“Aku ingin memiliki banyak laki-laki tampan di sekelilingku, bukan hanya raja dan kaisar yang memilik harem. Aku juga akan menciptakan nya, rugi sekali jika punya kekuasaan dan wajah yang cantik jika tidak di gunakan dengan baik.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nunpiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nonton
Langkah kaki Xiufei terhenti di sebuah rumah makan, dia datang dengan putri Meimei. Hari ini, cuaca tidak terlalu hujan. Hanya mendung dan cuaca dingin, tapi putri Meimei mengajak Xiufei untuk pergi melihat pertunjukan di sebuah rumah makan.
“Kakak, ayo.” Ajak putri Meimei yang menggandeng lengannya dan membawanya untuk masuk.
Sebagai pelayan putri Meimei, Yuri merasa sikap Meimei sangat lancang karena bagaimana pun juga Xiufei seorang permaisuri. Tapi, melihat balasan Xiufei yang tak masalah sama sekali bahkan Xiufei terlihat santai dan biasa saja, bisa dia simpulkan bahwa Xiufei juga senang dengan Meimei.
“Silahkan nona.” Ucap pelayan yang membawa mereka ke tempat duduk.
Xiufei dan Putri Meimei duduk di tempat yang tak terlalu mencolok, yaitu pojok belakang dekat dengan dapur. Tapi, mereka masih bisa melihat dengan jelas tontonan seru di atas panggung.
“Kak, aku dengar cerita ini tentang kehancuran seorang raja yang telah mengkhianati tunangannya demi seorang selir yang di cinta.” Jelas Putri Meimei dengan senang.
Xiufei mengernyit, entah kenapa judulnya sangat familier.
“Ini cerita tentang kakak.” Cengir Putri Meimei, Xiufei menghela nafas panjang dan mengangguk. Pantas saja!
“Yang mulia, anda meninggalkan saya demi seorang selir rendahan ini?” Teriak seorang wanita berpakaian seperti ratu.
“Selir rendahan? Bahkan status mu yang seorang ratu pun tak bisa di sandingkan dengannya!” Balas laki-laki dengan jubah kuning keemasan nya,
Xiufei yang melihat itu terbatuk kecil, ternyata sama persis. Kuno dan jelek! Berbeda sekali dengan suaminya, gagah dan tampan.
“Ratu, aku tidak bermaksud membuat Raja seperti ini padamu. Raja hanya terlalu mencintai ku….” Ucap seorang wanita berpakaian terbuka, hal tersebut membuat para penonton bersorak ramai. Mereka benar-benar tertawa dan puas dengan tampilan selir itu.
“Diam kau wanita rendahan! Raja hanya—“
PLAKKKKK!!!!
“Siapa yang kau sebut rendahan hah? Dia kekasihku, wanita yang paling aku cintai.” Tampar raja pada ratu di hadapannya.
“Yang mulia Raja, jangan seperti ini. Bagaimana pun juga, Ratu tunangan anda…..” Lirih Selir, namun dia melirik sang Ratu dengan seringai lebar nya. Wajahnya nampak licik, hal itu lagi lagi membuat para penonton bersorak.
”Meskipun begitu, dia tidak bisa menghinamu seperti ini, selir. Kau adalah wanita terhormat bagiku, di bandingkan dia yang tidak ada apa-apa nya….” Peluk sang Raja.
“Rajaaa…..” Manja selir namun tetap membalas pelukannya.
Sang Ratu geram, dia menampar wajah Raja lalu beralih pada Selirnya.
“Kalau begitu aku mau membatalkan pertunangan ini! Kembalikan semua harta milikku, bahkan kerajaan mu damai pun itu karena hartaku!” Marah Ratu.
“Apa maksudmu Ratu? Meskipun begitu kau tidak bisa menentang dekrit kaisar.” Ucap Raja tak terima.
“Cih, lihat saja nanti.” Geram sang Ratu yang pergi begitu saja.
Penonton bersorak, acara selesai dan akan di lanjutkan lagi besok. Mereka nampak kecewa, tapi tidak dengan Xiufei dan putri Meimei yang nampak biasa saja.
“Kak, kenapa kau sangat tergila-gila padanya dulu? Aku lihat, dia bahkan tidak setampan kakakku.” Heran putri Meimei.
“Entahlah, mungkin karena dulu aku buta.” Balas Xiufei santai, Putri Meimei tertawa kecil.
Saat mereka berbincang, terlihat segerombolan orang-orang asing yang datang dan langsung mengusir beberapa tempat yang sudah terisi orang di sana.
Xiufei menatap tak senang akan hal itu, mereka nampak asing. Bahkan, pakaiannya pun terlihat terbuka sekali karena memperlihatkan perut dan dadanya yang terlihat seperti kemben dengan pusar yang menonjol.
“Kakak, mereka dari kekaisaran Hong! Gawat, apakah kakak sudah tahu akan hal ini?” Kaget Putri Meimei.
