WARNING ***
Terdapat kata-**** ***** dan beberapa ****** ******
Ketika kejadian masa lalu membuat seorang gadis yang sedang merayakan ulang tahunnya justru harus kehilangan keluarganya, pembantaian yang terjadi tepat di depan mata seorang gadis kecil yang berusia 5 tahun yang sedang memeluk adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun supaya tidak melihat ke jadian mengerikan itu walaupun dia yakin adiknya bisa mendengar suara jeritan dan kesakitan dari orang yang mereka cintai,mereka hanya mampu menangis dalam diam di balik tempat persembunyiannya
Membuat rasa trauma dan rasa takut yang berlebihan muncul di dalam diri gadis itu sampai membentuk jiwa baru yang tinggal bersama raganya
Apakah gadis itu mampu mengendalikan jiwa barunya atau jiwa baru itu lah yang akan menguasai tubuh sang gadis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMARAHAN ALLANA.
Pagi ini Alluna terbangun seperti biasa bersiap untuk ke sekolah dikarenakan hari ini hari senin,hari yang paling dibenci sebagian siswa karna akan adanya upacara
Seperti biasa Alluna akan melakukan sarapan bersama papa mama dan juga Rey
"Mah pah Alluna pamit" ucap Alluna dan menyalami orang tuanya
"Kakak naik apa?" Tanya Rey yang ingin nebeng jika Alluna membawa mobil
"Motor,mau nebeng?" Tanya Alluna yang dia yakin bahwa Rey akan
"NGGA,AKU NGGA MAU MATI MUDA " ujar Rey Heboh
"Pelankan suaramu boy" tegur Alexander
"Hehehe maaf pah kakak tuh nyereminnn" jawab Rey
"Jemput Alfin,Aku pergi" ujar Alluna kemudian pergi meninggalkan rumahnya menaiki motor sportnya
"Nyenyenye Giliran memerintah aja cepat dasar kakak laknat" ujar Rey kesal
"Bilang di depan kakak kamu coba" tantang Alexander
"Emangnya papa mau kehilangan anak laki‑laki seganteng Rey" ujar Rey bangga
"Ganteng ngga bikin susah iya"ujar Alexander terkekeh dan pergi menuju kantor setelah pamit dengan istrinya , dan meninggalkan Rey yang mendumel tidak jelas
Rey memilih menuju kerumah Alfin,namun saat sampai dia hanya bertemu dengan bi Asih yang mengatakan bahwa Alfin telah berangkat
Alluna Memilih melewati jalan tikus yang jarang dilewati karna sepi agar lebih cepat dia sampai ke sekolah
Dari jauh dia melihat seseorang sedang menghadapi 4 orang lainnya
"Sial kenapa mereka harus menghalangi jalanku" ujar Alluna
Alluna makin mendekatkan motornya dan ternyata orang yang sedang dikeroyok itu anak yang bersekolah sama dengannya
"Ck merepotkan" ujarnya Lagi dan segera turun dari motornya serta membuka helmnya
"Minggir lo semua" teriak Alluna mengalihkan perhatian mereka
"Ck laki‑laki itu lagi" ujar Alluna pelan saat melihat ternyata David sedang di keroyok dengan anak sekolah lain
"Lun mending pergi dari sini bahaya" teriak David
"Lo semua ngalangin jalan gue bangs*t" ucap Alluna
"Wah anak sekolahan lo cantik juga bodynya juga mantap" ucap salah satu dari mereka
