Aku tidak menduga, Suami yang aku cintai selama ini ternyata bermain gila di belakang ku,
Rumah tangga ku yang kubangun dengan kokoh, harus hancur karena datangnya orang ke tiga dalam rumah tangga ku,
Dia berhasil merebut suami ku,
dan sampai dengan tega nya dia juga membuat ku harus berpisah,
penceraian yang tidak pernah aku fikirkan, tapi sekarang aku harus menerimanya.
Dan sayangnya..
Di saat aku ikhlas berdamai dengan keadaan, mencoba melepas semuanya, memulai hidup yang baru,
Cobaan datang kembali saat aku mengetahui aku hamil anak dari suamiku.
Haruskah aku menggugurkannya..???
Atau harus menerima semua ini dan melupakannya lagi..???
TIDAKKKK...!!!!
Aku bukan tuhan yang mempunyai sabar yang tinggi..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
"Siapa yang memasak ini," tanya Davis, mereka sedang menikmati makan malam saat ini,
Davis menikmati masakan cerry, walau hanya capcay seafood, ayam goreng, sambal, dan lalapan, tapi itu menggugah selera makan Davis,
Leo yang ikut makan bersama mereka juga merasakan giliran yang sama dengan Davis, tapi dia tidak banyak tanya dan hanya menikmati makan malam yang enak itu..
"Itu masakan kakak cantik dad," jujur maudi, Davis langsung menatap kearah cerry, yang langsung ditatap balik dengan cerry
"Kau yang memasaknya..???" kata Davis meremehkan, Davis tidak yakin cerry bisa memasak, apalagi masakan yang seenak ini..
"Tidak, aku membelinya, bila tidak suka silakan minta koki anda menyiapkan sendiri makan malam untuk anda," cetus cerry
Davis sedikit kesal karena cerry selalu saja bisa membuatnya kesal, Davis hanya diam, dia tidak mau membuat anaknya nanti takut padanya,
"Tidak usah, saya sudah lapar, bila menunggu makanan baru akan lama nanti," bohong Davis, masakan cerry memang enak, tapi Davis tidak mau menunjukkannya
Hanya suara sendok dan garpu yang ada di ruangan itu, maudi juga sudah menghabiskan makannya, sekarang anak itu tinggal menunggu cerry selesai makan untuk menemani dia tidur,
"Kakak, maudi mau bobo," ucapan Maidi mengalihkan tatapan mereka yang tadinya mengarah kepiting masing masing, sekarang tatapan mereka mengarah kearah maudi,
"Ayokkk, kakak antar kamu naik keatas," cerry langsung berdiri dan menggendong maudi, tapi sebelum pergi Leo langsung buru buru mengambil maudi agar cerry tidak berat,
"Biar saya saja nona," kata Leo lalu mengambil maudi, Davis yang melihat itu sedikit kesal karena Leo dan cerry seperti sepasang suami istri sekarang dalam fikirannya,
"Tidak papa, maudi tidak berat kok," jawab cerry
"Biarkan Leo mengantarkan maudi kekamarnya, kamu ikut keruangan saya," perintah Davis, davis langsung berdiri dan mengakhiri makannya juga
cerry terpaksa memberikan maudi kepada Leo, tapi belum sempat Leo mengulurkan tangan, maudi sudah memeluk cerry dengan erat, lalu menangis
"Tidakkk,.. kakak cantik jangan pergi lagi.." kata Maudi memeluk leher cerry, cerry kasihan, tapi cerry harus pulang karena sudah terlalu malam,
"Maudi sama uncle Leo dulu ya sayang, besok kakak janji datang lagi kesini," bujuk cerry, tapi maudi menjawab dengan gelengan kepala
"Maudi..." sekarang Davis memanggil maudi dengan sedikit penekanan, agar maudi tidak mempersulit cerry
"Janji.." ucap maudi dengan memberikan jari kelingkingnya kearah cerry, dan langsung dikaitkan dengan jari kelingking milik cerry, "janji.." jawab cerry
Akhirnya maudi mau melepaskan pelukannya dan langsung pindah keleo, memang tidak ada pengasuh untuk maudi, Davis lebih suka mengasuh maudi sendiri, bukan tidak sanggup menggaji pengasuh atau baby sister, tapi Davis tidak percaya siapa pun menjaga maudi kecuali orang orang kepercayaannya seperti Leo dan pak Hendra,
"Ikut saya.." ucap Davis saat maudi dan Leo sudah naik kelantai dua, cerry langsung tersadar dan menganggukkan kepalanya mengikuti Davis,
Setelah sampai di ruangan kerja Davis, Davis langsung melemparkan map perjanjian kearah meja,
"Baca dan tanda tangani.." perintah Davis
cerry mengambil map itu dan membukanya, di dalam map itu terdapat kertas yang tertulis surat perjanjian,
******
...SURAT PERJANJIAN...
