Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.
Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.
Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.
Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.
Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.
Dan Putra Mahkota yang membuangnya?
Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 — RAHASIA YANG MENGGUNCANG SANG JENDERAL
“Benar.”
Yun Luofeng mengangguk santai sambil bersandar di ambang pintu. Kedua tangannya terlipat di dada, seolah orang yang sedang berdiri di hadapannya bukan Tetua Rong yang bahkan sulit ditemui para bangsawan.
“Kalau ada yang ingin dibicarakan, katakan langsung. Aku masih punya urusan lain. Kalau kalian ingin memintaku mengobati seseorang, aku tidak akan melakukannya dengan bayaran kurang dari lima puluh juta tael.”
Mu Rong sampai terdiam mendengarnya.
Namun Tetua Rong justru menatap Yun Luofeng dengan serius.
“Kalau kau benar-benar mampu menyembuhkan Racun Man Luo, jangan bicara lima puluh juta. Seratus juta tael pun akan kuberikan.”
Yun Luofeng mengusap dagunya, lalu tersenyum.
“Paviliun Medis ternyata sangat murah hati. Kalau aku menolak seratus juta yang sudah ditawarkan, bukankah aku mengecewakan Tetua Rong?”
Tetua Rong membeku.
Dia tadi hanya ingin menunjukkan betapa pentingnya pengobatan itu, tetapi gadis ini benar-benar menerima angka tersebut tanpa sedikit pun sungkan!
“Baiklah,” lanjut Yun Luofeng. “Aku akan menangani Racun Man Luo dengan bayaran seratus juta tael. Tapi ada satu syarat lagi.”
“Apa?”
“Pembagian keuntungan Ramuan Pengumpul Energi harus diubah. Kalau Paviliun Medis menjual satu takaran seharga dua puluh juta tael, sembilan belas juta menjadi milikku.”
Tetua Rong yang semula masih memikirkan seratus juta tael mendadak tersentak.
“Tunggu! Maksudmu… Ramuan Pengumpul Energi itu milikmu?”
Fang Ya akhirnya tidak mampu menahan tawanya.
“Tetua Rong, tadi aku lupa menjelaskan. Tabib yang memecahkan persoalan Racun Man Luo dan orang yang menjual Ramuan Pengumpul Energi adalah orang yang sama.”
Dia menunjuk Yun Luofeng.
“Gadis ini.”
Tetua Rong terpaku.
Semalam dia menghabiskan waktu berjam-jam menganalisis Ramuan Pengumpul Energi, tetapi tetap tidak berhasil memahami formulanya.
Dan sekarang dia mengetahui pemilik ramuan itu adalah gadis belasan tahun yang selama ini dikenal seluruh Kota Kekaisaran sebagai sampah?
“Kalau kau benar-benar dapat menyembuhkan Racun Man Luo,” katanya setelah menenangkan diri, “Paviliun Medis akan menyetujui persyaratanmu.”
“Bagus.”
Yun Luofeng mengangguk.
“Tapi aku tidak ingin terlalu banyak orang mengetahui kemampuan medisku. Saat waktunya tiba, kirim seseorang ke Kediaman Yun untuk mencariku.”
Tetua Rong menyetujuinya, lalu akhirnya mengajukan pertanyaan yang sejak tadi mengganggu pikirannya.
“Gadis kecil, siapa gurumu?”
Yun Luofeng sudah menduga pertanyaan itu akan muncul.
“Guruku tidak suka namanya diketahui orang lain.”
Alasan tentang guru misterius adalah perlindungan terbaik bagi rahasia Kitab Dewa Medis.
Dia kemudian berbalik.
“Kalau tidak ada urusan lain, aku pergi. Fang Ya, kirim tanaman obat yang kuminta ke Kediaman Yun.”
Tanpa menunggu jawaban, Yun Luofeng meninggalkan ruangan.
Begitu sosoknya menghilang, Tetua Rong segera menatap Mu Rong.
“Siapa sebenarnya Yun Luofeng?”
Mu Rong menjelaskan reputasi Yun Luofeng selama ini: cucu tunggal Jenderal Yun Luo, tidak mampu berkultivasi, pernah bertunangan dengan Putra Mahkota sebelum pertunangan itu dibatalkan. Gao Ling sekarang justru dekat dengan Mu Wushuang.
“Mu Wushuang?” Tetua Rong mengernyit. “Gadis yang beberapa kali meminta bertemu denganku?”
“Benar.”
Tetua Rong mendengus.
“Bodoh.”
Mu Rong tertegun.
“Yun Luofeng mungkin dikenal tidak mampu berkultivasi, tetapi hanya dengan kemampuan medisnya saja, kelak akan ada banyak kultivator kuat yang bersedia melindunginya. Belum lagi Ramuan Pengumpul Energi.”
Fang Ya tertawa kecil.
“Tetua Rong belum tahu. Tadi Putra Mahkota bahkan mengejek Yun Luofeng karena menganggap Ramuan Pengumpul Energi terlalu mahal dan tidak pantas digunakan olehnya.”
Tetua Rong terdiam beberapa saat sebelum menggeleng.
“Aku pernah menganggap Gao Ling cukup menjanjikan. Sepertinya penilaianku terlalu tinggi.”
Tatapannya berubah serius.
“Mulai sekarang, aku tidak akan menerima orang dari keluarga kekaisaran. Bahkan kalau Kaisar datang sendiri.”