"Gue akan lepasin lo kali ini asal lo biarin perempuan itu pergi dengan kita" ujar pria lainnya
"Gak akan bangs*at" teriak David
"Lo mau mati di tangan kita" ancam anak yang lain
"Lo semua banci?" Tanya Alluna dingin
"Maksud lo" tanya mereka
"Main keroyokan" sambung Alluna lagi yang maju mendekati mereka dan melihat David sudah terduduk di aspal dengan luka di wajahnya
"Selesain sekarang gue gak mau telat" ujar Alluna lagi
"Maju lo" tantang Alluna
"Gimana kalau kita buat perjanjian, kalo lo kalah dari kita maka lo harus mau jadi cewe gue" ujar pria itu
"Tapi kalo lo semua yang kalah dari gue,kasih gue salah satu motor kalian" ucap Alluna bersmirk
Deal
"Maju semua,gue gak punya banyak waktu untuk meladeni kalian satu persatu" ucap Alluna
Bughhhh
Alluna membiarkan wajahnya terkena satu bogeman mentah mengakibatkan darah keluar dari sudut bibirnya
"Luna" teriak David
"Ini pembuktian kalo lo semua yang mulai duluan untuk nyerang" ujar Alluna tersenyum miring dan kemudian
Bughhhh
Bughhhh
Akhhh
Akhhhh
Bughhh
Mereka berempat tumbang dan babak belur karena Alluna,David yang melihat itu ternganga kek orang bego
"Gilee nih cewek emang beda kalo bukan incaran bos udah gue sikatt kali ye" batin David yang kagum dengan Alluna
"Kunci lo" ujar Alluna dengan tangan yang meminta
"Sial gue akan balas lo" ucapnya dan dengan terpaksa menyerahkan kunci motornya dan mereka pergi meninggalkan Alluna dan David
Alluna berjalan ke arah motornya kemudian berhenti tepat disamping David yang sedang duduk
"Naik" ujar Alluna
"Motor gue lun" ucap David
"Hancur,orang gue yang akan bawa" jawab luna
Mau tak mau David menaiki motor Alluna dengan dirinya yang di bonceng
"Lun sorry" ujar David yang memegang baju Alluna karena dirinya kelelahan melawan 4 orang
"Hm". Jawab Alluna
Alluna mengendarai motornya sedikit cepat karna sebentar lagi mereka akan telat,David yang masih lemas tidak sengaja memeluk pinggang Alluna
"Lun pelan‑pelan,gue bisa jatuh" ujar David dengan sedikit keras
"Gue gak mau telat,pegangan" ujar Alluna datar
"Gue gak modus yah,cuma benar‑benar lelah aja" teriak David lagi
David tidak melepas pelukannya lagian Alluna juga tidak menolaknya dia benar‑benar lemas saat ini
Mereka tiba di parkiran dan dalam beberapa detik semua siswa heboh melihat kedatangan Alluna dengan David yang memeluknya dari belakang bahkan Langit dan Arga yang memang terbiasa berada di parkiran sampai bel berbunyi melihat kejadian itu
"Gila princess es kita dipeluk david woi sakit hati gue"
"Bukannya Luna incaran Langit yah kok bisa sama david sih mana di peluk lagi"
"Apa langit kalah dari david tapi kan gantengan langit"
"Harusnya gue yang di peluk david bukan cewek sok kecantikan itu"
"Harusnya gue yang di bonceng luna"
"Sasimo banget sih tuh cewek"
Dan banyak lagi kehebohan siswa siswi yang melihat Alluna dan David
"Do crush lo tuh di peluk cowok lain" ujar teman Aldo yang ternya mereka juga melihat kejadian itu.
