NovelToon NovelToon
Mirasih

Mirasih

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Tumbal
Popularitas:67.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"

Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.

Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Iwan hilang

"Kok Iwan sudah malam seperti ini tapi belum kembali juga ya?" Bu Nung menatap suami dia yang sedang menghisap rokok.

"Coba tanya dulu sama Abdul sana karena siapa tahu mereka keluar bareng." Pak Mus tetap santai saja seolah tidak ada beban.

"Ya apa salahnya kamu yang bertanya keluar sana loh, dari tadi pagi sampai malam kamu sama sekali tidak ada kerja!" bentak Bu Nung.

"Berani sekali kau membentak aku seperti itu, hanya karena aku tidak bekerja lalu kau bisa sesuka hati menghina aku!" Pak Mus semakin tidak terima dengan ucapan istri.

"Memang, kau di rumah ini hanya menjadi beban aku dan juga Iwan!" sambar Bu Nung dengan sangat berani.

Bukan tanpa sebab dia menjadi melawan seperti itu kepada sang suami, tapi karena memang dia sudah tidak sanggup lagi dengan kelakuan Pak Mus yang terus saja bertingkah dan tidak pernah bekerja memberi uang untuk dia dan juga sang anak di rumah ini.

Selama ini tanya Bu Nung dan juga Iwan yang bekerja keras untuk mencukupi semua kebutuhan rumah, sementara sang suami hanya ongkang-ongkang kaki dan meminta uang lalu uang tersebut dia pakai untuk berjudi, bila tidak diberi maka Pak Mus akan marah dan membuat mereka semua sengsara karena dia tidak segan untuk melakukan kekerasan.

Pria bila sudah mengenal judi maka semua akan hancur dan tidak terkendali seperti ini, itu yang telah Pak Mus rasakan kepada para keluarga sehingga mereka semua terdiam ketakutan dan kadang juga Bu Nung menjadi begitu stress menghadapi masalah yang dia rasakan di dalam rumah tangga nya ini.

Mau bercerai juga tidak bisa karena Pak Mus terus mengancam bahwa dia akan membunuh bila sampai Bu Nung melakukan gugatan cerai, miris sekali rumah tangga yang dihadapi namun mau bagaimana lagi selain menerima takdir yang harus dia rasakan bersama dengan sang anak juga, penderitaan mereka menjadi sama di sini.

Ini Iwan menghilang dan sekarang sudah pukul sembilan malam namun Pak Mus sama sekali tidak terlihat cemas dengan kehilangan sang anak, dia tetap santai saja dan bahkan tidak ada niat untuk mencari keberadaan Iwan yang saat ini entah ada di mana, seolah memang tidak ada rasa cemas di dalam hati dia.

Padahal Iwan juga bukan pria dewasa yang bisa melindungi diri saat sedang ada masalah, bocah berumur enam belas tahun itu harus merasakan berbagai macam pekerjaan dan dia bisa di katakan menjadi anak yang penuh beban karena memberikan uang untuk orang tua hasil dari menggembala kambing milik juragan Sarbeni, dan itu membuat hati Bu Nung kadang merasa begitu sedih.

Warga kampung yang tinggal di desa ini memang bisa di katakan banyak yang kurang mampu, bidadari desa lain yang telah mengalami kemajuan karena di sana para warga mulai berkembang dengan baik setelah memiliki beberapa kebun sawit dan juga sawah sehingga mereka mampu hidup dengan baik.

Sedangkan masih banyak hutan dan warga yang ada di sini bisa di bilang malah karena tidak mau berkembang seperti para warga di desa lain, hutan mereka tetap dibiarkan begitu saja dengan alasan ingin tetap terjaga, namun mereka memang sama sekali tidak memiliki penghasilan dan hanya beberapa orang saja yang bisa di katakan kaya.

"Ya Allah kemana anak ku ini kok sampai malam." batin Buk Nung sambil keluar dari rumah untuk mencari keberadaan Iwan.

Tujuan dia adalah rumah Abdul terlebih dahulu karena akan bertanya kepada anak tersebut tentang keberadaan Iwan, sebab Abdul adalah teman dekat Iwan dan mereka selama ini selalu bersama dalam suka atau pun duka, jadi wajar saja bila Bu Nung mendatangi pemuda tersebut untuk bertanya tentang keberadaan Iwan.

"Assalamualaikum, Pak." Bu Nung mengetuk pintu rumah duda satu ini.

"Walaikum sallam, ada apa ya?" Pak Saleh bertanya dengan nada sopan.

"Abdul nya ada tidak, Pak?" tanya Bu Nung dengan wajah cemas.

"Ada ini, Abdul!" Pak Saleh memanggil sang anak untuk keluar dari dalam kamar.

"Ada apa, Pak?" Abdul keluar dengan wajah lesu karena sebenarnya dia juga sedang cemas dengan Iwan.

"Nak, kamu tahu Iwan sekarang ada di mana?" Bu Nung langsung bertanya keberadaan sang anak.

