NovelToon NovelToon
Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Romantis
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: viole

Nama Cahaya Mirwa Pelangi, biasa dipanggil Pelangi usia 20 tahun, seorang gadis yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja, hidupnya nampak aneh karena dihadapkan oleh tuan muda yang kaya raya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viole, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Jam 12.00 siang

" Don mau gak temenin gue? " kata Pelangi yang sudah berdiri di depan meja Doni.

Ia bermaksud mengajak Doni agar menemaninya pergi ke kantor besar Zarow untuk mengambil ponsel miliknya yang di bawa oleh Zarow.

" kemana? " tanya Doni singkat sambil melihat kearah Pelangi.

Ia terpaksa harus pergi ke kantor Zarow siang ini demi mengambil ponsel miliknya meskipun ia yakin bertemu dengan Zarow tak semudah yang ia bayangkan karena sebagai seorang atasan ia pasti sangat sibuk setiap harinya.

" ah gak jadi deh " katanya mengurungkan niatnya & kembali ke meja kerjanya sendiri lagi.

" gak jelas banget sih, di tanya mau kemana malah ngambek " sungut Doni.

Pelangi menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar Doni yang ngedumel sendiri berpikir jika dirinya ngambek karena Doni malah bertanya balik padanya saat ia mengajak Doni pergi.

" Astaghfirullah, sapa yang ngambek sih? " istighfar Pelangi & menjawab dengan lembut.

Doni yang mendengar Pelangi mengucapkan kata-kata istighfar langsung tersenyum memperlihatkan sederetan giginya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

" gue kira lo baper gara-gara gue nanya lo mau ngajak gue kemana " kata Doni lagi.

" ckckck " decak Pelangi sambil menggelengkan kepalanya kembali.

" tapi serius deh, lo tadinya mau ngajak gue kemana? " tanya Doni penasaran.

Kini giliran Doni yang datang mendekati kearah meja Pelangi untuk memastikan jawaban dari pertanyaannya, ia sangat ingin tahu mengapa setelah meminta dirinya untuk menemaninya, temannya tersebut justru mengurungkan niatnya untuk pergi.

Ia melihat kearah Doni yang sudah gantian berdiri di sudut mejanya sambil menaik-naikan alisnya & tersenyum sangat ingin tahu jawaban dari pertanyaannya, ia hanya mendengus mengeluarkan nafas kasarnya karena bimbang.

" gue mau tanya dulu sama lo Don " Pelangi berpikir untuk meminta pendapat Doni soal ponsel miliknya.

" soal apa ini?, soal lamaran lagi?, kan udah gue bilang terima aja sih, lo mah kebanyakan mikir Ngi, tar kalo lo tolak lo yang nyesel " jawab Doni panjang lebar sok tau.

Reflek Pelangi menepuk jidatnya karena kata-kata Doni, temannya tersebut sangat percaya diri dengan apa yang di katakan saat ini, seolah ia berpikir jika saat ini Pelangi akan bertanya kepada Doni perihal lamaran kembali.

Melihat Pelangi yang menepuk jidatnya Doni berpikir jika apa yang di katakan nya tadi adalah salah, jiwa sok taunya yang menggebu-gebu ternyata salah praduga.

" salah ya? " tanyanya lagi sambil meringis kembali & garuk-garuk kepala.

" lo tuh kalo temen mau ngomong mbok ya di dengerin dulu, belum juga gue kasih tau apa yang mau gue tanya lo udah nyerocos aja " kata Pelangi

" ok, sekarang gue diam, lo mau tanya apaan?, buru " kata Doni sambil bersedakep.

Doni kini sudah siap mendengarkan Pelangi yang akan akan bertanya dengannya, melihat Pelangi membuang nafas kasarnya Doni tau jika saat ini temannya tersebut sedang gusar.

" Don kalo lo punya barang penting, terus barang itu kebawa orang yang gak seberapa lo kenal tapi lo tau orang itu & dimana saat ini orang itu, lo bakal ngapain? " tanya Pelangi panjang lebar.

" gue ambil lah, lo cuman mau nanya ini doang nih dari tadi, mau nanya ginian doang muka lo keliatan gundah gulana gitu Ngi, dah kaya orang nahan boker tapi gak keluar-keluar sedangkan perut udah melilit banget rasanya " panjang lebar Doni berbicara sambil berkacak pinggang, " ckckckck, Pelangi, Pelangi " kata Doni lagi sambil berdecak & menggelengkan kepalanya.

Doni benar-benar tak mengerti mengapa temannya tersebut wajahnya sangat gusar hanya karena ingin menanyakan hal tersebut kepadanya, Doni berpikir jika saat ini kemungkinan barang milik Pelangi sedang dibawa seseorang yang tak seberapa ia kenal & ia bingung harus bagaimana.

