NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

‎"Tenang..." ucap Rendra pelan, suaranya terdengar dalam dan menenangkan, namun ada aura dominan yang terpancar dari tatapannya. "Angkat saja teleponnya. Sekarang... di hadapanku,"

‎‎Jantung Nara berdegup kencang, campuran antara rasa takut, gugup, dan sesuatu yang lain yang tak bisa dia jelaskan. Tangan Rendra melingkar erat di pinggang rampingnya, mengunci pergerakannya agar tidak bisa lari atau bersembunyi.

‎‎"Jawab saja seperti biasa. Jangan sampai dia curiga," bisik Rendra tepat di telinga Nara, napas hangat pria itu menerpa leher putih mulusnya, membuat bulu kuduk Nara meremang.

‎‎Nara mengangguk pelan, menghela napas panjang sebelum menggeser tombol hijau dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya.

‎‎"Halo... Mas..." suaranya terdengar bergetar, berusaha sekuat tenaga terdengar wajar meski posisinya saat ini sangat tidak wajar.

‎‎"Sayang, kamu dimana? Kenapa belum pulang? Hujannya sangat deras di luar, Mas khawatir," suara berat Arga terdengar jelas dari seberang sana.

‎‎"Tadi aku habis ketemuan sama teman-temanku, Mas. Dan malam sepertinya ini aku tidak akan pulang, aku menginap di rumah Dina," jawab Nara, matanya tak lepas menatap manik mata gelap Rendra yang menatapnya intens.

‎‎Rendra tersenyum miring melihat wajah polos yang sedang berbohong itu. Tanpa rasa bersalah sedikitpun, tangan besarnya mulai bergerak nakal, membelai punggung Nara, lalu perlahan naik mengusap bahu hingga ke leher, membuat Nara semakin sulit berkonsentrasi.

‎"Sayang, Mas jemput saja ya? Tidak perlu nginep-nginep segala," ucap Arga lagi.

‎‎"Tidak usah, Mas..." potong Nara cepat, dia hampir tersentak saat merasakan dagu Rendra bersandar di bahunya, sangat dekat. "Aku sedang ingin menenangkan diri disini. Lagipula hujannya juga sangat deras, besok pagi saja aku pulang."

‎‎"Baiklah," suara Arga terdengar pasrah, "Tapi kalau kamu berubah pikiran dan ingin pulang, kamu telepon Mas ya, biar Mas jemput kamu,"

‎‎"Iya, Mas." jawab Nara pelan, matanya terpejam sedikit saat merasakan jemari Rendra yang mulai memainkan helai rambutnya dengan santai namun sangat menggoda.

‎‎Sambungan telepon terputus, Nara menurunkan ponselnya dari telinganya. Dia menghela napas panjang seolah baru saja melewati pertarungan yang sangat melelahkan. Tubuhnya terasa lemas, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

‎Rendra menyunggingkan senyum penuh kemenangan, "Padahal aku sudah menawarkan untuk mengantarmu pulang, tapi kenapa kamu malah berbohong akan menginap?"

‎‎Suaranya berbisik pelan namun terdengar sangat jelas dan menusuk, membuat Nara terkejut dengan mata sedikit melebar. Ponselnya terlepas dari genggamannya dan jatuh menimpa bantal sofa.

‎"Ka... karena hujannya sangat deras." sanggah Nara cepat, "Lagipula kamu juga yang mintaku untuk mengangkat telepon dari mas Arga."

‎‎Nara berdiri, melangkahkan kakinya ke arah jendela kaca besar, kedua tangannya memeluk dirinya sendiri untuk menutupi rasa gugup yang menyerang seluruh tubuhnya. Matanya menatap kosong ke arah kota yang basah dan gelap di luar sana, tertutup tirai air hujan yang tak kunjung reda.

‎‎Rendra bangkit dari duduknya, langkah kakinya yang berat terdengar pelan mendekati wanita itu. Dia mendekap tubuh Nara dari belakang, melingkarkan kedua tangannya di perut Nara.

