NovelToon NovelToon
Bangkitnya Tuan Muda Cacat

Bangkitnya Tuan Muda Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi Timur
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mukaram Umamit

Di dunia di mana kekuatan energi adalah segalanya, Zian lahir sebagai lelucon. Saluran energinya cacat total. Meski berstatus sebagai pewaris Keluarga Zian, semua orang di kota diam-diam memanggilnya "Tuan Muda Sampah".

Puncak kehinaannya terjadi di siang bolong. Tunangannya yang merupakan jenius dari Sekte Bintang Es datang membatalkan perjodohan secara sepihak. Saat Zian menolak harga diri keluarganya diinjak-injak, pengawal sang tunangan menghajarnya sampai nyaris mati, mematahkan tulang-tulangnya di depan tatapan meremehkan semua orang.

"Kodok bopeng tidak pantas memakan daging angsa," cibir mereka.

Namun, mereka tidak tahu bahwa darah Zian yang menetes di altar kuil malam itu justru membangunkan sesuatu yang sudah lama tertidur. Sebuah kekuatan kuno dari leluhur pertamanya: Warisan Tulang Asura.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukaram Umamit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehancuran Harga Diri Tuan Muda

Suasana ruang utama Keluarga Zian hancur berantakan. Pintu kayu jati yang tebal pecah menjadi serpihan kecil berserakan di lantai. Warga kota berdesakan di halaman depan. Mereka menunjuk ke dalam sambil berbisik terang-terangan tanpa rasa segan.

"Lihat itu, Tuan Muda Sampah kita akhirnya kena batunya!" seru seorang warga pria berbaju kumal.

"Tentu saja. Kodok bopeng mana pantas makan daging angsa? Nona Lin Yue itu jenius Sekte Bintang Es, mana mau dia menikah sama orang cacat yang tidak punya tenaga," sahut warga lainnya sambil tertawa mengejek.

Di tengah ruangan, Lin Yue berdiri dengan dagu terangkat. Jubah birunya berkibar pelan. Dia menatap jijik ke arah pemuda berpakaian sederhana di depannya.

Lin Yue mengangkat tangannya. Dia melempar sebuah giok hijau ke lantai dengan keras.

Prang!

Giok pertunangan itu pecah menjadi belasan keping.

"Paman Hao, aku datang hari ini untuk mengakhiri lelucon ini," kata Lin Yue dengan nada dingin. "Mulai detik ini, pertunanganku dengan putramu resmi batal."

Zian Hao, ayah Zian, menggebrak meja hingga retak. Wajahnya merah padam menahan amarah. "Lin Yue! Kakekmu sendiri yang memohon pertunangan ini padaku sepuluh tahun lalu! Sekarang kau datang menghancurkan pintu rumahku dan melempar giok itu? Kalian benar-benar tidak menaruh Keluarga Zian di mata kalian!"

"Keluarga Zian?" Terdengar suara tawa meremehkan dari arah pintu masuk.

Seorang pemuda tampan berjubah emas melangkah masuk. Dia mengusap debu dari lengan bajunya dengan gaya sombong. Di belakangnya, dua pengawal berbadan besar mengikutinya. Mereka memancarkan aura membunuh yang kental.

"Paman Hao, kau harus sadar diri," kata pemuda itu sambil tersenyum miring. "Zian hanyalah sampah cacat. Dia tidak bisa menyerap energi sekecil debu pun. Sedangkan Yue-er adalah calon murid utama Sekte Bintang Es. Kau mau mengikat naga emas dengan tali jerami yang busuk?"

Zian, yang sedari tadi diam, akhirnya mengangkat kepala. Matanya menatap tajam ke arah pemuda berjubah emas itu.

"Siapa kau?" tanya Zian singkat. Suaranya datar, tanpa emosi sama sekali.