" barang lo yang di bawa orang Ngi?, apa? " tanya Doni lagi.

" Hp " jawab Pelangi singkat.

Ia lalu menepuk jidatnya reflek mendengar jika ponsel milik Pelangi lah yang saat ini sedang di bawa seseorang entah siapa orang tersebut, Doni sangat tahu jika temannya ini tak pernah seteledor ini sebelumnya.

" ayo kita ambil hp lo, gue temenin kalo lo takut gue tar yang minta " kata Doni yang sudah berjalan menarik lengan baju Pelangi.

Pantas saja pikirnya sedari semalam ia menghubungi Pelangi & mengiriminya pesan WhatsApp tak kunjung di balas oleh tamnnya tersebut, ternyata ponsel temannya tersebut sedang di bawa oleh seseorang, entah bagaimana caranya ponsel miliknya bisa berada di seseorang yang ia juga tak tau siapa orang tersebut.

Ia mulai berpikir mungkin saja saat berada di rumah sakit kemarin lah ponsel milik Pelangi tertinggal karena terlalu sibuk mungkin saja ia melupakan ponsel miliknya & pada saat ia sadar ternyata ponsel miliknya tertinggal & dibawa seseorang.

Merasa lengan bajunya ditarik oleh Doni ia pun hanya bisa berjalan mengikuti Doni yang melangkah kearah luar kantornya menuju arah parkiran, Pelangi menepuk jidatnya reflek mengingat temannya tersebut tak mengetahui dimana mereka akan mengambil ponsel miliknya.

Doni telah mengendarai motor miliknya menjauh dari kantornya dengan membonceng Pelangi menuju arah rumah sakit, kebetulan saat ini sedang jam istirahat sehingga mereka berdua memiliki waktu untuk pergi sebentar saja.

Selama di perjalanan Pelangi hanya diam saja tak bersuara atau mengetakan sepatah katapun tak seperti biasanya temannya ini terlihat lebih pendiam dati sebelumnya, mungkin saja ia khawatir jika ponselnya tak akan kembali padanya lagi.

Doni menggelengkan kepalanya, di jaman yang serba susah seperti saat ini siapapun akan berbuat nekat & tak jujur apalagi mengingat saat ini susah mendapatkan penghasilan untuk biaya hidup karena banyaknya PHK besar-besaran.

" kalo hp lo keburu gak balik lo harus ikhlas ya Ngi, mungkin orang yang ngambil lebih membutuhkan, apalagi korona-korona gini Ngi, ambil aja hikmahnya lo jadi beli yang baru, lagian hp lo juga udah lama banget kan " Doni berusaha menasehati Pelangi agar ikhlas.

Ia hanya diam saja mendengarkan kata-kata Doni, lagi-lagi ia menggelengkan kepalanya karena omongan Doni yang terkesan sok tau lagi, entah apa yang pikirkan Doni saat ini sehingga bisa berbicara seperti itu.

" Stop Don " kata Pelangi yang menyuruh Doni untuk stop.

Mereka berdua telah berada di depan gerbang induk perusahaan yang dipimpin oleh Zarow, Pelangi yakin jika saat ini Zarow berada di gedung tinggi tersebut.

" rumah sakit kan masih jauh Ngi, ngapain stop disini? " tanya Doni.

" rumah sakit?, emang kita mau ngapain ke rumah sakit Don? " tanya Pelangi tak mengerti dengan yang dibicarakan Doni.

" ambil hp lo lah, ini ngapain stop disini? " jawab Aldo seraya bertanya kembali.

Pelangi menepuk jidatnya reflek lagi, sedari tadi ia memang tak mengatakan kepada Doni jika ponselnya berada dimana, ternyata sedari tadi Doni mengira jika ponselnya tertinggal di rumah sakit & sedang dibawa oleh seseorang.

" sorry ya Don tadi gak ngasih tau, hp gue ada disini nih, tapi gue gak yakin bisa ketemu gak sama yang bawa hp gue " jelas Pelangi.

" Astaghfirullah, gue pikir hp lo ketinggalan di rumah sakit, kenapa gak bilang sih dari tadi, tapi lo tau kan siapa yang pegang hp lo sekarang? " tanya Doni kembali.

Pelangi hanya memanggutkan kepalanya sambil melihat kearah Doni yang saat ini juga melihat kearahnya. Dilihatnya gedung berwarna biru yang menjulang tinggi yang berada tak jauh dari hadapannya, kebetulan gedung induk perusahaan Zarow masih satu jalur dengan rumah sakit namun letak rumah sakit lebih jauh dari perusahaan Zarow.