‎‎"Jangan lari dariku, Nara." bisik Rendra tepat di telinganya, suaranya terdengar serak dan dalam. "Katakan, apakah di dalam hati kecilmu, kamu juga sebenarnya ingin berada di sini? Ingin bersamaku?"

‎‎"Ren..." Nara memejamkan mata, air mata mulai menggenang di pelupuk mata. "Aku merasa berdosa sekali. Aku merasa seperti wanita jahat yang sudah mengkhianati kepercayaan Mas Arga, mengkhianati pernikahan kami."

‎‎Rendra membalikkan tubuh Nara perlahan, memaksa wanita itu menghadap ke arahnya. Tangannya mengangkat dagu Nara, menatap manik mata basah itu dengan tatapan tajam namun lembut.

‎‎"Jangan salahkan dirimu," ucap Rendra tegas. "Arga lebih dulu mengkhianatimu dengan menjalin hubungan gelap dengan sekretarisnya."

‎‎"Setia itu butuh dua orang. Tidak ada gunanya kamu setia sendirian sementara dia memberimu luka," bisik Rendra, suaranya terdengar berat dan penuh penekanan. "Dia yang merusak pernikahan kalian duluan. Dia yang mengkhianatimu lebih dulu. Jadi jangan merasa bersalah karena kamu ingin bahagia, jangan merasa berdosa karena kamu ingin dicintai dengan benar."

‎‎Dia mendekatkan wajahnya, menatap manik mata Nara lekat-lekat.

‎‎"Biarkan aku yang memperbaiki apa yang sudah dia hancurkan. Biarkan aku yang mencintaimu melebihi apapun yang pernah dia berikan. Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik, Nara."

‎‎Nara menunduk, bahunya terguncang kecil menahan tangis. Rasa sakit, bingung, dan kerinduan bercampur menjadi satu di dadanya.

‎‎"Ren... aku takut," cicitnya lirih. "Aku takut kalau aku mulai menerima kamu, aku akan semakin hancur nantinya."

‎‎Rendra menggeleng pelan, lalu dia menarik tubuh Nara kembali ke dalam pelukannya. Dia mengecup puncak kepala wanita itu berkali-kali.

‎‎"Tidak akan ada kehancuran, yang ada hanya kebahagiaan," bisik Rendra penuh keyakinan. "Malam ini... biarkan semuanya hilang. Lupakan Arga, lupakan rasa bersalahmu. Fokuslah hanya padaku. Rasakan bahwa disini, di pelukanku, kamu aman. Kamu berharga."

‎‎Rendra mengurai pelukannya, kedua tangannya menangkup wajah Nara, matanya menjelajahi kedalam mata wanita itu. "Karena mulai detik ini... kamu bukan lagi miliknya. Kamu adalah milikku, Nara. Hanya milikku."

‎‎Tanpa menunggu jawaban lagi, Rendra menundukkan wajahnya, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang dalam, penuh gairah, dan juga rasa memiliki yang begitu kuat.

‎Nara terkesiap, matanya terbuka lebar sejenak sebelum akhirnya terpejam perlahan, menyerah pada arus perasaan yang begitu deras menerpa hatinya. Tangannya yang semula tergantung lemas di samping tubuhnya kini perlahan naik, mencengkeram bahu pria itu dengan erat, seolah mencari pegangan agar tidak hanyut terlalu dalam namun sekaligus ingin tenggelam sepenuhnya.

‎‎Ciuman itu bukan sekadar sentuhan bibir, melainkan sebuah penyaluran rindu yang terpendam lama, rasa sakit yang selama ini dipendam, dan juga sebuah penegasan bahwa malam ini segalanya berubah.

‎‎Rendra memandu ciuman itu dengan lembut namun mendominasi, tangannya bergerak turun mengusap punggung Nara, mendekapkan tubuh mereka berdua tanpa ada jarak sedikitpun. Dia bisa merasakan bagaimana tubuh wanita itu bergetar di pelukannya, campuran antara rasa takut, malu, dan hasrat yang mulai membara.

‎‎Rendra melepaskan ciuman itu hanya untuk beralih mengecup pelan sudut bibir Nara, lalu turun dan berhenti di leher putih mulus itu.

