NovelToon NovelToon
Godaan Istri Orang

Godaan Istri Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Dunia Masa Depan / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

SEQUEL JODOH SHAKIRA PERNIKAHAN KEDUA.
Kisah ARYA PRATAMA & RAKA BAGASKARA

Arya Pratama baru saja mengalami patah hati, di tengah kesedihannya dia mengalami kecelakaan beruntun yang menyebabkan pengendara lain meninggal dunia.

Kecelakaan itu pula membuatnya harus bertanggungjawab atas bocah kecil, anak dari korban kecelakaan.

"Rawat dia seperti anakmu sendiri, sayangi dia sepenuh hati, dia tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini," ucap seorang ibu meminta Arya menjaga putranya.

Secara tidak terduga Arya bertemu perempuan yang berhasil membuat dadanya berdebar, sayangnya perempuan itu istri orang. Eh secara tidak disangka-sangka Arya malah berjodoh sama janda.

"Jodoh ketemu di jalan."

Sementara Raka Bagaskara, dia juga sama-sama terjebak dalam situasi sulit, ia juga menyukai istri orang.

"Janda dan gadis terlalu biasa, tapi bini orang, luar biasa, Mak. Raka suka sama bini orang Makkk!"

Akankah Raka menemukan jodohnya? Atau malah berusaha menjadi perebut istri orang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 - Tidur bersama

Hari menjelang pagi.

Brak.

"Astaghfirullah, Mak! Apa-apaan sih? Raka lagi makan malah di gebrak mejanya, kaget, Mak." Sedang asik menikmati sepiring nasi goreng dan sedang melamun seseorang, emaknya tiba-tiba menggebrak meja di depannya.

Tatapan Mak Jubaedah tajam, menusuk penuh intimidasi. "Ngaku sama emak, Barak. Kemarin sore habis dari mana lu?"

Glek.

Tiba-tiba tenggorokan Raka seret untuk menelan makanan, matanya bergerak menghindari tatapan maut sang ibu. "Gak mungkin kan gue jujur nongkrong depan rumah bini orang? Yang ada gue habis di cekik ini mah."

"Ya mainlah Mak sama temen, Raka." Dia mencoba bersikap santai.

"Mak sudah, mungkin Raka emang sedang lewat sana dan kebetulan mogok motornya," kata bapak membela.

"Lewat apaan sampai nungguin rumah orang berjam-jam? Itu mah bukan lewat namanya, tapi mantau seseorang. Elu pikir emak gak tahu kemarin lu ngapain? Elu nongkrong depan rumah Galuh kan? Istri orang yang terkenal cakep di ujung desa sebelah. Mata-mata emak banyak, Barak! Lu ngapain hah? Suka sama bini orang? Awas lu! Jangan sampai jadi perusak bini orang, Mak kagak suka. Janda banyak, perawan banyak, masa lu tertarik sama bini orang sih? Gunain akal sehat elu Bambang." Emak geram, anaknya ketahuan nongkrong depan rumah orang berjam-jam.

Setelah di cari tahu ternyata mantau bini orang, jangan ditanya darimana tahunya jelas dari gosip ibu-ibu yang cepat sekali menyebar. Teman-temannya gak sengaja lewat dan melihat Raka disana, terus ngadu sama emak. Makanya emak curiga terlebih ada yang beda dari tatapan anaknya pada istrinya orang, emak khawatir makanya menasehati.

Raka mencebik. "Raka bukan Bambang. Raka gak suka dia Mak, Raka cuman ingin memastikan saja dia baik-baik saja. Soalnya kemarin Raka lihat dia di tampar mertuanya di jalan. Kata mertuanya gini, Dasar mantu kurang ajar, mandul, gak tahu diri, coba emak bayangkan kalau itu jadi emak? Pasti sakit kan? Lagi kerja tiba-tiba di tarik keluar terus dimarahi abis-abisan di depan orang, terus di katai mandul Mak."

Raut wajah emak berubah, mendadak kepo. Dia menarik kursi dan duduk di samping Raka. "Yang bener lu?"

"Bener lah Mak, masa Raka bohong." Lalu Raka kembali menikmati sarapannya. "Makanya Raka mantau dia untuk memastikan keadaannya, dan yang makin Raka gak nyangka Galuh diselingkuhi suaminya, Mak. Brengsek kan tuh laki."

Mata emak Jubaedah terbelalak, makin tertarik sama ceritanya anaknya. Dia juga mengambil sendok lalu bantu memakan nasi goreng yang Raka makan.

"Terus, terus? Dia dapat kekerasan gak?"

"Dari suaminya sih gak tahu, tapi kalau dari mertuanya dapat Mak, pipi Galuh merah. Kayaknya di tampar lagi deh, soalnya kedua pipinya merah."

"Ya tuhan, kasihan sekali Galuh, terus apa lagi yang elo lihat?" Emak kembali menyendok nasi lalu memakannya.

"Yang bikin Raka syok, pacar suaminya datang Mak, terus yang makin Raka tercengang adalah ...." Raka sengaja menggantung ucapannya membuat emak dan bapak yang dari tadi diam menyimak penasaran.

"Apaan dah? Lama banget, emak kepo nih."

"Pacarnya cowok Mak."

Ukhukk ukhuk

Bapak tersedak makanan dan emak pun sama.

"Air ha ha air." Pinta emak dan Raka mengambilnya.

"Emak aja kaget kan?"

Setelah menghabiskan setengah gelas, emak kembali berkata, "setan, itu mah setan, masa selingkuh sama laki?"

"Kamu serius, Bang?" tanya bapak.

"Serius Mak, Pak. Cowoknya teman Raka dulu, si Candra."