" ya udah ayo? " ajak Doni.

" tapi gue gak yakin bakal bisa ketemu orangnya " ragu Pelangi.

Reflek Doni menepuk jidatnya gantian, ia lalu menggelengkan kepalanya melihat kearah Pelangi yang hanya diam terpaku melihat kearah gedung biru yang menjulang tinggi tersebut.

" ya udah sih kita tinggal ngomong sama resepsionisnya, gitu aja kok ribet, lo tau kan siapa nama orang yang mau kita temuin ini? " tanya Doni lagi setelah memberikan ide.

Ia hanya mengeluarkan nafas kasarnya sambil melihat kearah Doni kembali, jelas ia tau siapa nama orang yang memegang ponsel miliknya, hanya saja ia tak yakin bisa menemui Zarow.

Ia yakin tak segampang itu bertemu dengan pemimpin perusahan terbesar seperti ini, pastilah ada prosedur-prosedur tertentu sebelum bertemu, misalnya membuat janji terlebih dahulu di jauh-jauh hari.

" ya udah ayo sih, kok malah bengong " ajak Doni.

Melihat Pelangi yang masih terbengong-bengong Doni langsung mengajak Pelangi untuk masuk menuju gerbang perusahaan tersebut, di pintu gerbang ada dua orang sekuriti yang menjaga.

Sekuriti tersebut tak seberapa mempersulit mereka untuk masuk kedalam gerbang karena mereka berdua memakai seragam Satpol, beruntung pikir Doni tak mendapatkan kesulitan.

Sambil terus berjalan menuju arah gedung sambil beriringan dengan Pelangi ia tersenyum yakin jika bisa bertemu dengan orang yang membawa ponsel milik Pelangi.

Setelah masuk kedalam pintu gedung tersebut Pelangi & Doni segera menuju arah resepsionis, sudah ada dua wanita yang duduk di sana dengan menggunakan masker melihat kearahnya & Doni yang mendekat kearah mereka.

" selamat siang mas, mbak, ada yang bisa kami bantu? " tanya salah satu resepsionis tersebut.

" iya mbak kami mau ketemu seseorang " jawab Doni, " siapa Ngi namanya? " tanya Doni melihat kearah Doni.

" pak Zarow " kata Pelangi pelan kepada Doni.

Pelangi menyebutkan nama Zarow pelan di dekat telinga Doni seraya berbisik sehingga hanya ia & Doni saja yang dapat mendengar suaranya.

" Pak Zarow " singkat Doni pada resepsionis " apa pak Zarow? " ulang Doni lagi kaget menghadap kearah Pelangi setelah mengingat nama tuan muda Zarow.

Ia sangat kaget tak menyangka karena saat ini ternyata orang yang akan mereka temui adalah pemilik perusahaan tersebut yang tak lain adalah tuan muda Abrisam Zarow Abqari atau yang biasa di panggil tuan muda Zarow, reflek Doni menepuk jidatnya kembali.

Entah ini sudah yang ke berapa kalinya ia menepuk jidatnya, Doni lalu menarik Pelangi agak menjauh dari meja resepsionis sambil memanggutkan kepalanya kepada dua resepsionis yang nampak heran melihat mereka berdua saat ini.

" Ngi lo gak salah orang kan?, lo tau kan pak Zarow itu siapa?, atau gini deh gak mungkin di perusahaan ini ada orang yang namanya sama kaya pemilik perusahaan ini " cerocos Doni pelan.

Ia mulai memastikan pada Pelangi jika temannya tersebut sebenarnya tak salah orang meskipun ia tau jika tak ada lagi orang lain di perusahaan tersebut yang memiliki nama yang sama dengan tuan muda Zarow, bagi Doni tak masuk akal ponsel milik Pelangi bisa ada bersama tuan muda Zarow saat ini.

Ditatap Doni seperti ini Pelangi hanya mampu mengeluarkan nafas kasarnya kembali, sedari tadi ia juga sudah berpikir jika tak akan mudah untuk menemui Zarow, tetapi Doni malah menariknya masuk padahal ia belum menjelaskan siapa orang yang akan ia temui & mengapa ponselnya bisa dibawa oleh Zarow.

" gak Don, gue gak salah orang emang hp gue sama pak Zarow " jawabnya.

" kok bisa? " tanya Doni lagi singkat.

" ceritanya panjang Don " jawab Pelangi lagi.

Doni hanya menatap kearah lain tak habis pikir, jelas saja ia & Pelangi tak akan bisa mengambil ponsel tersebut karena sudah pasti mereka berdua tak segampang itu bisa menemui atasan dari perusahaan tersebut.

