NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27 Sang Penjaga yang Menertawakan

Suasana hangat yang baru saja tercipta hancur dalam sekejap. Tubuh Rina yang semula lemas tiba-tiba menegang kaku, punggungnya melengkung ke belakang dengan posisi yang tidak wajar. Tangannya yang mencengkeram baju Azkar mendadak memiliki kekuatan yang luar biasa besar, hingga kuku-kukunya hampir merobek kain tersebut.

Azkar terperanjat. "Rina?! Istighfar, Dek! Rina!"

Perlahan, Rina mendongak. Namun, sorot matanya bukan lagi milik Rina. Matanya melotot tajam, namun bibirnya melengkung membentuk senyuman lebar yang sangat mengerikan.

"Hahahaha... Hahahahahaha!"

Suara tawa itu meledak, namun nadanya jauh lebih berat dan bergema, bukan suara cempreng Rina yang biasanya. Rina—atau sosok di dalamnya—tertawa terpingkal-pingkal sambil menatap wajah Azkar yang pucat pasi.

"Dasar manusia bodoh! Wanita ini lebih bodoh lagi!" ucapnya dengan nada mengejek yang sangat kental.

Azkar langsung memegang kening Rina, mencoba membacakan doa, namun sosok itu justru semakin keras tertawa. Sosok ini adalah entitas yang selama ini "menjaga" atau mengikuti Rina sejak kecil, yang menyaksikan betapa menderitanya Rina di dunia.

"Aku sudah membukakan pintu untuknya! Aku sudah memberinya jalan untuk tenang di sana!" seru sosok itu melalui mulut Rina, matanya menatap liar ke sekeliling ruangan. "Tapi apa? Dia malah berbalik hanya karena pria tidak peka sepertimu? Dia memilih kembali ke neraka ini hanya untuk disakiti lagi? Hahahaha! Benar-benar keputusan yang tolol!"

"Keluar! Jangan gunakan raga istriku untuk bicaramu!" bentak Azkar dengan suara menggelegar. Ia mulai merapal ayat-ayat kursi dengan nada yang lebih tinggi, menekan egonya sebagai seorang manusia dan menggunakan otoritasnya sebagai seorang santri yang paham ilmu agama.

"Dia seharusnya tidak perlu merasakan sakitnya napas lagi!" sosok itu berteriak, membuat tubuh Rina bergetar hebat. "Jika dia terus melangkah tadi, dia sudah bahagia! Sekarang lihat... dia bangun hanya untuk melihat suaminya menawarkan perceraian? Hahaha! Kalian berdua sama-sama menyedihkan!"

Pertarungan di Ruang ICU

Rina mulai meronta, mencoba turun dari ranjang dengan kekuatan yang tak masuk akal bagi pasien kritis. Azkar harus menahan bahu Rina dengan seluruh tenaganya agar selang medis tidak tercabut.

"Rina, dengar Mas! Itu bukan kamu!" seru Azkar di depan wajah istrinya.

Air mata mulai mengalir dari mata Rina yang masih melotot itu, menunjukkan bahwa di dalam sana, jiwa Rina yang asli sedang menangis mendengar hinaan dari sosok yang merasukinya.

___________________________________________________

Suasana menjadi sangat mencekam. Sosok tersebut terus menghina keputusan Rina untuk kembali hidup.

___________________________________________________

Gus Azkar segera menekan pundak Rina dengan kuat, namun tubuh istrinya itu terasa sekeras batu. Ia memberi isyarat kepada perawat yang terpaku di ambang pintu untuk segera membantunya memegangi tangan Rina.

"Pegang tangannya! Cepat!" seru Azkar.

Rina—atau sosok yang ada di dalamnya—kembali tertawa melengking, suara yang membuat bulu kuduk siapapun yang mendengar merinding hebat. Ia menatap Azkar dengan tatapan meremehkan, lalu meludah ke samping seolah jijik dengan doa-doa yang mulai dirapal Azkar.

Suara dari Kegelapan

"Kau pikir doamu cukup kuat untuk menghapus kekecewaannya?" sosok itu berbisik dengan nada rendah yang menggetarkan udara. "Aku adalah yang paling lama bersamanya saat kalian semua sibuk menekannya!"

Sosok itu mendekatkan wajahnya ke telinga Azkar, lalu berbisik dengan suara yang serak dan penuh kebencian:

"Dia kembali hanya untuk mati perlahan di tanganmu, Manusia. Seharusnya kau biarkan dia melintasi batas tadi. Di sana, tak ada Gus yang sombong, tak ada orang tua yang memaksa. Di sini? Dia hanya raga yang kau penjara dengan kata 'cinta'. Kau ingin dia bangun? Lihatlah... dia bangun hanya untuk merasakan betapa hancurnya hatinya saat kau menyebut kata talak. Kau adalah pembunuh jiwanya yang paling kejam!"

1
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
angel
cerita nya lumayan bagus untuk halaman pertama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!