ini cerita gue...
Dimana gue harus di jodohkan sama pria yang usianya jauh banget dari gue, dan dia juga seorang duda. It's a nightmare!
Tapi pada akhirnya gue juga mulai suka sama si duda ganteng ini. Tapi gue harus menempuh perjalanan sulit untuk memperjuangkan cinta gue. this is my story, I am the eldest Lady Master of my family.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eldest Lady Master 19
.
"Andara... aku memang dulu pernah melakukan kesalahan-kesalahan seperti itu. Aku mengakuinya. Tapi aku saat ini sangat menyesalinya. Aku sangat ingin menjadi nyonya dari keluarga tuan Jose Kaili ini, tapi dia tidak pernah menganggap ku ada. Dia hanya bisa melihat nyonya Lina di matanya. Itulah kenapa aku geram dan melakukan sesuatu yang sangat fatal. Aku hanya berniat untuk membunuh nyonya Lina, tapi siapa yang mengira, jika tuan Jose justru menyelamatkan nyonya Lina dan pada akhirnya mereka meninggal bersama-sama.
Aku menyesali semua kebodohan ku itu. Dari situ aku menyadari, jodoh pasti akan memilih sendiri pasangannya. Entah bagaimanapun kamu aku melakukan sesuatu untuk memisahkannya, jika memang mereka berjodoh, maka tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka, bahkan kematian sekalipun. Dan selama ini aku sudah perlahan-lahan membayar hutang-hutangku, bagaimana aku merawat Jarvis selama ini, hidup hanya sebagai ibu angkatnya yang tidak memiliki status apapun selain itu. Aku hanya menyarankan padamu untuk tidak melakukan hal bodoh yang hanya akan membuat mu menghancurkan kehidupan mu sendiri." jelas Dian lagi.
Namun sepertinya Andara tidak mau mendengarkan apa yang Dian katakan itu.
"Ini salah tante! Jika saja tante mengatakan jika kak Jarvis tidak perlu menerima perjodohan ini, maka dia tidak akan pernah bertemu dengan Lilo dan perjodohan ini tidak akan pernah terjadi!" jawab Andara dengan marah
"Aku tidak mungkin melakukannya. Aku tidak ada hubungannya dengan ini. Aku hanya memiliki satu tujuan sejak awal, aku hanya ingin hidup nyaman tanpa perlu bekerja keras. Itulah kenapa aku melakukan semuanya. Aku sangat mendukung perjodohan ini, karena ini adalah sebuah hal yang sangat di impikan oleh semua orang. Siapa yang tidak ingin menjadi bagian dari keluarga konglomerat sultan itu? Kenapa aku harus menolak hal bagus ini? Kenapa aku harus bersusah-susah menolak perjodohan ini? Apa lagi harus berurusan dengan keluarga Darma, itu bukan tujuan ku. Jadi aku tidak mau melakukan apapun tentang ini." jawab Dian.
"Lalu, kenapa Tante juga sepertinya menolak perjodohan ini sebelumnya?!"
"Itu karena aku pikir Abrian araga Darma akan mengetahui semua kejahatan ku... Dia seorang polisi dan aku takut jika cepat atau lambat dia akan mengetahui semuanya. Tapi setelah apa yang terjadi kemarin, aku mengerti jika keluarga mereka tidak akan ikut campur dalam urusan keluarga ini, jika kita tidak mencari masalah dengan mereka. Walaupun mungkin mereka mengetahui semuanya, mereka akan tetap diam dan tidak akan pernah mengatakan apapun pada siapapun, asalkan kita juga melakukan hal yang sama. Itulah mereka, jika aku lihat selama beberapa hari ini." jawab Dian.
Entah kenapa dia berfikir jika keluarga Darma sebenarnya tahu semua rahasianya, hanya saja mereka tidak ingin mengungkapnya, itu karena dia tidak mencari masalah dengan mereka.
"Tapi kali ini Tante harus membantuku! Tante harus terus menjauhkan Lilo dari kak Jarvis! Kak Jarvis hanya boleh bersamaku! Lilo... Dia! Bagaimanapun, aku harus menyingkirkannya! Ingat!!! Aku bisa saja membuat kak Jarvis mengusir tante dari sini dengan cepat, jika tante menolak keinginan ku!"
Dian terdiam.
Setelah banyak hal yang dia katakan dan dia jelaskan pada keponakannya, tapi keponakannya itu terlalu keras kepala dan tidak bisa mendapatkan poin dari apa yang dia sampaikan tadi.
"Tante harus terus menjauhkan kak Jarvis dari Lilo! Karena tante sedang sakit, gunakan alasan itu untuk membuat kak Jarvis tidak bisa bertemu dengan Lilo!" Andara menatap tajam pada Dian, setalah itu dia mengambil tasnya yang tergeletak di atas tempat tidurnya.
"Tante... aku akan keluar sebentar. Suruh seseorang untuk merapikan kamarku..." ucap Andara seraya kembali melangkah keluar dari rumahnya.
Dia tersenyum lebar saat melihat Jarvis yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Kak Jarvis..." Andara berlari mendekati Jarvis
"Kak Jarvis dari mana saja? semalam kak Jarvis tidak pulang?" tanya Andara yang kini tersenyum lebar padanya.