"Sh!t makin banyak saingan gue" ujar Aldo frustasi
Langit dan Aldo mengepalkan tangannya saat melihat David di bonceng bahkan memeluk Alluna
"Tahan emosi lo,biar david jelasin dulu" ujar Arga yang sudah merasa aura Langit berbeda
Satu yang semua orang tau tentang langit,apa yang sudah dia klaim menjadi miliknya maka tidak seorangpun bisa menyentuhnya
David yang sempat memejamkan matanya sekarang menyadari dia telah sampai di parkiran dan segera melepas pelukannya dari Alluna
David sudah meneguk ludahnya kasar saat melihat Langit dengan wajah yang penuh kemarahan seolah akan mencabik‑cabik tubuhnya
"Mami papi tolong david huaaa" batin David
Alluna turun dari motornya dan membantu David,david ingin menolak tapi dia benar‑benar susah untuk melakukannya sendiri
Alluna membawa david mendekati Langit dan Arga
"Obatin temen lo" ucap Alluna ketika dengan kejamnya mendorong David hingga menubruk tubuh langit
"Dan ini untuk gantiin motor lo, akan ada orang yang bawa ke sekolah nanti" ujar Alluna melemparkan kunci motor tadi ke David dan reflek membuat David menangkap nya, setelah mengatakan itu kemudian dia pergi menuju kelasnya tanpa dosa semua yang Alluna lakukan tidak lepas dari pandangan siswa siswi yang berada disitu termasuk aldo and geng
"G‑gue bisa jelasin kok ngit sumpah gak bermaksud nikung,lo tau kan lo jauh di atas gue gak mungkin luna suka gue, benerann deh" ujar David gugup
Langit mendorong tubuh david ke Arga
"Obatin nih curut,sebelum gue beneran mematahkan tulang‑tulangnya" ujar Langit dingin bahkan David sudah gemetar sekarang
Menurut David dan Arga langit akan sangat jauh lebih kejam disaat dia benar‑benar marah seakan iblis dalam tubuhnya akan keluar
Langit memilih mengejar Alluna dia bahkan tidak peduli jika harus menabrak siswa lain
Srett
Alluna yang selangkah lagi memasuki kelasnya harusnya terhenti saat tangannya tercekal kuat membuat dia melihat siapa pelakunya
"Ikut gue" ujar langit dingin bahkan Alluna belum menjawabnya tapi langit lebih dulu menariknya kuat
Alluna tidak meringis kesakitan walaupun dia bisa merasakan langit mencekram kuat pergelangan tangannya seakan menyalurkan rasa emosinya
Langit membawa Alluna menuju UKS saat telah masuk Langit mengunci UKS itu yang kebetulan sedang kosong Alluna masih diam dengan apa yang langit lakukan
Langit membawanya ke brankar UKS dan mendudukan Alluna kemudian mengambil kotak P3k dan duduk di depan Alluna dan segera mengobati sudut bibir Alluna,,Alluna sendiri masih diam dia tau Langit sedang menahan amarahnya dan entah kenapa dia memilih untuk diam
Langit dengan telaten mengobati sudut bibir Alluna bahkan dia meniup luka itu membuat Alluna memejamkan matanya karna nafas langit yang mengenai wajahnya
"Lo suka dengan David?" Tanya langit dengan suara yang menahan kesalnya
"Tidak" jawab luna santai
"Terus kenapa mau di peluk" tanya langit lagi
"Biar gak jatuh" jawabnya lagi
" Lo suka di peluk david?"tanya langit lagi
"Biasa aja" jawabnya lagi
"Pelukannya buat lo nyaman?" Tanya langit lagi membuat Alluna benar‑benar jengah sekarang
"Lo mau apa" tanya Alluna
Bukannya menjawab langit justru memeluk Alluna erat Langit hanya ingin menghilangkan bekas orang lain di tubuh Alluna sekalipun itu temennya sendiri
"Gue gak suka liat lo disentuh orang lain,gue marah,gue cemburu luna" ujar Langit
Alluna hanya diam entah kenapa dia merasa nyaman dalam pelukan Langit seolah membuat sedikit bebannya menghilang
Langit melepas pelukannya menatap Alluna yang masih memasang wajah tanpa ekspresi
"Gue cemburu lun,gue gak tau perasaan gue ke lo seperti apa tapi gue gak suka liat lo dekat dengan laki‑laki lain" ucap langit serius
"Hilangin perasaan lo ke gue " ucap Alluna menatap dalam mata langit
"Tapi kenapa?,kenapa lo selalu nutup hati lo disaat gue berusaha untuk memasukinya" tanya Langit
"Lo hanya penasaran langit,apa yang lo liat sekarang jauh lebih buruk dengan apa yang akan lo liat nanti di kehidupan gue,hidup lo terlalu terang untuk mengenal kehidupan gue" ujar Alluna yang segera ingin pergi meninggalkan Langit,namun tertahan oleh tangan Langit
"Kasih gue kesempatan untuk jadi cahaya dalam hidup lo" ucap Langit yakin
Alluna membalikkan badannya dan mengikis jarak diantara mereka bahkan langit bisa merasakan terpaan nafas Alluna
Langit menatap dalam mata Alluna yang hanya beberapa senti dari wajahnya
"Sekali lo masuk dalam hidup gue, akan susah untukmu menemukan jalan keluarnya" ujar Alluna dan segera meninggalkan langit
Langit terdiam mendengar perkataan Alluna
"Gue bakal buktiin kalo perasaan gue gak salah lun" batin Langit
Setelah upacara Alluna memasuki kelasnya karna jam pelajaran yang akan segera di mulai
"Lun lo gak apa‑apa?" Tanya lisa
"Hmm,Hari ini lo liat Alfin?" Tanya Alluna
"Ngga,kenapa lun?" Tanya lisa lagi
"Gapapa lis,ada yang ingin aku bicarakan juga denganmu tapi nanti aja pas jam istirahat" ucapnya yang di balas anggukan oleh lisa
Tak lama setelah itu Langit dan Arga memasuki kelas membuat Naumi yang sedang menebalkan dempul nya itu teriak heboh sedangkan David dia lebih memilih tidur di UKS dengan alasan tidak sehat.