Pemuda itu tertawa keras. "Perkenalkan, namaku Tian Ao. Tuan Muda Sekte Api Emas. Dan mulai hari ini, aku adalah tunangan resmi Lin Yue."

Lin Yue tersenyum manis ke arah Tian Ao, lalu kembali menatap Zian dengan wajah muak. "Zian, terima saja nasibmu. Berhentilah bermimpi. Kita hidup di dunia yang sangat berbeda."

Zian melangkah maju satu langkah. Dia tidak menatap Lin Yue, melainkan langsung menatap Tian Ao. "Dunia yang berbeda? Kau memecahkan pintu rumahku, menghina ayahku, lalu menyuruhku menerima nasib?"

"Kakak, jangan!" teriak Zian Yan dari sudut ruangan. Adik perempuan Zian itu berlari maju sambil menangis. Dia merentangkan tangan kecilnya untuk melindungi kakaknya. "Kalian orang-orang jahat! Keluar dari rumah kami sekarang!"

Mei Yin, ibu Zian, juga bangkit dari kursinya dengan wajah pucat dan napas sesak. "Yue-er, biarpun kau mau batal nikah, kau tidak perlu membawa orang luar untuk menghina kami seperti ini. Kami punya harga diri."

Tian Ao mendecakkan lidah. Dia menatap Zian Yan dengan senyum mesum. "Adik kecil, kau lumayan manis juga. Sayang sekali kau punya kakak seorang sampah."

"Tutup mulut kotor mu!" bentak Zian. Matanya memancarkan niat membunuh yang pekat. "Ambil kepingan giok itu. Minta maaf pada ayah dan ibuku. Lalu merangkak keluar dari rumah ini."

Keheningan menyelimuti ruangan. Warga kota di luar menahan napas mereka. Orang cacat ini berani menantang Tuan Muda Sekte Api Emas?

Satu detik. Dua detik.

Tian Ao tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya. "Kau dengar itu, Yue-er? Sampah cacat ini menyuruhku merangkak? Dia bahkan tidak punya tenaga untuk membunuh lalat!"

Lin Yue menggelengkan kepala. "Zian, kau benar-benar tidak tahu diri."

"Pengawal," panggil Tian Ao santai sambil menjentikkan jari. "Beri sampah ini pelajaran. Jangan sampai mati, tapi pastikan dia ingat posisinya dengan baik."

Dua pengawal berbadan besar itu langsung melesat maju ke arah Zian.

"Jangan berani kalian sentuh putraku!" Zian Hao meraung. Dia memusatkan energi pelindung di tangannya dan melompat untuk mencegat kedua pengawal itu.

Namun, tiba-tiba sebuah tekanan energi yang luar biasa berat turun dari atap ruangan. Seorang pria tua berjubah abu-abu muncul entah dari mana. Pria tua itu hanya mengibaskan tangannya pelan ke arah Zian Hao.

Brak!

Zian Hao terpental mundur. Dia menabrak pilar kayu besar hingga memuntahkan darah segar.

"Ayah!" teriak Zian Yan dan Zian bersamaan.

"Tetua Sekte Bintang Es!" gumam warga kota di luar dengan wajah pucat pasi. "Nona Lin Yue bahkan membawa tetua pelindung!"

Pria tua itu menatap Zian Hao dengan mata setengah tertutup. "Orang tua, anak muda sedang menyelesaikan masalah mereka. Kau diam saja di pojok sana."

Zian menatap ayahnya yang batuk darah. Kemarahan meledak merobek dadanya. Dia mengepalkan tangannya erat-erat lalu berlari menerjang Tian Ao tanpa pikir panjang.

"Mati kau!" teriak Zian.

Tapi Zian sama sekali tidak punya energi kultivasi. Gerakan fisiknya terlalu lambat di mata para pengawal yang sudah terlatih.

Bugh!

Salah satu pengawal mengangkat kaki dan menendang dada Zian dengan sangat keras.

