Kisah cinta seorang pria bernama Alexander Anderson yang tidak pernah mengenal apa itu cinta, dan perjalanan kisah cintanya yang harus dia lalui dengan begitu menyakitkan karena dia harus ditinggalkan oleh wanita yang dia cintai untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19
...
Setelah sampai di tempat yang dimaksudkan, Nick membangunkan Eliza dan semuanya.
"Eliza, bangun, kita sudah sampai..." Kata Nick sembari menepuk pipi Eliza dengan lembut.
"Hmmm...." Eliza perlahan membuka matanya dan melihat ke sekeliling, dan memang mereka sudah sampai disana.Patricia juga membuka matanya, dan segera membangunkan Leo.
Setelah itu mereka semua turun dari mobil dan menemui Lucy dan Howard yang juga sudah ada disana.
Lucy memeluk Eliza dengan erat, dia sangat merindukan menantunya itu
"Apa kalian lelah?" Tanya Howard pada mereka semua
"Tidak paman, kami tertidur, tapi mungkin Nick lelah, karena hanya dia yang terjaga selama perjalanan" jawab Patricia dan semuanya tertawa bersama.
"Baiklah, ayo kita masuk, aku yakin jika kalian lapar, lagipula ini sudah waktunya jam makan malam" ajak Howard pada mereka semua, karena memang sekarang sudah malam.
Mereka semua masuk kedalam hotel itu dan segera menuju ke restorannya.
Para pelayan menghampiri mereka, karena mereka tahu jika mereka adalah tamu istimewa.
"Selamat datang di hotel kami Lord Anderson dan Lady Anderson" sapa manager hotel disana.
"Terimakasih atas sambutannya, kami hanya ingin makan malam disini, kudengar makanan disini sangat enak" jawab Howard Anderson.
"Sebuah kebanggaan mendapatkan pujian dari Lord Anderson" kata sang manager.
"Oh iya, tadi saya melihat tuan muda juga check in di hotel kami, apa wanita yang bersamanya kekasih nya?" Tanya sang manager dengan senyuman ramahnya.
"Apa maksudmu?!!" Tanya Lucy dengan tatapan matanya yang tajam, dia mendengar jika putranya check in bersama kekasihnya bahkan Eliza saja ada bersamanya, bahkan kini semuanya menjadi tegang.
"Maaf lady Lucy Anderson, saya tidak bermaksud apa-apa, tadi sekitar sepuluh menit yang lalu, putra anda Alex Anderson datang kemari dengan keadaan seperti mabuk bersama seorang wanita jadi kami pikir dia adalah kekasih nya" jawab sang manager yang mulai berkeringat ketakutan.
Eliza tidak bisa mengatakan apapun, dia hanya berharap jika itu bukan Alex dan itu hanya kesalahpahaman saja, karena selama sebulan ini Alex sudah berubah.
"Tunjukkan dimana kamar mereka menginap, sekarang juga!!!" Perintah Lucy yang sudah menahan amarahnya.
"Baik" Jawab sang manager dengan cepat, mereka semua mengikuti sang manager menuju ke kamar dimana katanya Alex menginap bersama seorang wanita.
Eliza merasa tubuhnya sangat lemah tiba-tiba saat mereka sudah sampai di depan kamar yang diduga sebagai tempat Alex menginap bersama seorang wanita.
Lucy dengan kesal menendang pintu kamar itu dengan sangat kuat, dia adalah putri keturunan bangsawan yang selalu belajar bela diri semenjak usianya tiga tahun, bukan hal yang sulit hanya untuk menghancurkan pintu kamar hotel yang terbuat dari kayu.
Begitu pintu terbuka, semuanya syok dengan apa yang mereka lihat, bahkan Lucy segera menyeret lelaki yang sedang berada di atas ranjang bersama seorang wanita yang tengah bercinta.
"Dasar anak kurang ajar..!!!" Teriak Lucy pada pria itu yang memang Alex yang kini sedang dihajarnya terus menerus.
"Mommy... Kamu ada disini?"tanya Alex yang menatap Lucy yang
bahkan seperti seorang malaikat yang siap mencabut nyawanya.
Howard melemparkan jas nya untuk menutupi tubuh polos anaknya yang masih tergeletak di lantai dengan banyak luka karena pukulan istrinya, jika sudah marah seperti ini, Howard tidak bisa melakukan apapun, karena Lucy yang akan melakukan segalanya.
Alex memegangi kepalanya yang terasa sakit, dan melihat pada ibunya yang menatapnya seolah ingin membunuhnya, dia juga melihat pada Eliza yang juga ada disana, namun Eliza mengalihkan pandangannya ke arah lain, tidak ingin melihatnya.
"Siapa kalian?!!" Teriak wanita yang sedang dalam kondisi t*lanjang bulat dan segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Diam..!!! Atau ku patahkan lehermu..!!!" Teriak Lucy pada wanita itu dan membuat wanita itu ketakutan setengah mati karena tatapan membunuh dari Lucy.
Sementara Eliza hanya bisa terdiam tanpa bisa mengatakan apapun, bahkan dia juga tidak ingin menangis, rasanya percuma dan sangat disayangkan jika air mata berharganya harus dijatuhkan hanya untuk seseorang seperti Alex yang bahkan sudah menghianati nya.
"Mommy... Aku di beri obat perangsang sama dia mom, dan Aku...."
