NovelToon NovelToon
Mate Takdir Sang Werewolf

Mate Takdir Sang Werewolf

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Misteri
Popularitas:227
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

[SEASON 2]

Sekuel kedua dari cerita 'Pegasus From Diamond Planet'

"Aroma jiwamu sudah menyatu dengan kegelapanku. Aku akan menjemputmu saat rembulan memerah."
Sebuah mawar hitam misterius di atas meja akademi menghancurkan penyamaran gender White. Gadis berambut putih perak itu mengira ia hanyalah manusia biasa, sampai takdir menyeretnya ke dalam pusaran cinta posesif Ethan, calon Alpha serigala cahaya (Werewolf), dan kerajaan obsesif Aslan Dexter, sang raja iblis (Demon).
Di balik wajah sucinya, ada rahasia mengerikan: White terlahir dari sebuah kristal misterius yang jatuh dari langit, membawa esensi jiwa parasit masa lalu yang di cari oleh seluruh klan imortal.
Saat kutukan darah mulai bangkit dan aliansi antarras terancam pecah, White di hadapkan pada dua pilihan: menyerah pada kegelapan masa lalu, atau bertahan di bawah perlindungan pelukan sang Alpha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Ancaman Alan

Sementara itu, di area jalur jalan setapak luar ladang yang dikelilingi oleh hamparan tanaman ilalang tinggi yang lebat...

Plak! Plak! Plak!

"Dasar nyamuk-nyamuk liar sialan!" maki Ethan berulang kali dengan nada suara yang sarat akan kekesalan yang memuncak.

Kedua belah tangannya bergerak sibuk menepuk-nepuk permukaan kulit lengan dan leher belakangnya yang mulai dirundung rasa gatal yang luar biasa.

Tingkat kesabaran yang dimiliki oleh calon Alpha dominan tersebut saat ini benar-benar telah mencapai titik nadir terendahnya. Ia terus-menerus menggerutu tanpa henti karena Alan tidak kunjung memunculkan batang hidungnya untuk kembali dari dalam hamparan ladang jagung.

"Kenapa pergerakan pria itu bisa memakan waktu yang lama sekali, sih? Apa dia sedang terlibat pertarungan fisik di dalam sana, ataukah dia justru sedang asyik bernostalgia dengan musuh lamanya?" geram Ethan penuh rasa frustrasi yang mendalam.

Wajah tampan sang calon pemimpin pack itu kini mulai dipenuhi oleh bentol-bentol kemerahan akibat serangan bertubi-tubi dari kelompok serangga penghisap darah yang menyerangnya secara agresif.

Meskipun ia dianugerahi ketahanan fisik luar biasa sebagai seorang Werewolf tingkat atas, ternyata kawanan nyamuk di area ladang pedesaan ini terbukti jauh lebih tangguh dan bebal dalam menembus pertahanan kulitnya.

"Ck. Aku memiliki firasat kuat kalau mereka saat ini sedang bertarung sengit di dalam sana. Tidak mungkin seorang Alan mau membuang-buang waktunya untuk berbasa-basi santai dengan Iblis kejam itu. Tapi... kenapa sejak tadi indra pendengaranku sama sekali tidak menangkap adanya suara ledakan magis atau keributan fisik yang berarti?"

Ethan terdiam bergeming sejenak.

Ia mencoba menajamkan seluruh sensor pendengaran supernaturalnya ke arah area dalam ladang jagung yang sunyi senyap.

"Situasi ini benar-benar terasa sangat aneh. Apa... apa sebaiknya aku melangkah masuk menyusul ke dalam untuk memberikan bantuan fisik kepadanya?"

Setelah menimbang-nimbang pilihan yang sulit antara menjaga harga diri tingginya atau rasa setia kawannya pada Alan, Ethan akhirnya membulatkan tekadnya.

"Persetan dengan semuanya, lebih baik aku masuk membantunya sekarang daripada aku harus mati konyol menghadapi kerumunan nyamuk gila di tempat ini sendirian!"

