NovelToon NovelToon
Santa, The Reedemed Killer

Santa, The Reedemed Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Horror Thriller-Horror / TKP / Psikopat / Pembunuhan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Seorang pria tua, mantan narapidana, harus berusaha mencari kebenaran dari rentetan pembunuhan yang menyeret namanya.

"Aku masih tak mengerti, apa motif si pembunuh dengan menjadi peniru?"

"Tapi pembunuh kali ini, dia tampak lebih cerdas. dia sudah memikirkan dengan matang semua langkahnya."

"Kurasa bukan peniru, tapi memang dia sendiri pelakunya, dia... Santaroni ingin mengulang pembunuhannya dengan lebih sempurna."

Mampukah Santaroni—si residivis, membuktikan pertobatannya, dan menemukan pelaku pembunuhan yang telah meniru jejaknya?

note: mungkin akan ada beberapa adegan keji, mohon bijak saat membaca. ingat: 'ini hanya cerita karangan, jika ada kesamaan nama tokoh dan situasi, hanya kebetulan yang sengaja dibetul-betulkan.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Lalu Yang Kusut

"Darimana saja, Lex?" tanya Jack, sambil meraih cangkir kopi di mejanya.

"Menyelidiki seseorang, tapi dia terlalu bersih," jawab Alex, sambil meletakkan foto Rey di meja Jack.

Jack meraih foto itu dengan dahi yang mengernyit. “Siapa?” tanyanya.

"Seseorang yang secara kebetulan tertangkap CCTV berada di sekitar lokasi," jawab James kembali duduk di mejanya.

Jack menatap foto di tangannya, "Tunggu, wajah ini... dimana aku pernah melihatnya?" Jack berusaha mengingat wajah tak asing itu.

"Pria aneh, dia terlalu kaya tapi tak niat membeli televisi, bahkan dengan sombong memamerkan ponsel keluaran terbarunya!" gerutu Alex kembali membuka laptopnya.

James terkekeh. "Kau cemburu dengan kekayaan seseorang?" ledeknya.

Jack kembali menatap layar di depannya. "Wah, orang ini juga penumpang jalur 08!” serunya kemudian.

Alex dan James ikut melongok, melihat apa yang ingin ditunjukkan Jack.

"Nah kan, orang kaya ini ada dimana-mana!" Alex menimpali.

"Minta pada analis data keuangan, cari tahu darimana asal kekayaannya!" perintah Jack.

Alex mengangguk, lalu segera mengambil ponselnya dan menghubungi analis data keuangan. "Hei, aku butuh informasi tentang seseorang. Akan aku kirimkan identitas lengkapnya. Tolong cari tahu darimana asal kekayaannya, secepatnya!"

Jack memandang ke arah Alex, lalu kembali memandang ke arah layar laptop. “Kalian awasi aktivitas Rey dalam beberapa hari terakhir. Aku butuh tahu apa yang dia lakukan, siapa yang dia temui. Kebetulan i berada di semua tempat, itu sangat mencurigakan.”

Alex dan James mengangguk. Kemudian bersiap mengenakan jaket mereka untuk segera menjalankan tugas.

Jack pun menutup laptopnya. "Aku akan ke perusahaan bus terkait, mungkin ada informasi lebih yang akan kita temukan!" Seru Jack juga bersiap untuk pergi. "Ah, Kirimkan padaku filenya jika divisi analis data keuangan selesai dengan pekerjaannya!" imbuhnya kemudian menyambar kunci mobil dan jaketnya.

…….

Santaroni berdiri di halaman Rumah Sakit Jiwa (RSJ), terdiam berpikir. Dia memandang ke arah sekitar, tapi pikirannya jauh. "Apa yang sebenarnya terjadi?" pikirnya kusut tak memiliki petunjuk apapun.

Roni menghela napas sangat dalam, kembali merogoh selembar kertas yang menjadi bukti bahwa dia dan dua saudaranya memiliki ikatan keluarga. “Kupikir Teo yang melakukannya, tapi kau bahkan mengakhiri hidupmu sendiri karena berusaha mencariku,” gumamnya kemudian menatap ke langit yang terik.

