NovelToon NovelToon
Papaku King Mafia

Papaku King Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Ardio adalah seorang mafia kejam sejak kematian istri yang meninggal karena di bunuh oleh musuhnya, padahal istrinya bari melahirkan seorang bayi.

Setelah kepergian istrinya, ia menjadi bertambah kejam, meskipun begitu, ia sangta lembut kepada putri kecilnya yang bernama Adel, bahkan menggantikan popok pun ia mau bahkan rela begadang agar buah hatinya tidak terganggu oleh masalah.

Hari ini ia sedang mengeksekusi penjahat yang ingin menganggu bisnisnya, Tiba-tiba saja ia mendapat telpon dari pengasuh anaknya jika Adel tidak bisa tidur tanpa dirinya, dan ia rela pulang, dan menyurh anak buahnya untuk mengeksekusi penjahat tersebut.

Meskipun ia mafia kejam, tapi ia adalah ayah yang penyayang.

Adel pun berusia masuk SMA favorit, tapi ia mendapatkan pembullyan daei teman Sekolahnya karena ada seorang pria primadona yang mendekatinya.

Sementara ia tidak sedikit pun menyukai sang primadona tersebut.

Tapi Adel menyimpan sendiri pembullyan itu hingga akhirnya di ketahui oleh Ardio.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Suara bel istirahat pertama terdengar ke seluruh sudut SMA Garuda Bangsa.

Dalam sekejap, suasana koridor yang tadinya tenang berubah menjadi riuh oleh langkah kaki para murid yang berhamburan keluar kelas.

"Del! Ayo cepat ke kantin, nanti kita tidak dapat tempat duduk!" seru Karin seraya menarik lengan Adel begitu guru pengajar melangkah keluar dari kelas X-A.

Adel tertawa pelan, memasukkan buku tulisnya ke dalam tas. "Sabar, Karin. Bakso langgananmu tidak akan lari ke mana-mana."

"Kamu tidak paham, Del! Jam istirahat pertama itu ibarat ajang perebutan wilayah di kantin," kata Karin bersemangat sambil menuntun Adel menelusuri koridor lantai dua.

Namun, baru saja mereka melangkah mendekati tangga utama, banyak kerumunan murid perempuan di sana.

Suara bisik-bisik kagum dan pekikan tertahan terdengar saling bersahutan.

"Wah, Devan baru selesai latihan basket!"

"Ganteng banget, ya ampun! Keringatnya saja kelihatan estetik!"

"Coba saja dia mau melirik ke arah kita..."

Karin langsung berjinjit, mencoba mengintip di antara celah kerumunan. "Ah, pantas saja macet. Ternyata Devan lagi lewat."

"Devan?" Adel memiringkan kepalanya bingung. "Siapa dia?"

Karin membelalakkan mata, menatap Adel seolah-olah sahabat barunya itu baru saja datang dari planet lain.

"Kamu tidak tahu Devan?! Devan Putra Dewanta! Dia itu murid kelas XI, kapten tim basket, anak pemilik salah satu rumah sakit swasta terbesar di kota ini, dan yang paling penting... dia itu primadona nomor satu di Garuda Bangsa!" kata Karin bersemangat.

"Oh," sahut Adel singkat dan datar. "Pengusaha rumah sakit, ya."

Bagi Adel yang terbiasa melihat daftar kolega dan aliansi bisnis raksasa ayahnya, yang bahkan mencakup konglomerat multinasional hingga pimpinan organisasi global, gelar "anak pemilik rumah sakit" sama sekali tidak terdengar mengesan untuknya.

"Kok responsmu cuma 'oh' sih, Del?" Karin menggeleng-geleng heran. "Coba lihat itu!"

Dari arah lapangan indoor, sesosok remaja laki-laki jangkung melangkah santai.

Devan mengenakan jersey basket merah tanpa lengan. Wajahnya sangat rupawan.

