NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat
Popularitas:273.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Beberapa saat kemudian, Ilona tersadar. Ia yang dibaringkan di kursi panjang, mencium aroma minyak angin. Kepalanya masih berat, tapi tetap berusaha membuka mata. Samar-samar ia melihat Elang dan dua orang laki-laki yang tidak ia kenal mengerumuni.

"Akhirnya kamu sadar." Elang yang menggenggam tangan Ilona, menghembuskan nafas lega. Senyuman tipis tersungging di bibirnya.

Ilona berusaha untuk bangun dengan bantuan Elang.

"Minum dulu." Elang menyerahkan sebotol air mineral yang sudah dibuka tutupnya.

"Aku kenapa?" tanya Ilona setelah meneguk minuman dan merasa sedikit lebih baik saat cairan itu mengalir di tenggorokannya.

"Tadi kamu pingsan."

Ilona mencoba mengingat kejadian sebelum ia pingsan tadi. Benturan keras, kecelakaan. Ia ingat itu.

"Aku antar kamu ke klinik ya," tawar Elang.

"Gak usah." Ilona menggeleng. "Antar aku pulang saja." Ia tahu, jika yang barusan terjadi padanya, bukan karena ia sakit, tapi mengalami trauma.

Elang mengangguk. Ia mengangkat tubuh Ilona, meminta bantuan pekerja bengkel untuk membukakan pintu mobil.

"Maaf, selalu ngerepotin kamu." Ujar Ilona saat ia dan Elang sudah berada di dalam mobil.

"Enggak sama sekali." Elang mencondongkan tubuh ke arah Ilona, membantu memasang sabuk pengaman.

Ilona membuang pandangan, meremat roknya saat jarak wajahnya dan Elang begitu dekat. Aroma parfum pria itu tercium jelas, bahkan nafasnya, terasa saat berada di dekat lehernya. Rasanya lega saat Elang telah kembali ke posisinya, namun debaran di dada, belum sepenuhnya hilang.

Mobil meninggalkan bengkel, melaju pelan ke arah rumah Ilona.

Sepanjang jalan, Elang berkali-kali menoleh pada Ilona, khawatir dengan kondisinya. "Yakin, gak mau ke klinik?"

Ilona menggeleng pelan.

"Apa kamu sering seperti ini? Maksudku, saat ada kecelakaan?"

"Tergantung kecelakaannya. Suara tadi, membuat aku seperti kembali ke dini hari itu, ke tempat dimana aku akhirnya kehilangan kakiku."

"Maaf Ilona, maafin aku."

Ilona menoleh pada Elang. "Kenapa kamu minta maaf? Kita berada di tempat tadi, sama sekali bukan salah kamu. Aku yang harusnya minta maaf, sudah berkali-kali merepotkan kamu. Dan soal di rumah sakit tadi, aku juga minta maaf." Ia merenung beberapa saat tadi. "Maaf jika tadi aku marah-marah dan kesannya agak berlebihan. Maaf jika ada kata-kataku yang menyinggung kamu."

Elang menggeleng. "Tidak ada yang perlu di maafkan. Aku akan berusaha menghargai setiap keputusan kamu."

"Aku cuma ngerasa, kamu terlalu baik, Lang."

Aku gak sebaik itu.

"Kamu... pernah konsultasi ke psikolog? Maksudnya, mengenai trauma kamu?" tanya Elang.

"Enggak, gak pernah." Ilona menggeleng.

Tak terasa, mobil yang dikemudian Elang sampai di depan rumah Ilona. Wajah wanita itu masih sedikit pucat.

"Yakin gak papa, gak butuh ke klinik?"

Ilona menggeleng. Ia melepas sabuk pengaman, lalu menarik handle pintu.

"Tunggu sebentar, biar aku bantu." Elang buru-buru keluar, mengitari mobil, membantu Ilona turun.

Ilona yang masih merasa pusing, hampir terjatuh, untung ada Elang yang menahan tubuhnya.

Takut Ilona terjatuh nantinya, Elang memutuskan untuk menggendongnya masuk ke dalam rumah.

Kedua lengan Ilona mengalung di leher Elang. Matanya menatap ke dada laki-laki itu, tak berani menatap matanya. Jantungnya berdebar tak beraturan. Bagaimana bisa ia tak jatuh cinta jika diperlukan seperti ini.

"Ilona, Ilona."

"Hah!" Ilona terperanjat, gugup saat sadar Elang memanggilnya.

"Aku gak bisa buka pintunya."

"Oh...turunkan aku."

Elang menurunkan Ilona ke bangku teras, namun saat ia mencoba menarik handle pintu, ternyata di kunci.

"Sepertinya Ibu keluar." Ilona mengambil kunci di dalam tas, berusaha bangkit dan jalan untuk membuka pintu meski kepala masih sedikit pusing.

Begitu pintu terbuka, Ilona masuk lebih dulu, lalu disusul Elang di belakangnya.

Ilona yang masih pusing, berhenti melangkah. Ia takut jika diteruskan, nantinya malah jatuh. Lantai yang ia injak, serasa berputar.

"Masih pusing?"

"Dikit." Sebenarnya bukan hanya pusing, tapi tubuhnya juga lemas.

