NovelToon NovelToon
THE DAY YOU WENT AWAY

THE DAY YOU WENT AWAY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:387
Nilai: 5
Nama Author: Chikaku_chiko

Namanya Raisha, seorang karyawan korporat cantik dan terkesan cuek. Dia belum mengenal debaran cinta seperti apa. Banyak tuntutan orang disekitarnya untuk memulai suatu hubungan dengan seorang pria. Meskipun enggan, Raisha melakukan semua tuntutan itu meskipun tanpa menggunakan hati. Satu pria, gagal. Dua pria, gagal. Hingga tak terasa beberapa pria Raisha mencoba mencari debaran itu, tapi gagal.

Hingga julukan 'Playgirl' menempel padanya.

Hingga datang seorang Aldo. Pria tampan dan maskulin, membuat Raisha merasakan debaran itu. Tapi ketika Raisha mulai mendekati Aldo, ada sesuatu dari diri Aldo yang janggal. Yang membuat Raisha merasakan debaran yang melayang tapi menyakitkan.

Bagaimana kisah cinta Raisha dan Aldo kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chikaku_chiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Percikan di Pantry dan Rahasia di Balik Lorong

Keheningan yang mencekam menyelimuti pantry lantai lima selama beberapa detik. Tatapan matanya yang tajam dan menusuk dari seluruh penghuni ruangan tertuju pada Raisha yang masih berdiri tegak di ambang pintu. Mita melempar senyum penuh kemenangan, merasa berhasil menyudutkan rivalnya di depan rekan-rekan sekantor.

Awalnya, Raisha berniat untuk diam. Dia sudah terlalu lelah menguras energinya untuk drama-drama tak berguna. Namun, melihat keangkuhan Mita yang begitu mudah menyebarkan fitnah keji demi menutupi sakit hatinya sendiri, sebuah batas toleransi di dalam diri Raisha akhirnya pecah.

Raisha melangkah masuk ke dalam pantry dengan tenang. Tumit sepatu hak tingginya berketukan teratur di atas lantai keramik, menciptakan ritme yang mengintimidasi. Dia meletakkan cangkirnya di atas meja bar, lalu membalikkan badan, menatap Mita lurus-lurus tanpa ada keraguan sedikit pun.

"Kamu cemburu ya karena Aldo tertarik padaku?" ujar Raisha dengan nada suara yang tetap tenang, datar, namun sangat telak menghantam udara pantry.

Wajah Mita seketika berubah pasi. Dia gelagapan hebat. Pasalnya, orang-orang kantor sama sekali tidak tahu bahwa Mita sempat menjalin hubungan terlarang dengan Aldo, bahkan rela memutuskan kekasihnya sendiri demi pria itu, sebelum akhirnya dicampakkan begitu saja karena statusnya berganti menjadi single.

"Jangan konyol!" bantah Mita cepat dengan nada suara yang sengaja dipaksakan tinggi untuk menutupi kepanikannya.

"Aku kan udah punya pacar! Ngapain juga aku cemburu sama cowok kayak gitu? Nggak usah mengalihkan isu deh, Sa!" jawabnya ketus.

Raisha menyunggingkan senyum sinis yang amat tipis. Senyuman yang menyiratkan betapa dia tahu betul kebohongan di balik pembelaan diri Mita.

"Kalau gitu, suruh Aldo nggak usah deketin aku," bisik Raisha tajam, pandangannya terkunci rapat pada manik mata Mita yang mulai bergerak gelisah.

"Kamu kan yang paling kenal dia? Mending kasih tahu pria kesayanganmu itu buat berhenti naruh kopi dan ganggu hariku."

Rekan-rekan sekantor yang ada di dalam pantry, termasuk Siska dan beberapa staf keuangan, hanya bisa terdiam membisu. Tidak ada yang berani memotong perdebatan dingin yang merayap di antara kedua wanita tersebut.

"Udah, Ra... Yok keluar aja," ajak Siska pelan, menepuk lembut lengan Raisha dan menariknya menjauh dari atmosfer beracun itu.

Raisha menghela napas panjang dan mulai membalikkan badannya untuk beranjak pergi. Namun baru dua langkah berjalan, dia menghentikan pergerakannya. Raisha menoleh sedikit ke arah Mita melalui bahunya, lalu melontarkan satu kalimat pamungkas dengan suara yang sangat jelas:

"Aku tahu soal kejadian di lorong dekat tangga lho, Mit." Raisha mendengus dengan senyuman sinis.

Setelah mengucapkannya, Raisha berlalu pergi meninggalkan pantry tanpa menoleh lagi.

Kalimat sederhana itu menghantam Mita bagai petir di siang bolong. Tubuhnya membeku, matanya melebar sempurna, dan raut wajahnya mendadak pucat pasi. Tempat di mana dia pernah menangis dan memohon pada Aldo setelah dicampakkan, lorong sepi dekat tangga darurat, ternyata diketahui oleh Raisha.

