NovelToon NovelToon
SIAPA TAKUT Jadi BEDA?

SIAPA TAKUT Jadi BEDA?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:548
Nilai: 5
Nama Author: Danisa Danish

Di saat fisiknya yang sawo matang selalu dihina oleh geng Ivanka, Alisha membuktikan bahwa kecerdasan dan rasa percaya diri jauh lebih memikat daripada standar kecantikan dunia. Namun, ketangguhannya diuji oleh Reyshaka, rival abadi berotak encer yang hobinya berdebat, tapi diam-diam selalu pasang badan paling depan saat Alisha direndahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danisa Danish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan Sepatu dan Panggilan Pertama ke Ruang BK

Sreeett!

Belum sempat Aleta dan Alisha menginjakkan kaki di area kantin yang riuh, suara sol sepatu yang mengerem mendadak di atas lantai semen koridor membuat mereka berdua tersentak. Langkah Alisha terhenti otomatis, sementara Aleta hampir saja menabrak punggung kakaknya.

Di depan mereka, berdiri seorang cowok dengan seragam yang acak-acakan dan senyum meremehkan yang sangat kentara. Rendi, siswa kelas XII-B yang terkenal bermulut lancang dan hobi tebar pesona dengan cara yang salah.

"Eitss, mau kemana nih Adik-Kakak beda warna? Yang satu bening, yang satu keruh," celetuk Rendi dengan nada rasis yang terdengar begitu enteng keluar dari mulutnya. Cowok itu kemudian tertawa terbahak-bahak, merasa kalimatnya barusan adalah sebuah lelucon yang sangat jenius, memancing perhatian beberapa anak kelas dua belas lainnya yang sedang nongkrong di pembatas koridor.

Dada Alisha langsung berdenyut perih. Kata "keruh" itu menghantam telinganya dengan telak. Sifat defensifnya seketika bangkit, namun ia mati-matian menahan diri agar tidak terlihat lemah.

"Apaan sih ah, minggir! Gue mau ke kantin, Ren," ucap Alisha kesal, suaranya bergetar menahan amarah yang mulai naik ke ubun-ubun.

Rendi tidak bergeser sedikit pun. Ia justru memajukan badannya, menatap Alisha dengan pandangan meremehkan yang dibuat-buat manis. "Oh ya, mau ke kantin ya? Kalau gitu bareng ama gue ya, Sha," pinta Rendi.

Alisha memutar bola matanya malas. Ia tahu betul watak Rendi. Ajakan itu murni basa-basi busuk. Rendi sebenarnya cuma pengen modus dan menggoda adiknya, Aleta, yang berdiri di belakangnya dengan wajah yang sudah berubah padam menahan geram.

"Gak, makasih ya, Ren, tawarannya. Tapi maaf, adik gue risih liat lo," tolak Alisha dengan nada sedingin es.

"Masa sih?" goda Rendi sembari menaikkan sebelah alisnya, melirik genit ke arah Aleta yang sejak tadi sudah mengepalkan tinjunya kuat-kuat.

Belum sempat Alisha membalas ucapan Rendi yang semakin melunjak, Aleta tiba-tiba maju satu langkah ke depan. Ia memotong jarak, berdiri tegap tepat di hadapan seniornya itu dengan kedua tangan berkacak pinggang.

"Maaf ya, Kak. Minggir atau..." ucap Aleta dengan nada rendah yang sangat berbahaya.

"Atau apa sih, cantik? Iya deh, iya deh, Kakak minggir. Tapi minta nomor WA boleh kalii," oceh Rendi tanpa rasa bersalah, justru semakin sengaja memancing emosi Aleta yang sudah berada di ambang batas.

"Atau..." Aleta menjeda kalimatnya. Detik berikutnya, sebuah gerakan tidak terduga terjadi begitu cepat. Tangan Aleta bergerak secepat kilat ke bawah, melepas salah satu sepatu sekolahnya dengan sekali sentak.

"Atau gue timpuk lo pake sepatu!"

PLAAAKKK!

Suara hantaman keras itu menggema di sepanjang koridor kelas dua belas. Sepatu hitam milik Aleta mendarat tepat, keras, dan telak di pipi kiri Rendi. Hantaman sol sepatu itu begitu bertenaga sampai-sampai kepala Rendi sempat terlempar ke kanan.

Alisha spontan menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya membelalak sempurna karena kaget pake banget. Ia tidak pernah menyangka adiknya bakal nekat melakukan aksi senekat itu di area kekuasaan kelas dua belas!

"Waaah, cewek gila! Bener-bener gila lo ya! Percuma cantik kalau sombong!" Rendi meringis kesakitan, memegangi pipi kirinya yang langsung berubah kemerahan dan terasa panas. Matanya menatap Aleta dengan kilat amarah yang memuncak karena merasa harga dirinya diinjak-injak di depan umum.

