NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cemburu

dimas : wah bagus sekali kamu sayang... sehari aja aku ndak di cafe sudah bermesraan seperti ini

dimas mengirim beberapa gambar ketika Olivia bersama ujang di pesta pernikahan

Olivia : kamu dapat foto-foto ini dari mana mas?

dimas : aku lihat dengan mata kepala ku sendiri

Olivia : ini ndak seperti yang kamu lihat mas

Olivia : mas plis... aku bisa jelaskan

Olivia : aku terpaksa menemani mas ujang ke pesta pernikahan temannya. tolong percaya sama aku

Olivia : mas... tolong jangan marah

tidak ada balasan dari dimas. membuat Olivia semakin tidak tenang.

Malam itu terasa lama bagi Olivia, ingin sekali segera malam dan menemui dimas.

*****

Pagi hari

"vi... aku sudah sampai di kontrakan"

siska menghubungi Olivia

"iya sis... aku sedang berkemas"

Olivia melanjutkan siap-siapnya untuk pindah dari tempat kos itu

"vi... kamu yakin mau ninggalin aku?" rajuk bety melihat Olivia sibuk dengan barang-barangnya

"kapan-kapan main ke tempatku bet"

Bety membantu Olivia mengemasi badannya dan membawanya ke dalam taksi online.

Sesampainya di tempat baru. Siska sudah merapikan semua barang-barangnya di bantu oleh luis alias bagas

"hay vi... perlu aku bantu?" tanya Siska

"terimakasih sis..." ucap Olivia menurunkan barang-barangnya

"vi... jangan bocorkan tentangku dengan Linda ya" bisik luis

"jahat kamu gas, kamu tau Linda sudah meninggal, puas kamu?"

"salah sendiri dia ndak Hati-hati" ucap luis membantu Olivia menurunkan barang-barangnya.

"sis... nanti antar aku ke showroom ya" ucap Olivia

"kamu mau beli mobil vi?"

"iya sis... pingin beli, mumpung uangnya juga sudah terkumpul"

"wah.. keren kamu vi... aku aja mobil di belikan abi"

"aku siapa yang mau belikan sis... orang tuaku sudah ndak ada semua. harus berdiri di kaki sendiri"

Job Olivia mengisi di berbagai event sangat padat, kini Olivia bukan Olivia yang sederhana. gaya hidupnya sudah sudah mulai meningkat.

"sayang... aku tinggal ya" luis pamit dari kontrakan Olivia dan Siska

"sis... mas dimas kayaknya marah ke aku"

"kenapa? kalian bertengkar?"

Olivia menceritakan kejadian semalam waktu dia pergi bersama ujang

"wah... marah beneran dia vi"

"aku harus bagaimana sis?"

"coba nanti kamu rayu dia vi... selama ini aku belum pernah lihat dimas marah"

Olivia terdiam. mencoba menghubungi dimas

Olivia : angkat mas

Tidak ada jawaban dari dimas

hari itu Olivia gelisah dengan sikap dimas

Olivia tidak putus asa, dia terus menghubungi dimas

"jadi ke showroomnya vi?"

"iya sis"

Sampai di showroom, Olivia mencari mobil yang pantas untuk dia, tidak besar tapi nyaman.

*****

malam hari Olivia bersiap untuk pergi ke cafe

"sis aku berangkat"

"aku antar vi?"

"ndak usah sis, aku sudah pesan taksi online"

"kapan mobilmu datang?"

"mungkin besok sis"

sesampainya di cafe

"wi... mas dimas sudah datang?"

"belum mbak" jawab dewi

Sambil berjalan, Olivia menoleh kearah ruang kerja dimas, pintu ruangan itu masih tertutup rapat.

"hay vi" sapa ujang

"hay mas..."

"kenapa lemes banget?"

"ndak pa-pa lagi capek aja"

Olivia berfikir dari mana dimas tau kalau dia dan ujang pergi bersama. sesekali Olivia melihat ponselnya lagi. berharap dimas membalas pesannya

Olivia : kamu ndak ke cafe mas?

Olivia : aku minta maaf.

Olivia : oke kalau kamu ndak mau maafkan aku. aku keluar dari sini

Olivia mengancam dimas. tapi dimas tetap tak bergeming

"kamu kenapa vi?" tanya Mely

"ndak pa-pa Mel"

"mas dimas sudah datang?"

"kayaknya belum?"

"tadi datang sebentar, trus pergi lagi"

Olivia tetap diam. merasa setelah di angkat langsung di hempaskan. kemarin dimas sangat cinta kepadanya tapi sekarang seperti itu, tidak ada kabar sama sekali.

setelah pekerjaannya selesai,

"aku antar vi?" tawar ujang

"ndak usah mas, terimakasih" ucap Olivia datar

"hey... kamu kenapa? dari tadi ndak semangat" ujang menarik tangan Olivia

"lepas mas" Olivia melepaskan tangannya dari ujang

"oke... kamu kenapa?"

