Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Melarang Alex untuk usir Angga dari ruangannya memberikan kesempatan Angga untuk bicara kenapa masuk ke ruangannya saat istirahat dan baru pertama kalinya Angga masuk ke ruangannya saat jam istirahat, dulu mana pernah suaminya mau masuk kedalam ruangnya selalu ada alasan Angga untuk pergi dan tidak makan siang bersama.
"Kenapa makan siang bersama karyawan sayang kenapa tidak bersama aku disini?" tanya Angga kesal rasanya istrinya tidak anggap dirinya ada di kantor.
"Loh selama ini memangnya kamu pernah makan siang bersama aku apa, aku selalu makan siang bersama karyawan dan temen aku bahas pekerjaan maupun bahas waktu kita sekolah dulu, tidak ada yang salah kan?" tanya Citra sengaja supaya kerjain Angga, biar suaminya tahu bagaimana sakitnya dicuekin dan tidak di hargai.
"Iya itu kan dulu sayang, kalo sekarang kan ada aku di kantor dan untuk kamu kembalilah ke ruangan kamu untuk makan siang sendiri jangan makan bersama istri orang itu tidak baik apa lagi di kantor nanti jadi bahan gosip lagi." perintah Angga menatap Alex geram.
"Saya pergi jika Bu Citra yang minta saya pergi, jika tidak iya maaf saja deh karena kita bahas reunian juga jadi kita makan siang sambil ngobrol disini." ucap Alex santai.
"Betul apa kata Alex, kalo kamu mau makan silahkan tapi jangan usir Alex dari sini karena kita masih mau ngobrol banyak setelah makanan habis." lanjut Citra tidak sedikit pun berniat menatap Angga, rasa bencinya membuat Citra malas melihat wajar Angga lagi setiap ngobrol.
"Iya sayang baik lah. " sambung Angga pasrah dari pada dirinya yang pergi, membiarkan Alex ngobrol lebih lama sama istrinya.
Senyum sinis melihat Angga terlihat cemburu melihat Alex makan siang bareng Citra, sedangkan sahabatnya malas sekali untuk makan siang bareng suaminya sendiri.
**
Semakin kesal melihat tingkah karyawannya Citra semakin berani melawan dirinya bahkan berani perintah dirinya terus menerus bahkan tidak memberikan ijin untuk buka kulkas untuk siap-siap masak untuk makan siang.
"Heh udik tidak tahu diri sekali kamu, sadar diri kamu disini itu ART berani sekali larang majikan kamu untuk makan bagus saya masak tidak perintah kamu kok jadi semakin tidak tahu diri kamu!" bentak Winda semakin kesal melihat Bik Sumini dan lima Bodyguard berdiri didepan pintu dapur.
"Kita menjalankan perintah majikan kita, lah kamu siapa memangnya yang harus dengerin ucapan kamu apa, lalu kamu apa hah tinggal disini cuman numpang saja tidak tahu malu sudah diusir sama Bu Citra tapi masih mau tinggal disini iya harus terima dong dijadikan ART, didunia ini tidak ada yang gratis bahkan toilet umum saja harus bayar jadi siapa yang tidak tahu diri disini hah." ucap Bik Sumini kepancing emosi.
"Sudah Bik diam kan saja dia mau bicara apa saja, selama yang kita lakukan sesuai perintah tidak akan salah kok santai saja, lebih baik sekarang Bibik masak untuk kita makan saja Bik biarkan dia menahan lapar karena kesalahan dia sendiri." ucap Bodyguard supaya sudahi perdebatan sama Winda karena tidak ada akhirnya karena istri kedua Angga tidak akan mau lakukan yang diperintahkan Citra merasa istrinya Angga.
"Baik lah kalian jagain perempuan itu selama saya masak, tutup mulutnya pakai lakban kalo berisik selama saya masak." sambung Bik Sumini menatap Winda dengan kesal.
Selama ini tinggal dan bekerja dirumahnya Citra dengan suasana tenang dan damai, walaupun majikannya terlihat tidak harmonis tapi tidak pernah berantem sama sekali, membuat rumah tetep tenang tapi sekarang semenjak adanya Winda rumah terasa berisik dan tidak suka mendengar nya.
Kelima Bodyguard ngangguk setuju mendengar ucapan Bik Sumini, dari pada beli makanan jadi lebih baik membiarkan Bik Sumini masak dengan tenang karena bahan masakan banyak mubazir jika tidak dijadikan makanan siap saji.
Geram sekali mendengar perintah Bik Sumini ke Bodyguard, merendahkan dirinya tidak peduli perasaan nya sama sekali, bahkan tidak ada niatan membagi makanan untuk dirinya, dari pada semakin kesal kelamaan didapur lebih baik kembali ke kamar menahan rasa lapar dari pada makan pakai nasi dan kecap saja yang nantinya mellow selama makan.