NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: tamat
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:644.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Beberapa saat kemudian, Ilona tersadar. Ia yang dibaringkan di kursi panjang, mencium aroma minyak angin. Kepalanya masih berat, tapi tetap berusaha membuka mata. Samar-samar ia melihat Elang dan dua orang laki-laki yang tidak ia kenal mengerumuni.

"Akhirnya kamu sadar." Elang yang menggenggam tangan Ilona, menghembuskan nafas lega. Senyuman tipis tersungging di bibirnya.

Ilona berusaha untuk bangun dengan bantuan Elang.

"Minum dulu." Elang menyerahkan sebotol air mineral yang sudah dibuka tutupnya.

"Aku kenapa?" tanya Ilona setelah meneguk minuman dan merasa sedikit lebih baik saat cairan itu mengalir di tenggorokannya.

"Tadi kamu pingsan."

Ilona mencoba mengingat kejadian sebelum ia pingsan tadi. Benturan keras, kecelakaan. Ia ingat itu.

"Aku antar kamu ke klinik ya," tawar Elang.

"Gak usah." Ilona menggeleng. "Antar aku pulang saja." Ia tahu, jika yang barusan terjadi padanya, bukan karena ia sakit, tapi mengalami trauma.

Elang mengangguk. Ia mengangkat tubuh Ilona, meminta bantuan pekerja bengkel untuk membukakan pintu mobil.

"Maaf, selalu ngerepotin kamu." Ujar Ilona saat ia dan Elang sudah berada di dalam mobil.

"Enggak sama sekali." Elang mencondongkan tubuh ke arah Ilona, membantu memasang sabuk pengaman.

Ilona membuang pandangan, meremat roknya saat jarak wajahnya dan Elang begitu dekat. Aroma parfum pria itu tercium jelas, bahkan nafasnya, terasa saat berada di dekat lehernya. Rasanya lega saat Elang telah kembali ke posisinya, namun debaran di dada, belum sepenuhnya hilang.

Mobil meninggalkan bengkel, melaju pelan ke arah rumah Ilona.

Sepanjang jalan, Elang berkali-kali menoleh pada Ilona, khawatir dengan kondisinya. "Yakin, gak mau ke klinik?"

Ilona menggeleng pelan.

"Apa kamu sering seperti ini? Maksudku, saat ada kecelakaan?"

"Tergantung kecelakaannya. Suara tadi, membuat aku seperti kembali ke dini hari itu, ke tempat dimana aku akhirnya kehilangan kakiku."

"Maaf Ilona, maafin aku."

Ilona menoleh pada Elang. "Kenapa kamu minta maaf? Kita berada di tempat tadi, sama sekali bukan salah kamu. Aku yang harusnya minta maaf, sudah berkali-kali merepotkan kamu. Dan soal di rumah sakit tadi, aku juga minta maaf." Ia merenung beberapa saat tadi. "Maaf jika tadi aku marah-marah dan kesannya agak berlebihan. Maaf jika ada kata-kataku yang menyinggung kamu."

Elang menggeleng. "Tidak ada yang perlu di maafkan. Aku akan berusaha menghargai setiap keputusan kamu."

"Aku cuma ngerasa, kamu terlalu baik, Lang."

Aku gak sebaik itu.

"Kamu... pernah konsultasi ke psikolog? Maksudnya, mengenai trauma kamu?" tanya Elang.

"Enggak, gak pernah." Ilona menggeleng.

Tak terasa, mobil yang dikemudian Elang sampai di depan rumah Ilona. Wajah wanita itu masih sedikit pucat.

"Yakin gak papa, gak butuh ke klinik?"

Ilona menggeleng. Ia melepas sabuk pengaman, lalu menarik handle pintu.

"Tunggu sebentar, biar aku bantu." Elang buru-buru keluar, mengitari mobil, membantu Ilona turun.

Ilona yang masih merasa pusing, hampir terjatuh, untung ada Elang yang menahan tubuhnya.

Takut Ilona terjatuh nantinya, Elang memutuskan untuk menggendongnya masuk ke dalam rumah.

Kedua lengan Ilona mengalung di leher Elang. Matanya menatap ke dada laki-laki itu, tak berani menatap matanya. Jantungnya berdebar tak beraturan. Bagaimana bisa ia tak jatuh cinta jika diperlukan seperti ini.

"Ilona, Ilona."

