NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Setelah Tewas Bersama Istri

Terlahir Kembali Setelah Tewas Bersama Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu / Keluarga
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Setelah hidup lontang-lantung selama separuh hidupnya, Denzel Bastian mengacaukan kehidupannya dengan tangan sendiri. Dia kehilangan istri dan ketiga anak kembar untuk selamanya. Hingga saat berada dalam lautan api, istri yang sudah bercerai bertahun-tahun dengannya tanpa ragu menerjang masuk ke kobaran api untuk mati bersamanya.

Denzel pun sadar, ternyata istrinya begitu mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Bab 19 Tidak Membohongi

Sesama

Denzel hendak memotong beberapa stroberi sebagai tester. Setelah dia mencuci stroberi itu, dua wanita paruh baya berusia sekitar lima puluh tahunan berjalan menghampirinya.

Salah satu wanita paruh baya itu mengenakan kacamata, tubuhnya sangat proporsional dan pakaiannya sangat bagus. Dia melihat stroberi di van Denzel dan bertanya dengan ragu, "Hei, anak muda, apakah ini stroberi? Berapa harganya?"

Dia sering melihat stoberi, tetapi ini adalah stroberi terbesar yang pernah dia temui. Bahkan aromanya terasa sangat manis.

Aktivitasnya dan menjawab dengan ramah, "Bibi, ini memang stroberi. Stroberi ini aku tanam sendiri, harganya tiga puluh ribu per buah."

Begitu Denzel menjelaskan, wanita paruh baya yang lebih gemuk menatap Denzel dengan tatapan hina, lalu melihat stroberi merah dan besar di dalam van dan berkata dengan lugas, "Bagaimana mungkin stroberi normal tumbuh sebesar ini? Kamu pasti menyuntikkan banyak bahan kimia! Tiga puluh ribu per buah, itu terlalu mahal!"

Saat ini, banyak orang yang berdatangan ke tempat Denzel karena aroma stroberi itu. Awalnya mereka tergerak untuk membeli, tapi begitu mendengar perkataan wanita paruh baya itu, mereka mengurungkan niatnya.

"Ya, stroberi ini memang luar biasa besar, jangan-jangan disuntik bahan kimia. Tadi, aku masih berpikir untuk membelikannya untuk cucuku."

"Aromanya memang manis banget, tapi aku tidak berani memakannya kalau disuntik bahan kimia."

"Sekalipun tidak disuntik bahan kimia, aku juga tidak mampu beli. Tiga puluh ribu per buah, mahal sekali!"

Denzel hanya tersenyum acuh tak acuh saat mendengar percakapan disekitarnya. Dia mengambil sebuah stoberi, kemudian menatap wanita paruh baya yang memulai keributan itu. Denzel berkata, "Kakak, semuanya, kita boleh makan apa saja, tapi jangan asal ngomong. Stroberiku murni alami dan tanpa bahan kimia. Istriku yang sedang mengandung, memakannya setiap hari.

Untuk apa menipu sesama warga Regaland."

Usai menjelaskan, Denzel langsung mengambil pisau buah dan mengiris sebuah stoberi yang sangat segar dan

Memasukkannya ke dalam mulutnya. Denzel melanjutkan, "Stroberiku tidak hanya alami dan tanpa bahan kimia, tetapi juga lezat. Begitu melahapnya, kalian akan merasakan kejutan yang tak terduga."

"Ini hari pertamaku berjualan, aku tidak akan terlalu banyak omong kosong. Biar aku potong beberapa stroberi untuk kalian cicipi."

Denzel langsung mengeluarkan piring dan memotong stroberi yang tersisa ditangannya menjadi beberapa bagian. Dia mengambil dua buah stroberi lagi dan memotongnya, lalu menusukkan tusuk gigi di atas stroberi itu dan memberikannya kepada wanita paruh baya gemuk itu. Denzel tersenyum dan bertanya, "Silakan dicicipi, Bi."

Wanira paruh baya itu melihat stroberi itu dan menelan air liur. Dia ingin memakannya tapi malu. Dia melambaikan tangannya dan berkata,

"Tidak, aku tidak mau!"

Wanita paruh baya yang berkacamata itu tersenyum dan bertanya, "Bolehkah aku mencicipinya?"

Wanita itu berani mencicipinya karena Denzel mengatakan tidak akan menipu sesama warga Regaland.

Denzel tersenyum, "Silakan."

Denzel langsung menyodorkan sepiring stroberi kepada wanita itu.

Wanita itu mengulurkan tangannya dan mengambil sepotong stroberi.

Orang-orang melihat dia memasukkan stroberi itu ke dalam mulutnya.

Setelah menggigit stroberi, wanita itu terkejut. Beberapa saat kemudian, matanya mulai berbinar. Dia menatap Denzel dengan kagum, "Stroberi ini enak sekali! Ini... Ini adalah buah terenak yang pernah kumakan!"