Zian terpental ke udara. Terdengar bunyi tulang rusuk yang patah. Dia jatuh bergulingan menghantam lantai batu. Darah segar menyembur dari mulutnya mewarnai lantai.

"Kakak!" Zian Yan menjerit histeris. Dia berlari mendekati Zian, tapi pengawal yang satu lagi mengayunkan punggung tangannya dan menampar pipi gadis kecil itu hingga dia tersungkur menangis.

"Berani kalian menyentuh adikku!" Zian menggeram marah. Dia menahan rasa sakit yang merobek dadanya. Dia menopang tubuhnya dengan kedua tangan, berusaha keras bangkit berdiri. Tangannya gemetar hebat. Darah menetes deras dari dagunya ke lantai.

Tian Ao berjalan santai mendekati Zian. Dia menatap pemuda malang itu dari atas ke bawah, lalu tersenyum merendahkan.

"Lihat dirimu," kata Tian Ao mengejek. "Menyalak seperti anjing liar, tapi rapuh seperti kerupuk."

Tian Ao mengangkat kaki kanannya. Dia menginjak punggung Zian dengan tenaga penuh.

Krak!

Bunyi retakan tulang kembali terdengar mengerikan di seluruh ruangan. Zian memuntahkan darah lebih banyak. Tubuhnya rata menempel dengan lantai, tapi matanya menolak untuk tertutup. Dia mendongak, menatap Tian Ao dengan tatapan iblis yang kelaparan.

"Hanya... segini... pukulan anjing Sekte Api Emas?" Zian memaksakan diri untuk tersenyum. Giginya merah bersimbah darah. "Kurang keras."

Warga kota merinding melihat tatapan Zian. Pemuda itu jelas-jelas cacat dan sekarat, tapi matanya tidak menunjukkan ketakutan sama sekali. Dia menolak untuk tunduk.

Senyum di wajah Tian Ao langsung menghilang. Dia merasa sangat terhina. Bagaimana mungkin seorang sampah berani menatapnya seperti itu?

"Kau sangat ingin mati? Aku kabulkan sekarang juga!" Tian Ao mengangkat kakinya tinggi-tinggi. Energi api berwarna keemasan menyala berkobar di ujung sepatunya. Dia mengincar kepala Zian.

"Hentikan!" Lin Yue melangkah maju dan memegang lengan Tian Ao. "Jangan kotori tanganmu. Membunuhnya di sini hanya akan membuat nama sekte kita memburuk. Orang-orang di luar sana akan bilang kita menindas orang cacat yang tidak berdaya."

Tian Ao mendengus kesal. Dia mematikan energi apinya perlahan.

"Kau sangat beruntung Yue-er berhati lembut," kata Tian Ao sinis. Dia menarik kakinya, lalu menendang pinggang Zian dengan sangat kuat.

Brak!

Tubuh Zian melayang seperti karung pasir rusak. Dia menabrak pintu belakang ruangan, menghancurkan kayu-kayunya, lalu jatuh bergulingan ke halaman belakang rumah. Tubuhnya terhenti tepat di depan anak tangga kuil leluhur keluarga Zian.

Darah berceceran membentuk garis merah di sepanjang lantai. Zian tergeletak tak bergerak di atas tanah yang dingin.

Mei Yin menjerit pilu memanggil nama anaknya lalu pingsan di tempat. Zian Hao berusaha keras merangkak maju tapi tubuhnya masih dikunci rapat oleh energi pria tua dari Sekte Bintang Es. Zian Yan menangis meraung-raung melihat kakaknya yang terlempar jauh.

"Ingat baik-baik hari ini, Zian Hao," kata Lin Yue dingin. Dia menatap kepala keluarga yang sedang terkapar itu tanpa belas kasihan. "Mulai hari ini, aku dan putramu tidak punya hubungan apa-apa lagi. Jika dia masih hidup dan berani menyebut namaku di jalan, aku sendiri yang akan memotong lidahnya."

