Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sembilan Belas
Malam hari di apartemen Tania, setelah selesai makan malam Tania menemani kedua anaknya yang sedang bermain di kamar tidur mereka seperti biasanya setiap malam sebelum tidur. Tania membiasakan kedua anaknya untuk tidur sendiri dan Tania meminta Sekar untuk istirahat, pengasuh kedua anaknya tapi Tania tidak menganggap Sekar sebagai pengasuh tapi sebagai ibu kandungnya. Ketika menemani kedua anaknya untuk bermain Tasya datang dan duduk dekat Tania. Tak lama Ira menelpon Tania, Tania yang melihat panggilan Vidio call langsung mengangkatnya. Tania sudah menganggap Ira kakaknya jadi tidak ada lagi yang ia sembunyikan dari Ira bahkan penyamaran dan perubahan Tania pun Ira sudah tau.
“Assalamualaikum ” sapa Tania
“Waailakumsalam” jawab Ira
“Ganggu gak? Keponakan aku udah tidur” Tanya Ira
“Gak mengganggu mbak aku sama Tasya lagi menemani anak – anak tuh lagi main” ucap Tania dengan mengubah layar kamera menjadi layar belakang dengan memperlihatkan kedua anaknya yang sedang bermain.
Rania sedang bermain boneka dan Ryan lagi belajar memasang Lego pemberian Ira.
“Ada apa mbak ?” Tanya Tania melihat Ira yang serius memandang Tania yang tak biasanya
Tania lalu mengubah layar kembali menjadi layar depan
“Hmmm Saras.. barusan aku di telpon papa untuk kembali ke kota dan mengurus perusahaan pusat “ Ucap Ira
Tania kaget mendengar itu hanya bisa memandang dengan bingung masalahnya apa sampai Ira menelponnya dan memberitahunya
“Masalahnya dimana mbak? Kan mbak ikut aja apa kata pa Faldly” Ucap Tania
“Masalahnya aku mau sekertarisnya seperti kamu .. dan gak mau di gantikan karena yang di cabang sini asisten pribadi papa “ Ucap Ira Tania hanya terkekeh mendengar Ira barkata begitu
“Mau ya pindah ke pusat ? “ Tanya Ira memohon pada Tania
Tania melihat Ira yang memohon pada Tania dengan muka memelas menjadi kasihan kalau dia tidak mengingat akan kenangan buruk itu tapi kasihan juga Ira. Tania memandang Tasya dengan Tasya memandang Tania dengan mengangkat kedua bahunya
“Semua terserah kakak” Ucap Tasya
“Kalau kita pindah gimana kuliah kamu sayang?” Tanya Tania
“Kak aku kan tinggal mengurus untuk diwisudakan saja jadi aku ikut kakak aja gimananya?” Ucap Tasya
Tasya memang kuliah hanya memerlukan waktu empat tahun tiga bulan karena Tasya orangnya pintar dan tinggal tiga minggu lebih Tasya wisuda.. Tania yang ingin mengikut Ira pun setuju biar gimanapun Ira selalu yang membantunya dan Tania yang melihat Ira yang masih menunggu jawabannya menjadi diam dan ingin mengerjai Ira dengan berpura – pura berfikir
“Saras... “ Jerit Ira kesal membuat Tania terkekeh
“Iya mbak aku ikut “ Ucap Tania
“Kak Bu Sekar ?” tanya Tasya mengingat ada Sekar
“Kita ajak kalau ibu mau ikut kita” Ucap Tania yang ingin mengajak juga Sekar.
“Ya udah sambil menunggu Tasya wisuda kita selesaikan kerjaan kita sambil beres – beres untuk pindahan... dan untuk tempat tinggal di sana nanti aku minta papa untuk mencarinya “ Ucap Ira
Tania hanya mengikuti apa yang di katakan Ira dan Tania menyiapkan hatinya untuk menerima jika nanti ketemu sama ayah dari kedua anaknya.
Ketika anak – anaknya tidur setelah puas bermain Tania membenarkan selimut anak – anaknya sebelum mencium kening mereka satu – satu dan kaget dengan pertanyaan Tasya ketika setelah selesai mencium kening Rizky karena biasanya Risky yang terakhir ia cium.
