Ayana Gadis Remaja yang Cantik, selalu Ceria dan sangat Cerdas berusia 16 Tahun baru lulus SMA, bercita-cita menjadi Seorang Dokter.
Ayandra Gunawan adalah Seorang CEO di Perusahaan Anawa Grup berusia 28 Tahun yang sangat Tampan, Mapan, Angkuh, Dingin dan sedikit Arogan
Sampai suatu hari, Ayandra dan Ayana mereka terpaksa harus Menikah Karena sebuah Kesalahan.
Sebelum Pernikahan terjadi, Ayana harus menandatangani surat Perjanjian Kontrak Pernikahan yang di berikan oleh Ayandra.
Ayandra maupun Ayana tidak menginginkan Pernikahan ini, karena Ayandra sudah mempunyai Kekasih sementara Ayana masih ingin melanjutkan Pendidikannya untuk menjadi Seorang Dokter.
Akankah Pernikahan mereka tetap BERTAHAN, setelah Ayana memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan Ayandra, dan Ayandra memutuskan untuk bertunangan dengan Kekasihnya yang sempat tertunda...
Ataukah Ayana akan mendapatkan Cinta yang lain dan memutuskan untuk memiliki hubungan yang baru, dan Ayandra malah akan semakin Mencintai tunangannya.
Jika ingin mengetahui jawabannya, ayo BACA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 20
Setelah makan malam, Ayandra langsung masuk keruang kerjanya untuk memeriksa beberapa laporan, karena rencananya Minggu depan mereka akan keluar Negeri untuk beberapa hari ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan disana, tapi belum lama Ayandra memeriksa berkas yang menurutnya perlu di perbaiki, Dia terlihat tidak fokus dengan sesekali melirik jam di tangannya dan juga sesekali keluar ruangan hanya untuk menanyakan kepada para pelayan kalau Reyhan dan Ayana sudah pulang.
Ayandra berpesan pada para pelayan jika Reyhan dan Ayana sudah pulang agar segera memberitahukannya, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi Reyhan dan Ayana belum juga pulang, Ayandra sangat kesal di buatnya.
Ayandra memutuskan untuk menunggu mereka di ruang keluarga sambil mengerjakan pekerjaannya, sekarang ia sedang memangku laptopnya karena memang masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan. Sekarang sudah menunjukkan pukul 12 malam tepat, Reyhan dan juga Ayana masih juga belum pulang.
Ayandra semakin kesal 'kemana mereka, jam segini belum pulang, awas saja nanti kalau pulang akan ku hukum kalian.' gumam Ayandra kesal, Ayandra bisa saja menghubungi Adiknya tapi karena Ego yang tinggi Dia enggan melakukannya. Sementara di rumah Puput mereka sedang Asyik mengobrol dan bernyanyi karena tadi Rolan membawa gitarnya, mereka sampai lupa waktu.
"Mamp**s Kita Rey, ini udah jam 12." kata Ayana panik sambil melihat jam tangannya
"Oh iya, bisa dimarahin Kita sama kak Ayan, karena terlambat pulang." kata Reyhan yang ikut panik, karena tadi sebelum mereka keluar rumah Ayandra sudah memberi tahu agar mereka tidak terlambat pulang.
Sebenarnya Ayandra tidak ingin melihat Adiknya dan Ayana selalu dekat, makanya tadi Ayandra sempat melarang Ayana untuk tidak ikut Reyhan dengan alasan, Ayana ingin mengerjakan sesuatu di kamarnya, tapi Ayana mengatakan bahwa Dia bisa mengerjakannya besok, dan Reyhan juga berjanji akan cepat pulang, terpaksa Ayandra mengizinkan mereka dengan catatan mereka harus cepat pulang.
