Maya, gadis manis yang harus mengganti identitas dan namanya setelah kecelakaan besar nyaris merenggut nyawanya.
Ia bangkit dari kematian setelah diselamatkan oleh seorang dokter yang mengangkatnya sebagai anak. Ia bersumpah untuk membalaskan dendamnya. Ia bersumpah membalaskan dendam atas kematian ayah dan juga adiknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona.sv95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah sakit
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, mobil yang di bawa Thomas akhirnya tiba di depan rumah sakit.
Perawat datang membawa brankar dan juga membawa selimut sesuai permintaan Thomas, karena pasien dalam keadaan telanjang.
Lalu Thomas meletakkan tubuh Maya dan langsung membawanya kedalam ruang gawat darurat.
Thomas dan sang nyonya menunggu di depan ruang gawat darurat dengan perasaan cemas.
"Nyonya, apa sebaiknya kita mencari informasi tentang orang hilang? Siapa tahu orang yang kita temukan itu adalah korban penculikan?"
"Lalukan lah apa yang menurutmu baik Thom, cari tahu tentang gadis itu. Tapi ingat satu hal, kau harus mencari tahu hal ini secara diam - diam. Karena jika benar dia korban pembunuhan atau korban pelecehan yang sengaja di buang atau kabur, aku takut apa yang kita lakukan bisa fatal untuknya. Aku khawatir saat penjahat itu mendengar ada yang menemukan gadis itu, bisa saja mereka kemari untuk melakukan hal yang lebih kejam lagi nantinya. Mungkin lebih baik, kita tunggu hingga gadis itu sadar atau paling tidak sampai gadis itu melewati masa kritisnya agar kita bisa tahu tindakan apa yang bisa kita lakukan nantinya!"
*
"Baik nyonya. Mungkin lebih baik kita tunggu hingga dia melewati masa kritisnya!"
Setelah Thomas mengakhiri kalimatnya, dokter keluar dari ruangan pemeriksaan.
"Dokter bagaimana kondisi pasien?"
"Pasien dalam keadaan kritis nyonya, dia akan kami bawa ke ruang Icu,"
"Apa dia memiliki kemungkinan untuk selamat dok?"
"Kita berdoa saja nyonya Louis. Semoga gadis yang berada di dalam bisa melewati masa kritisnya!"
"Apa yang sebenarnya terjadi padanya dok?? Kami menemukannya di sungai dalam keadaan telanjang, dengan tubuh yang di penuhi dengan kissmark!"
"Jika melihat kondisi tubuhnya, dia sepertinya korban pelecehan nyonya. Saya juga melihat, ada bekas luka robek pada bagian intinya!"
"Ya tuhan!!" meskipun sudah menduga hal itu sejak awal, tapi tetap saja mendengar hal itu secara langsung dari dokter tak ayal membuatnya terkejut.
"Tolong lakukan yang terbaik untuknya dokter, tolong selamatkan dia!" pinta sang nyonya, yang mulai menaruh simpati pada gadis yang di temukannya.
"Tentu nyonya Louis, saya pasti melakukan yang terbaik dengan maksimal.
Kalau sudah tidak ada yang ditanyakan lagi,saya permisi dulu nyonya!"ucap sang dokter, seraya pergi dari hadapan dua orang tersebut.
*
Wanita yang di panggil nyonya Louis tersebut hanya menghela nafas kasar, lalu setelahnya dia minta untuk di antarkan pulang terlebih dahulu.
"Thom, karena gadis itu harus di bawa ke ruang ICU tolong minta beberapa orang di rumah kita untuk menjaga gadis itu secara khusus.
Dan tolong minta juga pada dokter Albert, untuk mengurus gadis itu tanpa ada campur tangan orang lain!
Entah kenapa setelah mendengar penjelasan dari dokter, aku merasa harus melindungi gadis itu dengan baik!
Mulai sekarang, dia menjadi tanggung jawabku. Kau juga harus bisa menjaganya Thom!" perintah Nyonya Louis pada Thomas.
"Baik nyonya, selain itu apa ada lagi?"
"Tidak! Sekarang kau antar dulu aku pulang, setelahnya baru kau lakukan apa yang tadi aku minta,"
"Baik nyonya!"
