"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.
Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!
Berakhir dengan kematian tragis.
Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...
"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mine
Bagaimana kedua pasang bola mata itu saling menatap. Menghala nafas kasar, dalam keraguan Neiji memegang jemari tangannya.
Salah satu tangan sang pemuda masih memegang setir. Sedangkan satunya lagi menggenggam tangan kekasihnya. Setidaknya itulah status mereka saat ini. Sama seperti kaisar yang melaju di depan sana dengan kedua selirnya.
"Menurutmu mereka sedang bertengkar tentang apa?" tanya Lily pada orang yang duduk disampingnya.
"Mereka sedang bertengkar tentang gaya bercinta yang paling mengesankan." Jawaban aneh dari Neiji.
"Gaya bercinta paling mengesankan?" tanyanya kembali tidak mengerti.
"Jadi kamu tidak mengetahuinya? Dilan tidak begitu bersih, selain Silvia dia juga memiliki beberapa kekasih lain. Walaupun, semuanya hanya dianggap permainan olehnya. Satu orang yang dianggap serius hanya Silvia." Pemuda yang menghela nafas kasar, mengetahui sifat adiknya. Mungkin satu hal yang tidak disesalinya, dirinya berhasil merebut Lily.
"Pertengkaran memperebutkan satu pria. Bukankah itu seperti a*njing yang berebut tulang?" Lily menghela nafas kasar menyadari kebodohannya di masa lalu.
Untuk apa memperebutkan seorang Dilan yang hanya terlihat indah dari luar. Tapi bagian dalamnya telah membusuk.
"Lebih baik kamu memperebutkanku. Karena kamu tidak akan memiliki saingan." Kalimat dari Neiji mengecup punggung tangannya.
Senyuman yang sungguh menggoda. Rupa yang indah tersembunyi di balik kacamata dan bekas lukanya. Malah membuat hati wanita itu semakin gelisah.
"Jangan tunjukkan wajah aslimu di hadapan orang lain. Aku tidak ingin punya saingan! Mengerti!?" Lily bersungut-sungut.
"Baik! Komandan!" Pemuda yang terlihat ceria, tersenyum cerah. Tapi aslinya menyembunyikan banyak hal dalam hatinya.
"Kamu sudah menghubunginya?" Kembali Neiji bertanya.
"Sudah! Memang terkadang melihat pertunjukkan lebih baik dibandingkan terlibat di dalamnya. Kenapa perjodohan tidak langsung dibatalkan saja..." Gumamnya.
"Maaf...aku akan melakukan semuanya dengan caraku. Aku akan melindungi Lily..." Kalimat yang tidak pernah didengarnya sebelum waktu terulang. Pemuda ini, pada akhirnya dapat berkomunikasi dengan lebih baik daripada sebelumnya. Bukankah itu adalah perubahan yang indah?
Tidak apa-apa untuk mencintainya perlahan.
"Mau berciuman?" Tanya pemuda yang menepikan mobilnya tiba-tiba, di dekat jalanan yang begitu sepi.
Wanita yang mengangguk seperti pasrah? Entahlah. Tapi tidak diragukan sama sekali segalanya begitu lembut dan menyenangkan. Apa ini peselingkuhan, mengingat Neiji adalah calon kakak iparnya?
Entahlah, tapi mempelai akan berganti semuanya akan berbalik.
Sepasang bibir yang bersentuhan. Bergerak gelisah mencari kepuasan. Seperti kehausan? Entahlah, tapi segalanya terhenti dalam deru napas tidak teratur. Sepasang mata yang saling menatap. Wajah mereka tersenyum.
"Mobil kita tertinggal." Gumam Lily.
"Santai saja..." Pemuda yang kembali mencium bibirnya.
Apa ini salah? Entah mana yang salah dan mana yang benar. Tapi dirinya tidak menepis, perlahan dapat mencintai Neiji. Tidak! Bukan perlahan dengan cepat dapat mencintainya.
Pemuda ini hanya tersenyum hangat membalas perasaannya? Atau memberikan cinta yang lebih? Entahlah dirinya juga tidak mengerti.
***
Pada akhirnya mobil miliknya berhenti di depan area butik. Sudah mereka duga Rini, Silvia dan Dilan telah masuk terlebih dahulu.
"Lama sekali!" Bentak Silvia.
Pemuda yang tersenyum tenang menjawab."Maaf, tadi kami terjebak lampu merah. Ada sedikit kecelakaan di depan saat dalam perjalanan, jadi...aku terlambat." Pemuda yang membenahi letak kacamatanya.
Entah kenapa terkadang sifat tenang dari Neiji yang dapat berbohong tanpa berkedip membuatnya terlihat mengerikan. Seperti dapat memangsa orang. Tapi sudahlah! Toh orang ini baik padanya. Toh orang ini miliknya. Toh orang ini ayah kandung Meiji-nya yang paling tampan sejagat raya.