" lo tau kan gak gampang ketemu sama pemimpinnya perusahaan ini? " tanya Doni.

" ya gue tau Don, makanya tadi gue ragu, lo sih belum gue jelasin main tarik masuk aja " kata Pelangi membela diri.

Kini giliran Doni yang membuang nafas kasarnya mendengar kata-kata Pelangi, ini semua memang karena kesalahannya yang tak mendengarkan cerita Pelangi dengan jelas terlebih dahulu malah justru sok tau & mengambil kesimpulan yang tidak-tidak.

" jadi gimana nih? " tanya Doni

" ya coba aja, lagian tadi kita udah ngomong ke resepsionis, itu juga resepsionisnya lagi nungguin kita kayaknya soalnya ngeliatin kita terus " jawab Pelangi panjang lebar.

Mereka berdua lalu berjalan kembali mendekat kearah resepsionis setelah berdebat panjang lebar, Pelangi tak begitu berharap bisa bertemu dengan Zarow karena ia tau pasti tak akan diijinkan.

" jadi gimana mba?, bisa gak ketemu pak Zarow nya? " kini giliran Pelangi yang bertanya pada resepsionis tersebut.

" maaf ya mba sesuai dengan prosedur perusahaan kami, kalo mau ketemu atasan kami harus buat janji jauh hari jadi bisa di jadwalkan " jawab salah satu resepsionis tersebut.

Ia menoleh kearah Doni yang saat ini juga menoleh kearahnya, tanpa berkata apa-apa Doni hanya diam melihat kearah resepsionis kembali.

" oh ya udah mba, kalo gitu terimakasih atas infonya ya " kata Pelangi & berjalan menjauh dari meja resepsionis.

Mereka berdua berjalan pelan masih beriringan, tak terlihat wajah kecewa Pelangi saat ini karena Doni yakin ia sudah tau sebelumnya jika sangat mustahil bisa menemui Zarow dengan mudah, saat menoleh kearah lain Doni melihat seseorang yang amat sangat ia kenal dari kejauhan.

" eh Ngi itu kayaknya mantan lo deh " kata Doni sambil menunjuk kearah Satria yang baru saja keluar dari pintu lift.

Pelangi melihat kearah tangan Doni tertuju, benar saja terlihat Satria yang tak mengenakan maskernya berjalan bersama seorang pria dewasa yang usianya dibawah dari ayahnya. Ia & Satria dulunya adalah sepasang kekasih sebelum ia hijrah & memutuskan untuk tak lagi berpacaran.

Ia & Satria cukup lama berpacaran sekitar satu tahun sampai akhirnya Satria lebih memilih untuk bersama dengan wanita idaman lainnya yang tak lain adalah sepupu Pelangi sendiri yaitu Adriana, setelah menerima kenyataan perselingkuhan mereka Pelangi berusaha memaafkan & tak menyimpan dendam kepada mereka berdua.

Setelah kejadian itu ia tak pernah mendengar kabar Satria & Adriana sampai akhirnya hari ini ia melihat Satria kembali di perusahaan milik tuan muda Zarow.

1
Jumadin Adin
ku pikir sdh end krn lama pake banget
Wahyu Dili P. Purniyawati
Luar biasa
Miranda Diponegoro
tolong lanjut donl
Miranda Diponegoro
lanjut
Nuranie Bageur
lankiut
Nuranie Bageur
lanjuut
Nuranie Bageur
menarik bagusss lanjuuuut upnya yng banyak
Nuranie Bageur
lanjuut
Yaris
ya Allah akhirnya ada lanjutanya kirai dah nggak lanjut
othor boleh nanya gak sihh... othor orang kalimantan ya?
maaf ya thor bukan nya sok sok an gitu.. tapi lebih baik kalau nya yg muda itu gak usah pake bahasa elu gue ke yang lebih tua.. ya gak nape² juga sih ya pake elu gue.. tapi rasa gimana gitu ya.. maaf ya thorrrr maafffff🙏🙏
langsung ke inget si rumana ehhhh.. kalo gitu visual zarow nya bang roby aja dehh (tukang bubur naik haji) 😅
Irni Yusnita
bagus 👍
Syahrizal Bento
m
Hartini Bayu Pratama
lanjut thor
Hartini Bayu Pratama
Luar biasa
✨Nak Rank Malayu✨
tetap semangat kak,d tunggu kelanjutannya💪🏻💪🏻
Adriana Gitsa
tetap semangat nulis ya Thor 💪🤗
Dwi Purwati
lanjut kak....
Asyatun 1
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!