NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Berita penangkapan Haris Wijaya menyebar lebih cepat daripada api yang membakar padang rumput kering.

Pagi itu, suasana SMA Garuda dipenuhi dengan bisik-bisik dan tatapan mata yang mencibir.

Setiap sudut kantin, lorong, hingga ruang kelas membicarakan kasus korupsi triliunan rupiah tersebut.

Di dalam kelas sebelas IPS dua, Reno sedang duduk santai di atas meja milik Bagas.

Ia asyik bermain ponsel sambil tertawa lepas bersama beberapa murid laki-laki lainnya.

"Gila sih, bokapnya Bagas ternyata maling uang negara," ucap Reno sambil membuang bungkus permennya ke lantai.

"Pantesan aja si Bagas gayanya selangit, duit haram rupanya," timpal seorang murid bertubuh gemuk.

Kriet.

Pintu kelas tiba-tiba terbuka dengan kasar.

Semua tawa di ruangan itu seketika terhenti saat melihat siapa yang datang.

Bagas berdiri di ambang pintu dengan penampilan yang sangat berantakan.

Seragamnya dikeluarkan, rambutnya acak-acakan, dan matanya merah bengkak seperti kurang tidur berhari-hari.

Aura kesombongan yang biasanya memancar dari dirinya kini tergantikan oleh hawa keputusasaan yang gelap.

Bagas melangkah masuk dengan langkah gontai menuju mejanya.

Ia menatap Reno yang masih duduk santai di atas mejanya tanpa merasa bersalah sedikit pun.

"Turun dari meja gue," ucap Bagas dengan suara serak dan bergetar.

Reno tidak langsung turun, ia justru tersenyum mengejek ke arah mantan bosnya itu.

"Santai aja kali, Gas, meja sekolah doang kok," jawab Reno dengan nada meremehkan.

"Gue bilang turun, bangsat!" teriak Bagas tiba-tiba sambil mendorong tubuh Reno dengan keras.

Reno terhuyung ke belakang namun berhasil menjaga keseimbangannya.

Wajah Reno langsung memerah menahan marah karena didorong di depan teman-teman lainnya.

"Lo berani dorong gue?!" bentak Reno sambil maju menantang dada Bagas.

"Lo sadar diri dong, bokap lo itu koruptor yang udah masuk penjara!"

Kata-kata Reno bagaikan pisau tajam yang menusuk tepat ke ulu hati Bagas.

Semua murid di kelas menahan napas melihat pertengkaran antara dua preman kelas tersebut.

"Gue gak peduli bokap gue di mana, gue tetep bos di kelas ini!" teriak Bagas dengan wajah memerah menahan tangis.

"Bos dari mana?" ejek Reno sambil meludah ke lantai.

"Mulai sekarang lo itu cuma anak buronan KPK, gak usah sok jagoan lagi lo di depan gue."

Bagas menggeram marah dan langsung melayangkan pukulan mentah ke arah wajah Reno.

Bugh!

Pukulan itu mengenai pipi Reno hingga anak itu tersungkur ke lantai.

Suasana kelas langsung berubah menjadi sangat kacau dan riuh.

Beberapa murid perempuan mulai menjerit ketakutan dan berlari keluar kelas.

Nadin yang sedari tadi diam langsung berdiri dari bangkunya dan berlari melerai.

"Udah, berhenti kalian berdua!" teriak Nadin sambil merentangkan tangannya di antara mereka.

"Jangan ikut campur, Din, anak ini harus diajarin sopan santun!" raung Bagas dengan mata gelap karena amarah.

"Sopan santun apa? Lo sendiri yang dari dulu selalu nindas orang lain pakai kekuasaan bokap lo!" balas Nadin tidak kalah keras.

"Sekarang kekuatan lo udah hilang, terima aja nasib lo, Gas!"

Napas Bagas memburu cepat, dadanya naik turun dengan sangat tidak beraturan.

Ia menatap sekeliling kelas dan melihat semua wajah teman-temannya kini menatapnya dengan jijik dan meremehkan.

Tidak ada lagi rasa takut, tidak ada lagi rasa hormat.

Dunia Bagas benar-benar telah runtuh dalam waktu satu malam.

Di sudut belakang kelas, Tommy masih duduk diam di bangkunya mengamati pertunjukan tersebut.

Ia menyandarkan dagunya di atas telapak tangan dengan wajah datar yang tidak terbaca.

"Inilah hukum alam yang sesungguhnya," batin Tommy menganalisis situasi.

"Ketika seekor singa kehilangan taringnya, hyena yang selalu menjilatnya akan menjadi yang pertama menggigit lehernya."

Tanpa sengaja, pandangan mata Bagas yang liar menangkap sosok Tommy di sudut belakang.

Otak Bagas yang sedang dipenuhi amarah dan keputusasaan langsung mencari sasaran paling lemah untuk dilampiaskan.

Ia teringat kejadian kemarin saat Tommy mempermalukannya di panggung seleksi.

Ia butuh seseorang untuk ditindas agar ia merasa berkuasa kembali.

Dan Tommy si bodoh adalah mangsa yang paling sempurna baginya saat ini.

"Lo ngapain senyum-senyum di pojokan, hah?!" teriak Bagas tiba-tiba menunjuk ke arah Tommy.

Semua mata di kelas kini beralih menatap Tommy yang sedang duduk sendirian.

Tommy langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi panik dan kebingungan.

"A-aku tidak senyum, Gas, sumpah," jawab Tommy dengan suara bergetar dan mengecil.

"Alah, gak usah bohong lo, si bodoh sialan!" Bagas melangkah kasar menerobos deretan meja menuju bangku Tommy.

"Pasti lo seneng kan liat gue hancur kayak gini?!"

"Bagas, berhenti!" teriak Nadin mencoba menarik lengan seragam Bagas.

Tetapi tenaga Bagas yang sedang kalap terlalu kuat, ia menghempaskan tangan Nadin hingga gadis itu hampir terjatuh.

"Minggir lo, Din!" bentak Bagas.

Bagas kini sudah berdiri tepat di depan meja Tommy dengan napas terengah-engah seperti banteng marah.

"Bangun lo, Tom!" perintah Bagas sambil menarik kerah seragam Tommy dengan kasar.

Tubuh Tommy yang kurus terangkat dari kursinya dengan sangat mudah.

"A-ampun, Gas, aku beneran gak tahu apa-apa," rintih Tommy pura-pura ketakutan setengah mati.

"Lo pikir gara-gara lo menang seleksi hoki itu lo bisa ngeremehin gue?!" teriak Bagas tepat di depan wajah Tommy.

Bagas mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat, bersiap untuk menghancurkan wajah polos di depannya itu.

Di dalam otaknya yang ber-IQ seratus lima belas, Tommy melihat kepalan tangan Bagas itu seperti bergerak dalam gerak lambat.

"Sistem, buka Toko Sistem," batin Tommy dengan sangat tenang di tengah situasi genting tersebut.

1
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!