"Sya loe ikut Kami aja." ajak Ayana
"Terimah kasih Baby, tapi gue mau nginep di sini, gue udah izin ke Ayah." kata Kesya tersenyum karena memang mereka berdua dulu sering menginap di rumahnya Puput begitupun sebaliknya, jadi Ayahnya mengizinkan Kesya untuk nenginap
"Loh kok, loe nggak bilang ke gue Sya! tau gitukan gue juga bisa minta izin untuk nginep disini." kata Ayana manyun
"Loe kan udah punya Laki, mana boleh, nanti Laki loe marah lagi ke Kita, hehe." kata Kasya tertawa
"apaan sih loe Sya, jahara deh." kata Ayana tersenyum
"udah yuk Beb cepet, Kita udah melanggar janji ni." kata Reyhan khawatir takut di hukum
"Iya, iya tunggu sebentar." kata Ayana
"Kami pulang ya gais, kata Ayana sambil memeluk ketiga sahabatnya dan memberikan cipika cupiki untuk ketiganya 'maafin Ayana ya gais, Ayana akan ninggalin kalian, tanpa memberi tahu terlebih dulu, karena Ayana nggak mau nyusahin kalian lagi.' batin Ayana, tanpa Ayana minta air matanya dengan sukarela turun membasahi pipinya
"Loh Beb, kok loe nangis?" tanya Rolan karena melihat air mata Ayana
"Iya nih, nggak tau kenapa gue melow belakangan ini." kata Ayana sambil menghapus air matanya dan berusaha tersenyum untuk ketiga sahabatnya
"Loe nggak ada masalahkan Ay?" tanya Kesya melihat manik mata Ayana menyelidiki
"Iya nggak lah Sya, apaan sih, yaa udah Kami pulang duluan ya gais." pamit Ayana
"Kami duluan ya, bye." pamit Reyhan
"Sampai ketemu 5 tahun kemudian, hehe." canda Ayana kecoplosan
"Apaan sih loe Ay bercanda mulu deh." kata Puput tersenyum
"hehe, maaf love you gais." kata Ayana tersenyum 'berat banget harus pisah ama kalian semua, doain Ayana semoga gue dapat Melawati hari-hari gue tanpa kalian.' batin Ayana menangis
- - - - -
Sesampainya di mansion waktu sudah menunjukkan pukul 12.45, di dalam terlihat gelap hanya lampu tamaram yang di biarkan menyala karena Ayandra sengaja memadamkan lampu, Reyhan dan Ayana masuk dengan cara berjalan mengendap-endap agar tidak ada yang mendengar langkah mereka, belum sampai mereka menaiki tangga, mereka di kagetkan dengan lampu yang sudah menyala.
"Kalian berdua, kenapa berjalan seperti penc**i?" tanya Ayandra dengan suara dingin
"hehe, Kami tidak ingin membangunkan yang lain jika berlari." kata Ayana tertawa garing 'ngapain sih Dia masih nungguin Kami, duh gimana caranya ya agar gue nggak kena hukuman, ayo dong otakku yang cerdas bantuin gue.' gumam Ayana dalam hati
"Ini sudah jam berapa? kalian terlambat." kata Ayandra
"Emm, maafin Kami ya Kak, Kami Asyik mengobrol sampai lupa waktu." kata Reyhan menundukkan kepalanya merasa bersalah
"Jadi kalian menyadari kesalahan yang kalian buat?" tanya Ayandra tersenyum licik
"Iya Kak, Kami sadar." kata Reyhan takut
"Berarti kalian berdua, siap menerima hukuman dari Kakak." kata Ayandra melihat Ayana 'awas Kamu gadis kecilku, Kamu akan menerima hukuman dariku karena sudah berani melawan perintahku.' gumam Ayandra dalam hati
"Apa, hukuman! mana bisa seperti itu." kata Ayana tidak terimah
"Baby, biarin kak Ayan menghukum Kita, hukumannya nggak berat kok, dari pada nantinya Kita tidak akan di izinkan keluar lagi." kata Reyhan pelan merayu Ayana yang masih di dengar Ayandra agar Ayana tidak membantah lagi
"Loe aja yang di hukum, gue mah ogah." kata Ayana dengan suara pelannya yang seperti di lakukan Reyhan kepadanya
"Kenapa berbisik? apa kalian keberatan?" tanya Ayandra dengan senyum liciknya
"Rey nggak keberatan kok Kak." jawab Reyhan
"Kalau Kamu?" tanya Ayandra melihat Ayana
"Keberatan! iyaa nggak lah, tapi kalau lari boleh juga." kata Ayana langsung berlari secepat kilat menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar lalu mengunci pintu kamarnya
'Huh, selamat. Bodoh amat deh kalau si Om-Om galak itu marah ke gue, toh Dia juga udah nyakitin gue tadi, anggap aja Kami impas walau yang gue lakuin tidak seberapa dengan apa dia lakuin tadi, membayangkannya saja hati gue ngilu. Gue nggak bisa ngebayangin deh kalau gue sampai kena hukum tadi, nasib gue bisa seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula dobel dong sakitnya hehe..,untung gue punya otak cerdas jadi gue terhindar dari hukuman. Gimana nasib si Reyhan ya? maaf ya Rey, bukannya gue nggak setia kawan tapi gue males berurusan ama tuh Om-Om galak. gumam Ayana tersenyum
Sementara Ayandra yang tidak siap akan tingkah Ayana yang berlari begitu saja, tidak siap untuk mengejar Dia hanya menggelengkan kepala dan tersenyum akan tingkah nakal Istri kecilnya, Reyhan tidak mendapat hukuman apapun dari Kakaknya, Ayandra hanya mengatakan agar Reyhan tidak mengajak Ayana jika ingin keluar menemui teman-temannya untuk satu bulan kedepan, dan Reyhan menyetujuinya karena menurut Reyhan itu hak Kakaknya sebagai Suami Ayana.