Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Kaiju Penguasa
Wush, ombak menerpa besi pinggir kapal, Reyhan bersama Asuna berdiri di dekat batas kapal.
Mereka berdua merasakan angin laut malam, dan suara ombak yang menabrak laut.
Putri Petir muncul tiba-tiba di sebelah Reyhan. "Apa yang sedang kamu lakukan, Reyhan?"
Reyhan menatapnya biasa saja sudah tidak terkejut dengan kemunculan nya. Namun berbeda dengan Asuna yang terpelongo.
"Aku sedang merasakan kenikmatan yang mungkin tidak bisa ku nikmati di esok harinya" jawab Reyhan, namun wajah Reyhan tetap menikmati suasana ini.
Putri Petir memejamkan matanya. "Kenapa aku tidak bisa merasakan seperti yang kau rasakan?"
"Tunggu dulu" Asuna menyela. "Kenapa kamu ada disini?" Matanya menyipit.
"Dia siapa?" Tanya putri petir.
"Oh dia Asuna, dia itu temanku. Panggil saja Asuna"
Putri Petir mengangguk. "Aku roh Reyhan"
"Aku tahu itu!" Ucapnya dengan keras sampai Reyhan dan Putri Petir terkejut. "Apa kau tahu kenata Reyhan di kurung? Itu karena mu!"
"Hei Asuna, tenanglah. Aku tidak apa-apa bahkan tidak di siksa disana" Reyhan berusah menenangkan Asuna.
Putri Petir sama sekali tidak berbicara, lalu dia masuk kembali ke tubuh Reyhan seperti tak mau membicarakan nya.
Asuna memalingkan wajahnya dari Reyhan. "Kenapa tuan membelanya?"
Reyhan mencubit hidungnya Asuna. "Itu karena kita butuh dia, itu termasuk berguna bagi kekuatanku. Jadi biarkan saja oke? Dan dia hanya mau berevolusi lalu pergi setelah itu"
Asuna menatap Reyhan dengan masih agak kesal. "Apa benar seperti itu?"
Reyhan mengangkat bahunya. "Ya seperti itu meski aku tidak tahu apa yang dibutuhkan roh untuk evolusi"
Asuna akhirnya jadi sedikit tenang, setelah itu mereka berdua beristirahat.
....
Keesokan harinya...
Wiu!!
"Semua personel segera ke posisi masing-masing, jarak 3 km kedepan Gate belum sempurna terbuka. Harap semuanya bersiap-siap level Gate adalah level 7!"
Segera alarm dari sistem membuat semua personel terbangun dan buru-buru ke tempat masing-masing.
Reyhan, Asuna, dan Zahra pergi ke dek kapal. Mereka terkejut mengetahui ada Gate di bawah laut.
"Sial, kita akan sulit menutupnya" Zahra tidak bisa berbuat apa-apa karena elemennya api.
Shu Yuan datang membawa senapan bersama beberapa tentara. "Serang saja iblis yang naik kapal, sisanya serahkan pada tim penyelam"
Ketiganya mengangguk, jika Reyhan tak salah ingat Gate level 8 dapat memunculkan iblis level 4-7 paling umum.
Maka yang iblis Gate level 7 adalah iblis 3-6, itu sudah cukup untuk bahan latihan mereka.
"Gahh" beberapa iblis masuk ke dek kapal.
"Serang mereka!" Tentara maju ke depan, meriam kapal induk mengunci iblis itu sebelum ditembak.
Namun Iblis-iblis itu bergerak lincah dan membunuh tentara yang mendekat dengan mudah.
Zahra menyiapkan tombaknya dengan kesal. "Itu Iblis air, gerakannya yang cepat karena efek air"
Zahra berlari ke depan lalu menepuk tombaknya ke lantai dengan keras. "Lautan api!"
Wurr!, lautan api melahap iblis air sampai menguap, tapi air adalah tempat terbanyak iblis di belahan dunia.
Jadi kematian mereka bukanlah apa-apa selain permulaan.
Shu Yuan mendecakkan lidahnya. "Perintahkan semua pilot untuk terbangkan jet mereka!"
"Semua tim helikopter pergi! Tim penyelam tutup Gate! Exorcist lainnya dan tentara darat bantu menyerang dari darat!"
"Baik!"
Reyhan bersama Asuna dan budaknya yang lain berlari ke depan, menerobos Iblis-iblis dengan mudah.
Tapi karena iblis itu banyak apalagi di level 3-5 jadi membutuhkan lumayan tenaga.
"Ledakan petir!" Reyhan menghantam ke depan dan 5-6 iblis tumbang tapi gelombang tetap bermunculan.
Asuna melesat dari sebelahnya, gerakannya yang secepat ledakan membuat iblis terlempar karena angin.
Asuna dengan cepat meninju 1-3 iblis di depannya kemudian kembali melesat sebelum terhempas karena pukulan iblis.
"Uhak apa itu tadi?" Asuna jatuh terbatuk.
"Asuna!" Panggil Reyhan lalu dia melakukan kecepatan petir dan menggendongnya.
Budak lainnya berkumpul mengelilingi Reyhan, mereka waspada karena mereka di kepung dalam jumlah besar.