‎‎"Ren..." desah Nara lirih, napasnya memburu, "Aku..."

‎‎"Shhh..." Rendra menempelkan jari telunjuknya di bibir Nara, matanya menatap wanita itu dengan penuh cinta dan rasa memiliki. "Jangan bicara apapun lagi. Biarkan tindakanku yang bicara."

‎‎Dia mengangkat tubuh wanita itu dengan mudah, membuat Nara tersentak kecil dan langsung melingkarkan kakinya di pinggang pria itu.

‎‎"Malam ini kamu akan tahu bagaimana rasanya dicintai dengan benar," bisik Rendra serak, langkah kakinya membawa mereka berjalan menuju kamar tidur utama, meninggalkan ruang tamu dan segala masalah di dunia luar sana.

‎‎"Biarkan aku yang membuatmu melupakan semua rasa sakit itu. Dan biarkan aku yang membuatmu merasa menjadi wanita paling nyata malam ini."

‎‎Pintu kamar tertutup rapat, mengunci mereka berdua di dalam dunia milik sendiri, ditemani suara hujan yang tak kunjung reda yang menjadi saksi bisu lahirnya sebuah cinta terlarang yang begitu kuat dan memabukkan.

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
makanya milih melayani orang lain ya nar🤧
Zuri
tapi kan sekarang dirimu juga sama nar/Slight//Slight/
🔥Violetta🔥: Dia bakal ngaku 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
giamana reaksi mereka ya kalo misal udah ada kecebong sebelum progam,
Zuri
karena mereka berdua slengki dengan pasangan masing masing.. omelin aja omelin, saklian othornya omelin juga🤧🤧
🔥Violetta🔥: Othornya masih polos .. diajarin sama Rendra ini 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zuri
dirimu yg pernah slengki pasti paham lah itu apa
Zuri
lu itu suami juga bukan main asal klaim aja/Sweat//Sweat/
Zuri
eehh.. yakin mo dilepasin😏😏
Devi Novita
perempuan goblok harga diri kok murah apa bedanya sama Agra suamimu berhubungan dgn laki laki lain saat masih menjadi seorang istri melakukan kesalahan yg berulang ulang 😴😴😴
Devi Novita: 🤣emosi Aku jadi wanita tu berkelas Napa masak menjatuhkan Marwah harga diri sendiri katakan pada suami Dunia belum berakhir tanpamu duniaku indah tanpamu dan hidupku lebih bahagia tanpamu nah setelah cerai selesai baru cari pengganti bales dgn menjadi pasangan si renda biar tau tu laki kalau byk pria yg ngejer cintanya🤭🤣
total 2 replies
°RhaiKen™
ketauan pisah ranjang 👏👏👏👏
🔥Violetta🔥: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Endah Puji
thanks😍
🔥Violetta🔥: Kembali kasih kakak 🙏😁
total 1 replies
Zuri
eeeh... dobel pragrap ini. di atas ada,
🔥Violetta🔥: Efek lierr sama tulisan sendiri 😅😅😅
total 1 replies
Zuri
pasanganku lagi bersama pasanganya.. coba jwab gitu ren🤣
Zuri
bakal cemburu saling beradu sih ini🤧
°RhaiKen™
astagaa....😲 Mereka yg mau kepergok knp malah aku yg deg"an panik panas dingin c njirrr 😅😅😅 kyanya c akoh terlalu mendalami peran Nara 🤦
°RhaiKen™: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 6 replies
Zuri
biar bisa bebas main kemana aja gitu yaa😏
Zuri
sekarang binikmu yg lagi hobi ma ular lain🤧🤧
Zuri
kalo Nara tau rumah tangganya rusak karena Rendra, entah ya.. kan Cinta gak kenal logika. si Arga juga gak tahan godaan
Zuri
istri sahabatku..detik berikutnya kejang si papa Hendry🤧
Zuri
nar denger gak tuh?? dengerin yak🤣
Zuri
disaat suami ingin memperbaiki hubungan, tapi dia juga membuka peluang pabinor masuk🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!