Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Dua hari kemudian, persiapan matang mereka akhirnya selesai. Di halaman belakang Istana Aquamarine yang tersembunyi, Eros sudah menyiagakan sebuah kereta kuda kayu yang kokoh dengan gerbong beroda besar di bagian belakangnya, ditarik oleh dua ekor kuda berstamina kuat. Sesuai kesepakatan, mereka tidak membawa barang mewah. Isi gerbong itu hampir sepenuhnya dipenuhi oleh peti-peti kayu berisi tumpukan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar kemudian ditutupi tumpukan jerami—satu-satunya cara agar transaksi mereka tidak meninggalkan jejak sihir atau catatan bank kekaisaran yang bisa dilacak oleh jaringan Ratu Seraphina.
Saat Krystal dan Eros sedang memeriksa roda kereta, Mira datang tidak sendirian. Ia membawa seorang pria berbadan tegap dengan kulit yang terbakar matahari khas orang laut.
"Rys, Eros, kenalkan ini kakakku, Sorento," ujar Mira memperkenalkan pria itu dengan bangga. "Dia seorang pelaut antarbenua yang kebetulan sedang mengambil libur panjang. Begitu aku cerita kita akan melakukan perjalanan jauh, dia langsung menawarkan diri untuk menjadi kusir dan penjaga kereta kita."
Sorento tersenyum ramah dan mengangguk hormat pada Krystal, memperlakukan sahabat adiknya itu dengan santun tanpa embel-embel formalitas istana yang kaku.
Eros melirik barang bawaan Krystal yang hanya berupa satu tas kulit berukuran kecil, lalu menaikkan sebelah alisnya. "Kau sungguh hanya membawa tas kecil ini, Rys?" tanya Eros, menatap dengan ragu.
Krystal menyeringai percaya diri, menepuk saku jubahnya yang tebal. "Selama perjalanan ini kita akan melewati beberapa kota yang memiliki butik-butik lokal. Kita hanya perlu membawa uang yang banyak, Eros. Membeli baju baru di sepanjang jalan jauh lebih praktis daripada harus repot mengemas banyak pakaian."
Sebelum roda kereta mulai berputar, mereka berempat melakukan langkah pencegahan terakhir: penyamaran total. Menggunakan ramuan perubah fisik sederhana yang disiapkan oleh Eros, mereka mengubah penampilan asli mereka dengan warna-warna bumi yang senada. Kini, dari sudut pandang mana pun, mereka berempat terlihat persis seperti sekelompok keluarga pedagang sederhana dari pinggiran kota yang sedang melakukan perjalanan jauh.
"Semua sudah siap?" tanya Sorento sembari naik ke kursi kusir dan memegang kendali kuda.
"Jalan, Sorento," jawab Krystal dari dalam jendela gerbong dengan semangat.
Dengan satu hentakan tali kendali, kereta kuda itu mulai bergerak perlahan meninggalkan Istana Aquamarine, membelah jalan setapak berbatu di sepanjang pesisir pantai. Perjalanan panjang selama satu bulan penuh menuju jantung ibu kota resmi dimulai, membawa misi rahasia proyek LadyBug untuk menggerogoti kekaisaran dari dalam.
Di dalam gerbong kereta yang melaju, Eros berbaring dengan santai di atas tumpukan jerami berlapis kain tebal. Sembari memejamkan mata, ia secara senyap mengibaskan jemarinya, memasang sebuah tabir pelindung tak kasat mata yang menyelimuti seluruh kereta kuda mereka.
Tabir ini dibuat menggunakan pecahan energi murni miliknya sebagai Dewa Nafsu. Keunggulannya sangat mutlak: sihir manusia jenis apa pun, termasuk deteksi radar milik Menara Sihir Barat, tidak akan pernah bisa mengendus keberadaan mereka. Namun, pelindung ini memiliki satu sifat alami dewa; ia tetap bisa terdeteksi oleh sesama entitas surgawi atau makhluk berderajat tinggi lainnya jika mereka berpapasan dalam jarak dekat. Bagi Eros, risiko kecil itu jauh lebih aman ketimbang membiarkan penciuman tajam Ratu Seraphina melacak pelarian mereka.
Tujuan pertama dalam rute petualangan mereka adalah Ibu Kota Provinsi Aquamarine. Wilayah ini merupakan daerah terdekat dari istana terpencil Krystal, sekaligus menjadi rumah bagi tambang batu permata Aquamarine terbesar di seluruh kekaisaran. Di sinilah denyut nadi ekonomi perhiasan kelas atas bermula, tempat berkumpulnya para penambang, tengkulak, dan pengrajin logam yang terampil.
Krystal duduk di dekat jendela gerbong, memandangi bukit-bukit berbatu yang mulai gersang, menandakan mereka makin dekat dengan area pertambangan. Matanya kini berkilat penuh rencana.
"Kota itu adalah fondasi pertama untuk LadyBug," gumam Krystal, melirik Eros yang tampak tertidur tenang namun sebenarnya sangat waspada. "Siapa pun yang menguasai pasokan batu permata terbaik di provinsi ini, dia akan mengendalikan selera mode para bangsawan di ibu kota kekaisaran. Kita akan mencari bakat pertama kita di sana."