Takut Ilona terjatuh, Elang mengangkat tubuhnya, membawa ke sofa. Ia turunkan pelan-pelan Ilona disana, namun karena tempatnya sempit, dan kakinya tersandung kaki meja, tubuhnya langsung oleng. Ia hampir menimpa tubuh Ilona kalau saja tangannya tak sigap bertumpu pada sofa.

Jantung keduanya sama-sama berdebar kencang, dengan posisi wajah yang hanya berjarak sejengkal. Mata mereka bertemu, nafas naik-turun.

Entah dorongan dari mana, bukannya segera bangkit dan menjauh, Elang malah semakin mengikis jarak diantara mereka. Bibirnya, mencium bibir Ilona.

1
Azda Syafril
buktikan klo cinta dg illona.. dn buktikan klo qm TDK takut msuk penjara... jgn menyesali keputusanmu msuk pnjra Lang... LBH baik berpikir logis dg jalur damai illona mau memaafkan mu tp qm hrus menjauh itu LBH baik Lang...💪
Indra Reza Zulkifli
sedikit cerita dulu saudara saya juga ada yg ketabrak motor kakinya cedera,,dengan gentle tuh yg nabrak buat tanggung jawab biaya berobat dan mau nikahin saudara saya takut gak bisa jalan dngn normal,, saudara sayanya gak mau, Alhamdulillah kakinya gak cedera parah bisa normal... ternyata ada yg lebih gentel d dunia nyata daripada dunia pernovelan🤭😄
yutantia 10: kirain tawaran nikah, cuma ada di novel, ternyata di dunia nyata juga ada
total 1 replies
Rahmawati
skrg aja bilang mau nyerahin diri ke polisi, km mau bikin ilona merasa bersalah ya
BundaneAyaFitri
akankah Ilona bakalan luluh, setelah melihat elang semalaman berada diluar, ditemani derasnya hujan serta petir yg menggelegar hehe kayak di pilm India jadul deh 😁😁😁sok teu aku Thor..... hadeeehh kasian kamu Lang, nikahannya batal sayang duitnya,mana duit hasil jual mobil pula,... bakal beneran ngenes deh kamu kalo ditambah masuk bui pula😢😢😔😔😔 gimana endingnya ya Thor? masih panjangkah? terserah Thor dah gimana kelanjutannya 🙏🙏🙏
memei
mati saja kamu elang biar yg membencimu puas 🤣🤣🤣🤣🤣
Sari Kumala
maafin aja lah yg namanya manusia pasti punya kesalahan
Ummah Intan
semua org berhak mendapatkan kesempatan kedua dan jg semua org bs berubah lebih baik lg meski pernah berbuat kesalahan yg besar,Tuhan sj maha pengampun
enungdedy
gk bisa komen apa2lah...krn elang memang salah🥹
klo pun elang hrus dipenjara semoga hub elang dan ilona bisa membaik
Hani Ekawati
Mau kasian sama Elang tapi lebih kasihan lagi ke Ilona, kejadian yang menimpanya benar benar menghancurkan hidupnya dan disaat mulai menerima takdir tapi kenapa harus bertemu dengan pelaku tabrak lari itu bahkan Ilona jatuh cinta pada laki laki itu. 😭
Hani Ekawati
Sekarang aja kamu ngomong kaya gitu setelah tau keadaan Ilona. Lah dulu mana ada rasa itu 🙄
Hani Ekawati
Tapi sekarang Ilona sudah jatuh cinta sama kamu, mana mungkin tega melihat orang yang di cintainya mendekam dipenjara🙄
Pinter kamu Lang, ngedeketin Ilona biar dia jatuh cinta sama kamu padahal kamu sendiri entah mencintai Ilona secara tulus atau karena rasa iba, entahlah.🙄
Hani Ekawati
Jangankan Ilona, akupun sebagai reader sangsi akan pengakuanmu yang selalu bilang mencintai Ilona
Retno Wulan
nangis aku sedihhhh
Kustri
mirip karya sblh, awal'a anak" kecil yg main ditaman, tanpa sengaja anak laki" jatuh, menimpa anak perempuan, lalu jatuh br2...malah berlalu 15 th yg menyababkan kelumpuhan kaki 2-2nya pd siwanita✌
yutantia 10: Sekarang ada event lomba dengan tema orang disabilitas, jadi kemungkinan beberapa karya ngambil tema yang sama
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak
Sugiharti Rusli
semoga apapun nanti keputusan Ilona, dia bisa berpikir jernih dan melihat dari sisi lain seorang Elang, dia salah besar iya tapi dia mau bertanggung jawab penuh pada dirinya kelak, entah apa akan sepadan😔😔😔
Oma Gavin
itu keputusan yg benar meskipun terlambat menyerahkan diri ke polisi dan bertanggung jawab perkara illona memaafkan atau tidak itu urusan pribadi illona dan keluarganya tugas mu hanya satu pertanggung jawabkan perbuatanmu yg dulu itu saja
Sugiharti Rusli
bahkan Elang sudah meninggalkan semuanya demi mengejar Ilona, mungkin pengorbanannya dianggap belum cukup yah bagi Ilona,,,
Sugiharti Rusli
tapi bahkan sekarang Elang sudah menanggalkan kenyamanannya yang mungkin bagi orang lain tidak seberapa, itu berat bagi seorang yang hidupnya terbiasa serba ada,,,
Sugiharti Rusli
mungkin Elang sangat salah dulu dan juga dia tidak bertanggung jawab sama sekali pada Ilona korbannya saat itu😔😔😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!