Tian Ao merapikan jubah emasnya. Dia tertawa pelan. "Ayo kita pergi, Yue-er. Udara di rumah sampah ini membuatku muak dan mual."

Kelompok petinggi sekte itu berbalik dan berjalan perlahan keluar dari ruang utama. Warga kota buru-buru menyingkir berantakan, memberi jalan untuk mereka dengan wajah penuh ketakutan.

Di halaman belakang yang gelap dan sepi, awan mendung berkumpul. Hujan gerimis mulai turun membasahi tanah.

Zian terbaring tengkurap. Seluruh tubuhnya mati rasa. Tulang rusuknya patah. Organ dalamnya hancur berantakan karena tendangan energi tadi. Napasnya putus-putus, tinggal menunggu detik-detik sebelum nyawanya benar-benar melayang meninggalkan badannya.

"Aku... tidak boleh mati..." batin Zian. Dia menggigit bibirnya sendiri sampai robek untuk menjaga kesadarannya agar tidak hilang. "Ayah... Ibu... Yan-er... Aku harus membunuh mereka semua..."

Zian memaksa tangan kanannya untuk bergerak. Dia merangkak perlahan, inci demi inci, menyeret tubuhnya yang hancur menaiki anak tangga kuil leluhur yang gelap gulita di depannya.

Darahnya menetes terus menerus membentuk genangan di tanah.

Dia berhasil mencapai bagian dalam kuil. Tangannya meraba lantai batu yang sangat dingin. Di depan lantai itu, ada sebuah altar kuno berdebu yang sudah retak di berbagai sisi.

Zian terbatuk hebat. Seteguk darah kental meluncur dari mulutnya. Darah segar itu jatuh tepat di atas ukiran aneh pada altar batu tersebut.

Tiba-tiba, suara detak jantung yang sangat keras menggema dari dalam relung tanah.

*Dug-dug!*

Zian membelalakkan matanya yang buram. Altar batu itu menyerap darahnya dalam sekejap mata. Garis-garis ukiran yang tadinya mati, kini menyala terang dengan warna merah gelap yang sangat pekat.

Sebuah suara serak dan kuno, yang membawa aura pembunuhan paling mengerikan di dunia, meledak langsung di dalam kepala Zian.

*"Tiga ribu tahun... akhirnya... ada keturunanku yang cukup gila untuk membangunkan tulang ini."*

Cahaya merah darah meledak keluar dari altar, menelan tubuh Zian yang sedang sekarat bulat-bulat.

1
Dian Pravita Sari
hal fa satupun cerita yg tamat ini novel toon penipu aplikasinya abal. abal
Dian Pravita Sari
tolong pats pembaca kasih tshi says no yelp lembaga konsumen Indonesia brp mau laporkan len pulsanya dimakan to. penyajian ceritanya smbirsgdul gak da tanggung jawab hu least konyrsk
Bucek John
wadauuu.. kantong penyimpanan musuh.. sia sia gak dipunggut, harta buat mdp..
M. Zayden: hahaha iya bosku😅
total 1 replies
Joe Maggot Curvanord
ga adapake jurus apaaa tu thor
cuma tinju asal ajaaa
M. Zayden: iya bosku🙏
total 1 replies
Nanik S
Lasaanjuuuuut
M. Zayden: siap bosku kami akan up setiap hari 2 bab terimakasih🙏
total 2 replies
Nanik S
Hadir
M. Zayden
​"Halo semuanya! Terima kasih banyak ya buat yang sudah antusias minta update. Biar kualitas ceritanya tetap terjaga dan aku bisa rutin nemenin kalian, jadwal update-nya adalah 2 bab setiap hari. Selamat membaca dan jangan lupa dukungannya! ❤️"
Gege
mantabb
Gege
gasss thoor 10k kata tiap update
M. Zayden: siap bosku😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!