“Kekaisaran Hong? Maksud mu yang menuliskan surat asing itu?” Tanya Xiufei kaget dan Putri Meimei mengangguk.
“BRAKKKKK!!!!!!”
Xiufei dan Putri Meimei menoleh, sebuah meja sudah terbalik hancur karena ulah laki-laki dengan rambut pendek dan zirah lengkapnya.
“Kenapa makanan disini terlihat tidak layak?” Herannya yang penuh dengan hinaan.
“M-maafkan saya tuan, saya sudah berusaha semampu mungkin un—“
“Cih! Bawakan lagi makanan yang baru, semuanya terlihat seperti sampah!” Marahnya lagi.
“Tap—“
“Kau mau melawan hah?!” Dia mengacungkan pedangnya pada pelayan itu.
Xiufei bangkit, dia berjalan dan mendekat. Tangannya terulur untuk mengambil pedang tersebut dan tersenyum pada mereka yang nampak heran, ahh bukan, lebih tepatnya karena kecantikannya.
“Ada apa ini? Kenapa tuan tuan yang terhormat ini membuat masalah di tempat yang menurut saya sangat nyaman.” Tanya Xiufei penuh intimidasi, mereka terdiam sejenak. Sebelum akhirnya bangkit, mereka bisa merasakan energi besar darinya dan itu aura kepemimpinan.
“Kami dari kekaisaran Hong yang datang untuk bertemu dengan kaisar Zhu Tiantian, tapi karena kami lapar mangkanya kami singgah disini sebentar.” Jelas laki-laki tadi.
Xiufei mengangguk kecil, dia menyuruh pelayan tadi untuk segera pergi. Kini Xiufei yang duduk di sana, mereka diam. Gerak gerik Xiufei terlihat tenang dan tak takut melihat kedatangan mereka yang sudah jelas-jelas ada kaisar meraka di sana.
“Apakah kekaisaran Hong tidak memepelajari etika ketika singgah di tempat orang lain harus bersikap apa? Atau, kekaisaran Hong memang berasal dari orang-orang yang angkuh seperti ini?” Tanya Xiufei heran.
“Lancang!” Marah seorang wanita dengan rambut coklat nya, dia sangat manis sekali dengan kulit eksotis nya.
”Lancang?” Tanya Xiufei dengan tertawa kecil, Xiufei bangkit dan menghampiri wanita itu. Aroma tubuh Xiufei tercium jelas oleh mereka, lagi dan lagi mereka seakan terhipnotis oleh aromanya.
“Ya! Apa kau tidak melihat ada kaisar Hong disini? Meskipun kami tidak bisa membunuhmu disini tapi kami bisa membawamu ke istana untuk di eksekusi.” Jelasnya dengan geram, dia melihat para laki-laki disana nampak terpesona oleh kecantikan wanita di depannya yang memang dia akui juga sangat cantik.
“Astaga, bagaimana ini kaisar Hong? And ya, Nice to meet you….” Sapa Xiufei dengan tersenyum lebar.
Laki-laki yang duduk santai dengan meminum tehnya itu langsung menoleh, dia mengeryit. Xiufei akui, kaisar Hong tampan dengan rambut merah nya yang gelap, sangat cocok dengan kulitnya yang sedikit gelap. Tapi, ketampanannya masih kalah oleh sang suami.
“Jadi kau yang menerjemahkan surat-surat ku?” Tanyanya dengan sinis, Xiufei tidak takut tapi justru tertawa pelan.
”Jikapun anda mengirim sepuluh surat dengan bahasa yang berbeda-beda, saya pasti bisa menerjemahkan semuanya.” Balas Xiufei santai namun penuh dengan kesombongan.
“……” Kaisar diam.
“Kalau begitu, saya pamit. Dan ya, tolong jaga sikap dan jangan terlalu angkuh. Ini bukan di kawasan anda, jadi tolong jaga martabat anda karena membawa nama kekaisaran Hong.” Ucap Xiufei yang pergi begitu saja bahkan tanpa menunduk sedikit pun.
Untuk apa tunduk? Toh mereka pun tidak sama sekali.
“Kakak, mereka sangat seram.” Takut Putri Meimei yang datang dan menggandengnya langsung.
“Seram? Mereka justru terlihat seperti tong kosong nyaring bunyinya, aku akan merebut banyak wilayah dari mereka, lihat saja nanti.” Senyum Xiufei penuh taktik, Putri Meimei berhitung jika Xiufei menikah dengan kakaknya dan menjadi anggota keluarga kekaisaran, jika tidak? Mungkin harta mereka yang habis olehnya.
Maaf ya buat yang kesulitan menghafal dengan nama-nama nya dan nyuruh aku untuk ganti nama, aku ga bisa ganti karena ini ciri khas sebagai cerita kolosal dari China. Saling suport aja ya, terimakasih.