Dari kursi kusir di luar, Sorento berseru memperingatkan, "Kalian di dalam, bersiaplah! Gerbang batas luar Provinsi Aquamarine sudah terlihat di depan!"
Kereta kuda yang dibawa Sorento akhirnya melewati gerbang batas luar dan memasuki Ibu Kota Provinsi Aquamarine. Di luar dugaan bagi siapa pun yang belum pernah berkunjung, kota yang memegang predikat sebagai penghasil batu permata terbesar di kekaisaran ini jauh dari kata mewah ataupun gemerlap. Tidak ada pilar-pilar marmer berlapis emas atau jalanan yang disapu bersih oleh para pelayan seperti di ibu kota kekaisaran.
Kota ini justru terasa sangat asri dan tenang. Pohon-pohon rindang tumbuh subur di sepanjang jalan setapak berbatu, berpadu harmonis dengan bangunan-bangunan yang didominasi oleh material kayu dan batu alam. Struktur tata kotanya sangat membumi; bangunan tertinggi di sini hanya berupa penginapan berlantai dua yang biasanya digunakan sebagai tempat melepas lelah bagi para pekerja tambang dan saudagar luar daerah.
Meskipun penampilannya terlihat sederhana, Krystal bisa merasakan aura yang sangat kontras dengan ibukota kekaisaran. Di sini, masyarakatnya hidup dengan aman, damai, dan makmur. Keuntungan dari hasil tambang permata tampaknya dikelola dengan baik oleh pemimpin lokal, sehingga tidak ada pemandangan pengemis di sudut jalan. Anak-anak kecil berlarian dengan tawa lepas, dan para pedagang lokal menyapa ramah setiap kereta yang melintas.
Krystal menopang dagunya di ambang jendela, menatap pemandangan hijau di depannya dengan binar kagum. "Tempat ini jauh lebih hidup daripada istana utama yang dingin itu," gumamnya pelan.
Eros yang masih berbaring santai di dalam gerbong perlahan membuka mata, ikut melirik ke luar jendela. "Kemakmuran yang jujur tanpa manipulasi sihir. Pilihan yang bagus untuk memulai, Rys."
Kereta kuda mereka tidak berhenti di penginapan pekerja tambang, melainkan terus melaju menuju sebuah kediaman di ujung kota. Tujuan Krystal adalah menemui keluarga Duke Marine, penguasa sah dari provinsi ini.
Meskipun menyandang gelar Duke tinggi, kediaman mereka jauh dari kesan angkuh. Rumah bergaya kolonial kayu itu menyatu dengan keasrian alam sekitar. Keluarga Duke Marine sendiri dikenal sangat sederhana dan ramah terhadap siapa saja. Mereka menyambut rombongan penyamar Krystal dengan teh hangat dan camilan lokal, memperlakukan mereka bagai tamu lama meski ini adalah pertemuan pertama mereka.
Setelah berbasa-basi sejenak untuk mencairkan suasana, Krystal meletakkan cangkir tehnya. Ia menatap langsung pada sang Duke dengan mata hijau zaitun samarannya.
"Tuan Duke, jika saya boleh bertanya," ujar Krystal dengan nada sopan namun terarah. "Apakah tuan Kin Zircone—satu-satunya penerus Viscount Zircone yang masih hidup—saat ini masih berada di desa ini?"
Nama itu adalah target utama Krystal di wilayah ini. Keluarga Zircone dulunya adalah ahli pengrajin perhiasan—magis—legendaris sebelum keluarga mereka runtuh akibat intrik politik ibu kota.
Duke Marine mengembuskan napas perlahan, lalu tersenyum tipis. "Oh, Kin sudah tidak ada di sini. Dia baru saja pergi ke ibu kota beberapa hari yang lalu."
Krystal sedikit tersentak, sementara Eros yang berdiri di belakang kursinya langsung menyipitkan mata, memasang mode waspada.
"Dia bilang, ada seseorang misterius yang mengiriminya surat dan mengajaknya bekerja sama di sana," jelas Duke Marine lebih lanjut. "Karya-karya Kin dalam memotong batu permata benar-benar indah dan presisi. Saya sendiri yang mendukung keberangkatannya. Akan sangat sia-sia jika bakat sebesar itu hanya mendekam di desa terpencil ini."
Krystal terdiam, otaknya langsung berputar cepat. Seseorang telah bergerak lebih dulu mendahului proyek LadyBug miliknya untuk merekrut Kin Zircone di ibu kota kekaisaran.
Ia melirik Eros sekilas melalui bayangan cermin di ruangan. Tatapan Eros mengisyaratkan sesuatu yang mencurigakan. Apakah surat misterius itu datang dari salah satu kaki tangan Ratu Seraphina, ataukah ada faksi lain yang sedang mengumpulkan orang-orang berbakat untuk tujuan yang sama? Satu hal yang pasti, petualangan satu bulan mereka menuju ibu kota kini menjadi jauh lebih mendesak.