"Cukup Alex... Kamu mungkin diberi obat sama perempuan j*lang ini tapi banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan efek dari obat itu Alex...!!!" Jawab Lucy dengan kemarahan yang masih meledak-ledak
"Kalian semua mengganggu kesenangan ku...!!!" Teriak Natasha pada semua orang yang ada disana.
Lucy semakin marah, dia mendekati Natasha dan mencengkeram kuat leher Natasha
"Enyahlah dari sini wanita j*lang, sebelum aku benar-benar mematahkan leher mu, dan ingat namaku, jadi... jika suatu hari nanti kamu mendengarnya kamu akan berpikir berkali-kali sebelum menunjukan wajah buruk mu padaku, karena dipertemuan yang kedua kita adalah hari dimana kamu harus mengucapkan selamat tinggal pada dunia ini, karena akan ku pastikan, aku akan membunuhmu dipertemuan kedua kita, jadi sebelum itu terjadi menjauhlah, dan dengarkan aku baik-baik namaku adalah Lucy Howard Anderson, isteri dari Howard Anderson, dan putri dari bangsawan Knightley" ucap Lucy dengan penuh kemarahan pada Natasha yang sekarang membelalakkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar, terlebih cengkeraman tangan Lucy di lehernya semakin membuatnya sulit untuk bernafas.
"La-La-Lady Lu-Lucy Anderson....sa-saya minta maaf, sa-saya benar-benar tidak mengenali anda" jawab wanita itu dengan gemetaran.
"Aku bilang pergi sekarang juga, atau aku akan menghancurkan mu hingga menjadi abu...!!!!" Teriak Lucy yang sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya. Lucy menghempaskan tubuh Natasha dan segera pergi menjauh dari Natasha.
Natasha segera berlari keluar dari kamar itu memakai selimut untuk menutupi tubuhnya.
Sementara Alex masih tergeletak dilantai dan memegangi kepalanya yang masih terasa sakit. Dia melihat pada Lucy yang sudah mendekatinya dan melayangkan pukulan berkali-kali hingga Alex benar-benar tergeletak tidak sadarkan diri dengan banyak luka lebam dan darah yang mengucur dari tubuhnya
Patricia dan Nick bahkan Leo yang sudah kembali tertidur pulas di gendongan Nick tidak ingin melihat lebih jauh tentang hal ini.
Eliza masih tidak ingin mengatakan apapun, hatinya masih merasa kecewa dan marah, tidak ada kesedihan disana, tapi kemarahan yang begitu besar, Nick melihat mata Eliza penuh kemarahan dan kebencian, dia mendekati Eliza dengan Leo yang masih berada di dalam gendongannya.
"Nyonya Lucy, sepertinya anda harus menepati janji anda terhadap saya" kata Nick pada Lucy, Lucy menatap Nick yang sudah berdiri disebelah Eliza dan menggenggam tangannya.
"Aku wanita keturunan darah biru dari keluarga bangsawan Knightley dan menantu dari keluarga bangsawan Anderson yang akan menepati semua janjiku, bawa pergi Eliza sejauh mungkin, dan bahkan jangan beritahu siapapun keberadaannya, aku tidak akan pernah mengusik kehidupan kalian lagi, kami akan segera mengurus berkas perceraian kalian secepatnya. Eliza, maafkan semua dosa-dosa ku padamu yang telah menempatkan mu untuk menuruti keegoisanku, sekarang pergilah, jangan tunjukkan wajahmu lagi dihadapan ku, atau aku akan membunuh diriku sendiri karena penyesalanku" jawab Lucy dengan menahan air matanya yang sudah hampir mengalir.
Eliza tersenyum miris melihat kenyataan hidupnya yang begitu pahit.
"Terimakasih Lady Lucy Anderson, dan Lord Howard Anderson, dan juga untuk putramu Alexander Anderson, terimakasih untuk hadiah ulang tahun ku yang sangat indah ini, aku pasti akan mengingat nya hingga aku mati, aku berharap agar kalian mendapatkan kebahagiaan kalian, saya permisi, saya harus pergi, dan sekali lagi, terimakasih" ucap Eliza pada Lucy dan Howard yang kini tidak bisa mengatakan apapun lagi.
Eliza mengikuti langkah Nick dan Patricia yang sudah terlebih dahulu berjalan didepannya.
Lucy terduduk di lantai seketika saat Eliza sudah pergi dari sana, tangisnya pecah memenuhi seluruh kamar itu.
"Sayang... sudahlah... Jangan menangis lagi, Eliza juga sudah pergi, dan sekarang dia akan lebih bahagia" kata Howard mencoba menenangkan Lucy.
"Sekarang kita harus membawa Alex ke rumah sakit" tambah Howard yang melihat putranya semata wayangnya tergeletak tidak berdaya dan penuh luka.
"Suruh orang lain untuk membawanya ke rumah sakit, mulai sekarang, dia bukan anakku, jika kamu masih menganggapnya anak, maka urus dia, dan jangan libatkan aku" Lucy berdiri dan segera keluar dari kamar itu, meninggalkan Alex dan Howard yang masih ada disana.
Tidak butuh waktu lama, Howard sudah menyusul Lucy dan mengikutinya.
"Kita akan kemana?" Tanya Howard pada istrinya.
"Pulang ke London, aku sudah tidak ingin berlama-lama di Oxford" jawab Lucy tanpa menatap suaminya.
Howard juga tidak mengatakan apapun lagi, dia mengikuti semua yang Lucy katakan, karena dia tahu jika istrinya sedang dalam keadaan yang tidak bisa untuk diajak bicara.
...
nyesek banget 😭😭😭😭😭