"Bodo amat! Makanya minggir, jangan ganggu kita! Apalagi bawa-bawa warna kulit!" celoteh Aleta berapi-api. Ia sama sekali tidak gentar, justru melotot balik seolah siap melepas sepatunya yang sebelah lagi jika Rendi berani maju.

Keributan itu seketika membuat atmosfer koridor mendadak senyap. Semua mata murid-murid di koridor kelas dua belas tertuju pada Aleta tanpa terkecuali. Di ujung koridor dekat tangga, dua orang cowok jangkung yang baru saja mau berjalan ke arah kantin menghentikan langkah mereka. Raihan dan Shaka.

Raihan menatap kejadian itu dari kejauhan. Alih-alih terkejut, sebuah senyum smirk perlahan terbit di wajah tampannya yang biasa cool. Matanya menatap lekat ke arah Aleta yang masih berdiri dengan satu kaki tanpa sepatu.

Unik juga tuh cewek, batin Raihan diam-diam. Sisi playboy dalam dirinya mendadak merasa tertantang melihat keberanian luar biasa dari adik kelas sepuluhnya itu.

Sementara itu, di sebelah Raihan, atmosfer di sekitar Shaka mendadak berubah mencekam. Shaka menatap penuh ke arah Rendi. Rahangnya mengeras, matanya menajam, memancarkan kilat berbahaya yang siap menerkam. Shaka benar-benar tidak suka—sangat tidak suka—kalau ada orang lain yang berani menyenggol atau menghina penampilan Alisha, apalagi membawa-bawa warna kulit gadis itu. Janji taruhannya tempo hari kembali berdengung di kepalanya.

Tanpa babibu, Shaka dan Raihan langsung melangkah lebar, membelah kerumunan murid dan nyamperin Aleta serta Alisha.

"Ada masalah apa nih?" suara berat Raihan menginterupsi, membuat Rendi yang masih mengomel langsung menoleh. Raihan berdiri di dekat Aleta, menatap gadis kelas sepuluh itu dengan pandangan yang sulit diartikan, sementara tangannya dengan santai masuk ke saku celana.

Namun, Shaka tidak basa-basi. Ia langsung melangkah maju, memosisikan tubuh jangkungnya tepat di depan Rendi, menjadi tameng kokoh yang menutup pandangan Rendi dari Alisha.

"Maksud lo apa tadi ngomong soal warna kulit ke Alisha?" tanya Shaka, suaranya terdengar sangat rendah namun sarat akan ancaman yang mematikan.

Rendi yang masih emosi karena ditampar sepatu langsung mendengus sinis, mencoba menantang Shaka. "Lah, kenapa lo yang sewot? Gue cuma bercanda sama nih dua anak! Lagian lo liat tuh, adeknya kurang ajar banget nampar muka gue pake sepatu! Lo mau belain cewek gila kayak—"

BBUGHH!

Belum sempat Rendi menyelesaikan kalimatnya, satu pukulan mentah dari kepalan tangan Shaka mendarat telak di rahang Rendi. Pukulan itu begitu keras hingga membuat Rendi tersungkur ke lantai koridor, menabrak barisan loker besi.

"Shaka!!" jerit Alisha histeris, langsung menarik lengan seragam Shaka agar cowok itu tidak kalap. Kelas XI-A dan koridor XII langsung pecah dalam kehebohan.

"Sekali lagi mulut sampah lo sebut nama Alisha atau adeknya, gue pastiin lo gak bakal bisa senyum lagi," desis Shaka, menunjuk wajah Rendi dengan pandangan mata yang begitu dingin dan menakutkan. Rendi meringis di lantai, memegangi rahangnya yang kini ikut sakit berpasangan dengan pipinya yang kena tampar sepatu tadi.

"HEH! APA-APAAN INI?! REYSHAKA! RENDI!

Sebuah suara menggelegar dari ujung koridor seketika menghentikan aksi baku hantam itu. Pak Bambang, guru piket sekaligus salah satu guru paling killer di SMA Pelita Bangsa, berjalan cepat dengan wajah merah padam menahan amarah. Nafasnya memburu melihat kekacauan di koridor kelas dua belas.

"Kalian semua... ikut Bapak ke ruang BK sekarang juga! Gak ada bantahan!" bentak Pak Bambang tegas.

Alisha hanya bisa mematung dengan jantung yang berdegup ugal-ugalan. Ia melirik ke arah Shaka. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah seorang Reyshaka—si siswa teladan, juara kelas, dan anak emas para guru—harus dipanggil ke ruang BK akibat terlibat keributan fisik. Namun, alih-alih terlihat menyesal atau ketakutan, Shaka justru berdiri dengan tenang, melirik Alisha sekilas seolah ingin memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja dan tidak perlu mencemaskan apa pun.

1
S3C
semangat author 👍👍👍👍
Anisa Nurlatifah: siap,Makasihhhh😍😍😍😍👍💪
total 1 replies
Anisa Nurlatifah
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!