NovelToon NovelToon
Cinta Kepada Mas Duda

Cinta Kepada Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamil

Nathan dan Sofi sudah di Inggris, mereka tinggal di rumah orangtuanya David. Disana juga sudah ada orangtua Sofi. Ya rencana maminya Sofi akan berobat disini. Dua hari lagi mami akan mendapat donor ginjal. Dan hari ini mereka akan menginap dirumah sakit untuk cek up lengkap dan lusa akan dilakukan operasi. Malam ini Nathan dan sofi akan menemani mami dan papinya dirumah sakit. Buah - buahan dan cemilan sudah disiapkan. Kamar rawat inap sangat besar. Sudah sebulan mami melakukan cuci darah di rumah sakit ini. Jadi memang setiap bulan itu mami selalu ada di Inggris bersama papi. Untung di Inggris ada papi Marten dan mami Olivia sahabat mereka.

"Sayang lihat tuh mami dan papi mesra sekali??"

"Dari dulu mereka berdua begitu. untung aku sudah punya kamu mas." Mami dan papi sofi mendengar perbincangan mereka. Orangtua Sofi tertawa.

"Papi ada yang cemburu tuh??"

"Biarin saja sayang."

"Kamu lihat itu mas, sikap kedua orangtuaku mertuamu. Mereka menelantarkan anak mereka." Nathan tertawa. Dia langsung memeluk istrinya itu.

"Kita harus sama seperti mereka berdua ya sayang sampai selama - lamanya."

Hari ini mami akan operasi, setelah dua hari dicek up lengkap. Pagi - pagi sudah ada mami dan papinya David, juga David yang datang khusus untuk menemai mami Olive. Sementara siap - siap menunggu mami dibawa ke ruang operasi. Sofi sudah berlari ke toilet. Dia menahan gejolak di dalam perutnya. Nathan yang melihat istrinya berlari ke toilet kamar, dia langsung menemani. Sofi menumpahkan semua makanannya. Sampai dia lemas. Nathan langsung memeluk sebelum istrinya jatuh. Dia membersihkan mulut istrinya. Dan dibawa ke atas kasur. Semua mata melihat kearah dia.

Nathan langsung dengan Stetoskopnya dia memeriksa istrinya dan mendengar denyut jantung yang lain. Dia kaget sekaligus tersenyum.

"Sayang kamu sudah datang bulan belum." Sofi yang sadar langsung menepuk jidatnya.

"Sudah telat tiga minggu mas."

"Kamu sepertinya hamil sayang. Mas mendengar denyut jantung lainnya di tubuh kamu sayang." Sofi langsung melihat tespack didalam tasnya. Dia bergegas ke kamar mandi dan mengecek. Setelah lima menit benar hasilnya positif hamil.

"Mas, aku hamil sayang." Sofi berloncat kegirangan. Nathan yang takut apa - apa terjadi pada istrinya langsung mengendong istrinya. Papi dan maminya langsung datang mencium anak gadisnya. Begitu juga dengan orangtuanya David. Sedangkan David pasti meledeknya.

"Ih anak kecil ini mau jadi mami."

"Aku sudah besar tahu. Makanya....." David langsung menutup mulut Sofi.

"Kak, Nathan lihat istrinya." Nathan tersenyum langsung kembali memeluk istrinya. Tetapi seperti biasa dia akan memberi ciuman agar emosi istrinya terkendali. Tidak lama perawat datang menjemput mami Ester untuk dibawa ke ruang operasi. Untung tadi mereka sudah berdoa sebelum operasi yang di pimpin papi Martin.

Selama menunggu operasi, Sofi dibawa mami Olive dan ditemani Nathan memeriksa kandungannya. Ternyata sofi sudah hamil lima minggu. Sudah ada janin didalam perut Sofi. Hasil USG sudah diprint dan Nathan pergi menebus obat yang diresepkan oleh dokter kandungan di rumah sakit ini. Dua jam mami Ester berada diruang operasi. Lampu tanda operasi sudah selesai. Tak lama Mami yang belum sadar di bawa ke ruangannya.

Dua puluh menit mami sadar, hal yang pertama dia tanyakan adalah bagiamana kondisi cucunya didalam perut ibunya. Sofi ngambek.

"Bukannya tanya anaknya, suami atau menantu, malah tanya cucu yang diperut." Semua tertawa.

"Janinnya sehat mami, Sofi sudah hamil lima minggu. Sofi juga sehat."

"Terima kasih nak, Jaga kedua orang yang mami cintai ya nak." Nathan tersenyum, sofi tentu bahagia. David langsung memukul pelan pundaknya.

"Dasar Alay. Mami ngak tanya David??"

"Anak mami sehatkan??"

"Sehat dong mami."

"Kamu kesini, Sofi juga, baru perusahan??"

"Ada Max Mami. Dan tetap kami pantau walau jauh."

Kondisi mami Ester sudah membaik, organ uang di donor sudah bisa menyesuaikan dengan tubuh mami. Setelah dirawat tiga hari pasca operasi. Untuk sementara mami masih di Inggris dan nginap dirumah keluarga Alexander.