Abdul pucat seketika setelah mendengar Iwan sampai saat ini masih belum pulang ke rumah juga, hati dia terus menyalahkan diri sendiri karena tidak mau menemani Iwan masuk ke dalam hutan untuk mencari kambing yang telah hilang, sebab Abdul memang telah memiliki rasa takut yang begitu besar ketika mendengar cerita dari para warga.

"Iwan sampai saat ini belum pulang ke rumah, apa kamu tahu dia ada di mana?" Bu Nung bertanya kembali.

"Ak...aku...." Abdul bingung untuk menjawab apa saat ini.

"Kenapa kamu pucat dan takut seperti itu, Dul?" Pak Saleh juga heran melihat tingkah sang anak.

"Ini..anu sebenarnya...

"Tolong katakan ada apa sebenarnya ini, Nak." desak Bu Nung sudah tidak sabar lagi.

Kelu lidah Abdul untuk mengatakan kepada semua orang tua ini karena dia tahu dia adalah pihak yang salah karena tidak setia dengan kawan, ada selama ini selalu bersama dan berdua tapi sekarang justru Abdul tidak setia dan meninggalkan Iwan begitu saja di dalam hutan itu saat sedang mencari kambing yang hilang.

Pak Saleh yang melihat anak terdiam seperti itu tentu saja dia merasa ada yang tidak beres, justru Dia mengira bahwa Abdul dan Iwan sedang bertengkar hebat sehingga mereka berpisah dan sekarang Abdul bingung untuk menjelaskan bagaimana masalah itu bisa terjadi.

Sedangkan Bu Nung sudah tidak sabar karena dia ketakutan bila nanti ada masalah yang sedang Iwan hadapi, anak semata wayang itu begitu dia sayangi walau selama ini tidak bisa memberikan banyak uang kepada sang anak dan malah membuat Iwan bekerja keras dengan menjadi penggembala kambing di tempat juragan Sarbeni.

"Iwan masuk ke dalam hutan untuk mencari kambing itu dan aku tidak menemani karena takut." Abdul akhirnya jujur dengan mereka.

"Lah kok bisa kamu tidak menemani dia, selama ini kamu juga sering masuk hutan dan tidak ada rasa takut!" Pak Saleh sudah emosi.

"Jadi Iwan sekarang masih ada di dalam hutan sana, Nak?" Bu Nung tertegun tidak percaya Karena dia takut juga.

"Aku takut dengan kabar yang beredar bahwa ada hantu Mirasih yang bisa membunuh orang saat malam hari, jadi aku bilang dengan dia bahwa tidak mau masuk ke dalam hutan itu." jelas Abdul dengan wajah pucat.

"Ya allah!" Pak Saleh mengusap wajah dengan sangat kasar.

Abdul terdiam tidak percaya dan dia masih bingung harus bagaimana sekarang namun yang jelas ia juga merasakan takut bila nanti Iwan terjadi sesuatu, namun mau bagaimana lagi karena sebenarnya Abdul juga sedang berusaha menahan rasa takut dan timbul di dalam hati ini.

Semua karena kabar yang telah beredar di desa hantu Mirasih bisa membunuh manusia, oleh sebab itu Abdul tidak ingin sampai dia bertemu dengan hantu tersebut dan memutuskan untuk pulang ketika masih sore, sedangkan Iwan masuk ke dalam hutan karena ada kambing yang hilang dan dia tidak punya uang untuk mengganti kambing tersebut.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Apriyanti
lanjut thor 🙏
K & T K & T
MET mlm Bess..
curiga SM si Jarwo dan bapaknya🤔👻
Nurr Tika
masih penasaran siapa yang bunuh mirasih
neni nuraeni
lnjuut
neni nuraeni
kan... kan... kan...
neni nuraeni
si Rejo.... Rejo... nyao modar sia teh
Ayuk Witanto
apa sarbeni yang bunuh
Ayuk Witanto
sepertinya bapak sama anak sama bejatnya...dari ngomong gan Sarmini emang si Jarwo ini bersalah.tapi gak pernah merasa bersalah.tunggu purnama bertindak
FiaNasa
belum tau mereka dg purnama,,kalian gibah gitu klau kedengeran para member,,habis kalian
FiaNasa
mau bantuin mikir aq juga bingung Lo pur
Ayuk Witanto
kasian juga si Mbah dukun ..kesitu cuma nganterin nyawa
FiaNasa
sampai ngompol.gitu si mansur
FiaNasa
ternyata ulah dwo Kunti koplak yg nyesatin
Mala Mala
lihat mereka jd kangen kopsah and the gank🤭
FiaNasa
mana ada Arya naksir si Kinan kalian ini ada²saj lah,,cinta Arya udah metok Sama Fatma gak ada yg bisa gantiin
FiaNasa
tamatlah sudah alkisah fitri
Betri Betmawati
pasti terlibat ni si Sabeni ini atas kmtian Mirasih
anak nya slah masih ja di bela
Eli Rahma
lanjuutt
Ayu Putri
hei sarbeni tunggu lah kau didatengin setan itu,coba masih bisa ngomong bgtu gak
Raffaza Direzky87
begaya pank sok bisa dan sok kuat, akhirnya tumbang seketika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!