"Pak!" Emak menatap suaminya. "Candra yang gemulai itu pak."

"Iya Mak, yang itu."

"Astaghfirullah!" ucap emak bapak barengan lalu kembali berucap, "alhmdulillah."

"Eh, kok alhmdulillah?" Raka mengernyit heran.

"Alhamdulillah elu terbebas dari cowok gemulai itu. Lu gak ingat dia pernah deketin elu? Kalau sampai waktu itu kalian deket pasti elu juga belok, Barak."

"Idih, amit-amit. Raka masih suka cewek Mak, ogah banget belok."

"Tapi syukurnya kamu kick off dia dari pertemanan, jadinya kamu gak ikut terkena virus," kata bapak bersyukur anaknya tidak terjerumus.

Raka terdiam, ada benarnya juga. Itu artinya gemulai waktu itu adalah sebuah tanda-tanda, dan untungnya dia menjauhi Candra tak lagi menghiraukannya. Bahkan terang-terangan bilang gak suka sama penampilan dan cara jalan pria itu, makanya Candra menjauh sakit hati.

Kalau sampai terlalu dekat, udah dipastikan Candra mendekatinya. "ihh untungnya gak dekat."

"Barak."

"Iya Mak." Lalu Raka mengambil gelas kemudian minum, matanya menatap emak disampingnya.

"Kalau gitu ceritanya, emak dukung elu jadi perebut bini orang."

Ukhuk ukhuk.

"Gila! Emak gue gila ini mah," ucap Raka dalam hati tersedak minuman.

*********

Kontrakan Andina

Tidur semalam membuat Arya nyaman dan nyenyak, matanya terbuka secara perlahan melihat ke samping dimana Andina tidur bersamanya.

Dahinya mengernyit, "kemana dia?"

Namun harum masakan membuatnya sadar kalau Andina sedang memasak. Arya menghela nafas, pandangannya menatap langit-langit kamar, ia teringat kejadian tadi malam.

Malam tiba.

Semua orang sudah pergi termasuk orangtuanya juga, Syakir dan Rizki dibawa orangtuanya meninggalkan Arya dan Andina berdua.

Keheningan terjadi dalam ruangan sederhana bernama kontrakan.

"Hmm kamu tidur di kamar biar aku yang tidur di luar," kata Andina.

Kontrakannya hanya punya satu kamar, ruang tamu yang dijadikan ruang keluarga, serta dapur kecil dan kamar mandi.

"Gak usah, saya di luar kamu di kamar."

"A, kamu tamu di rumah ini jadi aku harus .."

"Saya suami kamu, bukan tamu!"

Andina terdiam.

"Tapi aku tidak mau membuat tubuhmu kesakitan. Kamu lihat sendiri kan kamarnya cuman satu dan kasurnya juga satu."

"Ya sudah kita tidur bareng aja." Arya melepaskan kemejanya.

"Eh, kamu mau ngapain?" Andina panik ketika Arya membuka bajunya. Wajahnya merah karena malu, matanya menunduk dan tubuhnya gugup.

Arya mengernyit, dia tidak mendengarkan dan kembali melepaskannya menyisakan kaos hitam membentuk tubuh kekarnya.

"Buka baju lah, disini gerah, masa saya harus tidur pakai kemeja, yang ada makin gerah."

"Tapi gak harus di depan aku juga, A."

Arya menoleh heran, dia menyimpan kemejanya di kursi plastik yang ada di ujung tembok. "Kenapa?"

Dia heran sebab tingkah Andina malu-malu seperti seorang gadis yang baru pertama kali berduaan dengan laki-laki. Kakinya mendekat dan dia berdiri di depan Andina.

"A-aku malu." Mata wanita itu terpejam, mendongak lalu membuka mata.

Deg.

Dia terpaku dengan jarak begitu dekat. "Kamu .."

"Udah jangan drama, ayo kita tidur, udah malam. Besok saya harus kerja lagi." Arya menarik tangan Andina, mengajaknya ke dalam kamar.

"Ta-tapi.."

"Katanya mau jadi istri Sholehah? Harus nurut kata suami, ayo tidur." Arya lebih dulu merebahkan tubuhnya ke atas kasur busa yang tingginya hanya 10 cm.

Andina gugup, jantungnya berdegup kencang, ia bingung harus apa, niatnya mau jadi istri baik tapi jika berhadapan begini membuatnya berdebar tidak karuan. Andina akui Arya begitu tampan dan juga wangi.

Mata Arya kembali terbuka, melihat Andina masih berdiri kaku dia pun menarik tangan Andina.

Bruk.

Tubuh wanita itu terjatuh ke atas tubuh Arya. Keduanya sama-sama terpaku dan entah mengapa Arya malah makin menatap Andina dan tangannya melingkar di pinggang sang istri.

"A .."

Arya membalikkan tubuhnya Andina menjadi terlentang disampingnya, ia masih memeluk perut sang istri dan kembali memejamkan mata. "Tidurlah. Jangan harap bisa keluar dari tempat ini."

Napas Andina tercekat, menggigit bibir bawahnya. "Kalau begini aku yang gak bisa, bisa jatuh cinta sama kamu," gumam Andina dalam hati.

1
Hesty
mkn bnyk upnya thooor
falea sezi
astaga
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Yuliana Tunru
jd raka nih yg bakal dapat janda perawan roki dan arya jg dapat janda abal2 yg ternyata msh perawan jg 🤭
Cimit: Hayo tebak2an. 😅
total 1 replies
Yuliana Tunru
lha arya nikah dgn andina bkn galur calon ya walaupun entah kapan 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!