"Selamat pagi Langit,aku bawain sarapan nih untuk kamu" ujar Naumi dengan suara manjanya
"Lo buang aja" ucap langit yang lebih memilih melihat Alluna yang sedang bermain handphone
"Langit jangan gitu dong aku udah masak loh" ujar Naumi sok sedih
Langit mengambil makanan itu dan di berikan ke Arga
"Bawakan sicurut itu" ujar langit yang menyebut David curut karna dia sedang jengkel dengannya
"Ihh langit kok di kasih Arga sih itu untuk kamu" kesan Naumi
"Diam gak lo" ancam Langit ke Naumi
"Masih marah aja lo,david sudah jelasin juga" bisik Arga ke langit yang memang sebelum mereka masuk kelas Langit ngotot mau ke UKS tempat David tidur dia harus menuntut penjelasan
Langit memilih pergi ke bangkunya membaringkan kepalanya di atas meja dengan pandangan yang menuju ke tempat Alluna,,Arga ikut duduk disamping Langit dan beberapa kali mencuri pandang ke Lisa yang sedang sibuk dengan bukunya
"Ga perasaan gue gak salah kan" tanya langit pelan yang hanya di dengar Arga
"Nggak salah asal lo gak jadiin luna sebagai alasan buat lo bisa lupain dia, ada apa emang?"tanya Arga
"Gue gak tau dengan perasaan gue ga,tapi gue cemburu,gue marah,gue takut luna bersama yang lain, Kenapa dia selalu nutup hatinya saat gue berusaha untuk masuk kedalamnya" sambung langit yang masih terus memandang Luna
"Mungkin ada hal yang buat dia menutup hatinya saat ini,dan itu tugas lo untuk cari tau semuanya" sambung Arga yang memilih memainkan handphonenya
Sedangkan Alluna sedang menghubungi Rey karna biasanya dia akan melihat Alfin yang menuju ke kelasnya namun jawaban Rey membuatnya khawatir
"Tadi aku kerumahnya kak tapi kata bi Asih dia sudah berangkat ke sekolah,Tapi aku tidak melihat tas Alfin di mejanya harusnya dia sudah sampai sejak tadi" jawaban Rey yang membuat Alluna khawatir
Alluna yang merasa ada yang tidak beres segera pergi keluar kelas tanpa izin dengan guru yang sedang mengajar,dia bahkan tidak peduli dengan panggilan sang guru
"Luna kenapa lo selalu buat gue khawatir sih" ujar Lisa yang kemudian izin ke guru untuk ke toilet karna dia terkenal sebagai anak yang rajin maka guru mempercayainya,padahal nyatanya dia memilih bolos untuk mengejar Alluna
Langit yang juga melihat Alluna keluar dengan tergesa ikut pergi meninggalkan kelas membuat sang guru menggelengkan kepalanya
Jika saja mereka bukan anak orang kaya mungkin dia akan bisa menghukumnya begitulah kira‑kira fikirkan sang guru
"Langit mau kemana sih" teriak Naumi namun tidak di jawab
Langit mencari keberadaan Alluna yang lari entah kemana
"Lo kemana sih lun jangan buat gue khawatir" ujar langit sendiri
Alluna menelfon Rey setelah dirinya keluar kelas dia menyuruh Rey menemuinya di taman belakang sekolah
"Kak" panggil Rey yang melihat Alluna duduk di kursi taman
"Lun" panggil lisa yang baru saja datang
"Alfin belum ada?" Tanya Alluna sangat jelas di mata Rey kakaknya sekarang sedang khawatir
"Belum kak" jawab Rey
"Ada apa sih lun,lo kenapa?" Tanya lisa khawatir
"Alfin menghilang lis,bantu gue cari yah" jawab Luna
"Ya udah kita cari sama‑sama, tenangkan diri lo" ujar Lisa
Alluna,lisa dan Rey mengelilingi sekolah mencari keberadaan Alfin, Langit yang melihat mereka segera mendekatinya.