Fang Ya terkejut.
“Tetua Rong, hanya karena Yun Luofeng?”
“Bukan hanya karena dia.”
Tetua Rong teringat jawaban Yun Luofeng mengenai gurunya.
“Aku pernah mencari seorang Tabib Agung dengan kemampuan luar biasa untuk menangani Racun Man Luo, tetapi dia menolak. Yun Luofeng mungkin memiliki hubungan dengannya. Jika dugaanku benar, menyinggung gadis itu sama saja mencari masalah.”
Dia bangkit.
“Sekarang kita sudah memiliki orang yang mampu menangani racun tersebut, aku harus segera kembali. Fang Ya, urusan di sini kuserahkan kepadamu. Jaga hubungan baik dengan Yun Luofeng, tetapi jangan terlalu dibuat-buat.”
“Baik.”
***
Saat Yun Luofeng kembali ke Kediaman Yun, dia menemukan kakeknya duduk di aula dengan wajah muram.
Begitu melihat cucunya, Yun Luo langsung mengeluh.
“Feng’er, kau harus menjelaskan sesuatu kepadaku. Kenapa kau melarangku membeli Ramuan Pengumpul Energi? Memang kecepatan kultivasimu luar biasa, tetapi dengan ramuan itu kau pasti bisa berkembang lebih cepat!”
Yun Luofeng memandangnya beberapa detik.
Akhirnya dia menyerah.
“Aku menjual ramuan itu kepada Paviliun Medis seharga sepuluh juta tael. Sekarang Kakek malah ingin membelinya kembali dengan harga dua puluh juta.”
Dia menghela napas.
“Kalau mau menghamburkan uang, jangan seperti itu. Cucumu susah payah mencari keuntungan.”
“Kau bilang aku menghamburkan—”
Yun Luo mendadak berhenti.
Matanya perlahan membesar.
“Tunggu.”
Dia menatap Yun Luofeng seolah baru melihat monster.
“Ramuan Pengumpul Energi itu… kau yang menjualnya?”
“Reaksi Kakek memang selalu terlambat.”
Yun Luo tidak mendengar ejekan itu.
Ramuan yang membuat seluruh Kota Kekaisaran gempar ternyata berasal dari cucunya sendiri!
Pagi tadi dia bahkan dihina banyak orang karena ingin membelinya untuk Yun Luofeng.
Sekarang dia baru mengetahui bahwa pemilik ramuan tersebut justru Yun Luofeng!
Tubuh Yun Luo bergoyang dan tangannya buru-buru mencengkeram kursi.
“Itulah sebabnya aku tidak langsung memberitahumu,” ujar Yun Luofeng. “Aku sudah menduga Kakek akan bereaksi seperti ini.”
Dia lalu memperhatikan aura kakeknya.
“Kakek sekarang berada di tingkat tinggi lapisan rendah, bukan?”
Yun Luo mengangguk tanpa sadar.
“Dan sepertinya sudah mendekati terobosan.”
Yun Luofeng tersenyum.
“Kalau begitu bagus. Beri aku sedikit waktu. Aku akan membantu Kakek mencapai tingkat tinggi lapisan menengah.”
“APA?”
Yun Luo hampir jatuh dari kursi.
Yun Luofeng buru-buru menahannya.
“Kakek, jangan pingsan.”
“Gadis sialan!”
Setelah berhasil mengatur napas, Yun Luo menunjuk cucunya dengan tangan gemetar.
“Kalau punya berita mengejutkan, katakan satu per satu! Kau ingin membuat jantung orang tua ini berhenti?”
Yun Luofeng tertawa kecil.
“Aku hanya tidak ingin Kakek terkejut lagi nanti.”
“Feng’er.”
Kemarahan Yun Luo langsung berubah menjadi kegembiraan.
“Kau benar-benar bisa membantuku menerobos?”
“Bisa. Tapi aku membutuhkan waktu.”
Yun Luofeng menatapnya penuh keyakinan.
“Dan bukan hanya Kakek. Suatu hari nanti, aku juga akan membuat Paman Kedua mendapatkan kembali kekuatannya.”
Yun Luo membeku.
Beberapa detik kemudian, tawa kerasnya mengguncang seluruh Kediaman Yun.
“Hahaha! Bagus! Benar-benar cucuku!”
Selama bertahun-tahun, dia mengira Klan Yun sedang menuju kehancuran.
Kini semuanya berubah.
Yun Luo bahkan mulai bersyukur pertunangan cucunya dengan Gao Ling telah dibatalkan.
“Putra Mahkota itu memang cocok dengan Mu Wushuang!” serunya sambil tertawa. “Dia sama sekali tidak pantas mendapatkan cucuku!”
Mata lelaki tua itu bersinar penuh kebanggaan.
“Tunggu saja. Tidak akan lama lagi sampai Gao Ling menyadari perempuan seperti apa yang telah dia buang.”
Yun Luofeng hanya tersenyum.
Penyesalan Gao Ling bukan sesuatu yang dia pedulikan.
Yang dia inginkan jauh lebih besar.
Klan Yun harus bangkit kembali, Paman Kedua harus pulih, dan semua orang yang pernah membuat keluarganya membayar dengan darah akan menerima balasannya.
Dan semua itu baru saja dimulai.
......................
Bersambung...