Namun, tepat pada detik ketika ia baru saja hendak melangkahkan kaki kirinya satu tindak maju membelah ilalang, siluet bayangan dari dua orang pria secara magis mendadak muncul membelah kegelapan malam dari arah dalam ladang.

Alan berjalan di posisi depan dengan langkah kaki yang teramat santai dan tenang. Wujud fisiknya tampak segar bugar tanpa ada goresan luka atau bercak darah sedikit pun yang menempel di pakaiannya.

Ethan mengembuskan seulas napas lega yang panjang. Otot-otot di tubuh tegaknya yang semula tegang kini mulai mengendur perlahan. Sudut bibirnya mulai melengkung ke atas, membentuk seulas senyuman kemenangan yang kentara karena logikanya berasumsi bahwa ancaman dari Damian telah berhasil dibereskan dengan mutlak oleh Alan.

Tetapi, seulas senyuman kemenangan di wajah Ethan mendadak membeku mati seketika pada detik berikutnya. Tepat di posisi belakang punggung Alan, sesosok pria bertubuh tegap dengan pancaran aura pekat yang sangat ia kenali di masa lalu tampak sedang berjalan membuntuti dengan langkah kaku.

Sepasang manik mata Ethan membelalak sempurna akibat hantaman rasa terkejut dan syok yang luar biasa hebat. Rasa terancam yang teramat besar secara instan langsung menyulut dan membangunkan seluruh insting hewani werewolf-nya untuk mengambil alih kesadaran sepenuhnya.

Krrkk... Sreettt!

Tanpa adanya aba-aba atau peringatan verbal sedikit pun, seluruh struktur anatomi tubuh Ethan mendadak bergetar hebat dengan frekuensi tinggi.

Jalinan tulang-tulang di sekujur raganya terdengar berderak kencang dan membesar secara abnormal dalam hitungan milidetik, merobek paksa kain kemeja katun yang ia kenakan hingga seluruh kancing-kancing besinya terpental berhamburan ke atas tanah gembur.

Dalam sekejap mata, wujud manusia Ethan telah sepenuhnya digantikan oleh seekor serigala raksasa (dire wolf) berukuran megah. Serigala itu diselimuti lapisan bulu berwarna biru terang yang berkilau di bawah temaram malam, memancarkan sepasang manik mata merah pekat yang berkilat penuh akan kobaran dendam dan permusuhan mutlak.

Makhluk superior itu merendahkan tubuhnya, mengeluarkan suara geraman rendah yang teramat dalam dari tenggorokannya sembari menunjukkan deretan taring-taring tajamnya yang siap merobek daging ke arah Damian.

Alan dan Damian sontak tersentak kecil akibat transformasi dadakan tersebut. Keduanya menatap lurus ke arah perubahan wujud serigala biru itu dengan kerutan heran di kening mereka.

"Wow, wow! Perilaku aneh apa yang sebenarnya sedang kamu tunjukkan saat ini, Edward?" tanya Alan dengan nada suara yang teramat santai dan acuh tak acuh.

Pria itu dengan sengaja memanggil nama resmi dari sisi serigala dalam jiwa Ethan.

"Apa kamu saat ini sedang merasa sangat ingin memamerkan kuantitas kekuatan fisikmu di depan tamu baru kita?"

Alan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan gestur tidak percaya menyaksikan sahabatnya yang nekat melakukan transformasi instan tanpa repot-repot melepas pakaiannya terlebih dahulu. Padahal dalam kondisi normal, Ethan dikenal sebagai pria yang sangat perhitungan dan menyayangi koleksi pakaian mahalnya.

Serigala raksasa berbulu biru keperakan itu mengeluarkan suara geraman parau yang dalam dari celah tenggorokannya. Sebuah transmisi komunikasi batin (mind-link) supernatural langsung bergema jernih di dalam tempurung kepala Alan.

"Makhluk sialan itu berjalan mengikutimu dari belakang, Alan! Dia adalah entitas yang teramat sangat berbahaya bagi ras kita! Kenapa otak bodohmu itu justru membawanya kemari?!" bentak Edward—sisi serigala Ethan—melalui pikiran.