"Ada Apa Rey" tanya Langit yang Berhasil menghentikan Rey.
"Kakak ipar,gue dan kak luna lagi nyari Alfin dia gak ada di kelas padahal dia berangkat lebih cepat dariku" jawab Rey setelah itu melanjutkan pencariannya dan Langit ikut membantu walaupun dia bingung kenapa luna segitu mengkhawatirkan Alfin
Alluna mengirimkan pesan ke anak buahnya
"Lacak keberadaan Alfin sekarang, 5 menit"
Seperti itu isi pesan Alluna yang dia kirimkan kepada anak buahnya
Untung saja Alfin membawa hpnya sehingga dia dengan cepat bisa di lacak
Tring
Notifikasi hpnya membuat Alluna tersadar
"Jl.xxxx Rumah tua yang sudah lama kosong"
Isi pesan dari anak buah Alluna
"Sial" ujar Alluna yang ingin kembali ke kelas untuk mengambil kunci motornya namun tangannya di tahan oleh Langit
"Biar gue antar lebih aman untuk lo" ujar langit
"Berhenti ikut campur " jawab Alluna
"Kalo lo celaka di jalan lo gak akan tau keadaan Alfin,berhenti nolak gue dan ikut sekarang" ucap langit dingin
dan menarik Alluna menuju parkiran motornya
Sebelumnya Alluna juga sudah mengabari Rey agar dia berangkat bersama lisa dan mengirimkan lokasinya
"Kak lisa ikut gue kita ikutin kak luna" ajak Rey
Alluna dan langit tiba di rumah tua itu,ada beberapa mobil yang terparkir disana
"Tetap di belakang gue" ujar langit dia juga sempat mengirimkan lokasinya kepada Arga dan David
"Lo tau gue beda dari perempuan lain" jawab Alluna dan berjalan masuk lebih dulu
"Keras kepala" ucap Langit yang didengar oleh rey yang baru sampai di sampingnya
"Lo belum liat saja kekejaman kakak gue " sombong Rey ke langit dan ikut masuk ke dalam
Alluna sampai di lantai paling atas rumah itu di bisa melihat beberapa orang yang sudah tumbang mungkin Alfin sempat melawan namun karna kalah jumlah sekarang Alfin yang di keroyok tanpa ampun
"T‑tolong" ucap alfin pelan saat melihat Alluna setelah itu kesadarannya hilang
Darah Alluna berdesir
kemarahannya benar‑benar di ujung tanduk sekarang melihat adiknya tak berdaya.