"ndak pa-pa mas. aku capek aja"

"aku antar ya"

"ndak mas. aku sudah pesan taksi online"

Tak lama kemudian taksi online yang di pesan tiba

Olivia pergi meninggalkan cafe itu

"Mel... misi kamu berhasil" ujar ujang

"sepertinya mas dimas benar-benar cemburu sama kamu jang"

"memangnya mereka jadian?"

"jadian apa belum aku ndak tau, yang jelas mas dimas suka dengan Olivia. Olivia mungkin juga suka sama mas dimas"

"jadi misi kita memisahkan mereka berdua?"

"kamu fokus sama Olivia jang. jangan dilepaskan"

"oke Mel... Kira-kira Olivia suka apa ndak ya sama aku?"

"tergantung usahamu lah jang, aku juga berusaha baik sama Olivia untuk menarik perhatian mas dimas" ucap Mely licik

****

Keesokan harinya

Olivia : mas, hari ini ada event di gedung garuda

dimas : oke

Olivia : cuma oke aja?

dimas : kita ketemu di lokasi vi

Olivia : vi??? kamu panggil aku vi?

dimas : sampai ketemu disana vi.

Olivia tidak bersemangat sama sekali

"kamu kenapa? cemberut terus" tanya Siska sambil membawa segelas air

"nih lihat aja chatnya mas dimas" Olivia memberikan ponselnya kepada Siska

"wah... cemburu dia vi"

"entahlah sis.. oh ya. nanti kalau mobilku datang tolong kamu tandan tangani ya"

"oke siap.. mungkin nanti juga ada orang yang kerja disini vi"

"oke sis. kamu atur aja. oh ya, aku belum transfer kamu untuk bayar sewa rumah ini ya"

"bulan depan kamu yang bayar vi, sekarang aku"

"oke"

Olivia pergi bersiap untuk perfome hari itu

"kamu ndak ke kampus sis?"

"ndak ada kelas aku hari ini vi"

"ndak ada kerjaan juga?"

"masih nunggu proyek, semoga segera di acc"

"dimana proyeknya sis"

"mungkin di bali, atau di NTB"

"enak ya, pergi terus"

"enakan kamu vi... sudah sukses, sebentar lagi kamu pasti kaya"

"amin.. aku berangkat ya sis"

*****

sesampainya di gedung garuda. mbak widuri sudah menunggu di lorong gedung itu

"pagi mbk" sapa Olivia

"pagi vi.. lho mana mas dimas?" widuri tak medapatkan dimas bersama dengan Olivia

"ndak tau mbk, telat mungkin"

"kamu ndak di jemput?"

"ndak mbak.. kan bisa pergi sendiri"

Tak berapa lama dimas datang dengan santai

"pagi mbk, pagi vi"

"pagi mas" jawab widuri dan Olivia bersamaan

mereka bertiga membahas acara event hari itu

"vi... kemungkinan event ini bonusnya juga besar. kamu harus maksimal ya" widuri menyemangati Olivia

"siap mbk.. apapun yang terjadi aku tetap semangat" ucap Olivia sambil melirik dimas.

Olivia mempersiapkan dirinya di ruang make-up

"sampai kapan kamu mau diamin aku seperti ini mas?"

"entahlah"

"kalau kamu mau mempermainkan aku bilang mas. jangan jadi pengecut seperti ini" tukas Olivia sambil meninggalkan dimas

hari itu Olivia harus all out.. apapun kondisi hatinya. dia harus maksimal.

dimas menatap Olivia dari tempat lain.

"kenapa dengan Olivia mas?"

"ndak tau mbk capek mungkin" kilah dimas

"kalian sedang tidak baik-baik saja?"

"it's okay mbk"

"ya gini kalau kerja bareng pacar.. pasti nemu masalah seperti ini"

"aku cemburu mbk"

"Olivia kenapa? selingkuh?"

"semalam dia ke pesta dengan teman kerjanya"

"kamu tau dari mana?"

"dari Mely mbk, dia yang ngasih tau aku"

"yang kamu lihat mungkin tidak sama dengan kenyataannya mas. coba dengarkan penjelasan Olivia dulu. siapa tau dugaanmu salah"

dimas menunjukkan foto-foto Olivia bersama dengan ujang

"romantis sekali"

"nah... mbak widuri juga berfikiran seperti itu kan? bagaimana dengan aku?"

"beri kesempatan untuk menjelaskan mas"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!