"Kakak! Kenapa bersikeras ikut? Membuat repot saja." Tanya Dilan menghela napas.
"Kakek dan ibu memintaku untuk menjaga Lily. Agar tidak diganggu dan berubah pikiran menikah denganmu." Itulah jawaban pelan dari sang kakak. Pria yang jika ibu mereka tidak ada, sama sekali tidak berani diusik olehnya. Entah kenapa ada semacam rasa ngeri yang aneh.
Seperti seekor rusa yang diintai T-rex? Mungkin... walaupun kakaknya akan selalu berkorban dan berbuat apapun untuknya. Tapi tetap saja selalu ada perasaan ngeri yang aneh.
Lily melihat-lihat ke arah sekitar mengamati sebuah gaun yang terlihat indah. Hanya mengamati saja.
Tapi.
"Aku ingin coba yang ini!" Silvia merebutnya, dengan sengaja memprovokasi.
Sedangkan raut wajah Neiji tetap datar, mengepalkan tangannya. Menghela napas, harus mengingat dirinya tidak memiliki status untuk membela. Hanya tiga hari lagi...tiga hari lagi...
Kembali Lily menyentuh gaun lain. Gaun yang termahal.
Dengan cepat pula Rini merebutnya."Aku ingin yang ini..."
Bolehkah dirinya motong kedua tangan wanita-wanita itu? Sebuah pertanyaan yang tersimpan dalam benak Neiji masih berada di samping adiknya.
"Kenapa tidak dijodohkan denganmu saja. Dengan tampang jelek mu, kamu tidak akan pernah mendapatkan pasangan seumur hidupmu." Ujar Dilan, terang-terangan menghina kakaknya.
"Kamu tidak menyukainya?" Tanya Neiji.
"Tentu saja..." Dilan menghela napas."Bodynya sih ok! Tapi wajahnya tidak secantik wanita-wanita yang mengejarku." Keluhnya.
"Kenapa tidak mati saja, maka ibu akan memilihku sebagai pasangannya." Ucap Neiji masih tersenyum.
"Kakak bilang apa?" Dilan memastikan pendengaran. Tatapan dingin kakaknya sering dilihat olehnya. Tapi ancaman pembunuhan? Apa itu tadi? Apa dirinya salah dengar?
"Bukan apa-apa...hanya sebaiknya kamu tutup mulutmu dan pilih pakaian mana yang akan kamu kenakan." Pria yang benar-benar tersenyum. Ada banyak hal yang tersimpan dalam senyumnya. Itu sudah pasti.
Semuanya dimulai dari para wanita yang menggunakan pakaian dibantu oleh staf di ruang ganti VIP. Sedangkan sang mempelai wanita sendiri berganti pakaian di kamar bilik biasa tanpa bantuan staf butik. Mengingat pakaian murah yang dipilihnya. Tentu saja akan mendapatkan perlakuan berbeda.
Tapi itulah intinya. Neiji dapat membantunya mengenakan gaun.
Sedangkan Dilan masih berada di ruang VIP bersama kedua selirnya.
Kedua orang yang berciuman dalam ruangan sempit. Napas mereka tidak teratur.
"Apa sudah datang?" Bisik Neiji pada Lily dengan suara berat, kala ciuman mereka terurai.
"Aku rasa sudah..." Lily tersenyum memeluknya. Menatap ke arah kakak dari calon suaminya. Bukan dirinya yang memulai permainan ini. Tapi Dilan.
Sebuah permainan yang menyenangkan dimana dirinya mendapatkan pria yang mencintainya. Wajahnya menyeringai penuh senyuman.
Tapi siapa yang mereka tunggu? Tentu saja seorang tokoh figuran yang dibayar oleh Lily untuk menaiki panggung sesuai rencananya dan Neiji.
Bagaimana jika dua orang picik menjadi pasangan? Kedua orang yang kembali berciuman. Apa itu cinta bagi mereka?
Bagi Lily sebuah tanggung jawab dan kewajiban. Untuk melindunginya dan putranya nanti.
Bagi Neiji? Obsesi, rasa ingin memiliki orang ini. Hanya orang ini yang ada di hatinya. Untuk pertama kalinya dirinya menginginkan hal yang dilarang oleh ibunya.
Karena...
Lily adalah miliknya.
Neiji versi baru.
dasar Lisa bikin geram aja, setelah semua terbongkar bahwa Neiji bukan anak kandung gmn ya
ervan ati2 mulutmu kelak bakal kena slepet kembaran istrimu....
tp masa sihhh si raja iblis g ngerasa tu muka jelek anakny
masa baktinya udah selesai saat kau melukai Lily
selamat menikmati hari hari sedih mu yaa
jadi bayangin lagi muka nelangsa nya
kasiaaan 😜🤣🤣
lepaskan lah...yg harus dilepaskan 😜🤣🤣