Edward kembali mengeluarkan suara geraman rendah yang begitu solid hingga sanggup menggetarkan molekul udara dan dedaunan ilalang di sekeliling tempat mereka berdiri saat ini.

Bulu-bulu lebat di sepanjang tengkuk lehernya berdiri tegak lurus, merefleksikan tingkat siaga satu. Sementara sepasang mata merah pekatnya terkunci rapat tanpa berkedip pada sosok Damian.

Serigala itu sepenuhnya mengabaikan presensi Alan, mengasumsikan pria beludru di belakang sahabatnya sebagai ancaman terbesar yang wajib dimusnahkan malam ini juga. Geraman Edward kian meningkat volumenya, memperlihatkan taring-taring panjang berkilau yang siap menghancurkan tulang belulang lawan.

Alan hanya bisa menghela napas panjang yang sarat akan kelelahan mental, lalu melipat kedua belah tangannya dengan santai di depan dada.

"Pria di belakangku ini sama sekali tidak memiliki indikator berbahaya sedikit pun saat ini, Edward. Tolong tempatkan rasa percayamu padaku untuk sekali ini saja. Dia... bukanlah sosok Damian kejam yang dulu pernah kita kenal dalam catatan sejarah hitam. Justru fakta realitasnya, sifat dan perilakunya saat ini berbanding terbalik seratus berbanding terbalik dari pria kejam itu. Dia berubah menjadi sosok yang teramat sopan, bahkan dia sangat menghormati kehadiranku," jelas Alan, berusaha keras memberikan pasokan pengertian logis demi menenangkan insting predator sahabatnya.

Namun, jalinan insting liar dan protektif yang tertanam di dalam jiwa serigala Edward tidak dapat diredam dengan mudah hanya lewat untaian kata-kata. Makhluk biru raksasa itu semakin merendahkan posisi tubuhnya ke tanah.

Sepasang cakar depannya yang tajam mencengkeram kuat permukaan tanah setapak yang lembap, bersiap mengambil ancang-ancang untuk menerjang tubuh Damian dalam satu gerakan lompatan maut yang mematikan.

Melihat eskalasi situasi yang kian berada di ambang tidak terkendali, Alan sadar betul ia tidak bisa lagi tinggal diam sebagai penonton. Ia mengambil langkah maju yang lebar dengan cepat, memosisikan tubuh tingginya tepat berdiri di depan moncong besar serigala raksasa biru tersebut, lalu merentangkan kedua belah tangannya lebar-lebar ke samping bertindak sebagai dinding penghalang absolut.

"Hentikan aksi konyolmu ini sekarang juga, Edward! Aku sudah menegaskan kepadamu berulang kali kalau dia tidak berbahaya!" bentak Alan dengan nada suara yang kini terdengar jauh lebih berat, dalam, dan memancarkan gelombang otoritas dominan seorang Pegasus sejati.

"Kalau memang pria ini memiliki sebutir niat jahat tersembunyi di dalam kepalanya, mungkin sejak tadi tubuhku sudah terlibat dalam pertarungan hidup dan mati melawannya di tengah hamparan ladang jagung! Sekarang, buang jauh-jauh kekhawatiran tidak bergunamu itu. Fokus utama kita saat ini adalah bergegas mencari tempat persinggahan yang layak untuk bermalam. Tapi..."

Alan sedikit menyipitkan sepasang manik mata ungunya tajam. Ia menatap lurus menembus ke dalam kedalaman manik mata merah pekat milik Edward dengan pancaran kilat dingin yang mengintimidasi.

"...jika kamu memilih untuk tetap bersikap keras kepala dan bersikeras meluncurkan serangan fisik kepadanya, maka dengan senang hati aku sendiri yang akan bertindak sebagai lawan bertarungmu malam ini. Aku bersumpah tidak akan segan-segan untuk mengunci seluruh pergerakan tubuhmu menggunakan manipulasi kekuatan es abadiku, membiarkan seluruh ragamu membeku kaku di tempat ini sendirian sepanjang malam sebagai hidangan gratis bagi ribuan kawanan nyamuk gila di luar sana."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!