Apalagi iblis yang memukul Asuna adalah Iblis paling kuat yaitu level 7. Tubuhnya seperti ikan, bersisik keras, bermata ikan bahkan memiliki sirip.
"Kowaakkk!!" Tunjuknya pada mereka dengan marah.
Iblis-iblis lain menuruti perintah nya untuk menyerang.
Namun Putri Petir muncul keluar dari tubuh Reyhan, melayang di atasnya. Dia memandang Iblis-iblis itu dengan sinis.
"Rendahan seperti kalian tak berhak menganggu tubuh pilihan ku"
Klack, Putri Petir menjentikan jarinya.
Seketika petir dari tubuhnya menyambar mereka sampai tewas tak tersisa, bahkan iblis di kapal-kapal lain ikut tersambar.
Shu Yuan, Zahra, serta tentara lainnya tak mengira Putri Petir akan membantu.
Iblis level 7 yang tersisa melihat kanan kiri dengan panik. "Kwak!" Dia berbalik untuk lari.
Tapi Reyhan tidak akan membiarkan itu, dengan gerakan cepat meski menggendong Asuna.
Reyhan memegang kepalanya dan melemparnya dari belakang.
"Duar!" Budak Reyhan dengan insting cepat menendangnya balik ke sisi Reyhan.
Reyhan memejamkan matanya lalu terbuka dengan tajam, Reyhan akan mencoba petir merah yang ada di tangan kanannya.
"Haa!! Hydra!" Reyhan melayangkan tinju petir merah ke iblis itu.
Jedar! Graa!!, serangan itu mengeluarkan hydra petir yang menembus tubuh Iblis itu sebelum dibawa ke dalam laut.
Zzshh!!, petir-petir tersambar ke lautan, ikan dan iblis mati serempak kecuali manusia.
Reyhan terengah-engah kemudian menurunkan Asuna dari gendongannya. Putri Petir mengangguk kecil lalu masuk kembali ke tubuh Reyhan.
Zahra buru-buru berlari ke sisi Reyhan. "Apa kau baik-baik saja setelah memakai jurus mengerikan itu?" Zahra terpukau sampai melihat ke luar laut jika banyak yang tergenang mati.
Shu Yuan memberi tepuk tangan. "Bukan hanya menghindari sasaran manusia tapi kau menutup Gate dengan Hydra-mu" tersenyum.
Reyhan tertawa pelan. "Tapi jurus ini menguras banyak tenagaku, aku tidak bisa memakainya begitu sering"
Asuna membantu Reyhan berdiri. "Lagi pula kenapa tuan menggendong ku? Aku bisa berdiri sendiri"
Reyhan menggeleng tegas. "Itu karena kau orang yang aku pedulikan, jika aku tidak ke sisimu menurutmu apa yang akan terjadi padamu?"
Asuna menundukkan kepala nya. "Maaf tuan" dia sedikit menyesal tapi juga senang karena di perhatikan Reyhan.
Di saat itulah Zahra merasa seperti asing dan merasa Reyhan jarang bicara seperti itu pada nya.
"Oke, semuanya lanjutkan perjalanan setelah mengumpulkan korban!" Teriak Shu Yuan.
"Siap pak!" Para tentara kembali sibuk mengumpulkan mayat Tentara dan Exorcist yang mati.
Setelah di kumpulkan, Reyhan menatap mayat yang begitu banyak di tutupi kaij putih.
"Baru berangkat sudah ada hampir 50 anggota yang tewas" Reyhan mendesis.
Shu Yuan tak berkata apapun, setelah upacara selesai mereka membuang mayat-mayat ke laut karena tidak bisa di makamkan atau disimpan.
...
Di saat bersamaan, Gate misterius yang aktif di Mesir...
Tim penyelidik yang ada disana telah hancur tak tersisa dalam konvoi yang bertugas.
Akan tetapi terlihat seorang pemuda memakai pakaian butler dengan kuku panjang yang penuh darah.
"Semoga tuanku bisa bangkit dengan tenang, akan kami urus para penganggu itu" ucapnya dengan mata berkilat tajam.
Satu tentara dari 100 tentara yang bertugas masih selamat, dia menatap pria itu dengan ketakutan.
Akan tetapi pria itu menyadari dia masih hidup berjalan ke arahnya.
"T-tidak, tolong lepaskan aku! T-tolong!"
"Tidak ada kata ampun untukmu!" Pria itu mencakar wajah dan dada pria itu dengan kuku panjang nya hingga tewas.
"Siapa yang datang selanjutnya untuk tuan Kilvara maka akan aku bunuh" aura monster sekelas Kaiju terpancar dari tubuhnya.
Pada saat itu juga, Kode-7 atau kaiju yang mirip seperti Godzila terbangun karena merasakan Energi monster liar.
"Rorhh!!" Meraung keras seperti marah tapi dia tidak bisa bebas karena di rantai kuat oleh penjara Alisa.
Tapi kode-7 akan terus berusaha melepaskan diri karena aura itu membuatnya marah.
Kode-7 tidak ingin ada monster lain kecuali dirinya sebagai penguasa di dunianya.
Jika ada yang macam-macam dengan kemauannya maka kode-7 akan mengejarnya untuk dibunuh.
....