NovelToon NovelToon
Bumi Dan Hal - Hal Yang Belum Usai

Bumi Dan Hal - Hal Yang Belum Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

persahabatan sederhana dari anak SMA ,yang mulai menumbuhkan benih cinta tapi ego masa muda mereka lebih tinggi dari pada rasa cintanya.ada hal yang ingin di sampaikan tapi tak mungkin Untuk di utarakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Tentang Lapangan Basket dan Peluh yang Tidak Bisa Berbohong

Sore itu, udara di lapangan basket sekolah terasa lebih padat dari biasanya. Bau aspal yang terpanggang matahari sisa siang tadi bertemu dengan aroma balsem dan keringat. Saya berdiri di pinggir lapangan, mengganti sepatu kets saya yang sudah agak tipis solnya. Di seberang sana, Arkan sedang melakukan pemanasan. Dia memakai jersey basket yang sangat pas di badannya, mereknya mahal, dan gerakannya terlihat sangat terlatih.

Kayla duduk di bangku penonton paling depan. Dia membawa botol air mineral dan handuk kecil. Matanya menatap lapangan dengan cemas, sesekali melirik ke arah saya, lalu kembali ke Arkan. Saya tahu dia sedang berada di posisi yang sulit, seperti orang yang harus memilih antara makan nasi goreng tapi pedas sekali atau makan bubur tapi hambar.

"Bumi, lo yakin mau main? Terakhir kali lo pegang bola basket itu pas ujian praktek kelas satu, kan?" Bangka menghampiri saya sambil membawa bola yang kulitnya sudah agak mengelupas.

"Basket itu cuma soal memasukkan benda bulat ke dalam lubang yang lebih besar, Bangka. Teorinya sama dengan memasukkan kelereng ke lubang tanah, cuma skalanya saja yang beda," jawab saya sambil mencoba melakukan dribble yang sayangnya bola itu malah mengenai jempol kaki saya.

Bangka menepuk jidatnya. "Gila lo. Arkan itu kapten tim di sekolah lamanya. Lo bakal dibantai, Mi."

"Baguslah. Biar dia senang. Menang di lapangan basket biasanya bisa bikin ego orang naik dua kali lipat, dan saya mau lihat seberapa tinggi dia bisa terbang sebelum akhirnya jatuh karena gravitasi," kata saya santai.

Pertandingan dimulai. Ini sebenarnya cuma pertandingan persahabatan antar kelas, tapi karena ada Arkan dan saya, suasananya jadi seperti final kejuaraan nasional. Arkan bermain dengan sangat agresif. Dia lincah, lompatannya tinggi, dan tembakan tiga angkanya hampir selalu masuk. Setiap kali dia mencetak angka, dia akan menoleh ke arah penonton, memastikan Kayla melihatnya.

Saya? Saya lebih banyak berlari ke sana kemari seperti ayam kehilangan induk. Napas saya mulai senin-kamis. Peluh bercucuran sampai masuk ke mata, rasanya perih sekali. Tapi saya tidak berhenti. Saya terus menjaga Arkan, meskipun dia berkali-kali melewati saya dengan mudahnya.

"Capek, Bumi? Mau istirahat?" ejek Arkan saat kami sedang berhadapan satu lawan satu di bawah ring.

"Bumi itu tidak pernah capek berputar, Kan. Kamu saja yang terlalu banyak gaya sampai lupa mengatur napas," jawab saya sambil mencoba merebut bola, tapi gagal.

Di kuarter terakhir, skor sudah terpaut jauh. Tim Arkan memimpin telak. Tapi di satu momen, bola liar memantul ke arah saya. Saya mengambilnya dan berlari menuju ring lawan. Arkan mengejar saya dengan kecepatan penuh. Saat saya hendak melakukan lay-up, Arkan melompat sangat tinggi untuk melakukan blok.

*Brak!*

Kami bertabrakan di udara. Saya terjatuh keras ke aspal lapangan, siku saya lecet dan perihnya minta ampun. Arkan mendarat dengan lebih mulus, tapi dia tampak sedikit kaget karena saya tidak langsung bangun.

"Bumi!"

Itu suara Kayla. Dia lari ke tengah lapangan, melewati wasit dan pemain lainnya. Dia langsung berlutut di samping saya. "Bumi, kamu nggak apa-apa? Siku kamu berdarah!"

Arkan berdiri tidak jauh dari kami, wajahnya tampak tidak senang melihat Kayla lebih dulu menghampiri saya daripada merayakan kemenangannya. "Cuma jatuh biasa, Kay. Dia yang terlalu maksa tadi."

Saya mencoba duduk, meringis pelan saat melihat kulit siku saya terkelupas. "Saya tidak apa-apa, Kay. Aspalnya saja yang terlalu keras, atau mungkin saya yang terlalu empuk."

Dara muncul dari kerumunan, dia menyerahkan sebotol air dingin ke arah saya. "Sudah saya bilang, jangan melawan meteorit dengan tangan kosong. Kamu itu kerak bumi, bukan tameng baja," gumamnya datar.

Senja juga ada di sana, dia berdiri agak jauh dengan wajah yang sangat pucat, memegang kotak P3K kecil yang entah dia dapat dari mana. Dia mendekat perlahan dan memberikan plester kepada Kayla.

"Terima kasih, Senja," kata Kayla singkat, lalu dia mulai mengobati luka saya dengan sangat telaten. Gerakannya lembut, sama seperti saat dulu dia mengobati kaki saya yang kena duri di kebun belakang rumahnya.

Arkan mendekat, mencoba menarik lengan Kayla. "Kay, ayo. Kita harus kumpul sama tim buat selebrasi. Bumi sudah ada yang urus tuh."

Kayla menepis tangan Arkan pelan. "Sebentar, Kan. Bumi luka gara-gara pertandingan ini. Aku selesaikan ini dulu."

Arkan terdiam. Untuk pertama kalinya, saya melihat retakan di wajahnya yang sempurna. Dia berbalik dan pergi menuju teman-temannya dengan langkah yang gusar. Kemenangannya di lapangan basket sore itu terasa hambar karena pialanya—yaitu perhatian Kayla—malah tertuju pada saya yang kalah.

Nama saya Bumi. Dan hari ini, saya belajar bahwa memenangkan pertandingan itu urusan fisik, tapi memenangkan momen itu urusan hati. Saya memang kalah dalam skor, saya memang luka-luka, tapi melihat Kayla masih ingat cara mengobati luka saya, itu jauh lebih berharga daripada piala plastik mana pun.

matahari yang mulai tenggelam, menyisakan langit ungu di atas lapangan basket, menyadari bahwa di balik peluh dan darah ini, ada sesuatu yang mulai kembali ke porosnya, meskipun perlahan.

1
nickm
cerita ini layak dibuat film
nickm
cerita yang luar biasa, aku akan menunggu metamorfosis bumi kedepannya
nickm
semakin menarik ceritanya
nickm
bagus sekali ceritanya, bahasa yang runtut, alur mengalir pasti
nickm
bagus sekali, paragraf pertama yang membuatku masuk ke dimensi cerita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!