Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.
Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengantar luna zhang
Pilihan Chen Song untuk segera mengasingkan diri di kamarnya adalah langkah yang cerdas. Di kamar kecil yang dingin dan terpisah dari kemewahan kamar Luna Zhang, Chen Song memulai transformasinya dari seorang pecandu judi menjadi sosok yang menakutkan.
Meditasi di Kamar Terasing
Begitu pintu terkunci, Chen Song duduk bersila di lantai. Di dalam pikirannya, ribuan huruf emas melayang-layang. Kitab itu bernama "Seni Kultivasi Mata Dewa dan Pemurni Tubuh Surgawi". Informasi ini bukan sekadar bacaan, melainkan pengetahuan yang menyatu dengan jiwanya.
Teknik Pernapasan: Ia mulai mengatur napas sesuai instruksi kitab. Udara di sekitarnya seolah tertarik masuk ke pori-pori kulitnya.
Pembersihan Sumsum Perlahan, cairan hitam berbau busuk keluar dari kulitnya—ini adalah racun-racun sisa alkohol dan polusi dari gaya hidup buruknya selama ini. Tubuhnya yang dulu ringkih mulai membentuk otot yang padat dan efisien.
Sambil bermeditasi, Chen Song mencoba memfokuskan aliran energi (Qi) ke matanya. Pupilnya berubah warna sesaat menjadi keemasan sebelum kembali normal.
Ia mencoba melihat ke arah dinding. Awalnya buram, namun perlahan dinding semen itu menjadi transparan. Ia bisa melihat struktur kabel listrik di dalam tembok, lalu menembus ke ruangan sebelah.
Ia melihat Luna Zhang di kamarnya yang mewah, sedang duduk di depan meja rias dengan wajah frustrasi.
Ia mengalihkan pandangan lebih jauh, menembus lantai dan dinding menuju kamar mandi utama di mana Minghua Zhang sedang bersiap untuk mandi malam.
Saat melihat Minghua melalui dinding, konsentrasi Chen Song sempat goyah. Jantungnya berdegup kencang. Ia menyadari bahwa dengan kekuatan ini, tidak ada lagi rahasia di Mansion Gou Tun yang bisa disembunyikan darinya. Namun, kitab di otaknya memperingatkan Kultivasi membutuhkan ketenangan. Jika nafsu menguasai sebelum fondasi kokoh, ia bisa mengalami penyimpangan energi (Qi Deviation).
Tiba-tiba, pintu kamarnya diketuk dengan kasar. Suara Luna Zhang terdengar dari balik pintu, penuh nada meremehkan.
Luna: "Chen Song! Keluar! Ibuku menyuruhmu membuang sampah dan membersihkan sisa makan malam. Jangan bersembunyi di dalam sana seolah-olah kau punya pekerjaan penting!"
Chen Song membuka matanya. Sorot matanya kini tajam dan dingin, tidak ada lagi rasa rendah diri. Ia bangkit berdiri, merasakan tubuhnya seringan kapas namun sekuat besi.
Chen Song keluar dari kamar dengan aura yang sangat berbeda, membuat Luna sempat terdiam sejenak karena merasakan tekanan yang tidak biasa dari suaminya.
Setelah membersihkan meja dan
menyingkirkan sampah ,dengan gerakan yang jauh lebih ringan dari biasanya, Chen Song tidak langsung kembali ke mansion. Ia melirik ke arah jendela lantai atas—kamar Minghua—lalu berbalik dan berlari menuju kegelapan hutan di perbukitan belakang Distrik Gou Tun.
Kecepatannya luar biasa; setiap langkahnya seolah tidak menyentuh tanah, sebuah efek dari teknik pernapasan yang baru saja ia pelajari.
Di tengah hutan yang sepi, Chen Song berhenti di depan sebuah pohon besar berdiameter dua pelukan orang dewasa. Ia memfokuskan energi Qi ke kepalan tangan kanannya. Udara di sekitar tangannya seolah bergetar dan memanas.
BUM!
Dengan satu pukulan tanpa tenaga penuh, kulit pohon itu retak dan hancur, meninggalkan bekas kepalan tangan yang dalam. Chen Song tertegun melihat tangannya sendiri, tidak ada luka sedikit pun, hanya sensasi hangat yang menjalar.
Chen Song memejamkan mata, lalu membukanya dengan aktivasi penuh energi Qi. Seketika, kegelapan hutan menghilang. Ia bisa melihat dalam gelap sesempurna di siang hari. Bahkan, ia bisa melihat aliran energi kehidupan pada serangga yang merayap di tanah dan burung yang hinggap jauh di dahan pohon.