"Hah!" Ilona terperanjat, gugup saat sadar Elang memanggilnya.

"Aku gak bisa buka pintunya."

"Oh...turunkan aku."

Elang menurunkan Ilona ke bangku teras, namun saat ia mencoba menarik handle pintu, ternyata di kunci.

"Sepertinya Ibu keluar." Ilona mengambil kunci di dalam tas, berusaha bangkit dan jalan untuk membuka pintu meski kepala masih sedikit pusing.

Begitu pintu terbuka, Ilona masuk lebih dulu, lalu disusul Elang di belakangnya.

Ilona yang masih pusing, berhenti melangkah. Ia takut jika diteruskan, nantinya malah jatuh. Lantai yang ia injak, serasa berputar.

"Masih pusing?"

"Dikit." Sebenarnya bukan hanya pusing, tapi tubuhnya juga lemas.

Takut Ilona terjatuh, Elang mengangkat tubuhnya, membawa ke sofa. Ia turunkan pelan-pelan Ilona disana, namun karena tempatnya sempit, dan kakinya tersandung kaki meja, tubuhnya langsung oleng. Ia hampir menimpa tubuh Ilona kalau saja tangannya tak sigap bertumpu pada sofa.

Jantung keduanya sama-sama berdebar kencang, dengan posisi wajah yang hanya berjarak sejengkal. Mata mereka bertemu, nafas naik-turun.

Entah dorongan dari mana, bukannya segera bangkit dan menjauh, Elang malah semakin mengikis jarak diantara mereka. Bibirnya, mencium bibir Ilona.

1
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
you bayangin aja you udah tunangan, Alisya juga udah nemenin you sejak 8 tahun maybe? since he live at Germany for his college dan tiba-tiba minta putus 😭😭 manusia mana yang sanggup kek gituuu. cowok yang dulunya romantis, perhatian tiba-tiba udah berubah 180° dan Alisya harus lupain kenangan nya gitu aja? it's so hard for her elang 🤧🤧
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
mikirin popularitas keluarga mulu 🙄
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
DUARR KENAN NGAMUKKK /Facepalm//Facepalm/
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
ngaku juga beliau ini di hadapan kenan 🤣🤭
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
APA INI!! TIBA-TIBA BANGET YOUU ELANGG!! astogehh terkejut saya/Smug/
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
lah you yang minta gimana sih 😭
Farika Willesden
keren bgus bngt certanya
Mutia
Waktu pernikahan Alisha dg Ilham knp gak disebut ada akadnya, tp mereka menuju altar. Apa Alisha dg Elang beda keyakinan.🙏
Elzatrisna Ismail
selalu keren
mbak mimin
😭😭😭
Raditya
👍👍👍
Ratna Komala
selamat ya buat elang dan illona semoga sll berbahagia penuh dengan cinta dan semoga mendapatkan elang junior yg lucu"...😍😍😍😍😍
Kar Genjreng
Elang jadi jagoan ,,, tetapi waktu abis nabrak loe malah langsung pergi ke Jerman kan haduhh
Kar Genjreng
Elang ya loe berani bilang kalau cacat emang ga berhak ya loe coba nikahin Ilona
berani ga bilang orang tua loe,,,ya Arya juga mungkin di larang orang tua nya,,,tapi
juga salah.menghina sudah bikin cacat,,,dan nya lagi orang tua loe ga tanggung jawab,,
Kar Genjreng
tetapi ibu salah justru putra Ibu merasa bersalah begitu melihat keadaan yang sesungguhnya gadis yang di tabrak 8 th
lalu sangat menyedihkan. semua cita cita nya telah musnah gara gara elang putra anda Bu,,,🤭🤭
Kar Genjreng
apa Kamu ga mau membalas semua apa yang sudah kamu renggut Lang,,, sekarang Ryan saja entah orang cuma kasihan bahkan dia tidak suka dengan ilona,, sedih kan 😭😭😭😭
Dewi Susanti
luar biasa,ceritanya bagus menarik tapi bikin nangis
tris tanto
maaf ya thor ini bukannya masih bisa berdiri dengn 2 tongkat ya??
Nani Krisnawati
keren ceritanya
Bela Viona
hajar Ilona,jgn kasih kendor elang nya 😄, suruh elang buktikan dulu kata²nya.gpp nginap di hotel dulu beberapa tahun. baru dah di maafkan 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!