- Berawal dari benci -
Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "
- berakhir di pelaminan -
"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "
- love 100 kg -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 13 Di Gym
Aura, celingak - celinguk melihat, sebuah ruangan yang lengkap isinya. Alat berat olahraga semuanya, seperti yang ia lihat di televisi waktu itu. Bunga tersenyum lalu melambaikan tangan pada seorang wanita berusia sekitar tiga puluh tahun,
" Selamat siang, nona muda! " Wanita tersebut membungkuk hormat. Ke bunga membuat bunga tersipu malu, " Tidak usah, seperti itu! "Sahut bunga tidak enak. Di lihat oleh teman-temannya, aura hanya memperhatikan bagaimana nya bunga sangat di hormati di Gym tersebut. " Gym, ini milik ortunya bunga. Jadi wajar aja dia di hormati! " Cetus Ilona yang sadar, atas tatapan dari aura. Ia yakin aura yang orang baru akan merasa penasaran, kenapa para pelatih di Gym sangat patuh dengan bunga.
Aura mangut-mangut, mendengarnya lalu ia mendekati alat treadmill. Ia tidak pernah membayangkan akan, melakukan olahraga. Bunga dan seorang wanita berusia tiga puluh dengan pakaian terbuka seperti tank top, menghampiri. Aura
"Ra, ini nanti ka Lisya!. Yang mentor lo! Yang bakal ajarin lo gunakan semua alat Gym, ini!.. Gue sama yang lain juga mau latihan! " Cakap bunga memperkenalkan wanita, tersebut aura mengangguk kan kepalanya. Memperhatikan Lisya secara tajam, lalu ia menarik napas panjang nya.
" Aura! " Aura mengulurkan tangannya. Lalu lisya langsung meraihnya, " Aku lisya!, panggil aja lisya!.. Mentor kamu untuk sebulan lebih sampai. Berat badan kamu, menurun drastis! " Jelas Lisya dengan senyuman ramah.
"Mohon, bantuannya ya ka!.. Buat dia jadi kurus dan berbentuk badannya." Pinta bunga matanya Berbinar menatap. Sang sahabat " Ya, siap! " Sahut Lisya lalu tersenyum
"Yaudah, ya ra aku mau lanjut latihan sama ka rani. Kita disini kok! " Cakap bunga sembari. Mendekati seorang wanita yang di sebut rani tersebut. Yaitu mentor bunga, sedangkan yang lain nya sudah mulai latihan seperti biasanya,
"Gimana?, kamu mau coba apa dulu? " Tanya lisya. Kala melihat aura yang ragu menaiki treadmill, "gimana kalau, kita pemanasan dulu ka? " Tawar Aura dengan wajah memelas. Lisya menganggukkan kepalanya, "baik!, ikuti saya ya! " Lisya mulai melakukan. Pergerakan lentur untuk membuat otot-ototnya, memanas dengan kesusah payahan.aura mengikuti tiap gerakan lihay wanita tersebut, napas aura tersengal padahal hanya melakukan pemanasan ia sudah sepayah ini.
"Kalau, ngga kuat mending istirahat dulu!.. Minum dulu! " Ujar lisya, membuat aura menganggukkan kepalanya. Ia menghentikan pemanasan tersebut, lalu mengambil botol minumnya kedua manik nya. Mengarah pada bunga yang sedang menggunakan treadmill, sangat cantik sekali sesekali. Anak rambut bunga berterbangan, karena pergerakan yang abnormal dari bunga.
Sementara di ujung sana. Terlihat Agatha yang sedang berusaha mengangkat barbel. Lima kilogram saja, dengan napas yang naik turun kedua tangannya masih memegang barbel itu kuat-kuat. Dengan peluh. Yang menghiasi wajah cantik nya tersebut di ujung sana ilona sedang meninju-ninju, dengan lihay nya ilona terlihat sangat keren sekali.
Tetiba, aura membandingkan dirinya dengan ketiga sahabat barunya. Ia melirik ke perut nya yang dilapisi banyak lemak sekali, ia menggeleng kan kepalanya ia bertekad agar seperti ketiga teman baru nya. Tersebut
"Aura!, ayo lanjut! " Panggil lisya. Aura langsung menghampiri lisya, dan siap melakukan pemanasan. Dan beberapa gerakan senam agar melatih gerak otot pada tubuh nya, agar ototnya tidak langsung kaget.
Aura, dengan napas tersengal mengambil botol air minumnya. Lisya terkekeh melihat sang muridnya yang, minum seperti orang tidak pernah minum. "Oh ya, sebelum nya memang kamu tidak pernah ke gym? " Tanya lisya tetiba. Aura menutup botol minumnya lalu menyeka peluh yang menghiasi wajah cantiknya tersebut, " Tidak! " Singkat aura
"Pantas saja!, mulai hari ini dan seterusnya kamu harus sering-sering. Ke Gym!.. " Tegas lisya membuat aura terdiam, lalu menganggukkan kepalanya. " Kira-kira, lo mau turun berapa kilo? "Tanya ilona dengan suara tersengal napasnya. Tersengal karena latihan hari ini aura terdiam, ia melirik ke bunga yang sedang duduk di sofa dekat Agatha wajah cantik itu bersimbah peluh. " Memangnya berat badan kalian berapa? "Tanya Aura
" Gue 53! " Sahut ilona cepat
"Gue 47 " Cetus Agatha
"Gue 43! " Sahut bunga aura mangut- mangut mendengar. Ia akan termotivasi dengan adanya ketiga teman baru nya tersebut.