sedangkan Ki Kidang Basuki hanya sesekali memberikan ilmu untuk bocah kecil, saat ia sedang tidak ada latihan dengan mereka bertiga.

Berkat didikan keras itu, Mahesa Sura tumbuh menjadi pemuda yang memiliki tubuh kuat. Otot-otot nya berkembang sempurna, tubuhnya juga perlahan-lahan tumbuh tinggi sempurna.

Tetapi banyak pula suka duka yang ia alami selama berguru pada Empat Orang Sesat Tak Terkalahkan itu. Di tahun keempat ia belajar, Serigala Awu meninggal dunia setelah mewariskan seluruh kemampuan nya pada Mahesa Sura. Pemuda itu sampai menangis sampai bengkak kedua matanya saking sedihnya.

Di tahun ketujuh, giliran Kebo Kenanga yang pergi untuk selamanya. Untung saja ilmu andalannya Ajian Tinju Gempur Bumi dan Ajian Lembu Sekilan sudah diwariskan kepada Mahesa Sura.

Setelah kematian Kebo Kenanga, Ki Kidang Basuki Si Iblis Berjari Perak menjadi lebih giat mendidik Mahesa Sura remaja. Dia khawatir bahwa ia akan mati sebelum bisa mewariskan ilmu ilmu kesaktiannya kepada murid kesayangannya.

"Tahan nafas mu lalu lepaskan saat tenaga dalam mu kau hempaskan, Sura..!! "

Mendengar teriakan Ki Kidang Basuki, Mahesa Sura mengangguk cepat dan menghantamkan tapak tangan kanan nya yang sudah di lambari cahaya merah kehitam-hitaman. Hawa panas menakutkan mengikuti lontaran cahaya merah kehitam-hitaman ini menerabas ke arah pohon randu alas di hadapannya. Dan...

Blllllaaaaaaaaaammmmm..!!!

Kraaaaattaakk bruuuaaakkk..!!!

Pohon randu alas sebesar tubuh manusia itu langsung meledak dan hancur berantakan kemudian roboh. Ki Kidang Basuki manggut manggut senang melihat keberhasilan Mahesa Sura menguasai Ajian Tapak Iblis Neraka yang ia ajarkan.

Sambil berjalan mendekati Mahesa Sura yang masih terpukau dengan keberhasilan nya sendiri, Ki Kidang Basuki Si Iblis Berjari Perak pun berkata,

"Jangan lekas berpuas diri, Sura..."

1
Idrus Salam
Masih menunggu kelanjutan ceritanya

Bukan lagi menunggu waktu berbuka 🤭
Kurniawan Sudrajat
mantap kang ebez
Windy Veriyanti
keberhasilan menumpas pemberontak 👊👊👊
Tarun Tarun
up
pendekar angin barat
selamat hari raya idul Fitri...maaf lahir dan batin
Batsa Pamungkas Surya
menang menang menaaaa@ng
saniscara patriawuha.
gasssssd polllllll maningggg manggg eebbEEzzzzzz....
🗣🇮🇩Joe Handoyo🦅
Nah gitu baru pejantan namanya Singhakerta klo berani duel satu lawan satu 👍
𝒯ℳ: kalo sultan pejantann apa nih
total 1 replies
Ali Khadafy
penasaran ama tawaran Larasati
Ali Khadafy
sekali-kai bikin cerita yg MC nya kocak to kang ebez biar ga tegang trs
🦋⃟ℛ⭐Wangky Tirtakusumah⭐🦋ᴬ∙ᴴ
Kapayunan ka Kang Ebez sareng para wargi sobat penggemar karya-karya Kang Ebez, abdi ngahaturan wilujeung boboran Iedul Fitri 1446H.
Mugi urang sadaya dipaparin kasalametan dunya sareng akherat, kabarokahan rizki sareng yuswana.
Aamiin. Yaa Robbal Aalamiin.. 🤲🏽🙏🌹💐
🦋⃟ℛ⭐Wangky Tirtakusumah⭐🦋ᴬ∙ᴴ: Sami-sami Kang Ebez. 🙏
Ebez: aamiin ya rabbal alamin Kang Wangky 🙏🙏
Nuhun nya 😁😁
total 2 replies
Windy Veriyanti
tinggal dua racun lagi yang ditumpas...
Ebez: hehehe assiiiaaaappp kak Windy 🙏🙏😁😁
total 1 replies
pendekar angin barat
selamat hari raya idul Fitri Thor dan semua pembaca
Ebez: hehehe terimakasih bang Pendekar 😁😁🙏🙏
total 1 replies
🗣🇮🇩Joe Handoyo🦅
Yang jelas bukan Dewi Sambi yang ngajarin Ajian Tapak Wisa 😁
Ebez: hehehe itu jelas bang Joe 🙏🙏😁😁
total 1 replies
saniscara patriawuha.
dengannnn tulisan yangg samaaa manggg eeBbezzzzz,,,
Ebez: apa itu kang Saniscara? 🙏🙏😁😁
total 1 replies
Tarun Tarun
slmt idul Fitri jg kg ebez minal aidin wal fa idzin jg.
SMG upnya jgn di tunda trs
Ebez: hehehe iya bang Tarun 🙏🙏😁😁
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
rasakan pendeitaamu sisa murid dewi upas
Ebez: hehehe assiiiaaaappp bang Batsa 😁😁🙏🙏
total 1 replies
Windy Veriyanti
Dipati Kalang...kabut...musnah dari peredaran
Ebez: hehehe iya tuh kak Windy 🙏🙏😁😁
total 1 replies
pendekar angin barat
makasi kang
Ebez: sama-sama kang Pendekar 🙏🙏😁😁
total 1 replies
Ali Khadafy
penasaran ama gunung pegat,,,apa bener gunung pegat tu nama aslinya sejak dulu..ato nama baru karena di belah di jadikan jalan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!