"Berisik! Menjauhlah!" Jarvis berjalan melewati Andara yang menghalangi jalannya.
"Kak Jarvis... aku tadi berniat untuk mencarimu... Tapi syukurlah kamu sudah kembali..."
"Jangan mencampuri urusan ku terlalu jauh! Aku masih memberikan kamu kesempatan berada di sini hanya karena kamu adalah keponakan dari mama Dian! Jika tidak, aku yakin jika aku sudah membuang mu jauh-jauh di hari kamu memaksa mama Dian untuk berbohong karena paksaan darimu!" Andara mengambil langkah mundur saat melihat tatapan mata Jarvis yang benar-benar tajam dan mengerikan.
"Aku belum memberikan perhitungan denganmu karena masalah itu. Jadi, jangan berfikir jika aku sama sekali tidak pernah marah atau mempermasalahkan hal itu! Aku akan benar-benar memberikan hukuman yang paling pantas untukmu! Aku tidak akan melepaskan mu begitu saja! Dan karena ulah mu itu, Lilo harus menjauh dariku! kamu juga akan membayarnya karena itu." ucap Jarvis lagi.
Andara bergetar.
Dia benar-benar takut melihat Jarvis yang seperti sekarang ini.
"Kak Jarvis aku...."
"Aku tidak ingin mendengarkan apa-apa darimu. Aku sama sekali tidak tertarik. Dengarkan ini! Aku tidak lagi mempercayai dirimu setelah apa yang kamu lakukan kemarin! Aku benar-benar kecewa karena itu! Jadi mulai sekarang jangan lagi dekat-dekat dengan ku! Urusi saja urusanmu sendiri! Tidak perlu mengurusi kehidupan ku! Dan lagi! Jangan membuat masalah lagi ke depannya! Atau aku benar-benar akan menunjukkan seperti apa kemarahan ku yang sebenarnya!"
Andara menggenggam tangannya sendiri. Dia benar-benar ketakutan saat ini. Tubuhnya gemetaran, dan keringat dinginnya juga terus membasahi tubuhnya
"Aku akan mengusirmu keluar dari rumahku, begitu aku menikah dengan Lilo! Jadi mulai sekarang, mulailah untuk mengemasi barang-barang mu!" ucap Jarvis lagi sebelum akhirnya dia berjalan meninggalkan Andara yang masih tidak percaya pada apa yang dia lihat dan dia dengar tadi.
"Ini pasti gara-gara si jalang Lilo itu! Aku benar-benar akan memberikan dia pelajaran!!" Andara mengepalkan tangannya kuat-kuat, hingga dia merasakan kuku-kukunya menembus kulit telapak tangannya.
Jarvis masuk ke dalam rumahnya, dia melihat ibu angkatnya yang sedang duduk di sofa ruang tamu, dia terlihat pucat.
"Mama Dian... Kenapa mama duduk di sini? Mama seharusnya beristirahat di kamar." ucap Jarvis sembari berlutut di hadapan. Dia meletakkan kepalanya di pangkuan Dian. Baginya Dian adalah malaikat kehidupan...
Biar bagaimanapun sejak kecil dia lah yang selalu menjaganya.
"Aku tidak apa-apa. Kamu dari mana saja? kenapa kamu pergi tidak mengatakan apapun pada mama?"
Jarvis mengangkat kembali kepalanya.
"Aku pergi menemui Lilo." jawab Jarvis.
Dian memaksakan senyumnya.
Dia tidak ingin membuat musuh dengan keluarga Darma manapun! Dia tahu konsekwensinya dari semuanya itu, tapi mengingat apa yang Andara katakan padanya, dia tidak tahu harus bagaimana. Dia seperti mendapatkan buah simalakama yang sama-sama mematikan, entah tu dimakan atau tidak di makan.
"Jarvis... Dia masih SMA, sebaiknya kamu jangan terlalu memaksanya untuk menerima mu, pelan-pelan saja..." ucapnya.
Jarvis justru tersenyum lebar mendengar itu.
"Mama tenang saja. Lilo itu berbeda dengan gadis manapun! Dia adalah darah suci dari keluarga Darma... Dia bukan gadis biasa. Walaupun dia kasar dan suka melakukan sesuatu semaunya sendiri... Tapi dia itu sangat spesial... Tante akan mengerti jika tante bisa lebih mengenal dirinya." jawab Jarvis.
Dian hanya bisa terdiam mendengar itu.
"Ya sudah, mama istirahatlah. Aku harus kembali bekerja." Jarvis mencium punggung tangan Dian, setalah itu dia berjalan untuk menuju ke kamarnya.
"Ini sudah tidak mungkin di pisahkan lagi... Seperti nyonya Lina dan tuan Jose Kaili... Walaupun kematian menghampiri mereka, pada akhirnya mereka tetap bersama." ucap Dian, dia hanya bisa menghela nafasnya yang terasa begitu berat.
"Andara pasti akan hancur... Itu sudah pasti... Walaupun begitu, aku tidak ingin hancur bersamanya."
.
piiisssss
yg bener aja Jarvis mau nyari pngacara buat Andara.
kaya Dika tegas,GK mudah dibohongi bisa baca pikiran org kalo ada yg mau nrbuat jahat
Jarvis gak ada tegas tegasnya ciihhh lemah