Devan berjalan penuh percaya diri, terbiasa menjadi pusat perhatian ke mana pun ia melangkah.

Namun, saat matanya melihat kerumunan di dekat tangga, pandangannya berhenti.

Di antara puluhan siswi yang menatapnya dengan tatapan memuja, ada seorang gadis berambut panjang dengan paras manis yang justru menatapnya dengan raut wajah bosan, Adel.

Adel yang merasa risih melihat kerumunan tersebut menepuk bahu Karin. "Rin, jalannya memutar lewat tangga barat saja yuk. Di sini terlalu sesak."

"Eh? Tapi tangga barat mutarnya jauh, Del..."

Sebelum Karin menyelesaikan kalimatnya, Adel sudah berbalik badan dan melangkah pergi tanpa memedulikan keriuhan di sekitarnya.

Adel yang terang-terangan acuh tak acuh terhadap Devan.

Selama dua tahun di sekolah ini, tidak pernah ada satu pun siswi yang berpaling saat ia lewat.

"Siapa gadis itu?" bisik Devan pada salah satu temannya di tim basket yang berdiri di sampingnya.

Temannya melirik ke arah punggung Adel yang mulai menjauh.

"Oh, itu anak baru di kelas X-A. Kalau tidak salah namanya Adelia. Kenapa, Dev? Tertarik?" tanya temannya.

Devan menyunggingkan senyum tipis

"Menarik. Gadis yang jual mahal... justru bikin makin penasaran," gumam Devan pelan.

Sementara itu, di sudut atas koridor lantai dua, seorang pria yang mengenakan seragam petugas keamanan sekolah berdiri tegap di balik pilar.

Matanya yang tajam mengamati interaksi singkat tersebut, lalu jarinya menekan earpiece rahasia di telinganya.

"Melaporkan ke markas utama. Seorang murid laki-laki bernama Devan Putra Dewanta tertangkap kamera menunjukkan gestur ketertarikan pada Non Adel. Meminta petunjuk," bisik pengawal terselubung itu datar.

Ardio yang sedang menyesap kopi hitamnya menghentikan gerakannya sejenak.

Matanya menatap layar monitor besar yang menampilkan rekaman ulang wajah Devan dari kamera CCTV koridor.

"Lacak latar belakang keluarga anak itu. Jika dia hanya sekadar murid yang lewat, biarkan. Tapi jika dia berani membuat putriku tidak nyaman... hapus namanya dari sekolah itu," perintah Ardio datar namun penuh penekanan.

1
Ariany Sudjana
wah seru ini
Tosari Agung
kak less buat ardio jadi psikopat karena dia akan dapat target utamanya si voctor itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Adelia bisa diselamatkan, tetap waspada yah
Diana Lely
Nah gitu dong...bantu anaknya gemes aku bacanya
siti Syamsiar
lanjut thor👍👍👍👍👍
less22: siappppp
total 1 replies
Siiealan
setiap bab terlalu pendek
Ambu Rinddiany Thea
rasain loh ,
Ambu Rinddiany Thea: 😂🤭/Facepalm/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
mening ga usah d tutup tutup lah ardio drpd adel ntar tau dr orang lain , mening cerita pelan2 selain pengusaha , papa mu ini seorang mafia /Grievance//Applaud/
less22: ehaaaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
gas ngeeeeng adel , jadilah wanita terkuat ya 🫠
Ambu Rinddiany Thea
hadiiir ka lessss , maaf baru sempet buka 🤭,klo bisa anaknya juga d ajarin bela diri ya ka les biar yg buli tunduk smaa adel , kasian donk masa ayahnya mafia kelas kakap anaknya ga bisa apa2 ya ka less 🤭 /Pray/
Ambu Rinddiany Thea: iiih keren ath laaah /Ok//Good//Heart/
total 2 replies
Luna
wah MC nya mas duda lagi👍,🤭🤭🤭
less22: asoyyyyyyyyy🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!