"Lo semua akan mati di tangan gue hari ini" ucap Alluna dengan sedikit keras membuat semua orang disana melihat ke arah Alluna
"Lun" ucap langit yang ingin menarik tangan Alluna namun sudah di hentikan oleh Rey sebelum langit menyentuhnya membuat langit menatap Rey tajam
"Kak kontrol diri kakak ada Alfin disini" peringat Rey ke Alluna membuat Alluna menggelengkan kepalanya berusaha menahan Allana yang akan keluar
"Lun" ucap lirih lisa yang melihat Alluna memukul kepalanya sendiri
"Apa yang kalian liat sekarang adalah diri asli kakak gue,sebaiknya kalian pergi atau kalian akan menyesal melihatnya" ucap Rey serius membuat Langit dan lisa bingung Rey tidak pernah berbicara seserius ini padanya
"Lo mau nolongin ni anak ha" teriak salah satu dari mereka membuat Alluna yang memejamkan matanya kembali terbuka dengan sosok yang beda
"Sebaiknya lo pergi atau lo mau layanin kita semua dengan tubuh lo maka anak ini akan kita lepaskan" ucap yang lainnya
"Hihiihii,gue akan pergi kalo lo semua sudah mati di tangan gue" tawa Allana yang terdengar menyeramkan
"Kak lana" ucap Rey sangat pelan namun karena langit berada disampingnya dia mendengar sedikit ucapan Rey
"Lana?" Batin Langit
Allana mengeluarkan pisau kecil yang selalu dia bawa
"Ah ini tidak akan membunuh kalian hanya membuat sedikit rasa sakit hihihi" tawa Allana
"Ada apa ini,kenapa dia berbeda" batin langit
"Lun lo kenapa jangan buat gue khawatir kaya gini" batin lisa
"Pergi kak kalian harusnya gak liat ini" ucap Rey ke lisa dan langit
"Gue akan tetap disini,gue harus pastikan Luna baik‑baik saja" ujar Langit
"Gue juga akan disini,gue gak mau luna terluka" jawab lisa
"Gue harap kalian gak nyesal dan ninggalin kakak seeperti yang lain" ucap Rey lagi
Rey yang sudah melihat kakaknya melawan beberapa orang segera menelfon papanya
"Halo boy" ucap Alexander yang mengangkat telfon anaknya
"Kakak pah, Kakak lepas kendali" jawab rey panik
"Kirim lokasi kamu sekarang" jawab Alexander dengan panik
Setelah mengirimkannya Rey kembali memperhatikan kakaknya yang saat ini membantai mereka satu persatu, tenang tidak sampai membunuhnya dia tidak akan melakukan itu di depan adiknya walaupun adiknya tidak sadar sekarang
Srett
Arghhhh
Jleb
Jlebb
Arghhh arghhh
Bughhhhh
Bughhhh
"Luna" teriak Langit saat Alluna mendapatkan pukulan di wajahnya.
"Lun" teriak lisa terkejut
Ruangan itu sudah penuh dengan darah bahkan wajah Alluna juga terkena darah mereka
"Astaga" teriak David heboh saat tiba disana.
"Astaga kenapa lo harus bawa 2 bebek lo ini sih,ini tuh rahasia" ujar Rey frustasi
Sedangkan Arga yang melihat penampilan Alluna tersenyum miring, ada yang sama dengan hobinya bermain pisau dengan musuh
"Mereka tidak akan berani ember" jawab Langit
"Gila calon masa depan gue,seksi banget dengan wajah penuh darah" ujar David yang jiwa sikopetnya keluar
"Lo mau mati di tangan gue" ujar langit
"Canda bos" ucap david
"Gak tepat timingnya bodoh" ujar Rey
"Luna Awas" teriak Langit yang segera berlari menghadang orang yang akan menusuk Alluna dari samping
Srett
"Lo lukai gue bangs*t" ucap Langit saat lengannya mengeluarkan darah karena terkena pisau kemudian dia menghajar orang itu membabi buta
"Gilee pak bos dan bu bos kita sikopet,kerenn sih ini" ucap David bangga membuat Rey menggelengkan kepalanya
"Kayanya gue juga harus belajar bela diri dengan luna deh" ujar Lisa yang terbawa suasana karena kehebohan David
Tuk
"Akhhhh kok di sentil sih" kesal lisa saat Arga menyentil dahinya