“Kak .. “ panggil Tasya Pelan karena takut kedua keponakannya bangun
“Ya sayang” ucap Tania
“Dimana papa anak – anak? Kenapa gak pernah datang?” tanya Tasya
Tania hanya bisa mematung karena Tania tidak pernah berbicara jujur pada Tasya selama ini apalagi Tasya dari mulai datang mengikuti Tania tidak pernah bertanya siapa ayah dari kedua anaknya sampai sekarang. Bahkan Tania melarang ibu Retno mengatakan pada Tasya karena ia akan cerita dengan sendirinya dan Tasya juga tidak bertanya pada Retno karena Tasya yakin Tania akan menceritakan dengan sendirinya. Tasya melihat Tania yang diam mematung di depan Rizky merasa bersalah karena pertanyaannya
“Kak Nia...” panggil Tasya pelan
Tania memandang Tasya lalu berdiri dan langsung keluar dari kamar kedua anaknya meninggalkan Tasya tanpa berbicara apapun, Tasya yang melihat Tania pergi tanpa berbicara apa – apa hanya mengikuti Tania dari belakang. Tasya tau Tania marah padanya karena meninggalkannya keluar dari kamar anaknya tanpa memanggilnya atau berbicara padanya. Tania menutup pintu kamar anak-anaknya ketika melihat Tasya keluar lalu berjalan menuju kamarnya dan Tania tau Tasya mengikuti Tania karena tadi Tasya meminta tidur bersama. Karena kamar Tania bersebelahan dengan kamar anak-anaknya baru Tasya kamar, ketika sampai di depan kamar sebelum masuk Tania melihat Tasya yang berjalan ke kamarnya lalu memanggilnya
“Sayang mau kemana?” Tanya Tania
“Mau tidur di kamar kak” Jawab Tasya dengan takut – takut
“Katanya mau tidur sama kakak.. Yuk sini kakak juga kangen tau tidur sama sayang” Ucap Tania tersenyum padanya karena tau Tasya takut padanya
Tasya dengan takut perlahan berjalan mendekati Tania, Tania melihat Tasya yang takut padanya langsung tersenyum. Tania masuk ke dalam kamarnya bersama Tasya, Tasya langsung duduk diatas tempat tidur dan Tania masuk ke kamar mandi. Setelah selesai semua Tania memandang Tasya yang hanya diam dari tadi duduk di tepi tempat tidur dan mendekati Tasya yang duduk
“Ayo tidur sayang” Ucap Tania
Tasya hanya diam lalu naik ke tempat tidur begitu juga dengan Tania, Tania yang tau Tasya masih takut padanya langsung berbaring ke samping Tasya dan menarik Tasya ke dalam pelukannya
“Kenapa sayang?” Tanya Tania sambil menyium pipi Tasya
“Maaf kak “ Ucap Tasya pelan
Tania memandang Tasya masih dengan pelukan
“Gak apa – apa wajar kalau sayang nanya kaya gitu ke kakak karena dari sayang datang .. mungkin sayang gak mau nyakitin hati kakak “ Ucap Tania
Tasya hanya mengangguk kepala dengan masih takut jika Tania marah padanya dan Tania tau jika Tasya masih takut
“Tapi sebelum kakak cerita .. kakak mau tanya Rania dan Rizky udah punya calon om belum ?” Tanya Tania memandang Tasya dengan tersenyum sambil menggoda Tasya
“Kakak Ihhh.. jangan jaill kenapa “ Ucap Tasya cemberut manja sama Tania membuat Tania tertawa
“Udah ada belum nich?” tanya Tania dengan masih tersenyum
“Belum kak.. “ Ucap Tasya
“Masa belum sich .. “ ucap Tania penasaran
“Kakak ihhh.. “ ucap Tasya dengan manja karena melihat Tania yang sudah tertawa
“ada sich kak yang nanya disini tapi akunya belum mau pacaran dulu “ ucap Tasya dengan memandang Tania
“Ya udah terserah sayang aja.. “ Ucap Tania
“Sayang ... Rania dan Rizky hadir karena sebuah kecelakaan...