Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jovan bertemu Rayyan
Dua hari berlalu, Rayyan pamit kepada Mila karena dia akan dinas ke Jakarta selama dua hari. Dia sengaja menitipkan Naina di rumah Mila. " Mil, saya nitip Naina ya, nanti setelah saya pulang ke pekanbaru lagi kita bahas masalah kita" Ucap Rayyan menatap Mila.
Mila tersenyum menyambut Naina. " Baiklah Mas, jangan khawatir kan Naina di sini, dia juga anak aku" ucapan Mila bagaikan sebuah air terjun di hari Rayyan.
Rayyan pamit kepada Naina san Bara. " Bara, Om pergi dulu ya. Main baik-baik sama kak Nai, dan kamu Nai jangan berantem lagi, ingat pesan Papa!! ucap Rayyan.
Naina dan Bara mengangguk lalu mereka mengantar Rayyan sampai depan rumah. Setelah kepergian Rayyan, Mila membawa masuk ke dua anak itu.
" Sekarang Naina ambil tas sekolah Tante antar kamu ke sekolah sekalian Tante ke kafe sama Bara" Mila menatap Naina dan Bara.
Naina mengambil tas sekolah dan sekarang mereka menuju motor Mila. Mila bagaikan ibu muda yang memiliki dua anak. Mengantar anak sekolah lalu bekerja.
Sesampainya di sekolah Naina, Gadis kecil itu pamit kepada Mila dan Bara lalu masuk sekolah. " Ma, Bala juga mau cekolah" ucap Bara.
Mila mengelus rambut anaknya. " Dua tahun lagi, kalau sekarang Bara sekolah umur Bara masih kecil. Nanti bosan, ucap Mila.
Mila dan Bara dalam perjalanan menuju Kafe milik Mila. Kafe yang selama hampir tiga tahun ini dia kelola, mulai dari kedai kopi kecil hingga sekarang memiliki bangunan kafe kekinian dan banyak peminat nya di kalangan anak muda dan sosialita.
Sementara itu, Rayyan tengah di pesawat menuju Jakarta. Sejam lebih mengudara, Rayyan sampai di Jakarta. Mobil yang menjemput Rayyan pun tiba.
" Pak langsung ke perusahaan "JA Grup" saja ucap Rayyan. Mobil itu membelah jalanan macet di Jakarta. Perjalanan sejam lebih, Mobil itu tiba di perusahaan besar terkemuka milik seorang Jovan Andrean.
Rayyan keluar Mobil dan langsung masuk ke perusahaan. " Saya dari perusahaan Surya Dumai Express pekanbaru, sudah buat janji dengan Tuan Jovan, ucap Rayyan.
Resepsionis itu menelpon Asisten Jovan dan Robby telah meminta Resepsionis mengantar ke lantai delapan dimana ruangan Jovan.
Sesampainya di depan pintu ruangan Jovan, Pintu itu terbuka dan muncullah Robby.
" Selamat datang Tuan Rayyan, sapa Robby , Mari silahkan masuk Tuan Jovan sudah menunggu anda" lanjut nya.
Rayyan masuk dan langsung bertemu Jovan. Keduanya saling bersalaman dan saling memeluk. " Gilak, lama banget gue enggak jumpa sama Lo Yan" ucap Jovan.
Keduanya saling tertawa dan mengenang masa-masa SMA mereka. Ternyata Jovan dan Rayyan sahabat sejak sama-sama di bangku SMA.
" Ia, udah lama banget gue enggak ke Jakarta, Maklum ajalah Van, gue sibuk di pekanbaru. Oia, mana Princess Lu, udah lama enggak jumpa Chira dan Dinda" Lanjut Rayyan.
Jovan tersenyum bahagia. " Dinda lagi di butik sekarang, sejak berhenti jadi model dia buka butik dan Chira sekolah kalau jam segini" ucap Jovan..
Jovan sangat bangga kala menceritakan keluarga nya. " Btw Lu kapan nikah lagi sih Yan. Kasihan anak Lu, dia juga butuh ibu untuk menemani nya, ucap Jovan.
Rayyan tersenyum manis. " Tenang aja bro, dalam waktu dekat juga gue bakalan lepas masa duda gue, Naina bakal punya ibu lagi, sekarang aja Naina gue tinggalin sama calon mak nya, tawa Rayyan.
Jovan sungguh terkejut dengan ucapan Rayyan. " Seriusan Lu, kalau beneran Lu nikah, gue datang Yan, gue kasih kado honeymoon Lu" ucap Jovan tak kalah antusias.
Keduanya asik berbicara masa lalu dan masa depan. Hingga hari itu habis tanpa membahas pekerjaan.