Setelah beberapa saat, ia kembali berjalan mencari halte terdekat, berjalan menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya dari tatapan langsung orang-orang yang mungkin saja mengenalinya.

“Ah, kau pun bahkan sempat mengambil jenasah kakakmu, tapi kau lupa menjengukku. Kau semarah itukah padaku?” lirihnya lagi.

Ada perasaan aneh yang Roni rasakan. Sesuatu yang sulit ia gambarkan. Sedikit rasa kecewa, rindu, penasaran akan kabar bercampur, membuatnya segera mempercepat langkah kakinya.

Tepat saat itu, ia melihat sebuah taksi berlabel kosong melaju pelan menuju ke arahnya. Roni bergegas berlari kecil, kemudian melambaikan tangan agar taksi berhenti.

“Tolong antar aku ke pelabuhan, nanti kutunjukkan rumah yang harus ku tuju!” pintanya pada sang sopir.

“Baik, Pak. Saya akan putar balik di persimpangan depan.”

Mobil taksi itu pun melaju hampir dua puluh menit lebih. Santaroni meminta diturunkan di depan sebuah komplek pertokoan tua, tak jauh berbeda dengan situasi bengkelnya.

Roni berjalan tenang, menyusuri gang diantara bangunan toko yang telah usang karena waktu. Hingga ia berhenti tepat di sebuah bengkel sepatu.

Seorang pria yang seusia dengannya, tampak sibuk menjahit sebuah sepatu dengan peralatan sederhana.

“Kau… masih hidup juga rupanya!” seru Roni tanpa basa-basi.

“Hutangmu belum lunas, aku terpaksa bertahan menunggu kau datang!” sahutnya tanpa menoleh, seolah ia tahu siapa yang datang.

"Buatkan aku identitas baru, aku harus memastikan sesuatu!" pinta Roni tegas.

Pria tua itu, menghentikan pekerjaannya, kemudian berdiri berjalan menghampiri laci meja yang berada di ujung ruangan itu.

“Kau sudah menghancurkan hidupnya, apa lagi yang akan kau lakukan sekarang?” tanya teman Roni kemudian menarik sebuah kotak di dalam laci itu.

“Ada beberapa gadis yang dibunuh, seolah aku yang melakukannya,” keluh Roni kemudian duduk di sebuah bangku tua, tanpa menunggu dipersilakan.

Pria tua—kenalan Roni itu berdiri diam, memandangi sebuah pistol tua yang masih tersimpan rapi di dalam sebuah kotak kayu, di dalam laci. "Lalu, siapa yang kau pikirkan?" tanyanya masih enggan menatap Roni.

Santaroni menghela napas, menyandarkan punggungnya pada dinding kayu bengkel itu. "Entahlah, yang jelas itu bukan kakakku," terangnya. "Bahkan aku tak tahu kondisinya semakin memburuk dan Rey sudah menguburkannya."

"Jadi itu alasannya kau datang ke sini."

...****************...

Bersambung

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Lg males mikir 🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Akhirnya ketahuan 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Pembunuh bayaran 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Berasa jadi detektif dadakan 🤭🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sammy apa Sarah 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Yomi dan anak buahnya jadi tim pembersih 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Benang kusut mulai terurai
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Marco😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
dua kaki
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Iya,kamu salah Kanet
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kanet balas dendam karena Rey sudah membunuh ayahnya 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pria itu Rey 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kasus Santaroni
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jadi partner perempuan itu putrinya Diaz 🤔
yosh—: silakan terus menebak/Casual/
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
Sunsun Shepiet
seru sih Thor seru banget..
yosh—: aseeek😁
total 1 replies
Sunsun Shepiet
nah loh, tertangkap kah?
Sunsun Shepiet
eh tp kn itu bd negara y? aku lupa 😁
Sunsun Shepiet
eh klo Roni k kantor polisi nanyain Rey bisa bahaya ga sih?
yosh—: bahaya, agak enggak, tapi ya bahaya🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!