Tiba-tiba, seekor ular berbisa meluncur cepat dari semak-semak ke arah kakinya. Dalam pandangan normal, itu adalah serangan mematikan, namun di mata Chen Song, gerakan ular itu tampak lambat seperti siput. Dengan dua jari, ia menangkap kepala ular itu di udara dan melemparkannya jauh ke dalam semak.
Sambil duduk bersila di atas batu besar di puncak bukit, Chen Song melanjutkan meditasi tingkat kedua. Qi dari alam sekitar—energi kayu dan tanah—terhisap ke dalam tubuhnya. Sisa-sisa kotoran (impure energi) dari tubuhnya kembali keluar sebagai uap hitam yang langsung menguap.
Kini, panca inderanya mencapai puncaknya. Dari atas bukit, ia bisa mendengar suara air yang mengalir di kamar mandi Mansion Zhang yang berjarak ratusan meter. Ia memfokuskan pendengarannya dan sayup-sayup mendengar percakapan rahasia di dalam mansion.
Pendengaran Super, Rahasia Terungkap
Melalui konsentrasi Qi, Chen Song mendengar suara Minghua Zhang yang sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon di balkon kamar: "Aku tidak peduli bagaimana caranya, pastikan David tidak memberikan pekerjaan apa pun pada Chen Song. Aku merasa pria itu mulai berubah... matanya... dia menatapku seolah dia tahu segalanya. Aku merasa terancam jika dia terus berada di rumah ini, tapi aku juga takut untuk mengusirnya sekarang."
Chen Song tersenyum dingin di tengah kegelapan hutan.
"Ibu mertuaku tercinta... kau benar untuk merasa takut. Karena mulai besok, hidupmu dan seluruh keluarga Zhang berada di bawah telapak kakiku," gumamnya.
Kembali dengan Aura Baru
Menjelang tengah malam, Chen Song kembali ke mansion. Ia tidak masuk lewat pintu depan, melainkan melompat dengan ringan ke balkon kamarnya di lantai dua.
Esok hari adalah awal dari rencana balas dendamnya. Dengan Mata Dewa, Kitab Pengobatan, dan kekuatan fisik yang baru, ia tidak akan lagi menjadi menantu sampah yang bisa diinjak-injak.
Pagi itu, suasana di Mansion Gou Tun terasa berbeda. Chen Song turun ke lantai bawah dengan langkah yang mantap dan tubuh yang tegap, tidak lagi membungkuk seperti pecandu judi yang putus asa. Saat ia menawarkan diri untuk mengantar Luna, Luna sempat ragu, namun karena supir pribadi mereka sedang izin, ia terpaksa setuju.
Dalam perjalanan menuju Curek Biologi Industry di kawasan Gou Cheng City, suasana di dalam mobil sangat dingin. Namun, Chen Song diam-diam menggunakan Mata Dewa miliknya untuk memindai dokumen yang sedang dibaca Luna di kursi belakang.
Dengan penglihatan tembus pandangnya, Chen Song membaca isi proposal Luna. Ternyata, Curek Biologi sedang menghadapi krisis besar: Formula obat terbaru mereka gagal dalam uji laboratorium dan mereka terancam bangkrut atau dicaplok oleh pesaing jika tidak bisa menemukan solusi dalam rapat hari ini.
Begitu sampai di lobi gedung Curek Biologi yang megah, Luna keluar dengan tergesa-gesa. Namun, sebelum ia melangkah jauh, Chen Song memegang lengan istrinya.
Luna: (Marah) "Apa yang kau lakukan? Aku sudah terlambat untuk rapat penting ini! Jangan membuat malu di sini!"
Chen Song: (Suara tenang dan berwibawa) "Luna, di halaman 14 proposalmu, reaksi kimianya salah. Gunakan ekstrak akar rumput ungu dan kurangi kadar merkuri. Itu akan menstabilkan formulanya."
Luna tertegun. Ia tidak tahu dari mana Chen Song mendapatkan istilah medis tersebut, namun ia tidak punya waktu untuk mendebat dan langsung berlari menuju ruang rapat.
Sembari menunggu, Chen Song duduk di lobi. Ia mengaktifkan Mata Dewa dan Kitab Pengobatannya. Ia bisa melihat ke dalam ruang rapat di lantai atas. Di sana, para petinggi Curek Biologi sedang memaki Luna.
Tiba-tiba, ia melihat seorang pria tua yang duduk di kursi utama rapat—sang pemilik perusahaan—mendadak memegangi dadanya dan tersungkur. Serangan jantung akut.
Chen Song tahu ini adalah kesempatannya. Tanpa mempedulikan satpam, ia berlari menuju lift. Dengan kekuatan fisik barunya, ia menerobos pintu ruang rapat tepat saat semua orang panik melihat sang pemilik perusahaan yang sudah membiru.
