"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.
"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."
Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.
Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.
Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 19 (Obsesi Gila)
Raditya merencanakan sesuatu untuk istrinya yang kabur. Dia sudah sangat terobsesi dan tidak mau kehilangannya. Jadi dia melakukan apapun demi bisa mengikat Fania agar tetap di sampingnya. "Seenaknya saja mau pergi, aku tidak akan membiarkanmu begitu saja. Jangan harap bisa hidup tenang."
Obsesi kejam itu sudah membutakan hati Raditya. Dia tidak menyadari jika sikapnya itu sudah menandakan jika dia sudah mempunyai perasaan terhadap istrinya. Namun, rasa gengsi melebihi segalanya. Dia tidak ingin terlihat lemah di depan Fania.
Beberapa jam berlalu, pesawat sudah landing di bandara internasional Indonesia. Fania dan Devan keluar bersama dan segera keluar untuk mengambil koper masing-masing. Rencananya, Fania akan mencari kontrakan untuk bersembunyi dari suaminya.
Keduanya sudah mendapatkan koper masing-masing. Fania berdiri di luar sembari menunggu Devan mencari taksi. Dari kejauhan sudah ada dua orang yang mengintai Fania. Mereka adalah orang suruhan Raditya.
"Itu dia target kita. Bos bilang suruh bawa aja, karena dia belum pulang dari Turki. Ya udah kita langsung sikat aja mumpung pria itu pergi," ucap salah satu pria bertubuh besar itu. Mereka segera bergerak mendekati Fania yang berdiri sambil melamun.
Salah satu pria itu mendekat sambil membawa sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Sementara itu dari kejauhan ada mobil yang mendekat, dan dalam satu gerakan pria itu berhasil membekap mulut Fania kemudian menyeretnya masuk ke dalam mobil warna hitam.
Fania tidak sempat meminta tolong sehingga orang di sekitarnya tidak tahu. Mobil melaju kencang meninggalkan area bandara. Tidak lama kemudian, datanglah Devan yang sudah menemukan taksi. Akan tetapi, dia tidak melihat Fania di tempatnya tadi.
"Ke mana Fania? Kenapa dia tidak membawa kopernya?" batin Raditya, dia melihat sekitar dan tidak melihat sosok yang dicarinya.
Devan berpikir keras, dia mempunyai feeling yang buruk. "Apa jangan-jangan, Fania diculik oleh orang yang diperintahkan bajingan itu? Gawat, aku tidak akan membiarkan semua ini. Jadi dia ingin menantangku? Baiklah, aku akan membuatmu menyesal."
Devan segera pergi dari sana untuk mencari informasi menghilangnya Fania dari bandara. Dia sangat khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada gadis incarannya. Langkah pertama, Devan ingin mengecek cctv bandara. Setelah menemukan titik terang dia langsung melakukan pergerakan.
Sementara mobil yang membawa Fania tadi sudah tiba di rumah yang ada dalam kompleks perumahan mewah. Mereka turun dan langsung membawa Fania masuk ke dalam rumah tersebut.
Fania sendiri dalam kondisi pingsan, para penculik itu merebahkan Fania di ranjang yang besar. Lalu para penculik itu mengunci pintu dan pergi dari sana. Semua itu arahan dari Raditya, dia sengaja memilih rumah tersebut karena tidak ada satu pun orang yang tahu lokasi perumahan tersebut.
Beberapa jam berlalu, Fania sudah sadar dari pingsannya. Dia melihat ke langit-langit kamar dan merasa asing dengan tempat itu. "Di mana ini? Apa yang terjadi?"
Fania memegang kepalanya yang pusing, dia mencoba mengingat kejadian yang menimpanya. "Jadi mereka membawaku ke sini? Apa jangan-jangan mereka diperintahkan oleh Mas Radit?"
"Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Bagaimana jika Mas Radit ke sini? Aku tidak mau, aku tidak mau melakukan itu dengannya," batin Fania ketakutan. Dia berjalan mondar-mandir dan bingung harus melakukan apa?
Saat bingung melanda, Fania melihat paper bag yang ada di meja. Dia membukanya dan melihat isinya. "Piyama? Seksi sekali. Apa ini juga kiriman dari Mas Radit?"
