Saat hamil tujuh bulan, Kayla baru sadar bahwa pernikahannya hanyalah kebohongan.
Suaminya berselingkuh.
Mertuanya membencinya.
Dan rumah mewah yang dulu ia sebut rumah perlahan berubah menjadi neraka.
Padahal tanpa Kayla, Adrian Wijaya bukan siapa-siapa.
Dikhianati saat mengandung, dibuang ketika paling rapuh, Kayla memilih bangkit. Perlahan, wanita yang dulu diremehkan itu berubah menjadi sosok yang tak lagi bisa disentuh.
Kini saat semua pria mulai berlutut memperebutkan hatinya...
mantan suaminya justru kehilangan segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frenzy hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keluar dari rumah sakit
Dua minggu berlalu seperti kedipan mata bagi Kayla, namun terasa seperti neraka yang panjang bagi orang-orang di luar sana.
Pagi itu, aroma obat-obatan dan antiseptik yang menyesakkan dada akhirnya berganti dengan embusan angin segar kota Jakarta. Kayla berdiri di lobi utama Rumah Sakit Arka Medika, mengenakan gamis simpel berwarna soft beige yang longgar namun tampak anggun di tubuhnya yang mulai segar. Di dalam dekapannya, Arsen kecil tertidur pulas, terbungkus selimut katun lembut berwarna putih bersih. Rona pucat di wajah Kayla telah sirna, digantikan oleh binar kehidupan yang jauh lebih kuat. Luka jahitan di perutnya tidak lagi menyiksa setiap kali dia melangkah.
"Semua administrasi dan biaya perawatan selama dua minggu di kamar VIP sudah lunas, Bu Kayla. Ini rincian dan kuitansi resminya," ujar petugas kasir sembari menyerahkan map dokumen kepulangan dengan sikap yang teramat sopan.
Kayla menerima map itu, lalu melirik selembar kertas rincian biaya di dalamnya. Angka totalnya mencapai lima puluh juta rupiah—sebuah nominal yang fantastis untuk ukuran kamar VIP dan perawatan intensif pasca-sesar. Namun, Kayla tidak perlu pusing seperti dua minggu lalu.
Semua itu berkat telepon mengejutkan dari Partner Utama Pratama & Co tiga hari setelah dia mengirimkan laporan forensiknya. Firma audit tersebut sangat terguncang sekaligus kagum dengan keakuratan data yang disajikan Kayla.
Laporan kilat di subuh buta itu tidak hanya membuat Kayla lolos kualifikasi dengan nilai sempurna, tetapi juga menyelamatkan reputasi Pratama & Co di mata Xavier Group. Sebagai bentuk apresiasi karena telah membongkar skandal triliunan sebelum kontrak ditandatangani, firma langsung mentransfer bonus instan sebesar seratus juta rupiah ke rekening Kayla.
Setelah dipotong biaya rumah sakit kelas VIP hari ini, saldo di rekening Kayla masih tersisa lima puluh juta rupiah bersih. Angka yang lebih dari cukup untuk menyewa sebuah tempat tinggal yang layak dan aman bagi Arsen kecil.
"Sudah siap untuk melihat dunia luar?"
Sebuah suara bariton yang hangat membuat Kayla menoleh. Dokter Raditya berjalan mendekat, tidak lagi mengenakan jubah putih dokternya, melainkan kemeja kasual berwarna biru dongker dengan lengan yang digulung hingga siku.
Kayla agak tertegun melihat penampilan santai pria itu. "Dokter Raditya? Dokter tidak sedang ada jadwal visit?"
Raditya terkekeh pelan, tangannya bergerak natural mengambil alih tas perlengkapan bayi yang ditenteng Kayla, menolak membiarkan wanita yang baru sembuh itu membawa beban berat. "Jadwal saya baru mulai siang nanti. Jadi, saya punya waktu untuk memastikan pasien paling keras kepala di rumah sakit ini benar-benar pulang dengan aman."
Langkah mereka beriringan keluar menuju area penjemputan mobil. Sepanjang jalan, Raditya tidak banyak bicara, namun perhatian-perhatian kecilnya—seperti berdiri di sisi luar jalan untuk melindungi Kayla dari hiruk-pikuk pengunjung lain—membuat sudut hati Kayla menghangat.
Sembari menunggu taksi daring yang dipesannya datang, Kayla mengeluarkan ponsel barunya yang baru dibeli kemarin.
Dia membuka aplikasi berita bisnis lokal yang belakangan ini dipenuhi oleh satu topik panas yang sama. Jemarinya menggulir layar, membaca judul utama hari ini dengan tatapan dingin:
"Skandal Pencucian Uang: Kesepakatan Triliunan Xavier Group dan PT Mahkota Karya Resmi Dibatalkan. Agensi Model V-Vanguard Disegel, CEO Wijaya Corp Ikut Diperiksa Selaku Saksi Kunci."
Di bawah berita itu, ada foto amatir yang memperlihatkan Adrian keluar dari gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus dengan wajah sekusut pakaiannya setelah berjam-jam diperiksa. Di belakangnya, Valerie Amanda tampak menyembunyikan wajah dari kejaran kamera wartawan dengan kacamata hitam besar.
Meskipun Wijaya Corp tidak langsung bangkrut karena posisi mereka hanya mitra pendamping yang menumpang nama di proyek tersebut, hantaman ini sudah lebih dari cukup untuk membuat saham perusahaan Adrian anjlok di bursa efek.
Ditambah lagi, kolom gosip menyebutkan hubungan Adrian dan Valerie dikabarkan retak besar karena mereka kedapatan saling tuduh dan bertengkar hebat di depan koridor ruang pemeriksaan polisi.
Seringai tipis yang nyaris tak terlihat terbit di bibir Kayla. Kehancuran reputasi mereka berjalan persis seperti skenario yang dia susun di atas kertas memo rumah sakit.
Adrian dan Valerie terlalu sibuk saling menyalahkan atas hilangnya potensi keuntungan besar itu, tanpa pernah tahu bahwa badai yang mulai menggulung hidup mereka dikirim oleh wanita yang mereka buang di jalanan.
"Taksi kamu sudah sampai," suara Raditya membuyarkan lamunan Kayla.
Raditya membukakan pintu belakang taksi dengan cekatan, lalu membantu Kayla masuk bersama Arsen ke dalam kabin mobil yang sejuk. Sebelum pintu ditutup, Raditya menatap Kayla dalam-dalam, ada binar kekaguman dan ketulusan yang tidak lagi dia sembunyikan di sepasang matanya.
"Jaga dirimu baik-baik, Kayla. Jika ada apa-apa dengan Arsen, atau denganmu... nomor ponselku selalu aktif untukmu," ucap Raditya lembut.
"Terima kasih banyak untuk segalanya, Dokter Raditya. Saya tidak akan melupakan kebaikan Anda," jawab Kayla tulus.
Mobil taksi perlahan bergerak membelah jalanan ibu kota. Kayla menyandarkan punggungnya di kursi penumpang, memeluk Arsen lebih erat, dan menatap lurus ke depan.
Gerbang rumah sakit telah tertinggal di belakang, bersama dengan seluruh masa lalunya yang kelam.
Langkah pertamanya menuju puncak menara kesuksesan dengan modal lima puluh juta di tangan, resmi dimulai hari ini.