"Jangan ikut gila kaya David" jawab Arga tanpa ada yang sadari sedang tersenyum tipis melihat lisa yang kesal
"Mereka satu sekte dengan kakak sih kalau kata gue" batin Rey
Melihat semua tumbang Rey segera mendekati Alfin dan membantunya berdiri dengan di bantu David
"Hihihii sangat menyenangkan" tawa Allana yang masih berhadapan dengan 2 orang lagi yang sudah terlihat kelelahan menghadapi Allana
Allana yang melihat adiknya di bopong oleh Rey dan David dengan wajah babak belur dan kepala yang mengeluarkan darah kembali membuat Allana murkah dia bahkan menggenggam pisau di tanganya sangat kuat sampai tangannya juga mengeluarkan darah
"Lo semua mati anj*ng " teriak Allana yang sudah gelap mata mencoba menyerang mereka lagi dan dia pastikan akan menusuk mereka tepat di jantungnya
"Luna berhenti" teriak Alexander yang berlari mendekati putrinya itu
Terlihat nafas Alluna naik turun dengan sangat cepat dia benar‑benar lepas kendali saat ini
Semua yang berada disitu terkejut saat Alluna justru mencengkram dagu Alexander kuat
"Kak itu papah" teriak Rey
"Kendalikan dirimu nak" ucap Alexander lembut
"Kau mau lihat aku tenang bukan, maka biarkan aku membunuh mereka semua" ucap Allana dingin
"K‑kak L‑luna" ucap Alfin membuat luna melepaskan tangannya dari Alexander dan berjalan mendekati Alfin yang sudah kembali tidak sadarkan diri
"Bawa mereka semua ke markas" perintah Alexander pada anak buahnya yang dia bawa
"Dek bangun hey" ucap Allana bahkan mereka terkejut dengan kelembutan Alluna untuk Alfin
Alluna melihat darah segar yang terus keluar dari kepala Alfin
"Bawa dia ke rumah sakit" ucap Alluna dengan dingin emosinya masih belum hilang
Rey dan david segera membawa Alfin ke rumah sakit sedangkan Alluna kembali mendekati orang‑orang yang belum sempat dibawa pergi dari sana
"Kita akan bermain hihihi" ucap Allana dengan pisau yang sudah penuh darah di tangannya
Alexander menghalangi jalan Alluna
"Berhenti lana,kau boleh bermain tapi di markas" ucap Alexander
"Kau selalu menggangguku sialan" ujar Allana dingin
"Sadarkan dirimu ini papah" ujar Alexander membuat Langit,lisa dan Arga yang masih berada disitu terkejut
Pantas saja dia kaya ternyata anak dari tuan Alexander begitulah kira‑kira fikiran mereka
"Lo mau mati di tangan gue hm" ujar Allana yang sudah menggerakkan pisaunya di samping wajah Alexander
Langit yang melihat itu entah dorongan dari mana dia mendorong Alexander mundur dan berdiri tepat di depan Alluna menggantikan Alexander
"Dia bokap lo lun dan lepasin mereka,mereka sudah terluka". Teriak Langit
"Lihat lun dia bahkan sudah melihatku hihihi"
Ujar Allana yang berbicara pada dirinya sendiri membuat langit dan Arga,lisa bingung
"Kenapa luna seperti dua orang yang berbeda" ujar lisa pelan namun di dengar oleh arga yang berdiri tepat disampingnya
"Alter Ego" jawab Arga membuat lisa menatapnya
"Maksudnya?" Tanya lisa
"Gue gak berhak untuk menceritakan hal yang belum tentu, biar luna yang menceritakan ke lo jika dia mau" jawab Arga lagi membuat lisa mengangguk
"Kontrol diri lo jangan sakiti papa dan dia" ucap Alluna
Allana tidak mendengarkan perkataan luna dia mencekik leher Langit kuat
"Lepasin mereka hm?" Tanya Allana dengan senyum miringnya dibalas anggukan oleh langit karena dirinya yang sedang di cekik kuat
"LO FIKIR GUE BISA LEPASIN MEREKA YANG SUDAH HAMPIR MEMBUNUH ADEK GUE BANGS*T" teriak Allana kembali membuat Langit, arga dan lisa terkejut.