NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:66.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. mayat yang menghilang

Tengah malam Hardi terbangun karena dia memang tidak bisa tertidur nyenyak setelah kejadian yang menimpa sang anak, bukan hanya karena perasaan takut saja tapi memang karena merasa cemas dan tidak bisa menerima tentang kematian Anisa yang terasa begitu menyakitkan untuk para keluarga, terlebih lagi mayat sang anak masih tetap ada di dalam rumah ini.

Hardi sebagai orang tua tentu saja dia merasa begitu tertekan dan ingin menyelamatkan Anisa agar dia mendapat penguburan secara layak, mau sampai kapan juga dia akan terus berada di dalam freezer yang begitu besar itu sehingga tubuh gadis tersebut hanya bisa membeku dan tidak akan pernah bisa memudar walau hanya sedikit saja.

Anisa sudah mirip seperti daging beku di dalam freezer tersebut sehingga Hardi semakin merasa teriris setiap kali melihat freezer yang ada di ruangan dapur, namun kini perasaan itu sudah bulat bahwa dia akan menentang Ningsih untuk menguburkan sang anak seorang diri walau tanpa ada warga yang mengetahui tentang hal itu.

Biar saja Hardi yang akan bertanggung jawab dan dia akan memandikan lalu menguburkan Anisa di kebun milik mereka yang ada pada bagian belakang, bila nanti memang ketahuan maka Hardi tidak masalah karena dia yang akan mengakui bahwa dirinya telah membunuh Anisa, rasa frustasi itu semakin besar sehingga dia nekat untuk mengambil tindakan tersebut.

Yang membuat Hardi semakin berani adalah malam ini Ningsih tidak ada di dalam rumah, sore tadi dia berpamitan akan pergi ke kota ketika Hardi masih ada di kebun karet milik mereka saat itu. Arumi juga tidak mengetahui keberangkatan Ningsih karena dia ada urusan dan memang selama ini mereka sudah jarang sekali berbicara.

Ningsih pergi tanpa ada yang melihat karena saat itu Hardi juga masih merasa kesal terhadap sang istri, jadi dia pergi seorang diri tanpa pengetahuan anak dan juga sang suami, oleh sebab itu Hardi semakin yakin untuk membuka gembok yang ada pada freezer tersebut, mungkin dengan begitu maka dia bisa menguburkan mayat Anisa malam ini juga.

Sekarang masih tengah malam sehingga Hardi yakin bahwa dia akan mampu memandikan serta membacakan doa juga ketika nanti penguburan itu sudah selesai, tidak masalah walau dia harus menanggung rasa lelah yang begitu besar namun setidaknya mayat sang anak bisa terkubur dengan rapi.

"Ini kunci yang biasa dia pegang terus." Hardi membuka laci dan menemukan kunci di sana.

"Ningsih, aku harus menguburkan anak kita karena tidak mungkin bila membiarkan Anisa terus berada di dalam freezer itu." Hardi nampak ragu sesaat namun dia segera berangkat menuju bagian dapur.

"Aku pasti bisa melakukan ini seorang diri." Hardi berusaha meyakinkan hati dia saat ini.

"Ayah mau ke mana?" Arumi juga kebetulan keluar dari dalam kamar karena dia ingin buang air kecil.

"Eh anu, ini Ayah hanya terbangun saja." Hardi terlihat begitu gugup karena takut nanti Arumi akan mencegah dia.

"Untuk apa Ayah membawa kunci itu?" mata Arumi melihat sendiri bahwa tangan Hardi memegang sebuah kunci.

"Arumi, tolong tetap diam dan jangan katakan kepada Ibu bahwa ayah akan segera menguburkan Anisa malam ini." Hardi memilih untuk jujur saja kepada sang anak.

"Ayah akan mengubur Kakak di mana?" Arumi masih bertanya karena dia juga tidak tahu.

"Ayah akan mengubur Anisa di kebun belakang milik kita, meski nanti ketahuan maka ayah akan mengakui bahwa pembunuh itu adalah ayah sendiri." Hardi memang sudah nekat karena dia tidak sanggup.

"Tapi bila nanti Ibu kembali maka kita akan berperang besar." Arumi juga cemas dengan hal itu.

Hardi menggeleng Karena dia sudah yakin dan tidak peduli entah nanti ada perang besar atau masalah lain yang akan datang, saat Ningsih kembali dari kota maka sudah pasti dia akan marah-marah ketika menemukan Annisa sudah tidak ada di dalam freezer itu lagi, namun setidaknya Hardi sudah berhasil mengubur Anisa di dalam tanah.

"Ya Allah semoga ini memang keputusan yang benar." Arumi juga agak setuju dengan keputusan yang Hardi ambil.

"Bila kau memang tidak sanggup untuk membantu Ayah maka silakan kembali saja lagi ke kamar." Hardi menata putri bungsu dia.