Nathan, Sofi dan juga David sudah harus balik ke Jakarta. Sofi sudah beberapa kali konsultasi dengan dokter kandungan di Inggris perihal keberangkatan kembali ke Indonesia. Mengingat penerbangan lama. Dan kondisi kandungan Sofi sehat. Sofi diberi rekomendasi ijin terbang dengan kondisi hamil.

Sementara dirumah peternakan sedang memikirkan bagaimana bisa membawa Sofi pulang. Akhirnya papi Martin menghubungi rekan bisnisnya yang mempunyai Pesawat Jet Pribadi. Setelah semua masalah disampaikan, mereka di pinjamkan jet itu untuk terbang ke Jakarta. Setidaknya dari enam belas jam bisa menghemat menjadi hanya enam jam penerbangan. Meskipun nanti akan transit ke Bandara Doha.

Nathan begitu gembira dia langsung memeluk papi Martin mengucapkan terima kasih. Padahal Nathan dan Sofi sudah membeli baju khusus buat ibu Hamil selama penerbangan agar nyaman sesuai saran dokter. Dokter malah menyarankan agar kalau bisa naik pesawat jet lebih baik.

"Mas Nathan itu papiku." David akting cemburu. Semua tertawa.

"Papi bahagia, karena bisa di peluk sama anak mantu papi, biasanya papi hanya melihat dia memeluk mertuanya Julius."

"Setiap kita bersama Nathan akan memeluk papi. Tetapi takutnya ada yang cemburu."

"Biarin aja mas, biar mas David jangan melawan papi dan mami."

"Dendam amat sis."

"Gue pukul mas Nathan kalau rebut papi gue." David langsung cepat memeluk papinya.

Nathan, Sofi dan David akhirnya pulang ke Jakarta dengan pesawat jet punya sahabat papi. Mereka bertiga menikmati penerbangan ini dengan pelayanan mewah di dalam cabin pesawat. Sofi bisa istirahat nyaman. Transit di bandara udara Doha, mereka bertiga turun sebentar, membeli ole - ole buat orang - orang di Jakarta. David juga membeli ole - ole buat Briel dan orangtua Nathan.

Penerbangan pun berlanjut menuju Jakarta. Sofi tidak mengalami masalah dengan kehamilannya. Suaminya selalu siaga buat istrinya. Dan David memperhatikan bagaimana Nathan memperlakukan Sofi.

"Terima kasih mas Nathan sudah menjaga Sofi dengan baik."

"Mohon maaf, sudah menjadi orang yang merusak hubungan kalian dulu."

"Kami tidak cocok menjadi sepasang suami dan istri. Kami lebih cocok menjadi adek dan kakak. Kami lebih terbuka, keceriaan kami lebih terpancar terlebih Sofi. Dia itu memang princesnya kami mas. Lihat papi dan mami begitu mencintai dia."

"Terima kasih Vid, terima kasih ya. Aku tetap mau kamu menjadi kakaknya Sofi istriku. Biar di kantor bisa diperhatikan."

"Siap mas. Aku titip ole - ole aku, mami dan papi buat Briel dan orangtua mas ya."

"Gimana kalau kamu sendiri yang antar kepada mereka??"

"Apa boleh mas."

"Tentu dong."

Sofi dan Nathan sudah di rumah orangtua Nathan, rumah masa kecil suaminya Sofi. Karena hamil, mama belum mengijinkan mereka ke rumah dinas. Soalnya Sofi masih sering pusing dan mual. Berita kehamilan Sofi membuat orangtua dan Briel sangat senang.

Sekarang hubungan David dengan mertua Sofi sangat akrab, bahkan dia jika ada waktu luang sering weekend ke rumah orangtua David makan bersama dan main bersama Briel anak sambung Sofi.

"Sudah dari tadi di sini Vid??"

"Sudah dari pulang kerja tadi. Ini mama kasih baju mas aku pakai."

"Silahkan."

"Uncle bobo disini aja. Kita bisa melukis bersama." David melihat ke arah Nathan dan disetujui. David sangat senang. Dari kebersamaan mereka, David akhirnya tahu siapa maminya Briel.

"Chynthia Roger ???"

"Kesambet mas David."

"Bawel, gue lagi bayangin kenapa mas Nathan mau sama kamu yang bodinya biasa - biasa saja sih."

"Mas, kamu mau dipecat dari gelar uncle yang anakku berikan nanti."

"Jangan jahat dong dek. Urusan ini aku sama kamu. Jangan libatkan ponakan gue yang masih suci ini."

"Gue maminya, jadi berhak memilih siapa yang layak jadi unclenya kelak."

Semua tertawa melihat tingkah Sofi dan David. Biasanya kalau sudah seperti itu, Nathan langsung memeluk istrinya dan mencium mesra bibir Sofi agar dia tidak sakit hatinya.

1
Riskazputri
maksud nya
Ceisye: Briel mau menjelaskan jika mukanya sama seperti omanya yang sudah dari kecil dia panggil mama. 🤭🤭🤭
total 1 replies
Lisa
Lebih baik Sofie sama dokter Nathan aj drpd sama si David tuh yg jelas² selingkuh 🤭
Lisa: oke Kak Ceisye..aku baca dulu ya
total 4 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: sama² Kak Ceisye
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!