Setelahnya, Thomas langsung menuju parkiran dan langsung mengendarai mobilnya, mengantarkan sang nyonya pulang.
**
Sementara itu di tempat lain.
Bryan baru saja tiba di rumahnya dalam keadaan sempoyongan karena mabuk.
Ellea langsung bangkit, saat melihat Bryan nyaris terjatuh ketika akan menaiki anak tangga.
"Hei! Hati-hati, kenapa kau bisa ceroboh seperti itu?? Kenapa kau terlalu banyak minum seperti ini!" keluh Ellea.
"Ah sorry mom. Aku hanya terlalu banyak minum, jadi tubuhku tidak seimbang! Haha!" kekeh Bryan.
"Kau ini. Sebaiknya kau tidur di kamar bawah saja, jangan tidur di kamarmu yang harus melewati tangga. Karena itu cukup berbahaya, saat kau melewati tangga dalam keadaan mabuk seperti ini!"
"Hahaha mommy tenang saja. Aku baik-baik saja mom, aku masih bisa menaiki seratus anak tangga sekaligus dengan selamat tanpa cacat. Hahahah!" Bryan terus meracau.
Ellea langsung membantu Bryan, membawanya ke arah kamar yang tak jauh dari tangga.
Dengan hati-hati, Ellea membaringkan Bryan yang sudah mulai tidak sadarkan diri. Lalu melepas jaket dan juga sepatu Bryan.
Tiba-tiba, Ellea mendengar racauan Bryan memanggil nama Maya dan terus mengatakan jika hari ini adalah akhir dari hidup Maya.
"Mayaaaaaa!!! Kau membuatku ketagihan, tapi sayang. Kau membuatku harus mengakhiri hidupmu, kau membuatku melakukan itu.
Andai kau tidak membuatku kesal, kau akan ku ajak bersenang-senang lagi! Hahahahahaha!"
Ellea hanya menggeleng mendengar racauan putranya itu.
"Apalagi yang kau lakukan Bryan?? Kau terlalu banyak bersenang-senang!" monolognya, kemudian menghela nafas kasar dan setelahnya dia pergi dari kamar Bryan
Setelah berada di depan pintu kamar, Ellea langsung terdiam saat mendengar racauan Bryan yang mengatakan jika dia harus mengakhiri hidup Maya.
Ellea langsung membuka ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah panggilannya tersambung, Ellea langsung mengatakan maksudnya.
"Claus, kau pergilah kerumah Maya. Cari tahu apa yang di lakukan Bryan di sana!"
"..."
"Benarkah?? Jadi kau sempat mengikuti Bryan?? Lalu apa yang dia lakukan disana?" tanya Ellea yang cukup terkejut, saat Claus mengatakan bahwa Bryan mendatangi rumah Maya dan melecehkannya. Bahkan, teman-teman Bryan juga membunuh Fernand di ruang tamu rumahnya.
"Lalu dimana Maya sekarang?"
"Maya sudah mati terjatuh ke sungai, karena tuan muda Bryan menabraknya. Sedangkan rumah Maya saat ini dalam kondisi terbakar!"
"Terbakar?? Apa itu ulah Bryan??"tanya Ellea.
"Iya Nyonya. Itu semua ulah tuan muda!"
"Kau cari mayat wanita dimanapun, lalu lemparkan mayat itu kedalam rumah Maya yang terbakar. Buat cerita, seolah-olah mereka melakukan bunuh diri secara masal dengan cara membakar rumahnya sendiri!"
"Ingat, jangan sampai ada yang tahu jika Maya mati karena Bryan. Kau harus bisa membuat keadaan seolah Maya benar-benar mati terpanggang di rumahnya sendiri!" pungkas Ellea, setelahnya dia mengakhiri sambungan teleponnya setelah Claus menyanggupi perintahnya.
"Hama pengganggu sekarang sudah tiada, setidaknya kalian tidak akan membuat masalah lagi. Seharusnya kau berpikir ribuan kali sebelum membuat masalah denganku. Kau salah memilih lawan Maya, kau pikir kau bisa membuat keluarga Lewis dalam masalah? Tidak! Justru kau yang hancur!" monolog Ellea, dengan senyum sinis tersungging di bibirnya.