NovelToon NovelToon
Pesugihan Tuyul

Pesugihan Tuyul

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:47.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.

"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.

Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Membawa seember ikan

Larut malam sama sekali tidak ada yang melihat ketika seseorang berjalan mengendap-ngendap sembari membawa ember seng yang sudah terisi penuh dengan berbagai macam ukuran ikan, tidak ada yang tahu maksud dan tujuan orang tersebut karena mereka semua juga tertidur pulas Di rumah masing-masing usai membaca tahlil ketika di rumah Ilham tadi.

Hanya orang ini saja yang terjaga dan dia ingin membuktikan sendiri bagaimana rasa curiga yang tersimpan di dalam hati ini, bukan karena ingin ikut campur dalam urusan orang lain tapi karena dia ingin membuktikan Apakah kematian saudara dia memang ada sesuatu yang tidak beres di dalam tragedi itu.

Rania menggunakan tudung berwarna hitam dan tidak ada yang bisa melihat wajah dia sehingga dirinya merasa aman ketika nanti ada yang tidak sengaja melihat dirinya saat ini, bukan takut ketahuan oleh Ilham tapi dia takut bila nanti ada warga yang melihat dan merasa curiga ketika dia malam hari mendatangi rumah saudara ipar dia sendiri.

Sebab sekarang Rania memang telah memutuskan untuk tinggal di rumah reot milik almarhum Bude mereka yang sudah lama ditinggal itu, meski terkesan tidak layak namun setidaknya Rania merasa aman dan dia akan terjaga dari fitnah ketika tinggal di rumah itu tanpa ada Ilham di dalam sana.

''Ya, aku taruh sini saja biar aman dan tidak ada yang melihat.'' Rania meletakkan ember berisi ikan itu di dekat kamar milik Rina.

''Semoga sajak ada hasil dan tidak sia-sia aku keluar malam hari seperti ini.'' harap Rania dengan perasaan cemas.

Maka dengan tergesa-gesa dia segera meninggalkan kawasan tersebut dan mencari tempat persembunyian yang paling aman agar tidak ada yang melihat keberadaan dia, berlebih lagi Rania memang ingin Mengintip dan membuktikan sendiri Apakah nanti ada seseorang yang datang untuk memakan ikan segar di dalam ember tersebut, maka dengan begitu dirinya bisa membuktikan sendiri kecurigaan yang ada di dalam pikiran dia.

Kraaaaak.

''Hah, Siapa yang berjalan sendirian itu?'' Rania kaget karena dia melihat keberadaan orang lain.

Dalam gelapnya malam dan juga kengerian yang semakin terasa di dalam hati, Rania melihat seseorang yang berjalan dengan cepat membawa sesuatu di tangan. orang itu juga menggunakan kerudung berwarna hitam dan dia menaburkan sesuatu di dekat kamar milik Rina juga, wanita tersebut sempat melihat ke dalam ember yang tadi dibawa oleh Rania..

''Siapa dia, dan Kenapa dia seperti menaburkan sesuatu di dekat kamar Kak Rina?'' Rania sama sekali tidak tahu apa yang telah terjadi.

''Aku harap ini semua tidak nyata.'' Mbok Inem Berkata sambil menaburkan kacang hijau.

''Siapa sih dia, Kenapa juga terlihat begitu serius menaburkan sesuatu seperti itu?'' Rania memperhatikan dari jauh dengan seksama.

''Maaf, Rin! bukan aku mau ikut campur tapi aku sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi kepada dirimu.'' Mbok Inem berkata dengan serius.

''Apa Dia memiliki maksud jahat ya?'' batin Rania dengan perasaan resah.

Namun Tak lama kemudian Rania malah melihat wanita berkerudung hitam itu juga mencari tempat persembunyian yang aman, dalam hati dia mulai menebak Apakah wanita itu juga ingin membuktikan bahwa keluarga Ilham sudah menganut sesuatu yang tidak beres sehingga dia menaburkan sesuatu untuk mengetahui lebih jauh.

"Apa jangan-jangan dia ingin membuktikan seperti aku juga bahwa ada misteri yang tersimpan?'' Rania baru sadar ketika orang tersebut memilih untuk bersembunyi.

''Tapi dia siapa dan kenapa ingin tahu tentang masalah ini juga?'' Rania semakin bingung karena dia tidak mengetahui sosok tersebut.

Wuuuuusssh.

''Aaah sambaran Apa itu tadi?'' Mbok Inem juga ikut merasa kaget.

Sebab dapat mereka Rasakan Sendiri ketika sedang duduk diam mengamati malah mendadak saja ada samaran angin yang lewat di belakang punggung mereka, Rania ikut merasakan hal yang sama dan dia menatap sekitar untuk lebih lanjut Apakah ada seseorang yang datang dan akan menampakkan diri saat ini juga.