"Tidak, aku akan membantu sebisa mungkin agar proses penguburan ini bisa berlalu dengan cepat." Arumi juga yakin dengan keputusan ini.

Maka Hardi segera membuka gembok yang terpasang di pintu freezer itu, perasaan pria ini berdebar tidak karuan karena dia akan melakukan proses yang begitu luar biasa berat serta menahan air mata yang akan jatuh ketika nanti melihat mayat sang anak membeku di dalam freezer tersebut.

"Hah!" Hardi kaget bukan main ketika melihat freezer itu sudah kosong melompong.

"Ayah, ke mana pergi mayat kak Anisa saat ini?!" Arumi kaget bukan main karena memang mayat Anisa sudah tidak ada di dalam freezer itu lagi.

"A..ayah juga sama sekali tidak tahu." Hardi menggeleng dengan tubuh lemas seketika.

"Kan tidak mungkin ibu membawa mayat ke Anisa pergi ke kota." Arumi menggeleng karena itu jelas tidak mungkin.

"Ya, mana mungkin masih membawa Anisa pergi ke kota karena itu akan sangat merepotkan sekali untuk dia." Hardi juga setuju dengan hal itu.

"Tapi kemana perginya bila tidak bersama dengan ibu?" tanya Arumi dengan nada yang sangat dingin sekali.

"Ya Allah, padahal aku sudah berniat untuk menguburkan Anisa secara layak tapi kenapa dia saat ini malah menghilang begitu saja." Hardi ingin menangis karena mulai putus asa.

"Ini jelas ada yang mengambil mayat kak Anisa, tidak mungkin dia bisa hilang begitu saja dari dalam freezer ini." Arumi ketakutan dan juga merasa curiga.

Curiga ada yang mengambil mayat tersebut untuk melakukan sebuah ritual yang mungkin saja sangat menakutkan, sebab tidak mungkin juga mayat Anisa pergi seorang diri karena tidak mungkin dia bisa keluar dari dalam freezer yang di gembok ini, jadi semua masih penuh misteri dan mereka berdua tidak tahu Anisa pergi ke mana.

"Tidak, tidak mungkin Anisa pergi seorang diri." Hardi menjalin berulang kali karena menyangkal apa yang terlintas di dalam otak dia.

"Ayah, Kakak itu sudah meninggal dunia sehingga tidak mungkin bila dia pergi seorang diri dari dalam freezer ini." Arumi juga menyangkal hal itu.

Kini mereka berdua sangat kebingungan dan tidak tahu apa yang telah terjadi sehingga mayat itu bisa menghilang begitu saja dari dalam rumah, bukan hanya rumah tapi juga sebuah freezer yang terkunci rapat dan kunci itu saja ada di dalam laci sehingga tidak mungkin ada orang yang mengetahui.

Selamat sore, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
Raffaza Direzky87
koswara kenapa gak ngmong aja, klo dapat tugas dari purnama untuk jaga kmpung juga
vania larasati
lanjut kak
Nurr Tika
ternyata member purnma yg bru ini punya kekuatan
ρυтяσ kang'typo✨
hadeh...jadi ingat sama Arya n Sam dulu🤣🤣🤣🤣dia pas barru ketemu pun gelud, siapa sangka mereka sekarang rukun toh walaupun sering debat
ρυтяσ kang'typo✨
wkwkwkwk... ketemu pocong gosong Digo, itu member Purnama yang baru 🥰
Tri Lestari
bisa di sucikan ngak sih Pur si Koswara,, lepas Pur dia benar calon menantu lho
Shinta Teja
kok Udin sih,Thor?! bukannya Digo ya🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
malah pada berantem wkwk. . gak tau aja kalian di bawah naungan yang sama 🤣
K & T K & T
mlm jg Bess..
ga nyangka si pocong patah hati bs gelut jg👻
Apriyanti
sadis jg ni pocong hitam🤣🤣
Ass Yfa
kayaknya..Koswara deh kalo nggk salah😄
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Betri Betmawati
pocong nanti kau kna marah SMA Kiara kau apakan itu si Digo,
calon mantu pangeran ular itu,
ada yg datang ngk sich nolong Digo bisa mampus tu anak orang
Nengsih Irawati
Hadeh malah berantem sih😌
tse
aduh Digo... pantas aja Kiara belum mau dinikahi sama kamu wong kamu ngelawan pocong gosong aja kalah telak gitu ko🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jeakawa loving❤️
potam alias pocong hitam aja gimana😄
Sabrina Qheyla Putrie
🤣🤣🤣
Chie
Lucu deh sidigo dan sipocong
MiilaaManurung
😂😂😂
Brina
ky na blm ksh nm deh tu pocong gosong atau aq yg lupa yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!