Begitu pintu pantry tertutup rapat, beberapa rekan kantor yang berada di dalam ruangan langsung merapat mengelilingi Mita.

"Mit, maksud ucapan Raisha tadi apa? Kejadian di lorong tangga apaan?" tanya salah seorang staf keuangan dengan rasa penasaran yang memuncak.

"Nggak... nggak usah mendengar bualannya dia!" potong Mita gagap, berusaha keras menutupi getar di suaranya.

"Dia cuma asal omong buat jatuhin aku!" bantahnya, terlihat sedikit kegugupan dari tingkahnya.

Namun sebelum rasa curiga itu mereda, seorang staf lain kembali melempar pertanyaan yang tak kalah menohok.

"Oh iya, Mit... omong-omong aku kok sekarang udah jarang banget ya lihat kamu teleponan atau dijemput sama pacarmu? Kalian udah putus ya?"

Mita makin salah tingkah. Darah seolah tersedot habis dari wajahnya.

"Nggak... Nggak kok! Masih hubungan baik sampai sekarang!"

Tanpa menunggu pertanyaan susulan yang bisa membongkar kebohongannya lebih dalam, Mita langsung menyambar tas kecilnya dan beranjak pergi meninggalkan pantry dengan langkah terburu-buru.

Sementara itu, di dalam kubikelnya, Raisha menyandarkan punggungnya ke kursi dengan napas yang masih belum sepenuhnya teratur. Emosi yang ditahannya sejak tadi masih menyisakan gemetar halus di jemarinya.

Siska menarik kursi roda dekat meja Raisha lalu duduk di samping sahabatnya itu, memberikan botol air mineral yang sudah terbuka.

"Udah, biarin aja si Mita. Orang iri mah bebas mau omong apa," ujar Siska mencoba menghibur.

"Tapi, Ra... jujur ya, aku juga penasaran deh. Kenapa sih Aldo mendadak kayak kesetanan ngejar kamu belakangan ini? Padahal kemarin rumornya kan dingin banget?"

Raisha terdiam, menatap botol air mineral di tangannya tanpa menjawab seketika.

Di dalam hatinya, Raisha berteriak. Mana mungkin dia mengatakan rahasia kelam Aldo pada Siska? Mana mungkin dia menjelaskan bahwa naluri psikologis Aldo adalah terobsesi pada wanita yang sudah berpasangan? Dan yang paling penting, Aldo sepertinya tahu betul tentang keberadaan Erick, sang mantan kaya raya yang menemuinya dua hari berturut-turut.

Sebuah pemikiran melintas di kepala Raisha. Dia mendadak teringat sesuatu.

"Sis..." tanya Raisha pelan, menatap mata Siska.

"Minggu kemarin... ada orang kantor kita yang pada makan siang di restoran Jepang lantai bawah nggak?"

Siska menaikkan alisnya, mencoba mengingat-ingat.

"Restoran Jepang lantai bawah? Oh, yang hari Selasa atau Rabu gitu ya? Ada kok! Ramai banget malah. Anak-anak divisi Aldo pada makan di sana semua pas jam istirahat. Kenapa emangnya?"

Bingo.

Teka-teki yang selama ini berputar di kepala Raisha seketika terjawab utuh. Potongan-potongan puzzle itu akhirnya menyatu sempurna.

Hari di mana Erick mengundangnya makan siang di restoran Jepang lantai dasar adalah hari yang sama saat Aldo dan timnya berada di sana. Aldo pasti melihatnya duduk berdua dengan Erick, tertawa lepas, dan menikmati makan siang yang rileks.

Aldo yang mengira Erick adalah kekasih barunya secara otomatis terpicu oleh fetish dan obsesi terbaliknya: keinginan membara untuk merebut cewek yang sudah berpemilik.

Raisha tersenyum miring, sebuah senyuman dingin yang sarat akan pemahaman.

Sekarang dia paham seratus persen alasan di balik perubahan drastis Aldo. Perhatian manis, cangkir kopi, senyuman hangat, hingga pertunjukan romantis di depan umum itu sama sekali bukan berasal dari rasa cinta atau penyesalan. Semua itu murni driven oleh adrenalin penaklukan seorang manipulator yang merasa mainannya direbut oleh pria lain.

"Nggak apa-apa, Sis. Cuma penasaran aja," sahut Raisha santai seraya menyedot air mineralnya.

Raisha mengalihkan pandangannya ke seberang ruangan. Di sana, Aldo sedang berdiri menatapnya dari jauh dengan senyuman hangat yang biasa dia pamerkan. Namun kali ini, bagi Raisha, topeng manis itu sudah sepenuhnya transparan.

Raisha tidak lagi merasa sakit hati; yang tersisa di dalam dadanya hanyalah rasa heran dan berusaha bertekad bulat untuk tidak akan pernah jatuh ke dalam lubang jebakan yang sama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!