...****************...

''Aku tidak mungkin salah dengar karena jelas tadi itu suara anak yang sedang menangis.'' Pak Edi kembali membahas masalah tersebut ketika sudah di rumah.

''Kami juga mendengar suara anak yang sedang menangis tapi tidak tahu itu suara anak siapa.'' Ros berkata kepada suami dia.

''Agak aneh sih menurut aku karena kita semua tidak ada yang membawa anak tadi.'' ujar Pak Edi.

''Ah Ya Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan karena kita juga tidak tahu anak siapa yang sedang menangis.'' Ros terlihat cuek saja dan dia kembali menjahit.

Pak Edi masih penasaran dan terlihat dia kebingungan serta mulai menyambungkan kaitan demi kaitan yang ada di rumah Ilham, mulai ketika dia sih yang menemukan uang setumpuk dan juga malam hari mereka yang sedang membaca tahlil malah mendadak saja mendengar suara anak yang sedang menangis itu.

''Kenapa memikirkan sampai seperti itu?'' Ros bertanya kepada sang suami.

''Menurut Kamu benar atau tidak kalau keluarga itu menganut pesugihan tuyul?'' Pak Edi bertanya tentang pendapat istri dia.

Ros yang mendengar hal itu tentu saja langsung berbalik dan dia menatap suami dengan pandangan tajam karena menurutnya Itu adalah ucapan yang sangat tidak pantas, tapi Ros mendadak saja teringat ketika malam hari dia melihat Rina yang menjadi arwah gentayangan.

''Kenapa sih kamu?'' Ros tetap tidak ingin terpancing walau saat ini dia juga mulai merasa curiga.

''Ya makan dulu mereka juga keluarga tidak punya, lalu mendadak menjadi orang kaya dan sekarang Rina meninggal dunia.'' Pak Edi berusaha untuk menjelaskan.

''Bukan berarti mereka memiliki pesugihan dong.'' bantah Ros.

''Kamu sendiri bilang kalau malam sebelumnya melihat arwah Rina dalam keadaan payudara membusuk, Bahkan kamu bilang ada anak kecil yang bergelayut di pundak dia.'' Pak Edi masih ingat dengan cerita sang istri.

Ros menggeleng dengan cepat karena dia tidak mau bila itu nanti malah menjadi gosip dan dia merasa kasihan dengan Rina, selama ini Rina banyak membantu dia berbagai macam sehingga ketika ada orang yang membicarakan tentu saja Ros merasa agak sakit hati juga.

''Aku Jadi curiga memang kalau keluarga Ilham sudah mengambil pesugihan tuyul.'' ujar Pak Edi kembali.

''Ah sudah lah, Aku tidak mau membahas tentang masalah itu karena belum tentu juga benar.'' Ros terlihat cuek kembali.

Takut kalau nanti sang suami malah kebablasan dan bercerita kepada orang lain tentang masalah ini, Bila memang keluarga itu mengambil pesugihan maka Ros juga tidak akan pernah membuka suara karena menurutnya itu adalah hak mereka dan dia tidak ada hak untuk ikut campur.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
ya ampun Pur ..bocil kau ajak bicara tentang birahi segala 🤣...semoga aja ya Rania selamat bisa di bantu purnama sampai tuntas
Eli Rahma
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Eli Rahma
hai..itu ketuamu loh..😆😆
neni nuraeni
brrti disini Zidan juga sudah metong ya kak,, dan purnama sudah kmbli pulih sperti sedia kala makanya dia trjun lagi,,,
Raffaza Direzky87
biarkan aja gak usah di bantu
Ass Yfa
setidaknya Rania..nggk dikejar tuyul itu lagi kalo Delisa mau nikah sama Ilham
Ayuk Witanto
ah moga saja purnama mau membantu...
Ayuk Witanto
biarlah si Delisa jadi ibu susunya si tuyul
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
Linda itu apa yang tinggal di rumah kosong
Ayuk Witanto
apa itu rina
Ayuk Witanto
Alhamdulillah
Ela Jutek
emang perlu di tabok si Pur sekali kali
Iis Dawina
kan yg di judul sebelumnya Zidan meninggal makan jamur beracun
vania larasati
lanjut kak
ismi
ini gimana rina kok main setuju saja adiknya disusu tuyul,,
Yeyet Rohaeti
siang thor, di sini Zidan udah meninggal ya thor?
Tri Lestari
yang di untungkan si Ilham ini
putri wahyu
siang jg Bess..
Ani_Sudrajat
Kok gak punya lawan thor emang Zidan kemana??
MiilaaManurung: Racun yang tertinggal
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!