Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bara Cuma punya Mama
Setelah kepergian Jovan, Bara memeluk Mila. " Ma, siapa laki-laki itu?? emang dia papanya Bala?? tanya anak laki-laki tampan itu sendu. Tatapan mata Bara mengisyaratkan kebingungan.
Mila memeluk Bara lama. " Nak, siapapun dia, Bara harus ingat jika mama sangat menyayangi Bara. Kita bisa hidup berdua saja nak, kita enggak butuh siapapun di samping kita. Mila memeluk Bara, seakan dia egois namun hatinya sangat sakit kepada Jovan.
Bara mengangguk pelan. " Iya mama, kita cukup berdua saja. Biar Papa bahagia di surga, ucap nya. Tanpa Mila tau, jika hati anak itu mulai goyah, karena bagaimana pun wajah nya dan Jovan bak pinang di belah dua, sangat mirip. Bagaimana juga Mila menolak, namun hubungan antara Jovan dan Bara tetap ayah dan anak.
Jovan baru saja masuk ke mobilnya. Jovan terdiam lama.. Rasa bersalah dan bayangan masa lalu berputar-putar di ingatan nya. Bodoh kamu Van, lihat sekarang hasil kebodohan mu di masa lalu, kamu bahkan tidak diakui ayah oleh anak kandung mu sendiri.
Jovan menghapus air mata penyesalannya. Lalu pria itu melanjutkan perjalan nya menuju rumah nya. Jovan ingin rasanya berterus terang pada Dinda namun dia sangat takut. Jika dia tidak mengakui kesalahan suatu saat nanti Dinda akan tau dan semua akan sama-sama sulit untuk nya.
Mobil menembus jalanan siang itu. Mobil Jovan memasuki kawasan perumahan elite. Rumah bercat putih dengan gaya Eropa itu berdiri kokoh di tanah luas hampir tiga ribu meter persegi.
Jovan berjalan keluar mobil dan menuju pintu utama. Nampak Chira sedang bermain dengan sang istri di sana. Kehadiran Jovan membuat ibu dan anak itu tersenyum.
" Daddy" panggil Chira lalu memeluk Kaki Jovan. Jovan tersenyum lalu menggendong Chira, putri pertama nya bersama Dinda.
" Mas, kamu pulang buat makan siang?! Ayo ke ruang makan, kami juga tadi mau siap-siap makan, ajak Dinda sambil memeluk lengan suaminya.
Jovan dan Dinda berjalan bersama menuju ruang makan dengan Chira di gendongan Jovan. Keluarga kecil itu makan dengan tenang. Hanya suara Chira saja yang selalu menolak ikan yang di berikan Daddy nya entah kenapa Chira sangat tidak menyukai Ikan.
" Chira, kamu ini kenapa malas banget sih makan ikan? Ikan itu bagus loh nak, banyak vitamin nya dan protein.
Chira menggeleng cepat " Enda suka loh aku daddy sama ikan. Aku ndak mau makan ikan pokoknya. Ucap Chira.
Jovan dan Dinda akhirnya memutuskan makan dengan tenang. setelah makan, Keluarga kecil itu menuju ruang keluarga. Jovan pamit akan kembali ke kantor.
Di Apartemen Mila, Rena duduk dengan shock kala Mila bercerita jika Jovan tau kalau Bara itu anak nya. Rena sungguh tak menyangka jika yang memperkosa sahabatnya itu adalah Kakak iparnya sendiri.
" Bener-bener itu Jovan. Sekarang kalian pindah ke rumah Gue ajalah Mil. Gue jadi kepikiran kalau kalian berdua aja di sini.
Rena menatap sang Sahabat. Mila memikirkan ucapan sahabatnya dan akhirnya setuju. Siang itu juga, Mila dan Bara pindah sementara di Rumah milik Rena.
Sebelum kembali ke pekanbaru, Mila akan berusaha menjauh dari Jovan.
" Mama kenapa kita pindah ke lumah aunty Rena"? tanya Bara.
Mila memeluk Bara saat di mobil Rena. " Aunty Rena mau ajak kita jalan-jalan nanti tapi kita harus tinggal sama aunty sementara, Bara kan mau jalan-jalan?? tanya Mila dan Bara mengangguk.
Rena tersenyum dan Mila pun sama. Begitu mudah merayu Bara.
Mobil tiba di halaman luas rumah milik Rena. Sejak usia remaja, Rena sudah memiliki rumah sendiri, dan dia memutuskan hidup di rumah itu tanpa orang tuanya, katanya biar mandiri.
" Ayo masuk dulu, mulai sekarang kalian tinggal di sini aja. Rumah gue sepi mulu Mil, sekarang akan ramai karena ada Bara tentunya ucap Rena.
Bara melihat halaman luas dan kolam renang sangat senang. " Mama, Aku mau belenang boleh?? tanya nya dan Mila mengangguk.
" boleh tapi nanti sore, sekarang masih panas. Ayo masuk kita istirahat dulu.
Bara mengangguk dan ketiganya masuk rumah Rena lalu istirahat sejenak.