"Aku harus solat, tapi aku harus mandi dulu. Rasanya tidak enak karena belum mandi sejak kemarin.Fania meletakkan piyama itu, kemudian dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tidak membutuhkan waktu lama, Fania selesai mandi. Dia keluar dengan mengenakan bathrobe. Saat ingin mengambil kembali gamisnya, suara kunci terbuka dari luar. Fania yang mendengar pun langsung terkejut, dia berbalik dan masuk lagi ke kamar mandi.
"Mas Radit, dia ke sini. Bagaimana ini? Aku takut, aku takut." Fania gemetar dalam toilet. Dia berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi.
"Fania, aku tau kamu sedang ada di dalam. Keluarlah kita bicara baik-baik. Aku tidak akan berbuat kasar padamu. Fania keluarlah, aku ingin mengatakan sesuatu," teriak Raditya dari luar. Dia mengetuk pintu dengan sangat keras dan membuat Fania gemetar ketakutan.
Di luar pintu, Raditya masih menahan emosinya. Dia masih membujuk dengan lembut berharap Fania membuka pintu kamar mandi. Namun, setelah bujukan itu tidak berhasil, barulah Raditya berteriak kasar sambil menggebrak pintu.
"Fania, jika kamu tidak keluar, maka aku akan melakukan sesuatu pada ibumu. Ingat, satu kalimat akan bisa membunuh orang tuamu!" Seru Raditya dari luar pintu. Dia memancing istrinya untuk keluar dari sana.
"Fania, aku hitung sampai tiga jika kamu tidak keluar, aku akan melakukannya sekarang. Satu ... Dua ... Ti ...."
Ceklek...
Fania keluar dari kamar mandi, saat diancam oleh suaminya. Dia berjalan pelan dan kedua kakinya gemetar ketakutan. "Jangan laukan sesuatu pada Ibuku, Mas."
"Akhirnya kamu keluar juga, aku sudah menahan kesabaran untuk hal ini. Ke sini kamu." Raditya menarik tangan Fania dan melemparnya ke ranjang. "Bagaimana rasanya kabur bersama dengan pria lain? Apa kamu sudah melakukannya dengan orang itu? Aku yakin kamu sudah melakukannya," teriak Raditya sambil mencengkeram kedua pipi istrinya.
Fania menggeleng, ia memberontak sebisa mungkin. "Aku tidak melakukannya, Mas. Aku tidak, aaaaahhhh ... Ampun!"
Raditya menampar pipi Fania kanan dan kiri. Dia juga menarik rambut panjang istrinya sembari terus mengumpat. "Apa kamu sudah menjual dirri pada pria itu, ha? Dasar murahan, istri durhaka kamu. Sekarang kamu tidak bisa kabur lagi. Aku akan membuktikannya, apa pria itu sudah menjamahmu atau belum?"
"Mas, aku tidak melakukan apapun, aku mohon jangan ...."
Raditya mencekik leher Fania dengan kuat. Dia hanya bisa meronta di saat tangan suaminya melepas tali bathrobe itu. Fania menggeleng dan menendang, tapi upaya itu tidak berhasil dan berakhir sia-sia karena Raditya berhasil melihat tubuh istrinya.
Fania terbatuk-batuk saat cekikan itu terlepas. Dia berusaha kabur, tetapi dengan cepat ditarik lagi oleh suaminya. "Mau ke mana kamu? Kamu harus merasakan hukuman agar tidak terus berulah."
"Mas, aku tidak mau. Mas Radit maafkan aku, lepaskan aku. Aaaaaahhh .... "
Raditya menampar lagi wajah istrinya. Dia sudah seperti orang yang kerasukan. Kali ini Fania tidak bisa berkutik, tenaganya sudah habis dan tubuhnya terasa remuk. Sementara itu, Raditya sudah bersiap untuk menggauli istrinya.
Pria itu tertawa saat melihat istrinya tergolek tidak berdaya. "Sudah kubilang jangan melawan. Sekarang rasakan ini."
Raditya kembali mencengkeram leher istrinya. Lalu, dia melakukan sesuatu yang kasar sehingga membuat Fania menjerit kesakitan. Air matanya mengalir deras, dia merasakan sakit luar biasa di bagian intinya. Sementara Raditya tidak mempedulikan itu dan terus melakukan aksi kejamnya.
"Fania, aku tidak akan pernah melepaskanmu ...."
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