Pimpinan Rapat: "Siapa kau?! Satpam, usir dia!"
Luna: (Shock) "Chen Song! Apa yang kau lakukan di sini?!"
Chen Song mengabaikan mereka. Ia mendekati sang pria tua, matanya melihat dengan jelas titik meridian yang tersumbat di jantung pria itu. Ia menekan satu titik akupunktur di bawah tulang selangka dengan energi Qi-nya.
Seketika, pria tua itu menghirup napas panjang dan matanya terbuka kembali. Detak jantungnya kembali normal dalam hitungan detik.
Seluruh ruangan hening. Pemilik perusahaan Curek Biologi menatap Chen Song dengan rasa terima kasih yang mendalam, sementara Luna Zhang berdiri mematung, tidak percaya bahwa suami "sampah"-nya baru saja melakukan mukjizat medis.
Setelah kejadian ajaib di ruang rapat, suasana tegang berubah menjadi kekaguman yang luar biasa. Pemilik Curek Biologi Industry, Tuan Suhai, merasa seolah-olah baru saja ditarik kembali dari pintu kematian oleh tangan dingin Chen Song.
Tuan Suhai ming bangkit berdiri dengan bantuan asistennya, wajahnya yang tadi membiru kini kembali segar. Ia menatap Chen Song dengan pandangan penuh hormat, sesuatu yang belum pernah dirasakan Chen Song seumur hidupnya.
Tuan Suhai ming: "Anak muda, kau bukan hanya menyelamatkan nyawaku, tapi kau juga menyelamatkan masa depan perusahaan ini. Ilmu medismu sungguh ajaib! Sebagai rasa hormatku, aku mengundangmu dan istrimu, Luna, untuk makan malam pribadi di Restoran Seafood Ghu Dik malam ini. Tidak ada penolakan!"
Luna Zhang berdiri mematung di samping Chen Song. Ia menatap suaminya dengan ekspresi yang campur aduk antara bingung, curiga, dan sedikit rasa bangga yang mulai muncul. Bagaimana mungkin suaminya yang "sampah" bisa memiliki aura sehebat ini?
Restoran Seafood Ghu Dik adalah restoran paling prestisius di kawasan pelabuhan Gou Cheng City. Restoran ini terkenal dengan hidangan lautnya yang segar dan area privat yang sering digunakan oleh para elit untuk kesepakatan bisnis bernilai miliaran.
Sebelum berangkat, Chen Song menggunakan sedikit waktu untuk kembali mengolah energi Qi-nya. Ia tahu bahwa makan malam ini bukan sekadar makan biasa; ini adalah panggung untuk memperkuat posisinya.
Malam harinya, mereka tiba di restoran. Luna mengenakan gaun formal yang anggun, sementara Chen Song, meski dengan pakaian sederhana, memancarkan aura kepercayaan diri yang membuat para pelayan restoran menunduk hormat.
Di meja makan, Tuan Suhai tidak berhenti memuji Chen Song.
Tuan Suhai ming: "Nona Luna, kau sangat beruntung memiliki suami seperti Chen Song. Dia adalah naga yang menyamar! Mengenai masalah formula obatmu, saran Chen Song tadi sore ternyata benar-benar berhasil saat diuji ulang di lab sejam yang lalu!"
Luna hampir menjatuhkan sendoknya. "Jadi... saran tentang akar rumput ungu itu bukan kebetulan?" batinnya.
Di tengah makan malam, Chen Song sesekali menggunakan Mata Dewa-nya. Ia melihat ke meja-meja lain di restoran tersebut. Tanpa sengaja, penglihatannya menembus ke ruangan VIP sebelah. Di sana, ia melihat David Zhang sedang melakukan transaksi gelap dengan pesaing bisnis Luna.
Namun, yang lebih mengejutkan, Chen Song juga melihat Minghua Zhang sedang berada di sudut restoran bersama seorang pria asing, tampak sedang membicarakan sesuatu yang sangat rahasia—mungkin sebuah rencana untuk menyingkirkan Chen Song dari mansion.
Chen Song tersenyum dingin sambil menyesap minumannya. Dengan kemampuan barunya, ia tidak perlu lagi mengintip lewat celah pintu. Sambil menikmati kepiting segar, ia bisa memantau semua musuhnya.
Chen Song: (Berbisik kepada Luna di tengah makan malam) "Luna, lihatlah ke arah pintu keluar dalam lima menit. Kau akan melihat ibumu dan sepupumu sedang merencanakan sesuatu yang menarik. Tapi jangan khawatir, malam ini... aku yang memegang kendali."