Denzel tersenyum, "Terima kasih, suatu kehormatan bisa mendapatkan pujian dari Bibi."

Melihat reaksi wanita paruh baya itu, orang-orang segera berkumpul dan tidak sabar untuk mencicipi stroberi itu.

"Aku mau coba."

"Aku juga!"

Orang-orang maju dan mengambil potongan stroberi dari piring Denzel.

Mereka berpikir tidak ada ruginya mencoba makanan gratis.

Namun, ketika stroberi segar, manis dan lezat itu memasuki mulut mereka, orang-orang itu menampakkan ekspresi yang sangat berlebihan!

Semuanya setuju kalau stroberi ini enak sekali!

Setelah wanita paruh baya yang anggun itu melihat stroberi di piring telah habis. Dia tersenyum dan berkata kepada Denzel, "Anak muda, aku beli tujuh buah."

Stroberi ini benar-benar enak dan entah kenapa wanita itu merasa dirinya terasa lebih segar setelah memakan stoberi itu.

Jadi dia harus membeli beberapa dan memakannya lagi.

Ketika Denzel mendengar perkataan wanita anggun itu, dia segera menarik kantong plastik dari van dan menjawab sambil tersenyum, "Siap Bibi."

Sambil menjawab, Denzel membungkus tujuh buah stroberi dan menyerahkannya kepada wanita itu, "Total dua ratus sepuluh ribu. Karena Bibi sudah membantuku hari ini, aku akan memberimu harga dua ratus ribu saja!"

Wanita paruh baya anggun itu tersenyum lalu mengeluarkan uang dua ratus ribu dari dompetnya dan menyerahkannya kepada Denzel, "Kalau begitu, aku tidak akan segan-segan."

Denzel mengambil uang dari tangan Wanita paruh baya itu dan tersenyum kembali., "Kalau Bibi menyukai stroberinya, jangan lupa mampir lagi ya."

"Tentu saja!"

Bisnis pertama berhasil, Denzel baru saja memasukkan uang itu ke dalam sakunya. Sekelompok orang yang baru saja makan stroberi tampaknya telah menyadari kesegarannya, mereka pun merapat.

"Anak muda, aku juga mau dua buah! Aku harus membeli makanan seenak ini untuk cucuku. Bungkuskan dua buah stroberi!"

"Aku mau tiga!"

"Aku mau satu!"

Klaim

Melihat keramaian itu, Denzel berkata, "Tenang, tenang, satu per satu, pasti kebagian semua!"

"Paman, punyamu dua buah, jadi total enam puluh ribu."

"Punya adik satu buah, tiga puluh ribu. Aku tidak punya kembalian sekarang, bolehkah aku mengembalikannya nanti?"

"Punya kakak lima buah, seratus lima puluh ribu. Uangnya pas ya, mampirlah lagi kalau kakak suka!"

Stroberi di dalam van semakin berkurang, tetapi dompet Denzel semakin menggembung.

Sesekali Denzel akan pergi dan membawa mobil vannya dengan alasan hendak mengambil barang dagangan. Dia akan pergi ke tempat yang terpencil, lalu memetik stroberi di ruang angkasa.

Uang di sakunya juga sudah terlalu banyak, akhirnya dia membeli sebuah kantong untuk menyimpannya. Kantong itu langung terisi penuh.

Sekarang sepertiga dari stroberi di kebun telah terjual.

Denzel menghitung sekilas, dia sudah mengumpulkan enam juta lebih.

Saat dagangannya habis, dia akan menghasilkan dua puluh juta.

Meskipun dua puluh juta tidak banyak, namun cukup berarti bagi keluarga kecilnya.

Besok dia akan membawa Fiona ke Rumah Sakit Ibu Anak terbesar di

Kabupaten untuk memeriksakan kandungannya dan membeli beberapa kebutuhan rumah tangga.

Setelah beberapa saat, Denzel kembali ke pintu keluar pasar untuk menjajakan stroberi yang telah dia petik di ruang angkasa.

Berita tentang stroberi super lezat di pintu keluar Pasar Dongan, sebelah Kompleks Central Plaza menjadi pembicaraan yang hangat di kalangan masyarakat.

Ketika Denzel kembali, dia melihat ada antrean panjang di tempat dia parkir sebelumnya. Hampir semua orang yang mengantre itu sedang menunggu dia kembali dengan stroberinya. Bahkan beberapa dari mereka adalah pelanggan yang datang kembali!

Bahkan wanita paruh baya gemuk yang tadinya memancing keributan juga sedang mengantre dengan anaknya yang

Gemuk juga.

Denzel benar-benar tercengang saat melihat ini!

Dia tahu bahwa stroberinya akan populer, tetapi dia tidak pernah menyangka akan sepopuler ini.

Pada saat yang sama.

Sebuah mobil Maybach dari Kota Samara perlahan melaju ke Desa Floria dan menuju ke rumah Denzel ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!