Seorang wanita bernama Aulia, ia mencoba untuk melanjutkan sekolah di Surabaya dekat dengan pondok pesantren karena dengan begitu, ia bisa belajar agama. Namun diam diam, ia menyukai seseorang. Ya, orang itu adalah guru yang mengajar di sekolahnya. Aulia tak bisa mengungkapkan isi hatinya dan hanya bisa mencintainya dalam diam. Sedangkan di sisi lain, seorang ustad yang mengajar agama di pondok pesantren juga menyimpan rasa kepada Aulia.
Akankah ustad itu bisa menjadikan Aulia sebagai pendamping hidupnya atau Aulia bisa bersatu dengan guru yang ia cintai dalam diam. Aulia hanya bisa pasrah. Namun tanpa ia duga, kedua orang tua Aulia malah sudah menjodohkan dirinya dengan seseorang. Siapakah orang itu? Akankah Aulia menerima perjodohan itu mengingat hatinya kini sudah di miliki oleh orang lain.
Jika ia menerima, lalu bagaimana kehidupan pernikahannya? Apakah berjalan mulus atau penuh lika liku. Bagi kalian yang penasaran, yuk intip cerita kehidupan Aulia dan ambil sisi positifnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan Aulia
Jam 5 sore, Andre (papanya Aulia) sudah pulang. Aulia dan Lina yang lagi sibuk nonton tivi di ruang tengah langsung menghampiri Andre dan mencium tangannya.
"Kapan sampai?" tanya Andre sambil mencium kening sang putri tercinta.
"Tadi siang pa." Jawab Aulia tersenyum sambil memeluk papanya dengan erat.
"Ayo duduk, papa capek berdiri terus." ucap sang papa sedangkan Lina mengambil tas suaminya dan menaruhnya di kamar pribadinya. Lalu ia pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk suaminya.
"Pa, kenapa sih papa nyuruh aku pulang dadakan?" tanya Aulia manja.
"Papa ingin menjodohkan kamu sayang dengan anak sahabat papa." Jawab Andre.
"Tapi pa kenapa papa menjodohkan aku dengan anak sahabat papa. Aulia kan masih sekolah, umur Aulia juga masih 17 tahun. Papa mah tega sama anaknya sendiri. Mana mungkin aku menikah dengan seseorang yang sama sekali gak aku kenal. Lagian ini kan bukan zaman Siti Nurbaya. Aulia juga bisa kog cari pendamping Aulia sendiri tanpa harus di jodohkan seperti ini." Ucap Aulia, ia tak terima jika dirinya di jodohkan dengan usia yang masih sangat muda seperti ini.
"Papa gak maksa kog sayang. Nanti dia habis isya' mau datang. Kamu bisa kenalan dulu. Kalo cocok ya kamu bisa tunangan dulu nanti setelah lulus sekolah baru kamu nikah dengannya. Kamu bisa nikah sambil kuliah. Tapi jika kamu gak suka atau gak cocok sama anaknya sahabat papa. Ya kamu bilang baik baik sama dia. Tolak dengan cara yang halus tanpa menyakiti hati siapapun." Ujar Andre tersenyum.
"Iya mama dan papa gak maksa kog. Itu semua ada di tanganmu. Mama dan papa cuma ingin kamu bertemu dulu dengannya. Setelahh itu semua keputusan mama serahkan ke kamu." Ucap Lina yang sudah selesai bikin teh hangat untuk suaminya dan menaruhnya di meja.
"Iya sudah deh, aku terima. Nanti aku akan bertemu dengannya. Tapi janji ya semua keputusan ada di tanganku dan jika aku menolak, mama dan papa gak boleh marah." Ucap sang Aulia.
"Iya sayang, mama janji. Mama dan papa gak akan marah." Ujar Lina sambil tersenyum.
"Iya sudah Aulia ke kamar dulu ya ma pa."
"Iya sayang." Jawab Lina dan Andre hampir bersamaan.
Aulia segera pergi ke kamar tidur. Dan di kamar ia memikirkan perjodohan itu dan ia sangat penasaran siapakah orang yang akan di jodohkan dengannnya nanti.
Cukup lama Aulia merenung hingga akhirnya ia di kagetkan dengan suara adzan maghrib. Aulia segera mengambil wudhu dan memakai mukenahnya. Ia sholat dengan sangat khusu' sekali. Selesai sholat, ia menyempatkan diri untuk berdoa, mengadukan semau masalahnya kepada sang maha pencipta.
"Ya Allah ya tuhanku...................
Hanya kepada Engkaulah hamba meminta dan memohon....
Bantulah hamba untuk bisa mengambil putusan yang tepat......
Jangan sampai keputusan hamba nantinya akan membuat hamba menyesal seumur hidup..........
Ya Allah Ya Robby.........
Sesungguhnya Engkaulah yang mengatur jodoh, rizki dan hidup matinya seseorang.
Ya Allah berikanlah hamba jodoh yang terbaik untuk hamba, jodoh yang bisa membimbing hamba ke jalan yang benar, jodoh yang bisa menuntun hamba untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik, Jodoh yang bisa menjaga dan melindungi hamba, yang selalu bisa membahagiakan hamba, yang bisa menegur hamba ketika hamba salah dan menasehati hamba dengan lemah lembut. Ya Allah berikanlah hamba jodoh yang bisa mengajak hamba ke syurgannya.
Ya Allah Ya Ilahi.......
Tidak ada yang tidak mungkin jika Engkau sudah berkehendak. Jika memang dia yang terbaik maka buatlah hamba untuk tertarik kepadanya namun jika dia bukan yang terbaik untuk hamba, maka buatlah perjodohan ini batal dan gantilah dengan seseorang yang memang pantas untuk hamba.
Ya Allah .........
Ku pasrahkan semua masalah ini kepada Mu.
Hanya Engkaulah tempat hamba meminta dan hanya kepada Engkaulah tempat hamba memohon........bantulah hambamu ini..........
Hamba mohon ya Robb.......sesungguhnya tidak ada yang bisa menolong hamba selain Engkau........
Aulia terus saja memohon dengan deraian air mata. Hingga tak terasa adzan isya' berkumandang........Aulia segera sholat isya dan ia segera bersiap siap untuk bertemu dengan anak dari sahabat papanya.
meskipun hidup pas²an jika saling berbagi gak ada salah nya rezeki jodoh sudah ada disurat an takdir jika kamu ditipu karena uang itu adalah ujian yang harus dihadapi yaitu ikhlas sabar, semoga bisa digantikan jauh lebih baik ☺️
.nga ap2 insya ALLAH aku ikhlas😃
Walau Imamku sudah dipanggil Illahi (02092021), namun aku bisa ambil hilmahya, kelak bisa menjadi bekal anak2ku di kemudian hari.
Semoga bisa dipraktekan di kehidupan nyata.
Aamiin.