Tanggal 32,
Bulan 13,
Tahun 9999.
*Pihak pertama • Davis Jordan
*Pihak kedua • Cerry Adamson
Dengan ini menyatakan surat perjanjian ini membuktikan sebenar benarnya tanpa ada pemaksaan didalamnya dan disetujui oleh kedua belah pihak dengan saksi Leo Kenan sekertaris dari Davis Jordan,
Perjanjian 1,
*Pihak pertama akan mengabulkan untuk membuka kembali atau menghapus data pihak kedua dari daftar karyawan dan akan menghapus datanya dari Block hitam perusahaan, serta akan memberikan pekerjaan untuk pihak kedua,
Perjanjian 2,
*Pihak kedua harus selalu menuruti perintah pihak pertama, bila pihak kedua melanggar peraturan, pihak kedua harus membayar pinalti sebesar 100 juta kepada pihak pertama
Perjanjian 3,
*Kata kata pihak pertama selalu benar, bila ada salah kembali lagi keperjanjian 3.
Tanda tangan kedua belah pihak
******
Begitulah isi surat perjanjian itu, cerry mengernyitkan keningnya, entah apa cerry yang b*d*h atau Davis yang ingin mengambil kesempatan dalam kesalah cerry,
"Saya tidak mau menandatangi ya," kata cerry menyerahkan map itu kembali kehadapan Davis
"Sayangnya saya tidak terima penolakan," Jawab Davis
"Kau..." Kata cerry menahan kesal, "Aku setuju, tapi hapus perjanjian ketiga," sambung cerry lagi, cerry harus sabar menghadapi Davis, bukan takut, Davis memegang kartu AS nya dan cerry tidak berkutik karena itu,
"Sayang nya saya juga tidak terima kata "tapi" disini, Tanda tangani atau aku akan menghancurkan perusahaan peninggalan kedua orang tua kamu," ancaman Davis, Davis berharap dengan mengancam cerry dia akan lebih menurut kepadanya,
Cerry langsung terdiam, walaupun dia tidak yakin akan mendapatkan kembali perusahaan orang tuanya, tapi cerry juga tidak rela bila perusahaan yang dibangun oleh orang tuanya harus hancur,
Leo hanya berdiri didepan ruangan Davis, tidak ingin masuk dan tidak ingin menguping pembicaraan tuannya, Leo percaya bos nya walaupun kejam diluar tapi masih ada kebaikan dihatinya,
"Bagaimana..???" kata Davis lagi bertanya kepada cerry
"Hehh.. apa anda tidak malu tuan, demi menjatuhkan seorang wanita lemah dan miskin seperti saya, anda bahkan rela mengancam saya, dan didalam perjanjian ini tertulis tidak ada pemaksaan sedikit pun, tapi yang saya lihat, anda bahkan menghalalkan seribu cara untuk menjatuhkan saya,"
cerry sekali lagi harus menelan kepahitan,
Menangis.. tidakk.. cerry sudahlelah dengan menangis, dia hanya berusaha kuat dan mencoba memulai hidup yang baru,
"Saya beri waktu 3 hari," kata Davis lagi
"Jawaban saya dan tiga hari kemudian masih tetap sama, saya harap anda mengerti dan permisi.." jawab cerry, cerry langsung meninggalkan ruangan itu dan pulang
"Sialll... aku hanya mencoba membantu mu, tapi kau malah menyia nyiakan kesempatan ini.." marah Davis melemparkan map itu kesembarang arah